Pilihan Ku

Pilihan Ku
Manis, pahit nya kehidupan.


__ADS_3

Hari-hari Mikaila penuh dengan kebahagiaan,ia selalu bersyukur mendapatkan suami yang sangat mencintai dan menyayanginya.Bonus kaya raya.


Wanita sederhana yang hanya ingin mencari pengalaman kerja di kota justru mendapatkan jodoh..


Wanita sederhana yang hanya selalu memimpikan memiliki barang mewah kini ia miliki apa saja yang di inginkan nya dengan sangat mudah,,,


Di kantor.


Bram mendapat undangan dari salah satu koleganya di luar.


"Mikaila pasti senang jika di ajak ke sana,"batin Bram.


Bram menelfon ibunya.


"Bu, Minggu depan aku ada undangan dari luar negeri,ibu bisa jagain anak-anak nggak??aku sekalian mau ajak Mikaila jalan-jalan."


"iya,bawa aja semua kerumah,"jawab ibu.


"makasih ya Bu,"ucap Bram mengakhiri panggilannya.


Bram meminta seseorang menyiapkan segala keperluannya dan Mikaila.


Semenjak memiliki anak,Bram dan Mikaila sudah tidak pernah lagi jalan-jalan berdua,mereka selalu membawa rombongannya.


Di kamar.


"sayang,aku ada undangan pernikahan,temenin aku ya,"tanya Bram.


"iya mas,"jawab Mikaila.


"tapi di luar negri!"lanjut Bram.


"terus anak-anak?"


"aku dah minta ibu jagain mereka."


"iya , terserah mas aja."


Mereka pun berangkat ke luar negeri dengan jet pribadi.


Anak-anak sangat senang di rumah besar,apalagi ada baby Queen,anak aunty Bela.


Saat Gavin mencari ibunya,nenek akan mengajaknya ke dapur membuat aneka macam kue yang lucu-lucu dan itu berhasil mengalihkan perhatiannya.


Arya dan Kelvin lebih santai,mereka selalu bermain dengan ikan ikan kakek.


walau harganya jutaan kakek membiarkan Mereka memainkannya agar mereka tidak mencari papa dan bundanya.


ini pertama kalinya mereka ditinggal ke luar negeri.


Mikaila sangat gugup saat melihat acara pernikahan yang sangat mewah,banyak tamu-tamu penting yang datang,selain menghadiri acara pernikahan banyak dari mereka mengambil kesempatan memperluas koneksi mereka.semua tamu dari kalangan atas,pebisnis sukses dari berbagai mancanegara.


Mikaila menggandeng lengan Bram mencoba memenangkan diri.hari ini Mikaila terlihat sangat Cantik,banyak yang memujinya walau mereka tak saling kenal.


Mata Mikaila membulat sempurna saat melihat artis Korea favorit nya berdiri di sebelah Bram.


Bram yang menyadari apa yang terjadi pada istri kecilnya itu menggodanya dengan sengaja menutupi pandangan Mikaila dangan tubuh.Bram terus bergerak menghalangi pandangan Mikaila hingga artis Korea itu menghilang.


Mikaila melihat ke segala arah namun yang di carinya sudah tak ada.


Mikaila memukul lengan Bram dan melipat kedua tangannya di dada.


"kenapa sayang?"pura pura bertanya.


"nggak apa-apa mas,"jawab Mikaila


Bram berusaha menahan tawanya saat melihat Mikaila berusaha mencari sosok idolanya itu dengan matanya.


Setelah acara selesai Bram mengajak Mikaila bertemu seseorang,

__ADS_1


Betapa bahagianya ia setelah tau orang yang di maksud Bram adalah artis Korea favorit,,,


Senyum terus berukir di bibirnya saat menghampiri idolanya itu.


"jangan memeluk,"bisik Bram.


"foto boleh,"memasang wajah imutnya.


"hemm,"Jawab Bram mengangguk.


