
Arya dan Raina terlihat sangat bahagia menyambut para tamu undangan yang silih berganti menghampiri mereka, Mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga mereka kelak.
Senyum kebahagian tak pernah lepas dari bibir Raina di balik cadarnya, Ia terus merangkul tangan suaminya.
Arya membawa Raina bertemu dengan para rekan bisnisnya.
Arya sengaja terus bersikap romantis pada Raina, sesekali ia mengecup punggung tangan Raina saat melihat beberapa orang karyawannya masih saja menatap mereka dengan tatapan tak percaya dan penuh rasa iri.
Arya ingin memperlihatkan kepada mereka semua bahwa dia sangat mencintai istrinya ini. Mereka tak menikah karena jebakan atau pun Raina menggoda nya seperti tuduhan mereka, tapi mereka menikah karena memang ada cinta di antara mereka berdua.
Begitulah kehidupan ini. Ada yang ikut senang dalam kebahagiaan orang lain, namun ada pula yang merasa kesal saat melihat orang lain merasa bahagia.
Mungkin itu yang disebut dengan rasa iri. Jika rasa iri sudah menghinggapi hati seseorang, walau orang tersebut berbuat sesuatu yang benar akan tetap salah dimata mereka. Walau seseorang itu melakukan hal yang baik akan tetap buruk dimata mereka.
Seperti halnya beberapa karyawan yang ada di pesta tersebut. Walau mereka sudah melihat jelas jika Arya begitu mencintai Raina, begitu memperlakukan Raina dengan sangat romantis, namun tetap saja mereka berpikir itu hanyalah sebuah kepura-puraan agar mereka terlihat bahagia di depan para tamu.
Namun Raina bukanlah orang yang mengambil hati ucapan dan fitnah orang lain. Selagi itu tak mengganggu kehidupan bahagia nya, ia akan biarkan saja mereka bertindak sesukanya.
Raina membiarkan beberapa karyawan menatapnya penuh rasa iri.
Mereka meresa iri karena mereka merasa Raina lebih beruntung daripada mereka.
"Coba kamu lihat karyawan di sana itu, Ingin rasanya aku menghajarnya sekarang juga," bisik
Arya melihat sekumpulan karyawan yang bekerja di kantornya terus berbisik-bisik dan menatap mereka dengan tatapan tak suka.
"Biarkan saja," bisik Raina memalingkan wajahnya tak ingin melihat kumpulan karyawan tersebut.
Arya yang gemes dengan tingkah Raina memeluk dan seperti ingin menggigit bahu istrinya itu, membuat orang-orang yang sedari tadi memperhatikan nya dengan penuh rasa iri semakin geram melihat tingkah mereka.
Natali sedari tadi mencari Kelvin.
Ia berjalan kesana kemari namun ia tak juga menemukan sosok yang ia cari.
Langkahnya terhenti saat melihat Kelvin berjalan memasuki gerbang sambil menggenggam tangan Queen.
Natali bisa melihat jika mereka berdua terlihat sangat bahagia.
Natali menghampiri mereka saat akan masuk ke dalam tempat acara.
"Natali," sapa Kelvin mengulurkan tangannya .
Natali menyambut uluran tangan Kelvin.
Queen refleks melepas genggaman tangannya pada Kelvin saat tangan Kelvin menggenggam tangan Natali.
"Kak aku temuin Mami dulu ya?" ucap Queen.
"Iya pergilah," jawab Kelvin.
Queen dengan cepat berlalu dari sana, ia tak ingin melihat kedekatan antara Kelvin dan Natali.
Malam semakin larut, para tamu undangan sudah mulai pamit pulang.
Ibu Bram menghampiri Arya dan Raina yang masih menyambut beberapa tamu.
"Arya bawalah istrimu ke kamar, dia pasti sangat lelah," ucap nenek Arya.
"Iya Nek," jawab Arya mengelus tangan Raina.
