
Mikaila begitu di manjakan di rumah itu.
Mikaila membuka WA keluarga yang di buat Arabela,ia mengirim foto hasil USG bayi yang ada di perutnya.
Semua mendoakan dan memberi selamat atas kehamilannya
"Selamat ya dek,ponakan kakak di jaga baik-baik"chat Jabbar.
"banyak istirahat ya sayang,kalau mau sesuatu bilang aja ke mba ya,nanti mba usahain, Ok!!"chat Arandita.
"makasih semuanya 🙏🤗"Mikaila..
"❤️❤️❤️,"Bram.
Ibu Mikaila langsung menelpon putrinya,ia sangat senang mendengar berita kehamilan putrinya itu.
"jangan banyak pikiran ya dek ,di jaga kandungannya,jangan kerja yang berat-berat dulu."dan Masi banyak nasehat ibu lainnya kepada Mikaila.
Seperti malam-malam sebelumnya Mikaila tidur di temani mertuanya,
"ibu tidur di kamar ibu aja kasihan ayah pasti kangen ibu,"ucap Bram.
"yang kangen iru ayah atau kamu,sana kamu tidur sama ayah aja,kamu itu ganggu tidurnya Kaila,"
"mana ada aku ganggu bu,"kata Bram sambil tiduran memeluk Mikaila.
"kamu pikir ibu ga tau tiap malam tangan kamu itu berkeliaran,"
"Bu aku kok ga mual sama pusing-pusing ya kaya kebanyakan ibu hamil,"kata Mikaila
"setiap ibu hamil itu beda-beda,ada yang ngidam ada yang tidak,"kata ibu.
"sayang kamu ga mau makan yang asem-asem gitu?"
"enggak,"jawab Mikaila singkat.
"oya sayang besok mba Anin minta kita periksa,"ucap Bram mengusap perut Mikaila.
"mas ga ke kantor besok,"
"mas anterin kamu aja dulu,di kantor ada mas Yoga,"
"kalau kamu menang sibuk biar ibu aja yang antara Mikaila,"
"Bram bisa Bu,besok juga ga ada rapat penting ko."
Menjelang siang Bram mengantar Mikaila ke praktek Anindita,saat di jalan Mikaila menoleh ke rumah yang dulu tempat ia melihat Siti,namun kali ini bi Yanti lah yang ia lihat.
Mikaila ingin bertanya kepada Bram namun di urungkan nya.
Mba Anin yang memang sudah menunggu mereka langsung langsung membawa mereka ke ruang pemeriksaan,,
"Bayi kalian sudah sangat sehat,tapi harus tetep di jaga jangan kecapean,"
"iya mba makasih,"ucap Mikaila.
"jenis kelamin nya mba?,"tanya Bram
"Masi ngumpet dek,bulan depan aja kita pastiin,"
__ADS_1
"mas maunya cewe atau cowok?"tanya Kaila.
"apapun itu yang penting kalian sehat sayang,"mengecup punggung tangan Mikaila.
Sebelum pulang Bram mampir sebentar ke kantornya,
"sayang,sebelum pulang kita ke kantor dulu ya?"kata Bram sambil mulai melajukan mobilnya.
"iya mas"jawab Mikaila.
Merekapun menuju ke kantor Bram,
"kamu mau ikut masuk atau nunggu aku di sini aja?"tanya Bram.
"mas lama?"
"bentar ko sayang,cuma mau ambil beberapa berkas-berkas aja."
"aku nunggu di sini aja ya,"
"ya udah mas masuk dulu"
"iya mas".
Bram masuk ke kantornya sedangkan Mikaila menunggu di dalam mobil.
Mikaila memainkan ponselnya berselancar di medsosnya,ia melihat postingan ayu sedang memakan buah mangga muda tiba-tiba saja ia sangat menginginkan makan buah mangga yang masi mudah.
Mikaila mengedarkan pandangannya ke jalan dan ia melihat ada pedagang rujak buah di seberang jalan.Senyum terbit di bibirnya membayangkan rasa asam dari mangga muda bercampur bumbu kacang pedas,entah ini karena ia sedang ngidam sehingga ia tak bisa menahannya lagi.
Mikaila berjalan menuju pedangan rujak tersebut dan ia berada di titik di mana Inanti dulu mengalami kecelakaan saat Bram keluar dari kantornya dan melihat kearahnya.
Bram berlari menuju Mikaila sambil terus meneriaki namanya,namun karena terlalu fokus pada rujak Mikaila tidak mendengarkan teriakan Bram dan terus berjalan,,
Saat Bram semakin dekat padanya ia baru mendengarkan teriakan Bram dan dengan cepat menoleh ke arah Bram, Mikaila terdiam melihat Bram berlari ke arahnya dangan wajah yang panik sehingga ia lupa kalau ia masih berada di tengah jalan raya.
Bram melihat ada mobil yang melaju ke arah Mikaila, peristiwa kecelakaan beberapa tahun yang lalu seakan terulang kembali di hadapannya,dengan cepat ia menarik Mikaila ke tepi jalan.
