Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kejutan Jabbar,,,


__ADS_3

Keadaan kembali tenang, anak-anak tidur bersama kakek dan neneknya.


Bram mondar-mandir menunggu Mikaila, beberapa malam ini ia menahan nafsunya.


Setelah Gavin sembuh,Mikaila mendapat tamu bulanan membuat Bram harus kembali menahan hasratnya.


Hari ini Bram melihat Mikaila sudah kembali shalat yang berarti tamu bulanannya sudah pulang.


ponsel Bram berdering dan tertera mana Dimas.


Bram ke balkon kamarnya dan mengangkat panggilan dari Dimas.


"bagaimana dengan Isabela?"tanya diman langsung.


"syukurlah Jabbar mau memaafkannya,"jawab Bram.


Mikaila datang dan langsung ke kamar mandi.


"sudah ya,aku ada urusan penting,"ucap Bram langsung mematikan ponselnya.


Bram mengunci pintu dan menonaktifkan ponsel nya dan ponsel Mikaila.


Malam ini ia harus berhasil,tak ingin ada gangguan lagi.


Mikaila keluar kamar mandi dan duduk di meja riasnya, memakai serum dan krim malamnya.


"ada apa sih mas, ngeliatin nya gitu amat,"tanya Mikaila masih sibuk dengan alat tempurnya.


Bram hanya tersenyum,ia duduk di pinggiran kasur.Ia bingung harus berkata apa untuk memintanya....


Tak mengingat masa lalu nya sungguh membuatnya sangat canggung bila berhadapan dengan Mikaila.


Mikaila menghampiri Bram dan duduk di pangkuannya,menelusuri wajah tampan Bram dengan jari telunjuknya.


Bram menutup matanya menikmati sentuhan lembut jari Mikaila...


Bram membuka matanya saat jari telunjuk Mikaila berhenti di bibir nya.


Mereka saling pandang,nafas keduanya sudah menggebu-gebu.Bram tak tau sejak kapan Miliknya sudah menegang dan Mikaila bisa merasakan itu.


Bram menarik tengkuk Mikaila dan melahap Bibir yang begitu menggoda birahinya.


Mikaila ikut menikmati permainan bibir suaminya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Bram....


Mereka menikmati malam yang selama ini mereka nantikan,desahan dan erangan terus keluar dari bibir mereka...


Bram tak menyia-nyiakannya,menikmati setiap inci tubuh mulus istrinya,layaknya seorang anak yang berpuasa seharian dan di hidangkan makanan kesukaannya.


Melahap semua yang ada di hadapannya nya ..


Mikaila mencengkram kuat seprai saat merasa perih di area sensitifnya,Bram berhasil melakukan penyatuannya.


Ada rasa yang berbeda di hati Mikaila,seakan ia melakukannya dengan pria yang berbeda.


Bram yang dulu sangat lembut dalam melakukannya sangat berbeda dengan yang sekarang.


Mikaila bersandar di dada Bram, Keringat sisa percintaan mereka masih membasahi tubuhnya.


"apa tidak masalah jika aku tak bisa mengingat kembali masa lalu kita?"tanya Bram mengelus-elus rambut Mikaila.

__ADS_1


"asal mas selalu bersamaku, mencintai ku menyayangi Anak-anak itu tak masalah bagiku."Jawab Mikaila memeluk erat suaminya.


"tidur lah,"ucap Bram membalas pelukan istrinya dan mencium keningnya.


Pagi hari.🌄🌄


Bram terbangun lebih dulu,ia terus menatap wajah cantik wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


Rasa senang bisa memilikinya seutuhnya,Bram melihat tanda merah yang dibuatnya semalam, untung saja istrinya itu memakai hijab sehingga bisa menutupi lehernya.


Mikaila membuka matanya dan tersenyum melihat suaminya,


"cup"kecupan selamat pagi mendarat di bibir Bram.


"selamat pagi,"ucap Mikaila santai.Ia tak sadar perbuatannya itu sudah membangun kan sesuatu.


Bram tanpa menjawab kembali ******* bibir Mikaila dan mengulangi yang semalam...


Hari ini Jabbar mengajak mereka untuk mengunjungi bazar di kotanya.


Anak-anak sangat senang saat sampai di bazar,banyak jenis permainan yang bisa mereka mainkan di sana.





