
Arya dan Kelvin berjalan gontai menuju tempat papa dan bundanya,sementara Gavin tak sanggup lagi berjalan,ia meminta Siti untuk menggendongnya.
"ayo kita pulang,sudah Sore."ucap Mikaila mengambil Gavin dari gendongan Siti.
Mereka mengantar Raina kembali ke panti,sedangkan pak slamat langsung pulang bersama Siti dan bi Sumi ke rumah membawa semua barang-barang mereka.
Meraka langsung pamit pada ibu panti saat sudah sampai mengantar Raina,tak lupa mereka membawa beberapa macam cemilan untuk anak-anak yang lain.
"cepek,"ucap Arya melipat kedua tangannya di dada,saat mobil melaju meninggalkan panti.
"capek kenapa sayang?"tanya Mikaila berbalik melihat Arya duduk di belakang bersama Kelvin,sedangkan Gavin sudah tertidur di pangkuan bundanya.Memasukkan tangannya ke dalam baju Mikaila,kebiasaan Gavin saat tidur memegang tali bra bundanya.
"capek belanja,"ucapnya masih kesel.
"iya ,tapek."ucap Kelvin menirukan gaya Arya.
"ko bisa, capek?"tanya Mikaila.
Bram hanya melihat tingkah anak-anaknya dari kaca spionnya.
"Raina itu,bunda."
"kenapa dengan Raina,bukanya kakak suka jalan sama Raina?"
"iya bunda,Raina itu milih boneka susah banget,padahal semuanya sama aja boneka beruang.Tapi Raina ga mau,Warnanya ga cantik,terlalu kecil,terlalu besar,matanya ga bagus, hidung nya kebesaran"ucap Arya menjelaskan cara Raina memilih boneka.
"belum lagi bunda,Raina ini mencoba banyak hiasan rambut,tapi hanya di coba saja ga di beli,dan(menegaskan kata dan)dia hanya beli jepitan kecil saja akhirnya,"ucap Arya panjang lebar.
Bram tertawa mendengar cerita anaknya,karena ia sendiri mengalami hal yang sama, Mikaila memasuki hampir semua toko tas,mencoba dan terus mencoba,namun ia tak membeli satu tas pun,hanya karena warna nya tidak sesuai, begitu mendapat model dan warna tas yang di inginkan nya,masalah ukuran yang membuat ia membatalkan untuk membelinya.
Bram sudah pegal berjalan kesana-kemari namun tak satupun yang mereka bawa pulang.
Mikaila membuang muka,Bram menghentikan tawanya saat melihat Perubahan mood istrinya.
"papa beli eskrim,"ucap Arya melihat toko eskrim.
"papa estlim,Tambah Kelvin.
Bram memarkir mobilnya di depan toko eskrim.
"papa ikut,"Arya ikut turun saat papanya turun dari mobil.
"papa au itut,"Kelvin merentangkan tangannya.
Bram menggendong Kelvin dan memegang Arya berjalan menuju toko eskrim, Mikaila menunggu di mobil bersama Gavin yang tertidur.
__ADS_1
Mereka membeli eskrim rasa coklat dan vanilla,Bram membawa kantong eskrim tersebut karena mereka memilih kap besar..
Arya dan Kelvin berlari menuju mobil, tiba-tiba Kelvin terjatuh dan menangis kesakitan sambil memegangi lututnya.
Bram berlari menghampiri Kelvin yang masih berbaring di jalan sambil terus menagis.
Bram melihat lutut Kelvin berdarah,ia langsung menggendongnya ke mobil,Arya mengikuti papanya, namun saat akan membuka mobil ia teringat eskrim nya,Arya berlari sekencang mungkin mengambil eskrim yang tadi di tinggalkan Bram saat mengangkat Kelvin.
Mikaila kaget saat mendengar suara tangis Kelvin.
"mas ini kenapa,"tanya Mikaila saat Bram membuka pintu mobil.
"dia jatuh,"jawab Bram singkat.
Gavin terbangun saat mendengar suara tangis Kelvin.
"Gavin sayang,duduk di belakang ya sama kakak,"ucap Mikaila membujuk Gavin yang semakin mempererat pegangan nya pada tali bra bundanya.
Gavin menggeleng.
Arya yang sudah naik ikut membujuk Gavin dengan memperlihatkan eskrim di tangannya.
