Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Pengakuan Zahra.


__ADS_3

Zaky merasa sangat kecewa, ia melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Bayangan keceriaan di wajah Papa kandungnya saat berada ditengah-tengah keluarga mereka membuat hatinya benar-benar hancur saat ini.


Pandangannya buram karena air mata sudah tergenang di pelupuk matanya, namun Zaky tetap melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa arah dan tujuan. Ia hanya ingin melepaskan semua kesedihannya dengan memacu motornya sejauh Mungkin.


Iya baru berhenti saat motor tersebut tiba-tiba melambat dan mesinnya mati.


Zaky mencoba menyalakan motornya kembali namun tetap tak bisa, membuat emosi nya semakin memuncak.


"Ada apa dengan motor ini kesal Zaky turun dan membuka helmnya. Zaky langsung membanting helm itu ke jalan, menendang motornya. Meluapkan segala kekesalan yang ada di hatinya. Motor tersebut tergeletak di pinggir jalan, Zaky berjongkok mengusap kasar wajahnya hatinya sangat sedih, kesal dan kecewa.


Di rumah Randy,


"Bagaimana ini, Zaky ingin menemui Bram," ucap Zahra panik.


"Kau pasti sudah tahu benar jika Zaky tak boleh menemuinya. Kita tak boleh menambah masalah di keluarga mereka, kita sudah berjanji tak akan mengatakan itu kepada siapapun. Kita tak akan menyangkut pautkan lagi Zaky dengan mereka."


"Iya aku tahu, tapi Zaky tak mau mengerti, kau lihat sendiri kan apa yang dia lakukan. Dia itu begitu keras kepala." ucap Zahra.


"Kita harus memberinya pengertian, kebenaran Zaky bisa mencoreng nama baik keluarga Wijaya, kau tahu sendiri kan keluarga itu sangat terhormat di sana. Aku tak bisa membayangkan jika berita kebenaran Zaky adalah anak Bram, itu pasti akan menghebohkan dan mengguncang bisnisnya. Nama baiknya dipertaruhkan dalam masalah ini."


Ibu yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka mendekati Zahra dan Randy, ikut bergabung duduk di sofa ruang tengah.


Ibu duduk di dekat sahra, menggenggam tangan anaknya itu.


"Saran ibu sebaiknya kau jujur kepada Zaky mengapa Bram tak mau menerima nya, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin ia akan membencimu, tapi hanya itu jalan satu-satunya agar ia bisa mengerti jika keluarga Wijaya mungkin kita akan menerimanya. Walau ia akan membencimu bila ia tahu kelakuanmu terhadap keluarga Wijaya dahulu, itu akan lebih baik apabila Iya ingin meminta pengakuan Bram, mereka bukanlah keluarga sembarangan."ucap ibu.


"Tapi Bu gimana kalau Zaky benar-benar membenciku, Ibu tahu sendiri bersifat Zaky, ia sangatlah keras."


"Itu lebih baik, lebih baik kau mengatakannya sendiri daripada ia mengetahui semua perbuatan masa lalumu dari orang lain," ucap ibu.


"Aku setuju dengan usul Ibu, aku takut jika Zaky menemui Bram dan meminta ia mengakuinya, aku takut Iya akan mempermalukan dirinya sendiri dihadapan seluruh keluarga Wijaya dan itu akan berdampak lebih buruk lagi padanya." tambah Randy.


Sepanjang malam Zahra terus memikirkan apa yang dikatakan oleh ibu dan suaminya.


Iya merasa gelisa, Zaky sampai tengah malam belum juga kembali.


Zahra terus mondar-mandir menunggu Zaky pulang.


"Bagaimana ini, di mana anak itu?" tanya Zahra pada Randy yang juga ikut menunggu kepulangan Zaky.

__ADS_1


"Aku sudah menghubunginya berkali-kali namun ponselnya tidak aktif, aku juga sudah menghubungi beberapa temannya namun tak satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan Zaky saat ini, semoga saja anak itu baik-baik saja. Ia pasti sangat sedih."


Tak lama kemudian mereka mendengar suara motor Zaky memasuki gerbang rumah.


Mereka pun bergegas keluar dan membuka pintu untuk putranya itu.


Mereka melihat motor Zaky yang sedikit rusak di bagian kapnya dan melihat wajah Zaky yang babak belur, terlihat jelas jika anak itu kembali berkelahi.


Bahkan lukanya lebih parah saat perkelahian nya kemarin dengan kelvin.