Walau jauh dari kata mewah namun mereka sangat menikmati bazar malam tersebut.


Bram menemani anak-anak nya bermain beberapa permainan, mendapat hadiah boneka atau mobil mobilan kecil sudah sangat membuat mereka kegirangan.


Jabbar mengajak Isabela naik kincir,ia sudah mempersiapkan sebuah kejutan,ia merasa kecewa saat kejutannya di kota X gagal total.


Saat mereka berada di puncak, kincir berhenti.Jabbar berlutut dan mengeluarkan cincin,


"Maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku."


ucap Jabbar.


Isabela menutup mulutnya dengan kedua tangannya,matanya berkaca-kaca.


Isabela mengangguk mengiyakan.


Petasan menggema menghiasi langit malam,,,


Semua merasa kagum dan melihat ke langit.


"I love you Isabela" "happy birthday"


Bertulis di langit, semua bersorak dan bertepuk tangan letusan petasan kembali menggema seiring menghilangnya tulisan tersebut...


Isabela menetes kan air mata,


"makasih kak,"ucap Isabela memeluk pria tercintanya...


Setelah puas bermain mereka mencari tempat istirahat,Kelvin sudah tidur di gendong papanya.


Gavin duduk sambil makan makanan nya,melihat betapa indahnya langit malam yang di buat Jabbar.

__ADS_1


"emmm romantis"eluh Mikaila.


"mas juga bisa buat yang lebih dari itu"ucap Bram .


"ga usah mas,,mas yang paling romantis buat ku,"ucap Mikaila mengedipkan matanya.


Bram merangkul bahu Mikaila dan bersama-sama menikmati kejutan Jabbar...


"papa kita main lagi yuk,"ajak Arya yang merasa belum puas.


"Gavin mau ikut,"tanya Bram.


Gavin menggeleng,mulutnya terlalu penuh untuk menjawab papanya.


"jangan terlalu banyak ya makannya,nanti perut Gavin sakit lagi,"ucap Bram mengusap sayang rambut anak bungsunya.


Gavin kembali mengangguk.


Bram dan Arya kembali bermain bersama sambil menunggu Jabbar dan Isabela.


Mereka pulang larut malam,saat sampai Bram berbisik kepada Mikaila.


"anak-anak tidur di kamar ibu lagi ya,"bisik Bram menggendong Arya yang sudah tertidur pulas.


"Mikaila tersenyum dan mengangguk."


Mikaila masuk ke kamar dan langsung ke kamar mandi,tubuhnya terasa gerah sehari menemani anak-anak nya bermain.


Bram menahan pintu kamar mandi yang hampir menutup.Mikaila menatap Bram penuh tanya.


"kita mandi bareng."ucap Bram langsung masuk dan membantu Mikaila melepas pakaiannya, Mikaila hanya menurut saja...


Lama mereka di kamar mandi, entah apa yang mereka lakukan di dalam mereka bahkan tak mendengar ibu yang sedari tadi mengetuk pintu kamar tidur mereka.


"pintunya tak di kunci,apa mereka keluar"pikir ibu.


Ibu masuk dan mengambil baju anak-anak,baju mereka sangat kotor dan bau.


Saat sudah di dalam kamar ibu mendengar suara dari kamar mandi,ia mendekat dan mencoba mendengar suara aneh apa itu...


Mata ibu melebar saat mendengar suara putrinya mendesah terkadang tertawa dan menjerit kecil,,, dengan cepat ibu mengambil asal baju cucu-cucunya dan keluar dari kamar itu....


Hari berikutnya Bram dan yang lainnya harus kembali ke kota X,ayah kurang enak badan jadi hanya. Jabbar yang mengantarkan mereka ke bandara.


Sebelum berangkat ayah meminta Bram mengurus semua keperluan pernikahan Jabbar dan Isabela,, mereka akan kesana saat acara pelamaran resminya...


Ayah bahagia sebentar lagi ia akan menikahkan anaknya....


Dan putrinya sudah kembali bahagia.



Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍💗


Tetap semangat dan jangan lupa like vote dan komennya.


🙏🙏🙏🙏💗💗💗🙏🙏🙏🙏


Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT 🤲🤲🤲.

__ADS_1


__ADS_2