Pilihan Ku

Pilihan Ku
Menjaga kebahagiaan Keluarga


__ADS_3

Ibu Bram langsung datang ke rumah sakit saat mendengar cucunya terluka.


"kok bisa jauh sih Bram? kamu ini bisa jaga anak ga sih?kasian cucu nenek."ucap ibu memarahi bram melihat kaki Kelvin di beri gips.


"iya maaf Bu,ini semua salahku."Bram mengakui kesalahannya.


"sebaiknya kalian menginap di sini semalam, kita lihat perkembangannya dulu, semoga saja kakinya tidak terlalu nyeri,"ucap dokter Anin.


Bram mengabarkan orang rumah kalau mereka akan menginap di rumah sakit dan meminta di bawakan pakaian dan lainnya.


Bi Yanti yang sudah menganggap Bram seperti anak sendiri dan menyayangi Kelvin selayaknya cucunya merasa khawatir,ia langsung memasak makanan kesukaan Kelvin dan ikut dengan suaminya kerumah sakit ,mengantarkan barang-barang yang diminta oleh Bram.


Bram menemani kedua anaknya,ia menidurkan mereka sambil terus memperhatikan Mikaila mengurus Kelvin dengan telaten.


Mikaila membenarkan posisi tidur Arya dan Gavin yang tidur di kasur lain dalam ruangan yang sama,sementara Bram tidur di sofa panjang yang ada di ruangan itu,walau di rumah sakit,ruangan mereka cukup nyaman.


Mikaila menyelimuti Bram dan ke kamar mandi mengambil wudhu dan melaksanakan shalat tahajjud.


Bram kembali membuka mata dan melihat istrinya melaksanakan shalat sepertiga malam,memberi perhatian dan kasih sayang untuk mereka.


Ia memutuskan tidak Akan membuat hati istrinya terluka dengan memberi tahu kebenaran ia dan Zahra,,,Semua sudah berlalu,itu sesuatu yang tidak ia sengaja,pikirnya dan kembali tidur,hari ini sangat melelahkan.


Yoga mendapat email dari orang kepercayaan,file berisi rekaman sisi tv dari hotel dan restoran yang di kunjungi Bram saat keluar Negeri.


Terlihat jelas disana Zahra dan Sonia mengikuti Bram setiap Bram keluar dan masuk hotel.


Walau tak ada rekaman saat Sonia memasukkan obat ke dalam minuman Bram,namin salah satu pegawai restoran sudah mengaku kalau ia di beri sejumlah uang untuk memasukkan obat ke dalam minuman Bram dan Zahra.


Yoga bisa melihat perubahan Bram sesaat setelah meminum minuman nya.


Melihat rekaman saat Zahra masuk dan keluar kamar Bram,yang memiliki perbedaan waktu.


"apakah Bram bersama Zahra semalam,,"batin Yoga melihat waktu Zahra meninggalkan kamar Bram.


"sayang, anterin ke mal ya,aku mau beli beberapa kebutuhan Gibran."ucap Aran berjalan menghampiri Yoga.


"hemm,"jawab Yoga mengangguk dan langsung mematikan laptopnya.


Arabela dan Arandita ke mal bersama di temani para suami mereka.


Arabela sudah mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandungnya,ia membeli beberapa pakaian dan perlengkapan kamar tidur bayinya.

__ADS_1


Yoga dan David hanya mengikuti mereka dan membawa belanjaan para wanita mereka dan tentu saja membayar apa saja yang di belinya.


Yoga sedikit kerepotan karena Gibran terus menginginkan mainan atau makanan yang dilihatnya,yoga memberinya lolypop tanpa sepengetahuan Aran barulah Gibran tenang.


Setelah semua yang mereka butuhkan sudah di dapat, mereka juga membelikan mainan untuk Kelvin,mereka ingin mengunjunginya.


"Kelvin sudah ada di rumah,kita langsung ke sana aja."ucap Aran setelah menelfon Bram.


Yoga membawa mereka ke kediaman Abraham.


Aran dan Arabela langsung menemui Kelvin yang sedang beristirahat di kamar bundanya,ia tak mau melepaskan Mikaila,Kelvin menjadi sangat manja dan tak mau berbagi bundanya kepada yang lain,membuat Gavin kesal.


"gimana keadaannya?"tanya Aran.