Bram berjabat tangan,mereka merupakan rekan bisnis.


Mikaila ingin berjabat tangan juga namun langsung di tarik oleh Bram duduk di dekatnya.


Sebenarnya Bram memang ingin menemui orang tersebut untuk membahas bisnis yang baru mereka jalankan.


Setelah urusan Bram selesai,Bram memperkenalkan Mikaila dan mengatakan kalau istrinya itu sangat mengidolakannya.


Tak ingin membuang kesempatan, Mikaila langsung meminta foto bersama,,


Mikaila terus mengambil gambar dengan berbagai gaya,Bram hanya melihat saja.


Bram sedikit kesal saat Mikaila memintanya menjadi fotografer dadakan.


Saat di hotel Mikaila bersandar di dada Bram sambil melihat-lihat hasil fotonya,memilih mana yang harus di posting di WA nya.


Ting,,,,


Mikaila memposting 2 foto yang dianggapnya paling bagus.1 foto bersama Bram dan satunya lagi bersama artis Korea favorit nya, dengan tulisan "Dinner bersama pria tampan".


Ponsel Mikaila langsung di banjiri komentar dari teman-teman sekolahnya,,,,Semua merasa iri padanya,dan mengucapkan selamat atas kebahagiaannya.


Mikaila membuka pesan dari Arabela yang terus protes karena Mikaila tak memberitahu saat bertemu idola mereka.


Bram ikut membaca isi chat di ponsel Mikaila,


Mikaila menepuk jidatnya.


"oh iya mas,,aku lupa.,"ucap Mikaila.


Bram mencubit gemes hidung Mikaila.


Isabela yang ikut menjaga anak-anak mengajak mereka ke kamar untuk tidur, namun belum ada yang mengantuk..


"kakak,,bunda ko belum datang?,,"tanya Gavin sambil mengucek matanya. sedari tadi ia terus menguap, namun ia ingin menunggu bundanya.


"mungkin jalannya macet sayang,Gavin bobo aja dulu kalau bunda datang nanti kakak bangunin ya,"rayu Isabela.


Mereka mengatakan kalau bunda mereka pergi ke kantor menemani papanya.


Gavin menggeleng dan matanya mulai berkaca-kaca.


"bagaimana kalau kita telfon om Jabbar."ucap Isabela.


"iya,"jawab ketiganya kompak.


Isabela melakukan VC ke jabbar.anak-anak menang dekat dengan kakak bundanya itu.


Mereka mengobrol hingga semua tertidur,setelah adik-adiknya tertidur Isabela mengambil alih ponselnya dan mengobrol bersama Jabbar.


Mikaila menelfon Isabela dan menanyakan anak-anaknya.


"mereka sudah tidur,tenang aja Tante yang penting pulang bawa oleh-oleh yang banyak,kalau bisa sama Oppo yang tadi,"canda Isabela.


"iya beres,makasih ya udah jagain anak-anak.besok pagi kita dah nyampai disana kayanya.udah dulu ya."Mikaila menutup telfonnya.


Mikaila menatap Bram yang sedang serius dengan laptop nya,pria tampan yang pertama kali membuat jantungnya berdetak kencang,pria yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya kini ada di hadapannya dan telah menjadi suaminya.


Mikaila teringat kembali masa-masa sekolah nya.ia harus bangun lebih awal membuat aneka macam kue untuk di bawah ke sekolah,,, Apabila ia menginginkan tas atau sepatu baru,ia akan menjual kue dan mengumpulkan sedikit demi sedikit keuntungannya,ia tak ingin membebani orang tua nya.Ia mengerti penghasilan Ayahnya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.Terkadang ia meminta tambahan kepada kakaknya yang sudah punya penghasilan sendiri.Kehadiran Bram sungguh mengubah dunianya.ia bahkan bisa membantu orang lain khususnya orang tua nya dalam masalah perekonomian.

__ADS_1


Di Batam.


