
Malam ini Raina dan Natali menginap di kediaman Abraham Wijaya, mereka berdua sangat senang. Jessica Kakak sekaligus orang tua bagi mereka sudah menikah dan dan akan menempuh hidup baru bersama dengan Alex.
Raina dan Natali tidur di kamar Arsy. Arsy yang mulai beranjak remaja bercerita dengan mereka berdua pengalamannya di sekolah,
Raina dan Natali yang belum mengantuk mendengar cerita gadis ABG itu dan sesekali tertawa mendengar curhatan Arsy.
Mikaila yang tak sengaja lewat di depan kamar Arsy mendengar mereka masih terbangun saat sudah tengah malam, ia membuka pintu dan melihat mereka masih duduk di atas tempat tidur,
"Kalian belum tidur?!" ucap bunda Mikaila masuk menghampiri mereka bertiga.
"Eh Bunda, kita lagi curhat Bunda ," ucap Arsy.
"Oh ya, Bunda ikutan dong," ucap Mikaila ikut bergabung dengan mereka.
"Emang Papa ngizinin bunda tidur di sini?" tanya Arsy .
Bram selalu melarang Arsy tidur dengan mereka atau saat Arsy ber manja-manja meminta bunda menemaninya tidur.
Bram beralasan Jika ia tidak bisa tidur tanpa memeluk bundanya.
"Papa sudah tidur dari tadi, Papa kelelahan kayaknya mengurus acara pernikahan Om Alex "ucap Mikaila memasukkan kakinya ke dalam selimut seperti apa yang dilakukan oleh Raina, Natali dan Arsy.
"Bunda cerita dong tentang pertemuan Bunda dan papa," ucap Arsy. Natali dan Raina mengangguk antusias dia juga penasaran seperti apa pertemuan mereka berdua.
"Boleh," ucap Mikaila dan iapun menceritakan Bagaimana pengalaman ia bertemu dengan suaminya, semuanya sangat kagum dengan kisah cinta bunda Mikaila dan Papa Bram.
Mereka masih berbincang-bincang namun saat mereka melihat Arsy, anak itu sudah tertidur pulas.
"Bunda aku dengar papa pernah hilang dan amnesia ya?" tanya Raina.
"Iya " jawab Mikaila masih sedih saat mengingat kejadian itu.
Bunda Mikaila pun menceritakan bagaimana saat ia Kehilangan Bram, saat ia mendengar kematian Bram. Bunda Mikaila bercerita sambil meneteskan air mata, ia masih sangat sakit saat yang mengingat kejadian itu .
Natali dan Raina ikut sedih mendengar cerita Bunda.
"Bunda pasti sangat mencintai papa," ucap Raina memeluk Bundanya.
"Iya, Papa adalah segalanya buat bunda. Apalagi sekarang Papa sedang sakit, Bunda sangat takut akan kehilangan Papa lagi .
"Bunda harap kamu juga mencintai Arya seperti Bunda mencintai papa," ucap Bunda Mikaila mencubit hidung Raina.
"Sudahlah, ini sudah malam kita tidur ya," ucap Mikaila. Merekapun tidur bersama di kamar Arsy.
Di kamar Arsy masih terpasang kasur yang dulu, Arsy terkadang masih bersikap manja dan ingin ditemani tidur oleh Bundanya, Bram yang tak bisa tidur tanpa memeluk Bunda Mikaila akhirnya tidur bersama dengan mereka di kamar itu.
*****
__ADS_1
Pagi hari semua disibukkan dengan kegiatan masing-masing, seperti biasa Arsy bersiap untuk ke sekolah, Raina dan Natali bersiap untuk ke kampus, Gavin dan Arya bersiap untuk ke kantor.
Sementara Bram dan Mikaila yang selalu menghabiskan waktu berdua untuk berjalan-jalan, hari ini memutuskan untuk tinggal di rumah merawat tanaman yang selama ini terbengkalai.
Mikaila kembali merapikan taman bunga miliknya.
Tak lama kemudian Ia mendapat telepon dari kakaknya Jabbar jika ayahnya masuk rumah sakit dan memintanya agar kembali ke kampung.
Mikaila yang mendengar kabar jika Ayahnya sakit langsung panik, Bram berusaha menenangkan Mikaila.
Bram langsung menelpon Arya meminta mereka semua pulang dan menjemput Arsy di sekolah, mereka akan berangkat ke kampung Bundanya saat ini juga.
Sepanjang perjalanan ke kampung Mikaila terus menangis,
"Tenanglah Ayah sudah ditangani oleh dokter. Ayah pasti akan baik-baik saja." ucap Bram.