"Zaky, Ada apa denganmu nak, Ada apa dengan luka-luka mu ini, Kamu dari mana saja?!" tanya Zahra menghampiri anaknya namun Zaky mengabaikan dan menepis tangan mamanya yang mencoba menyentuhnya. Ia berlalu masuk ke kamarnya membanting pintu dan menguncinya.


Zahra dan Randy hanya melihat pintu kamar Zaky yang tertutup rapat.


Hati Zahra sangat sedih melihat kondisi anaknya saat ini.


"Besok saja kita tanyakan sebaiknya kau tidur ," ucap Randy.


Zaky langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, tanpa melepas sepatu dan jaketnya. Ia benar-benar kelelahan, batin dan fisiknya sangat lelah dengan semua yang dialaminya.


Mereka pun pergi ke kamar untuk istirahat,


disaat semuanya sudah tertidur, Zahra masih tetap terjaga, Iya tak bisa memejamkan matanya. Zahra terus berpikir dan mempertimbangkan apakah iya harus mengatakan yang sebenarnya kepada sakit dan menerima kenyataan jika Zaky akan membencinya.


Pagi hari semua menunggu Zaky keluar dari kamar. Hingga siang sehari Zaky belum juga keluar dari kamarnya.


Beberapa kali Zahra mengetuk namun tak ada jawaban dari dalam kamar tersebut..


Terdengar suara kunci terbuka, semua menatap kearah pintu Zaky dan melihat Zaky keluar dari pintu itu dengan membawa tas di punggungnya.


Zahra menghampiri Zaky.


"Kamu mau kemana nak?" ucap Zahra menghalangi jalannya.


"Kalau mama tak mau menjawabnya, aku akan mencari sendiri jawaban. Pertanyaan yang selama ini tak bisa Mama jawab," ucap Zaky lalu berusaha berjalan melewati Mamanya.


Zahra terus menahan nya,


"Zaky Mama mohon dengarkan Mama, kau tak boleh menemui Bram," ucap Zahra memohon.

__ADS_1


"Tapi kenapa mah, aku hanya ingin mendengar dari mulutnya mengapa dia sangat membenciku, apa salahku padanya ," ucap Zaky menatap tajam pada mamanya.


"Itu semua karena salah mama, mama yang sudah salah dalam hal ini. Itulah sebabnya ia tak mau berurusan lagi dengan kita,"


"Apa masalahnya mah, Apa kesalahan Mama sehingga seorang Abraham yang terkenal sangat bijaksana dan baik hati dengan rasa tanggung jawab yang begitu di hormati oleh banyak orang, tak mau mengakui ku sebagai darah dagingnya," teriak Zaky saking emosinya.


"Karena semua itu kesalahan mama,"


"Apa yang Mama lakukan," Kesal Zaky.


"Mama yang menjebaknya untuk meniduri mama, Mama yang membuatnya tak sadar kan diri lalu mama melakukan semua nya sendiri, Bram tak tau apa-apa. Dia tak menginginkan hal itu, mama yang bersalah" tangis Zahra,


"Apa maksud Mama, Apa yang mama katakan ini?!" lirih Zaky menatap penuh tanya pada mamanya.


Zahra akhirnya menceritakan semuanya Jika ia memasukkan obat ke dalam minuman Bram sehingga ia tak sadarkan diri melancarkan aksinya, hingga Zaky ada di rahimnya. Zahra menceritakan semuanya tanpa menutup-nutupi sedikitpun.


Zaky terdiam mendengar penjelasan mamanya, hatinya semakin hancur. Sehina itukah cara kehadirannya di dunia ini.


Nafas Zaky memburu, ia mengepal tangannya. Iya benar-benar kecewa pada sosok wanita yang selama ini dicintai dan dihormati nya.


"Aku kecewa sama mama," ucap Zaky lalu pergi meninggalkan Zahra yang terus memanggilnya.


Semua terdiam saat melihat di depan pintu masuk ada Zunaira yang mematung dengan mata berkaca-kaca,


Zunaira adalah adik Zaky yang hanya beda setahun dengannya.


Zunaira adalah anak kandung dari Randy dan Zahra.


Zunaira mendengar semua percakapan mereka.


Zaky hanya melihat adiknya kesayangannya itu lalu berlalu pergi dengan motor nya.


😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯


Terima kasih sudah membaca 🙏


Mohon dukungannya ya dengan memberi like vote dan komennya 💗


Salam dariku

__ADS_1


Author m anha 💖


😬😬😬😬😬😳😳😳😳😳😳😳


__ADS_2