"sudah mendingan mba,Kelvin merasa sakit saat kakinya di gerakan aja,makanya di gips."jawab Mikaila


Bram,Yoga dan David berbincang-bincang di ruang keluarga sambil melihat anak-anak bermain.


"Bram tidak akan melakukan kesalahan yang akan merugikan dirinya,"batin Yoga yang melihat Bram bersikap santai tak seperti waktu itu di kantor mereka.


Mereka pulang setelah makan malam,malam ini Bram tidur bersama Arya dan Gavin di kamar anaknya,sementara Mikaila tidur dengan Kelvin.


Saat tengah malam Mikaila merasa ada yang mendekatinya,setelah membuka mata ia melihat Gavin naik ke kasur.


"boleh,sini sayang,"Mikaila membawa Gavin ke pelukannya.Gavin langsung mencari benda kesayangannya di balik piama bundanya dan tertidur,


Tak lama kemudian Arya juga ikut menyusul Gavin.


Bram terbangun dan mendapati dirinya tidur sendiri di kasur yang ukurannya sangat besar,bahkan muat hingga sepulu orang dewasa.


Bram berjalan menuju kamar nya dan melihat anak dan istrinya masih tertidur pulas,ia membenarkan posisi tidur anak-anak nya memakaikan selimut, mengecup kening Kelvin dan memegang gips yang terpasang di lutut putranya.


Bram sudah tak mengantuk lagi,ia memilih keruang kerjanya.


Pagi hari Mikaila turun ke dapur,ia melihat bi Yanti, Bi Sumi,Siti dan Lala tertawa sambil melihat Vidio di ponsel.


"seru banget, liatin apa sih,"tanya Mikaila kepo,dan ikut melihat Vidio itu.


"ini Bu,den Arya lucu banget,"ucap bi Yanti yang terus tertawa melihat tingkah Arya.


"ihh,aku minta ya Vidio nya."ucap Mikaila

__ADS_1


"iya boleh Bu,"jawab Siti.


Mikaila berlari mengambil ponselnya di kamar.


Siti mengirim video dimana Arya sedang berbelanja dengan terus menggandeng Raina.


Mikaila memutar video itu dan tertawa melihat Arya dengan antusias memilih boneka beruang untuk Raina ,namun Raina terus menggeleng,ia teringat curhat Arya saat di mobil.


Mikaila mengirim Vidio itu ke grup keluarganya,dan langsung di serbu banyak komentar.


Ada yang mengirim emoticon tertawa,haru,tanda cinta,ada yang mengomentari kelucuan Arya dan menanyakan siapa gadis cantik yang sedang di layani Arya itu.


Bram memicingkan matanya melihat banyak pesan masuk di ponselnya,ia menghentikan pekerjaannya dan membuka WA keluarga yang terdapat banyak pesan masuk disan.


Bram ikut tertawa melihat postingan istrinya


dan komentar dari keluarga nya,bahkan pak Surya,kakak ipar nya yang biasanya hanya selalu menyimak status di WA mereka ikut berkomentar.


Bram mengirim emoticon Love,dan menyertakan kalimat"kandidat calon mantu,".


Disaat yang lain sedang bercanda di grup Isabela yang melihat Jabbar sedang aktif dan ikut berkomentar mengirim pesan di chat pribadi mereka.


Hubungan mereka sudah semakin dekat,Isabela yang mendengar Jabbar akan di jodohkan oleh ibunya,langsung gercap menyatakan perasaannya kepada Jabbar.Dan di sambut baik oleh Jabbar,walau tidak berstatus pacaran komunikasi mereka menjadi lebih lancar dan terbuka layak nya sepasang kekasih.


Yoga yang ikut melihat grup keluarganya yang begitu bahagia, menelfon seseorang,


"Hapus semua jejak Bram saat di hotel dan restoran,pastikan mereka tidak berulah.


cari wanita bernama Sonia itu kemanapun.


Dan terus awasi Niken.


Minta seseorang mengawasi Zahra."perintah Yoga.


Yoga menyimpan rekaman itu di brangkas yang ada di ruang kerja di rumahnya.


"Sepertinya ini ulah Niken,"batin Yoga.


Bersambung,


Terimakasih sudah membaca,,,,💗💗

__ADS_1


selamat beraktifitas.😉


__ADS_2