
Raina sangat bahagia bisa menghabiskan waktu seharian dengan keluarga Wijaya.
Sebelum pulang Bram meminta Raina keruangan nya,
"Ada apa Pah?" tanya Raina.
Bram menyodorkan kartu unlimited ke depan Raina.
"Pakailah, beli apa saja yang kau inginkan. Jangan pernah memikirkan jumlah yang kau pakai" ucap Papa Bram.
Raina menetap Arya. Arya mengambil kartu itu dan memberikannya ke tangan Raina,
"Ini hadiah dari Papa, jangan ditolak," ucap Arya.
"Benar, sekarang kau adalah tanggung jawab Papa, anggap Papa sebagai Papamu sendiri ya," ucap Papa Bram.
"Terima kasih Pah," jawab Raina mengambil kartu tersebut.
"Jika membutuhkan sesuatu, kau tinggal bilang. Jangan pernah menganggap dirimu itu berbeda dari kami, kau sudah kami anggap keluarga. Mengerti kan maksud Papa,?!" tanya Bram.
"Mengerti Pah," jawab Raina tersenyum dari balik cadarnya.
Arya mengantar Raina pulang,
"Kita naik motor kak ?" tanya Raina saat melihat Arya berjalan ke motor yang baru dibelinya,
"Iya,"
"Ini motor siapa?!"
"Aku lah," jawab Arya,
"Kok aku nggak pernah lihat Kakak pakai ini?"
"Emang baru di beli, belum pernah dipakai ," jawab Arya.
"Ow gitu ya,"
"Aku sengaja beli motor ini, soalnya kalau pakai mobil nggak bisa nganterin kamu sampai depan kosan," jelas Arya.
Jadi mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemput kamu ke sekolah." ucap arya memakaikan helm kepada Raina..
Kita singgah ke toko perhiasan dulu ya?!" ucap Arya,
"Mau ngapain ?" tanya Raina.
"Aku mau beliin kamu kalung," jawab Arya ,"kalung kamu kan sudah diambil Arsy, Kakak beliin yang lain ya yang dulu kan dibeliin sama Papa."
Tapi kan Sama aja, tetap pakai uang Papa kan??" tanya Raina.
"Siapa bilang, ini aku mau beli dengan uang aku sendiri. Papa enggak pernah lagi transfer ke aku, Aku kan sudah kerja sekarang di kantor, sudah punya gaji sendiri" jawab Arya..
"Emang Kakak sudah kerja di kantor?!" tanya Raina tak percaya.
__ADS_1
"Iya, kakak sudah sedikit-sedikit mulai mengambil semua pekerjaan Papa, Papa berencana untuk berhenti bekerja lagi, Papa ingin fokus membahagiakan Bunda" jawab Arya.
"Papa sayang banget ya sama Bunda ," ucap Raina.
"Iya, Bunda memang pantas untuk disayangi, bunda orang yang sangat baik, perhatian juga sayang sama Papa." jawab Arya.
"Aku janji, kalau kita nikah nanti, aku juga akan jagain kamu kayak Papa jagain Bunda,"goda Arya.
"Ihh apaan sih Kak, kita kan masih sekolah," jawab Raina merasa malu mendengar ucapan Arya.
"Kakak kan bilangnya nanti, bukan sekarang cantik," ucap Arya yang semakin membuat Raina merona. Untung saja ia memakai cadar sehingga Arya tak dapat melihat pipinya yang sudah sangat memerah.
Mereka sampai di toko perhiasan
"Kamu pilih yang mana,?"tanya Arya menunjuk deretan perhiasan yang di tunjukkan oleh pemilik toko.
Raina bingung harus memilih yang mana, semua terlihat sangat cantik.
"Yang mana ya kak, Raina bingung," jujur Raina.
"Bagaimana kalau yang ini", tunjuk Arya pada kalung yang berbentuk love.
"Iya Kak, yang itu saja, cantik ," ucap Raina
"Kak kami ambil yang ini ya," ucap Arya pada pemilik tokoh tersebut.
Setelah ke toko perhiasan, Raina mengajak Arya ke panti.
Raina dan Arya bermain bersama anak-anak panti, mereka berlarian saling mengejar, tertawa bersama.