Gavin yang baru bangun justru menagis saat semua menyuruhnya duduk di belakang bersama kakaknya,dan melihat Kelvin menagis histeris.
"sama papa Aja ya sayang,Bram memangku Kalvin yang masih menagis sambil menyetir.
"mas kita langsung ke rumah sakit aja,mba Anin masih di sana."ucap Mikaila,air matanya sudah menetes melihat anaknya kesakitan.
Gavin melihat Kelvin yang terus menangis memanggil bundanya akhirnya mengalah dan pindah ke belakang,
Arya membantu Gavin dan langsung memeluk adiknya yang masih sesegukan.
Mikaila langsung mengambil Kelvin ke pangkuannya.
Kelvin terus menagis.
"atit unda,,,,"keluh Kelvin memegang lututnya,
"sabar ya sayang, nanti di obati Tante ya,"Mikaila meniup luka lecet di lutut Kelvin.
Beberapa saat kemudian suara tangis Kelvin hilang, Mikaila melihat Kelvin sudah pingsan,wajahnya pucat.
"mas,,,"pekik Mikaila memukul-mukul pelan pipi Kelvin namun tak ada respon,tubuh Kelvin lemas, Mikaila sudah menagis karena panik,
Bram mencoba untuk tenang walau ia juga panik melihat Kelvin pingsan.
__ADS_1
Bram menambah kecepatan mobilnya, namun ia tetap berhati-hati mengingat mereka semua ada di dalam.
Gavin yang melihat bundanya menangis kembali menangis,Arya mempererat pelukannya dan mengelus punggung Gavin mencoba menenangkannya.Walau ia juga takut melihat Kelvin dan papanya membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
Bram memarkirkan mobilnya asal,ia mengambil Kelvin dari pangkuan Mikaila dan berlari masuk rumah sakit,Anin yang sudah menunggu mereka langsung membawa Kelvin untuk di tangani.Mikaila ikut berlari mengikuti Bram.
Gavin menyeka air matanya dan menatap kakaknya seolah bertanya bagaimana dengan kita,Arya hanya mengangkat bahunya.
Kelvin mengalami pergeseran pada sendi lututnya,ia tak kuat menahan sakit yang menyebabkan ia sampai pingsan.
Isabela yang mendengar kondisi Kelvin berlari menuju ruang perawatan adiknya itu,ia baru saja memeriksa pasiennya.
Namun ia terhenti dan tertawa melihat pewaris tahta dari Wijaya grup sedang duduk melantai sambil memakan eskrim.
Arya yang bingung harus berbuat apa saat Gavin kembali menangis,mengambil kap eskrim nya,.
Gavin memakan eskrim sambil sesekali menyeka air matanya membuat wajahnya di penuhi eskrim berwarna coklat.
Isabela ikut bergabung,ia juga duduk di lantai sambil makan eskrim bersama adik-adiknya itu dangan masih mengenakan jas putihnya.
Kelvin memanggil bundanya saat sudah sadar, Mikaila langsung memeluk anaknya itu,
"sakit ya,"ucap Mikaila mencium kedua tangan anaknya, suaranya bergetar menahan tangisnya.
"atit unda,"ucap Kelvin.
Mikaila menyeka air mata putranya.
"sayang,,,"mengusap sayang rambut putranya.
Hati ibu mana yang tidak sakit saat melihat buah hatinya kesakitan,,,andai sakit itu bisa di pindahkan walau harus menanggung berkali-kali lipat dari apa yang di rasakan anaknya,ibu pasti akan berkata "pindahkan saja semua sakit nya padaku."
Bram ikut mengelus rambut anaknya itu,matanya melebar saat mengingat sesuatu yang ia lupakan.
Perlahan Bram berjalan keluar, Bram langsung berlari saat sudah menutup pintu kamar rawat Kelvin.
"kenapa aku bisa lupa "batin Bram.
Bram bernafas lega saat melihat Isabela sedang bersama anak-anak nya.
Ia ikut duduk di lantai dan ikut memakan eskrim.
Mencium pipi gembul Gavin yang penuh coklat, air mata dan sesuatu yang keluar dari hidung nya.
Terimakasih sudah membaca, jangan bosan-bosan ya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen serta votenya.🙏✌️💗🤗