
Alex menggerakkan ratusan anak buahnya dan menyebarnya di setiap titik Kota Batam untuk mencari keberadaan Zaky, Ia juga memerintahkan orang-orangnya untuk memeriksa CCTV yang terpasang di sekitaran sana.
Salah satu anak buah Alex menginformasikan jika salah satu CCTV menangkap Zaky pergi ke jembatan tersebut Namun karena sekitaran jembatan tak ada kamera CCTV jadi mereka hanya melihat saat Zaky Melawati kamera yang terpasang tak jauh dari sana.
Namun setelah mereka memeriksa kembali rekaman yang ada di sana, tak satupun CCTV yang menangkap gambar jika Zaky meninggalkan jembatan itu.
Para anggota Alex bekerjasama dengan pihak kepolisian.
Dengan adanya bukti itu semakin memperkuat jika Zaky Ada kemungkinan besar jatuh ke sungai bersama dengan motornya.
Setelah pekerjaan Alex selesai di luar negeri, Alex datang ke Kota Batam mengawasi sendiri jalannya pencarian anak Abraham itu.
Yoga mendatangi Alex,
"Bagaimana?" tanya Yoga,
"Kemungkinan besar anak itu memang jatuh dari jembatan itu semua bukti mengarah ke sana," ucap Alex.
"Tapi bukankah mereka tak menemukan jasadnya di sana, Jika ia memang jatuh?" tanya Yoga,
"Kau benar, memang itulah salah satu masalahnya sekarang, Kemungkinan kedua yaitu ada seseorang yang menyelamatkannya dari tempat itu," ucap Alex,
"Semoga saja kemungkinan kedua itu memang benar," ucap yoga yang juga berharap jika Zaky emang masih hidup dan ada yang menyelamatkannya,
Alex dan orang-orang yang terus mencari, walau pihak kepolisian sudah berhenti melakukan pencarian namun mereka tetap mencari, menyisir seluruh kota Batam baik di sekitaran jembatan maupun di tempat yang lebih jauh. Bandara, terminal, stasiun tak luput dari pencarian mereka.
3 bulan sudah pencarian Alex dan anak buahnya, namun Zaky belum juga ditemukan.
Alex menemui kembali Yoga,
"Bagaimana ini, kita sudah mencari ke semua tempat tapi tetap saja anak itu tak kunjung kita temukan, apa sebaiknya kita memberi tahu hal ini kepada Bram?" ucap Alex,
"Sebaiknya memang begitu, Aku akan coba bicara dengan Bram dan mencari solusi untuk mencari Zaky."jawab Yoga.
3 bulan ini Randy juga terus mencari Zaky, ia tak pernah berhenti mencari putranya itu.
__ADS_1
Semenjak hari itu Randy jarang pulang ke rumah, sepulang kantor ia langsung pergi mencari Zaky ke tempat-tempat yang memungkinkan Zaky pergi. Randy bahkan ke kampung halaman Mama Zahra untuk mencarinya namun di sana pun Zaky juga tak ada. Randy benar-benar putus asa di buatnya.
Zahra terus merasa sedih, ia merasa kesepian tinggal di rumahnya.
Kedua anaknya tak pernah pulang begitu juga dengan suaminya yang sibuk bekerja dan mencari Putra mereka.
Malam hari Zahra ke kamar mamanya dan mengetuk pintu kamar mamanya di tengah malam, ia merasa gelisah dan tak bisa tidur.
Ibu yang baru saja selesai mengerjakan sholat malam melihat jam menunjukkan pukul 2 dini hari.
"Siapa yang mengetuk, Apa itu Sarah?!" batin Ibu karena di rumah itu memang hanya mereka berdua.
Ibu membuka pintu dan melihat Zahra dengan wajah sembab nya,
Ibu menarik putrinya itu masuk dan duduk di tempat tidur,
"Kamu kenapa?" tanya ibu,
"Bu, apakah ini akhir dari kebahagiaan rumah tanggaku?" tanya Zahra.
"Apa yang kamu ucapkan nak,"
Ibu membuka mukenanya dan memakaikan kepada anaknya.
"Mintalah petunjuk dan pertolongan kepada sang pencipta, sang pemberi maaf. Mintalah maaf atas segala dosa-dosa mu nak, Ibu yakin anak-anakmu akan memaafkanmu. Jika Allah saja maha memaafkan mengapa mereka tak mau memaafkanmu, kau ibu yang telah melahirkan mereka," nasehat ibu.