"Iya Mas, tapi aku takut bagaimana jika terjadi sesuatu pada ayah," jawab Mikaila.
"Tenang lah semua akan baik-baik saja sebentar lagi kita akan sampai, jangan membuat anak-anak juga panik."
Saat mereka sampai Jabbar sudah menunggu mereka di bandara dan langsung membawa mereka ke rumah sakit.
Mikaila sangat sedih melihat kondisi ayahnya, terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit dengan selang infus yang terpasang di lengannya serta dia harus dibantu dengan alat pernafasan.
"Ibu bagaimana keadaan Ayah?" tanya Mikaila memeluk ibunya.
Mikaila menghampiri ayahnya ,
"Ayah, bagaimana keadaan Ayah?" tanya Mikaila memegang tangan ayahnya.
Ayah melepas alat pernafasannya nya
"Ayah baik-baik saja, jangan menangis. Di mana cucu ayah," ucap Ayah mencari anak-anak Mikaila.
Arya, Gavin dan Arsy langsung mendekat pada kakeknya,
"Kakek sehat?" tanya Arsy memegang tangan kakeknya.
"Kakek sehat, wah sepertinya Arsy sudah semakin besar ya, sudah lama kakek tidak melihat Arsy," ucap kakek mengelus pipi Arsy, menghapus air mata cucu kesayangannya itu.
Sudah seminggu Ayah dirawat, kondisinya sudah semakin membaik dan diperbolehkan untuk pulang. Mikaila terus menemani dan merawat ayahnya.
Mereka semua menemani Bunda tinggal di kampung, hanya Arya yang bolak-balik karena ada banyak pekerjaan yang harus diurus nya.
Ayah sudah sampai di rumah, ia duduk di ruang tengah bersama dengan yang lainnya. Arsy langsung duduk di samping kakeknya dengan manja.
"Istirahat yang cukup ya Ayah, Jangan memikirkan hal-hal yang berat dulu." ucap Mikaila menggenggam tangan ayahnya di yang sudah keriput.
__ADS_1
"Ayah sudah tua, jadi sakit seperti ini sudah wajar bagi ayah," ucap Ayah mencoba tersenyum agar mereka semua lebih tenang.
"Ayah Kita istirahat di kamar ya," ucap ibu, ayah pun mengangguk. Bram dan Arya membantu ayah, memapah Ayah masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
"Mas kita tinggal seminggu lagi ya di sini?" ucap Mikaila memohon,
"Iya, mas ngerti." jawab Bram.
"Bagaimana dengan Arsy hemm,?! Kamu kan sekolah?!" tanya berapa pada putrinya.
"Papa Arsy juga ingin menemani kakek, boleh ya!" pinta Arsy memasang wajah imutnya.
"Ya sudah, nanti Papa memberi kabar kepada sekolah arsy," ucap Bram,
Bram beralih pada ketiga makhluk yang sedang duduk sambil memakan buah-buahan yang mereka petik sendiri dari kebun.
Gavin saat pulang ke kampung Bunda sangat senang pergi ke kebun kakeknya, di sana sangat banyak buah yang bisa di petik sendiri.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Bram melihat mereka.
"Gavin Masih betah di sini pah," jawab Gavin
"Kami juga sudah mengerjakan tugas melalui online," jawab Raina yang diangguki oleh Natali,
"Baiklah kita tinggal seminggu lagi sambil menunggu ayah kembali sehat," keputusan Bram. Mikaila langsung memeluk suaminya.
"Terima kasih ya Mas" ucap Mikaila mengecup singkat bibir Bram.
"Assalamualaikum," ucap Arya masuk dengan penampilannya yang acak-acakan, iya sangat kelelahan harus bolak-balik. Pekerjaannya tak memungkinkan ia untuk bersantai seperti yang lainnya
"Kamu kenapa sih bolak-balik, kamu kan bisa tinggal di sana, biar kami yang menjaga kakek," ucap Mikaila kasihan melihat penampilan putranya.
"Arya bosan bunda di sana sendirian," ucap Arya duduk di dekat Raina.
Raina dengan sigap langsung memijat bahu Arya.
"Bilang aja kakak, gak mau pisah kan dari Raina," ucap Gavin.
"Kamu kok ngomong suka bener sih," ucap Arya ikut makan buah hasil pemburuan mereka di kebun pagi ini.
πππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca βΊοΈππ
LIKE, VOTE dan KOMENNYA β€οΈ
Salam dariku Author m anha β€οΈ
__ADS_1
πππππππππππππππ