Setelah seharian bermain di panti Arya kemudian mengantar Raina pulang,
Arya melajukan motornya dengan sangat pelan, mereka sesekali berbincang di atas motor,
"Kak, Kakak masih marah ya dengan Natali?" tanya Raina.
Arya hanya diam,
"Kakak Raina mohon ya, maafin Natali. Natali orangnya enggak jahat kok kak, dia selalu baik sama Raina. Aku nggak tahu kenapa Natali bisa melakukan semua itu.Raina mohon ya kak, Kakak bisakan maafin Natali?!"
"Aku sudah maafin Natali, namun aku masih merasa sedikit kesal dengannya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku dan Papa terlambat menemukanmu. Aku tidak tahu apa yang akan Anes lakukan padamu," ucap Arya.
Raina hanya diam mendengar penjelasan Arya, Iya sangat lega mendengar jika Arya sudah memaafkan Natali.
Arya mengantar Raina hingga ke depan kos-kosan,
"Kakak masuklah dulu," ucap Raina,
"Enggak usah, aku langsung pulang aja ya, nanti malam kita chat lagi ya ?!"
"Iya kak, hati-hati di jalan ya" ucap Raina
Arya pun kembali ke rumahnya dan Raina masuk ke kos-kosannya.
__ADS_1
Raina memberikan makanan kepada Natali, sebelum pulang Arya dan Raina mampir untuk mengisi perut mereka yang terasa sangat lapar, seharian mereka bermain dengan anak-anak panti.
"Natali ini untuk kamu, aku sudah makan," ucap Raina .
"Terima kasih ya," ucap Natali kemudian menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri .
Malam itu Natali terus mendiami Raina, ia hanya menjawab apa yang Raina tanyakan. Raina sedikit canggung dibuatnya.
*****
Hari terus berganti, setiap hari Arya akan menjemput dan mengantar Raina.
Mereka banyak menghabiskan waktu bersama, seakan mereka menebus waktu yang hilang selama ini.
Sebelum pulang Arya selalu mengajak Raina untuk berkeliling melihat kota X, mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di sana.
Natali terus merasa bersalah dan merasa malu saat bertemu dengan Arya, ia selalu menghindari Arya baik di sekolah maupun saat mengantar Raina pulang.
Natali banyak menghabiskan waktu di toko bunga, Raina tak lagi bekerja bersamanya.
Raina sudah meminta Natali untuk berhenti bekerja dan bersama-sama menggunakan kartu yang diberikan oleh Papa Bram. Namun Natali menolak. Raina tak ingin memaksa Natali.
Hari ini Bram membelikan Raina dan Natali sebuah Apartemen. Awalnya Natali menolak untuk pindah dan memilih tetap tinggal di kos-kosan mereka, Walau Raina terus membujuk. Namun setelah Bram yang membujuknya ia pun mau dan ikut pindah bersama Raina.
Di Apartemen.
"Natali, Kamu kenapa sih ?! sikap kamu itu sangat berubah, aku sangat merindukan Natali yang dulu," ucap Raina duduk di samping Natali.
"Aku nggak apa-apa kok !! aku hanya ingin konsentrasi dalam belajar," ucap Natali.
"Oh ya, bukannya kamu mau pindah ke sekolah ku?" tanya Natali,
"Iya, minggu depan aku akan mulai sekolah di sana," Jawab Raina.
"Syukurlah, kita bisa pergi sekolah barang tiap hari," ucap Natali mencoba akrab kembali dengan Raina.
Seperti biasa, saat jam istirahat Natali akan naik ke atap sekolah, ia bahkan membawa bekal makan siang nya.
Gita teman Anes selalu menyudutkan natali, ia mengatakan kalau Natali lah penyebab Anes masuk rumah sakit jiwa dan penyabab Arya tertembak .
Gita terus penyebar rumor itu, membuat hampir semua murid percaya jika Natali memang penyababnya...
Membuat ia menjadi bahan bully-an di sekolah.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hay semua ,,
Terima kasih sudah membaca ,ayo dong beri 👉like, vote dan komennya.
Agar akunya makin semangat nulis 🤗🤗🤗
Lagi butuh banget nih support dari kalian 💆
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
By m anha.