"Bersabarlah dan teruslah berdoa serahkan semuanya pada yang di atas." tambah ibu.
Zahra menjadi lebih tenang setelah mendengar nasehat dari ibunya dan melakukan sholat malam.
Ia meminta, doa agar keutuhan dan kebahagiaan rumah tangganya kembali lagi. kedua anak-anaknya dapat memaafkannya.
Randy malam ini kembali tak pulang setelah mencari Zaky, Ia langsung ke rumah mamanya, Zunaira meminta Papanya itu datang menemuinya, ia mengatakan Jika ada hal yang penting yang ingin di katakan nya.
Randy baru pulang dan baru selesai mandi, dia meregangkan otot-otot yang terasa kaku, 3 bulan terakhir ini ia sangat kurang beristirahat dan tak pernah memperhatikan jam tidurnya.
__ADS_1
Zunaira mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk,
"Masuklah," ucap Papanya.
"Apa ada kabar tentang keberadaan Kak Zaky?" tanya Zunaira.
"Papa belum mendapat kabar apapun, tapi Kami masih terus mencarinya. Papa yakin Kakak mau berada di satu tempat, mungkin dia sedang menenangkan diri," ucap Randy.
"Aku harap kakak sekarang baik-baik saja, apa Papa menyayangi Kak Zaky?" tanya Zunaira ragu,
"Bagaimana dengan kamu?, setelah kamu mengetahui Zaky bukanlah anak Papa apa kau masih menyayangi kakakmu?" tanya balik Randy pada anaknya.
"Tentu saja Pah, walaupun kak Zaky bukan anak Papa tapi Kak Zaky kan tetap anak Mama," jawab Zunaira.
"Kau benar, walau dia bukan anak Papa tapi dia adalah anak Mama, Papa sangat menyayangi mama mu itulah sebabnya Papa juga sangat menyayangi Zaky sejak Ia lahir sampai saat ini. Papa tidak pernah berpikir sedikit pun Jika Zaky itu anak orang lain sehingga Papa membedakannya dengan mu. Kalian berdua adalah anak-anak Papa," ucap Randy mengelus rambut anaknya.
Zunaira hanya terdiam mendengar ucapan Papanya.
"Mamamu sangat sedih kakakmu sudah pergi meninggalkannya dan kau juga pergi. Sebesar apapun kesalahan yang telah dibuat mamamu dia tetaplah mamamu, Mama sekarang sudah menyadari semua kesalahannya dia bukan lagi mamamu yang dulu yang sepertu di dalam pikiranmu. Mama sudah banyak berubah dan mau memperbaiki dirinya, tak bisakah kau maafkan Mama dan kembali ke rumah?, Papa tidak bisa menghibur Mama yang bersedih karena kehilangan Zaky, Papa harus mencari Kakakmu dan ngurus kerjaan Papa di kantor, semua itu membuat Papa tak banyak waktu untuk menghibur mama. Kamu mau kan membantu Papa untuk menghibur mama?" tanya Randy menatap anaknya.
Zunaira mengangguk,
3 bulan tak bertemu dengan mamanya membuat Zunaira sangat merindukan sosok mama yang selalu saja ada bersamanya, selalu ada disaat dia merasa sedih dan senang. Zunaira dan Zahra bukan hanya sekedar mama dan anak tapi mereka juga layaknya seorang teman, Zunaira selalu menceritakan keluh kesahnya kepada mamanya, dia lebih senang bercerita kepada Mama daripada teman-temannya.
"Besok pagi kita pulang ya, Kamu izin dulu sama nenek bicara sama nenek baik-baik agar ini mau mengizinkan mu kembali sama mama," ucap Randy penuh kasih sayang.
"Iya Pah, aku akan bicara sama nenek, apa Mama mau memaafkan ku?"
"Sebesar apapun kesalahanmu pada Mama, Mama akan tetap memaafkan mu walau tanpa kau meminta maaf padanya," ucap Randy tersenyum pada anaknya yang di balas senyuman oleh Zunaira.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Terima kasih sudah membaca Jangan lupa tetap memberi like vote dan komennya 🙏💗🙏
salam dariku Author m anha.
__ADS_1
love you all 💕💕
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