
Raina yang terbangun di pagi hari mencoba untuk berjalan sendiri ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Awalnya ia merasa sakit namun lama-lama sakitnya semakin berkurang, ia kemudian memakai pakaian yang semalam dipakainya karena pakaiannya hanya tersisa itu.
Raina memungut lingerie yang dibuang Arya ke lantai, ia kembali melihat lingerie itu. Raina tak menyangka Jika ia akan memakainya pakaian seperti itu.
Raina menyimpan lingerie itu ke dalam koper, ia akan menyimpan nya sebagai kenang-kenangan malam pertama mereka.
"Kak, bangun Kak, "ucap Raina membangunkan Arya yang masih tertidur pulas,"Kita sarapan yuk." Lanjutnya.
Arya membuka matanya, ia mengulurkan tangannya mengelus pipi istrinya yang begitu putih dan bersih.
"Kamu cantik sekali sih," ucap Arya dengan suara seraknya.
"Kakak mandi ya, ini sudah pagi. Kita turun untuk sarapan yuk," ajak Raina.
"Mandi bareng ya!" pinta Arya.
"Aku baru aja selesai mandi kak, Aku lapar Sekarang," ucap Raina memegang perutnya.
"Hmmm, Kakak mandi dulu," ucap Arya bangun dari tidurnya. Sebelum ia ke kamar mandi, ia mengecup pipi Raina.
Raina hanya memegang pipinya yang telah di kecup Arya sambil terus melihat Arya masuk ke kamar mandi.
Sambil menunggu Arya selesai mandi, Raina membersihkan tempat tidur mereka. Ia melihat ada bercak merah di seprei nya. "Apakah ini...?" Raina dengan cepat membuka seprai dan menggantinya.
Raina menggulung Seprai itu, kemudian menyimpan ke dalam lemari kamar hotel tersebut, ia tak ingin Arya melihat noda merah itu.
Semua keluarga semalam menginap di hotel tersebut, saat pagi mereka sudah berkumpul di Restoran yang ada di sana.
Keluarga besar Wijaya dan keluarga besar Mikaila sudah berkumpul.
Mereka sudah memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang-bincang Santai.
Tak lama kemudian Arya dan Raina datang sambil bergandengan tangan.
" Wah pengantin baru Kita baru datang." ledek Gavin.
"Dah jam berapa nih, kesiangan ya Bu?!" goda Syana.
"Udah, jangan di ledekin terus mantu ku," ucap Mikaila mempersilahkan Raina duduk di samping nya.
Makanan datang, mereka mulai makan dan sesekali masih mengeluarkan ledekan untuk pasangan pengantin baru.
"Kemana rencana kalian akan pergi berbulan madu ?" tanya Bram.
"Rencananya kami akan pergi seminggu lagi Pah, Arya ingin menyelesaikan pekerjaan kantor dulu." jawab Arya.
"Jika kau membutuhkan sesuatu untuk bulan madu mu kau tinggal hubungi Papa atau Om Yoga, kami akan mengurus semuanya,"ucap Bram pada putranya.
"Enggak kok Pah, Arya bisa mengurus semuanya jika hanya bulan madu saja," jawab Arya.
Mereka telah selesai makan dan menikmati pemandangan yang ada di sana.
Gavin mengirim pesan di grup yang ia buat semalam. Gavin memberi nama grup itu "Misi penggagalan malam pertama."
"Bagiamana, apakah Misi sukses?" tulis Gavin.
Pesan terkirim, pesan tersebut masuk ke semua ponsel mereka. Mereka membacanya dan kompak menetap Raina yang juga membaca pesan tersebut.
"Enggak, misi kalian gagal," tulis Raina dan langsung mengirimnya.
"Jadi kalian udah malam pertama dong," balas Syana cepat. setelah mereka semua membaca pesan Syana semua kembali kompak melihat ke arah Raina.
__ADS_1
Raina juga membaca pesan yang di tulis Syana. Raina tak tau harus mengetik apa untuk menjawab pertanyaan dari Syana itu.
"Gimana? Kalian udah belah duren?" pesan dari Syana lagi.
Mereka kembali kompak membaca pesan yang masuk di ponsel mereka masing-masing dan lagi-lagi kompak menatap kembali pada Raina.
Arya yang sejak tadi memperhatikan mereka semua langsung mengambil ponsel Raina dan membaca semua chat tersebut.
"Awas ya kamu Gavin," gumam Arya melihat nama grup itu dan saat melihat adminnya, tertulis nama Gavin di sana.
Dengan cepat Arya mengetik sebuah pesan dan mengirimnya.
Pesan terkirim, mereka semua kembali kompak membaca pesan yang masuk dan kali ini dengan cepat mereka mengangkat wajah mereka dan melihat ke arah Arya.
"Awas ya kalian, Aku akan membalas perbuatan kalian. Akan ku buat kalian berwajah duren." pesan yang ditulis Arya.
Semua pelaku langsung mengirim emoticon permintaan maaf.
Arya membalasnya dengan emoticon marah.
"Tapi kan kalian tetap malam pertama," pesan dari Syana.