Raina mengangguk mengiyakan, Kalau ia memang sangat lelah.
Saat mereka berjalan keluar menuju ke kamar, Arsy menghampiri Raina.
__ADS_1
"Kakak, mau kekamar ya?" tanya Arsy dengan wajah yang sangat mengantuk.
"Iya,"Jawab Raina.
"Arsy ikut ya kak? Aku ngantuk, ga tau bunda ada dimana," ucap Arsy yang terus menguap.
"Iya sayang, Kakak juga ngantuk. Ayo kita istirahat di kamar kakak," ucap Raina menggandeng tangan Arsy.
Mikaila yang melihat putrinya bersama Arya dan Raina langsung menghampiri mereka.
"Arsy kamu mau kemana sayang?" tanya bunda.
"Bunda Arsy ngantuk, mau bobo di kamar kak Raina," jawab Arsy yang terus mengucap matanya.
"Arsy tidur di kamar sama bunda ya?" ucap Mikaila mencium kening anaknya itu. "Bunda temani."
"Enggak apa-apa kok Bunda, biar Arsy tidur sama Raina saja. Bunda temani Papa aja menyambut para tamu.
"Udah, sama bunda aja. Kamu pasti lelah ingin istirahat. Biar Arsy bunda yang temani, lagian tamunya juga sudah banyak yang pulang dan ada yang lain yang menemani mereka."Kata Bunda Mikaila.
Mereka pun berjalan bersama ke kamar masing-masing.
Saat tiba di kamar, Raina tercengang melihat kamar pengantin mereka. Begitu membuka pintu, aroma bunga sudah menyambut Indra penciumannya. Kamar yang hanya di terangi cahaya ratusan lilin kecil yang memenuhi ruangan tersebut.
Arya menuntun Raina masuk dan menutup pintunya. Suasana Romantis sekejap tercipta di kamar itu.
Di tengah kamar terdapat sebuah lukisan besar yang menyambut mereka. Lukisan mereka saat kecil yang mengenakan pakaian pengantin persis Yang mereka gunakan sekarang.
Raina mendekati Lukisan itu sambil terus menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mengagumi keindahan lukisan Meraka.
"Kapan kamu membuatnya?" tanya Raina menatap kagum pada Arya.
"Itu tak penting, apa Kamu suka?" tanyanya.
"Iya suka," Jawab Raina sangat bahagia.
Setelah menikmati suasana kamar itu, mereka memutuskan untuk membersihkan diri.
Tubuh mereka sudah sangat gerah.
Arya membantu membuka pakaian pengantin Raina.
"Apa kamu nggak gerah pakai pakaian seperti ini?" tanya Arya yang melihat pakaian Raina yang begitu berat dan berlapis-lapis. "Sepertinya terlihat sangat ini sangat gerah." Lanjutnya.
"Ya lumayan gerah sih, tapi aku sangat suka dengan gaun ini. Gaunnya sangat cantik kan?" ucap Raina masih mengagumi gaun pengantinnya.
"Iya, Tante dan kak Syana membuat khusus untuk mu," jawab Arya.
"Kak, aku mandi dulu ya? Aku bener-bener gerah," ucap Raina saat berhasil membuka gaun pengantinnya.
"Ia, kamu mandi saja duluan," ucap Arya.
Raina pun mandi terlebih dahulu. Sambil menunggu Raina selesai mandi, Arya merapikan gaun pengantin tersebut. Iya juga sudah buka kemejanya dan hanya memakai handuk. Ia memilih duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Raina membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya.
"Kak, baju Raina mana?" tanya Raina yang lupa membawa pakaian gantinya masuk ke kamar mandi. Ia hanya memakai handuk dan melilit satu handuk lagi di rambutnya.
Arya melihat ada 1 koper di dalam kamar itu, ia pun mengambil dan mengangkatnya ke atas tempat tidur mencoba mencari pakaian Raina disana.