"kamu mau kemana sih,tadi mas nyuruh kamu tunggu mas di mobil aja kan," bentak Bram.
"maaf mas,aku hanya,"belum sempat Mikaila menjawab Bram sudah menarik tangannya menuju mobil mereka.
Bram menutup pintu mobil cukup keras saat Mikaila sudah masuk,Mikaila sedikit tersentak dibuatnya.
Bram melajukan mobilnya tanpa satu katapun dari Meraka,nafas Bram memburu menahan apa yang ada di dadanya.Perasaan marah,takut,dan panik.
Mikaila meremas sabuk pengamannya,menggigit bibir bawahnya mencoba menahan tangisnya,melihat ke arah luar jendela mobil.Ini kali pertamanya Bram membentaknya,ia tak menyangka hanya karena dirinya ingin membeli rujak Bram bisa marah padanya seperti saat ini.
Suasana hening sampai Bram memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.
Pak Slamat yang melihat mobil majikannya berlari membuka pintu untuk Mikaila.
Mikaila turun dan langsung berlari meninggalkan Bram,
"hati-hati jangan lari-lari,"teriak Bram sambil keluar dari mobil dan ikut berlari kecil saat melihat Mikaila berlari, namun Mikaila tetap berlari menuju lantai atas kamarnya,saat mendengar pintu kamar ditutup Bram memanggil pak Slamat.
"pak tolong beli semua jenis jajanan yang ada di depan kantor,"kata Bram sambil memberikan beberapa lembar yang ada di dompetnya.
"iya pak,"jawab pak Slamat.
__ADS_1
Bram menyusul Mikaila ke kamarnya dan melihat istrinya itu membungkus tubuhnya dengan selimut hingga hanya yang terlihat hanya ujung kepalanya yang tertutup hijab.
"maafin mas ya sayang,mas ga maksud membentak kamu,"ucap Bram mengusap selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya.
Tak ada jawaban Mikaila tetap diam,Bram mengusap kasar wajahnya memijat bagian kepalanya.Lagi-lagi masalalu yang membuat ia menyakiti hati istrinya.
Bram dan Mikaila Masi dalam posisi yang sama saat Siti mengetuk pintunya.
Bram membuka pintu,
"maaf tuan pak Slamat sudah datang,jajanan nya mau di bawah ke sini atau di siapkan di bawah aja,"kata Siti sopan.
"siapkan saja di bawah, nanti kami turun,"
"baik tuan,"meninggalkan kamar dan mempersiapkan jajanan yang baru di beli pak Slamat.
"ini banyak banget pak,yakin tadi tuan nyuruh beli sebanyak ini,"tanya Siti sambil terus membuka bungkusan dan menyiapkannya di meja makan.
"ia,tadi tuan bilangnya beli semua jajanan yang ada di depan kantornya,ya ini semua yang ada di sana,"kata pak Slamat membantu Siti.
Bram menarik selimut yang menutupi wajah Mikaila,
"sayang makan dulu ya,"rayu Bram.
"kamu mau makan apa?"tanya Bram lagi.
Kaila menatap Bram dengan mata merah dan hidungnya yang mampet karena menangis.
"maafin mas ya,tadi mas panik,mas takut kamu dan bayi kita terluka.Mas ga bermaksud membentak kamu,Kita makan ya kasian bayi kita,"ucap Bram menghapus air mata Kaila.
"aku mau makan rujak,,"jawab Mikaila pelan.
"iya,mas tadi sudah nyuruh beliin jajanan di depan kantor, mungkin saja rujaknya juga ada,"
Mikaila pun luluh dengan kelembutan Bram dan ia memang masih menginginkan rujak bumbu kacang pedas yang membuat air liurnya terus membanjiri mulutnya.
"mas kita ko ga kerumah ibu,"tanya Kaila sambil menuruni tangga .
"kata mba Anin bayinya kan sudah sehat sayang,mas juga sudah kabarin ibu kalau kita langsung pulang kesini."
Mikaila terkejut saat melihat ada sekitar 30 piring jajanan yang ada di meja makan dengan berbagai jenis.
"mas kita mau ada tamu,"
"mas ga tau tadi kamu mau beli apa sampai nekat menyeberang jalan,makanya mas beli aja semua jenis jajanan di sana."
Bram mengambil rujak dan menyimpannya di hadapan Mikaila.
"kamu mau makan apa lagi?"
"gado-gado nya kelihatan enak,"menunjuk gado-gado yang agak jauh darinya.
"yang mana lagi,"sambil berjalan mengambilkan keinginan Mikaila.
"itu aja,"sambil mulai memasukkan potongan buah ke mulutnya.
"yang lainnya bawa kebelakang aja bagikan dengan yang lain,"kata Bram mengambil semangkuk bakso untuk dirinya sendiri.
Mikaila memakan keduanya dengan sangat lahap.
__ADS_1
Bersambung,,, ☺️