"Iya, jadi nggak masalah kan," tulis yang lainnya.
Arya tak membalas pesan tersebut, Ia hanya mengirim kembali emoticon marah.
Mereka pulang ke rumah masing-masing menjelang siang.
Arya membawa mobil, mereka satu mobil dengannya Papa dan bundanya.
Papa Bram duduk di depan sedangkan Raina, Arsy, dan bunda Mikaila duduk di jok belakang.
"Bagaimana malam pertama kalian?" tanya Bunda tiba-tiba saat Arya baru menjalankan mobilnya.
Bram langsung berbalik mendengar pertanyaan istrinya itu.
Bram tak habis pikir, pertanyaan seperti itu di tanyakan istrinya, dan menanyakan hal tersebut kepada menantunya langsung.
Raina tak menjawab, ia hanya menunduk dan menggigit bibir bawahnya di balik cadarnya.
"Apa kalian sudah melakukannya?" tanya Bunda lagi saat melihat Raina hanya diam.
Bram berdehem untuk menegur Mikaila.
"Udah dong bunda ," jawab Arya yang melihat Raina tak bisa menjawab pertanyaan bundanya.
Bunda Mikaila kemudian mengalihkan pandangannya pada putranya.
"Kalian nggak pakai pengaman kan?" tanyanya lagi.
Arya menggeleng,
"Enggak bunda,"
"Semoga saja Raina ini cepat hamil," ucap Mikaila.
"Amin," ucap Bram mengaminkan keinginan istrinya.
"Kalian harus sering melakukannya agar cepat hamil," ucap Mikaila.
"Siap Bunda," jawab Arya mengangkat jempolnya.
__ADS_1
Arya bisa melihat dari kaca spion jika istrinya itu sudah semakin menunduk mendengar percakapan nya dengan bundanya.
Bram yang mendengar pertanyaan istrinya itu, hanya bisa menghela nafasnya.
"Bunda bagaimana dengan barang-barang aku yang ada di Apartemen?" tanya Raina mengalihkan pembicaraan mereka, ia sudah tidak tahan mendengar Bunda. Itu terus mengingatkannya pada malam pertama mereka.
Wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus yang memerah.
"Bunda sudah membelikan beberapa perlengkapan di kamar kalian, masalah barang-barang mu yang ada di Apartemen, kamu bisa mengambil yang penting-penting saja." kata Mikaila.
"Iya bunda," jawab Raina.
Sesampainya di rumah mereka langsung turun. Arya melihat mobil Gavin dan mobil Kelvin sudah lebih dulu sampai.
Raina menghampiri mobil Gavin dan melihat didalamnya, ternyata Gavin sudah tidak di sana.
"Sepertinya Gavin sudah masuk," batin Raina.
Raina ingin menyelamatkan adik iparnya itu dari amukan suaminya, Arya merasa sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh adiknya itu.
Raina mengirim pesan pada Gavin jika Arya sedang mencarinya dan Arya sangat kesal padanya.
Gavin membaca pesan tersebut, baru saja ia ingin kabur Arya sudah ada di dekatnya.
"Kak, bunda mana?" tanya Gavin basa-basi.
Arya tak menjawab pertanyaan Gavin dan langsung menariknya masuk ke kamarnya. Memberi balasan atas apa yang dilakukan pada malam pertama nya.
Kevin yang melihat itu langsung kabur dengan mobilnya, ia sudah ada janji dengan Natali dan teman-temannya untuk nonton di bioskop.
Sementara Queen merasa jauh lebih tenang setelah bertemu dengan Kelvin semalam. Queen juga memikirkan perkataan Kelvin, apakah benar ia mencintai Kelvin atau hanya menyayanginya saja sebagai seorang kakak.
"Apa benar perasaanku ini hanyalah perasaan suka seorang adik kepada kakaknya," batin Queen.
Queen kemudian mengambil ponsel lalu mengirim pesan kepada Kelvin.
"Kakak lagi ngapain," pesan Queen.
"Kakak lagi di jalan ingin bertemu dengan teman-teman, mumpung Kakak masih di sini. Besok Kakak sudah kembali ke luar negeri. Kamu mau gabung?" balas pesan dari Kelvin.
"Enggak kok Kak, selamat bersenang-senang ," isi pesan yang Queen.
Kelvin membaca pesan dari Queen dan kembali menyimpan ponselnya. Fokus pada jalan.
Kelvin menghabiskan hari ini dengan bertemu teman-temannya, sambil menghabiskan waktu dengan Natali.
Perasaannya kepada Natali semakin besar, Bahkan ia sudah bicara dengan Papanya jika ia ingin menjalin hubungan serius dengan Natali.
Bram dan Mikaila menyetujuinya, walau mereka tak terlalu mengenal Natali, namun mereka yakin Natali adalah gadis yang baik untuk Kelvin. Apalagi Natali sudah menjadi bagian dari keluarga Alex, membuat Bram percaya jika Natali bisa membuat Kelvin bahagia. Sama halnya dengan Raina yang membuat Arya bahagia.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Mohon dukungannya ya dengan memberi like, vote dan komennya 🙏
Salam dariku 🤗
Author m anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1