Dan saat berhasil membukanya, benar saja ada 4 pasang baju yang ada di sana. 2 untuknya dan 2 untuk Raina. Keduanya telah disiapkan oleh Bunda.
Arya melihat di atas pakaian itu ada tulisan "malam ini dan besok."
__ADS_1
"Oh ini untuk malam ini," ucap Arya mengambil tumpukan baju yang diatasnya tertulis malam ini kemudian menyimpan kembali koper tersebut di tempat semula.
Melihat tumpukan baju yang dia yakini itu untuk Raina, Arya langsung mengambil dan memberikan kepada Raina yang sedari tadi hanya mengeluarkan tangannya di balik pintu.
"Ini bajunya," ucap Arya sengaja memberikan baju tersebut kepada Raina dengan jarak yang cukup jauh, agar Raina sedikit lebih keluar dari kamar mandi tersebut.
"Kakak itu terlalu jauh, Raina tak bisa menjangkaunya," protes Raina.
"Kamu keluar aja, Aku kan suami kamu! ngapain juga malu sama aku ," ucap Arya masih tak ingin memberikan baju tersebut.
"Kakak jangan bercanda dong," ucap Raina terus mencoba mengambil baju tersebut.
" Iya ini. Cepat ya, Kakak juga gerah," ucap Arya saat Raina kembali masuk ke kamar mandi.
Memang ia juga sangat gerah dan lelah. Arya ingin cepat-cepat mandi dan mengistirahatkan tubuhnya.
Raina mengambil baju tersebut dan menutup pintu.
Raina mengangkat baju tersebut dan bergidik ngeri. itu adalah baju lingerie.
"Ini baju apa," lirih Raina.
Raina tak ingin memakai pakaian itu, ia hanya memakai pakaian dalamnya saja dan memakai handuk serta membuka handuk yang terlilit di kepalanya untuk menutupi bahunya dan keluar dari kamar mandi.
Arya yang melihat Raina keluar dengan masih memakai handuk merasa heran.
"Kamu kok nggak pakai bajunya?" tanya Arya yang masih duduk di tepi tempat tidur.
Raina melempar baju lingerie tersebut pada Arya, "Kakak aja yang pakai," ucap Raina.
Arya mengambil baju tipis tersebut dan mengangkatnya mencoba melihat baju seperti apa yang dipilih Bundanya sehingga Raina tak mau memakainya.
Arya tertawa saat mengangkat baju tersebut, ia masih bisa melihat Raina yang ada di balik baju itu.
Bajunya sangat transparan.
"Wah sepertinya Bunda sudah tidak sabar ingin memiliki cucu," tawa Arya.
"Enggak lucu," ucap Raina berlalu mengambil koper dan mencoba mencari baju lain di sana.
"Sayang pakai dong, Ini kan malam pertama kita," ucap Arya menggoda Raina dan melemparkan baju itu pada Raina.
Raina mengambil baju tersebut kemudian kembali melemparnya kepada Arya."Enggak mau ah malu, sana Kakak mandi bau tahu," ucap Raina mendorong Arya yang masih terus menertawakannya masuk ke kamar mandi.
Raina hanya melihat satu baju di sana dan membaca tulisannya.
"Bunda apaan sih, masa koper sebesar ini isinya cuman segini," ucap Raina mengambil baju yang tersisa dan memakainya.
Setelah memakai pakaiannya, Raina dengan cepat mengambil ponselnya dan mengirim pesan.
"Arya sedang mandi, kalian masuklah" isi pesan Raina.
Setelah pesan itu terkirim Raina yang tadi ngambil kunci kamar mandi sebelum keluar, langsung mengunci pintu kamar mandi dari luar. Ia bisa mendengar jika Arya baru mulai mandi.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 💗
Jangan lupa like, vote dan komennya ya kakak 🙏
Salam dariku 🤗
Author m anha.🥰
__ADS_1
love you all 💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💗💗