Zahra sedang mengikuti pengajian dan tak sengaja bertemu dengan ibu Randy,mereka mengobrol cukup lama hingga Randy datang menjemput ibunya.


Randy sangat senang melihat perubahan Zahra, walaupun mereka tak pacaran lagi namun mereka masih bertemu sebagai seorang sahabat.Rasa cintanya kepada Zahra semakin bertambah setelah mereka putus,Randy sudah sering mengutarakan perasaanya kepada Zahra dan ingin memulai dari awal lagi, namun Zahra terus menolaknya secara halus.


Sepulang pengajian Zahra bertemu dengan teman-teman nya di sebuah restoran,


"kamu ko gemukan sih Za,"tanya salah satu temannya.


"masa sih,"jawab Zahra sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


"serius,,,kamu ga nyadar apa,?tanya yang lain.


"aku ga pernah nimbang,lagian baju aku yang dulu udah ga dipake lagi.Jadi ga sadar kalau berat badan aku naik."jawab Zahra sedikit tertawa.


"kamu tu kaya lagi hamil aja,makannya lahap banget.mana yang asem-asem lagi."tambah yang lain.


"Deg,"Zahra menghentikan makannya, ingatannya langsung tertuju pada Bram.


Zahra menggigit bibir bawahnya mencoba mengingat kapan ia terakhir haid.


"aku pamit pulang dulu ya,"pamit Zahra pada teman-teman.


Zahra terdiam di dalam mobilnya, dengan tangan bergetar ia mengambil ponselnya,melihat jadwal menstruasinya.


Tubuh Zahra melemah,saat baru menyadari ia tidak pernah menstruasi semenjak pulang dari luar negeri 4 bulan yang lalu.


"ga nggak mungkin,ini ga boleh terjadi."batin Zahra.


Dangan tangan bergetar Zahra mengendarai mobilnya menuju apotik.,, Dengan ragu ia membeli beberapa tespek dan kembali ke kantornya.


Zahra Sejenak terdiam saat akan melakukan tes pada urine nya.


Menarik nafas dan mencelupkan 5 tespek secara bersamaan.


Dengan gelisah ia menunggu hasilnya.


"Ini pasti salah,"ucap Zahra.


Ia kembali ke apotik dan membeli tespek merek yang berbeda.


kembali melakukan tes untuk kedua kalinya,ia bahkan mengganti urine nya.


Zahra terduduk di lantai saat hasilnya tetap sama,ia positif hamil.


"bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan sekarang,"bertanya pada diri sendiri.


"apakah aku harus menggugurkan bayi ini,tidak


bayi ini tidak salah sama sekali,aku tak ingin menambah dosa dengan melenyapkannya.


Aku punya penghasilan sendiri,aku pasti bisa menjadi ibu yang baik untuknya."memegang perutnya"


"Tapi bagaimana kami akan menghadapi orang-orang,semua pasti akan menghina dan mempertanyakannya dan itu akan menyakiti perasaannya."berjalan mondar-mandir menggigit kukunya.


"haruskah aku meminta bantuan Randy,tapi bagaimana jika ia menolak ku saat tau kalau aku sedang mengandung anak pria lain.,"duduk di meja kerjanya.


"Tidak tidak,kenapa semua ini harus terjadi,apakah semuanya cobaan ini masih belum cukup.Aku sudah berusaha memperbaiki kesalahanku, mengikhlaskan semuanya, Namun apa lagi ini,"membuang semua hasil tespek ke atas meja kerjanya,air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.


"Bram,yah bram.ini adalah bayinya dia harus tau,apapun yang akan terjadi aku harus memberitahunya,ini demi bayi ini,"memegangi perutnya,menyakinkan dirinya.


Zahra bergegas pulang,mengambil apa saja yang dibutuhkannya dan langsung ke bandara.


Bersambung 😭😭😭😭😭😭✌️


selamat membaca,see you tomorrow.💗🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2