Pilihan Ku

Pilihan Ku
Buah Pisang.


__ADS_3

5 hari sudah semenjak persalinan Isabela.


Anindita Ibu Isabella tetap setia menemani anaknya ,Ia sangat menyayangi cucu pertamanya iya bahkan tak mengizinkan Ibu Mikaila mengurus cucu mereka.


Menurutnya selagi iya ada di kampung ini dia ingin mengurus cucunya sepenuhnya sebelum ia pulang.


Ibu Mikaila mengerti apa yang dimaksud besannya itu dan membiarkan ia mengurus cucu mereka saat ini.


Anindita memandikan, mengganti popok ,menidurkan bayi Isabella dengan penuh sayang .


Jabbar pun tak diizinkan tidur bersama Isabela ,Anindita terus tidur disamping anak dan cucunya.


Dua hari lagi akan diadakan aqiqahan untuk bayi tampan Isabella dan Jabbar yang mereka namai Adam Azzam Putra Jabbar.


Semua keluarga besarnya hadir di sana kecuali Bram dan Mikaila.


Anak-anak Meraka juga ikut hadir di sana mewakilinya.


Dokter tidak mengizinkan Mikaila untuk melakukan penerbangan karena ia pun sedang menanti persalinan anak kembarnya.


"ih ponakanku ganteng banget sih," ucap Syana langsung menggendong ponakannya .


"iya dong siapa dulu ibunya," ucap Isabela membanggakan anaknya.


"ih kakak kepedean,orang anak Kakak mirip kak Jabbar,"ucap Syana.


"Adam kan anak aku ,dari perut aku pasti mirip aku dong," jawab Isabela.


"iya sih ada miripnya, tapi kebanyakan mirip Kak Jabbar ucap Syana tak mau kalah.


"Udah-udah kalian jangan bertengkar terus yang pastinya Adam mirip kakeknya," ucap ayah Syana dan Isabela yang kini menggendong cucu pertamanya.


Ia sangat senang mendapatkan cucu pertama dari Isabela putri sulungnya


Adam adalah cicit pertama ibu Bram.Ia membawa banyak sekali peralatan bayi baju, sepatu, ranjang bayi dan masih banyak lagi .


Semua mengagumi ketampanan Adam,acara aqiqahan berlangsung dengan sangat hikmat tak lupa Syana mengambil beberapa foto dan mengunggahnya ke WAnya.


Ayasa hanya bisa melihat kehangatan keluarganya dari postingan Syana.


" wah gantengnya ponakan aku ,"komen Ayasa.


" iya dong siapa dulu tantenya," balas komen Syana.


Ayasa terus melihat foto yang diunggah Syana lagi-lagi dia melihat Dimas ada di tengah-tengah keluarganya dengan cepat ia menyimpan ponselnya dan memilih untuk fokus pada tugas kuliahnya.


"sedihnya,hanya diriku yang tidak hadir ,"komen Mikaila pada postingan Syana.


"sabar ya Tante, rencananya baby Adam nanti akan berkunjung ke rumah," balas komen .


"oh ya,,uhhh sudah nggak sabar nih pingin nyubit pipinya, ganteng banget sih ponakan aku," balas lagi Mikaila.


Anindita, Isabela dan Syana tidur bersama di kamar Isabela.


" Kak bujuk kak Jabbar dong tinggal di rumah kita aja ,sunyi banget di rumah nggak ada kakak,"ucap Syana sedih.


"Kakak sih maunya juga tinggal sama kalian tapi kan kakak udah nikah dan harus ikut suami,lagian kakak juga sudah betah di sini," jawab Isabela.


"Dibujuk dong Kak, apalagi baby Adam gemesin banget ,"ucap Syana terus menciumi pipi ponakannya.


"Syana jangan di ciumin terus nanti Adam nya bangun ,"ucap Anin menjauhkan Syana dari Adam .

__ADS_1


" Ibu besok kan kita sudah pulang mau kangen-kangenan dulu sama Adam," ucap Syana protes.


"Makanya kamu cepetan nikah sama Dimas,biar bisa cepat punya anak. punya bayi yang tampan kayak Adam," goda Isabela.


"ih nggak mau,aku ga mau nikah sekarang.


Aku kan masih muda Aku ingin sukses dulu kayak tante Arandita punya butik di mana-mana,"jawab Syana .


" terus kalau Dimas ngelamar kamu gimana?" tanya Isabela.


" ya aku suruh nunggu aja dulu,"jawab Syana menoel-noel pipi Adam,membuat bayi itu terus menggeliat karena merasa terganggu.


" kalau dia nggak bisa nunggu,"tanya Isabela lagi.


" ya ya ya ,"Syana berpikir sejenak "kita tunangan aja dulu ,"ucapnya lagi.


"Emang kamu serius sama Dimas?" tanya Anindita ibunya .


"nggak tahu ah Bu ,aku juga bingung dengan perasaanku ,"jawab Syana duduk dari tidurnya.


"Aku aku hanya merasa nyaman dengan Kak Dimas ,"jawab Syana.


" Oh ya dek ,Dimas gak cemburu kamu dekat sama Reza?" tanya Isabela. Ibu juga melihat Syana menunggu jawaban Anak bungsunya itu.


"enggak," Jawab Syana cuek.


" itu berarti Dimas nggak terlalu cinta sama kamu,kalau dia cinta pasti dia jealous sama Reza," ucap Isabela.


" iya juga ya Kak ,"jawab sana.


"Udah ah enggak usah ngebahas Dimas nanti dia keselek.,"ucap Ibu mereka ..


Dan benar saja, Dimas yang sedang minum kopi di teras rumah bersama Pak Surya dan Ayah Mikaila tiba-tiba tersendak kopinya sendiri.


"nggak usah buru-buru Dim,nggak ada yang mau ngambil kopi kamu kok," canda Jabbar melihat wajah Dimas yang memerah karena tersendat kopi.


,


,


,


Ayasa merasa belum bisa move on dari Dimas,Ia mencoba membuka hatinya untuk El Barack yang selalu mendekatinya, walau pria itu tidak mengatakannya tapi Ayasa mengerti jika El Barack menyukai nya .


Ayasa tidak ingin mengganggu hubungan Syana dan Dimas,


Ia juga sudah meminta izin pada papanya dan Yoga mengizinkan dengan syarat Ayasa harus tetap fokus pada pendidikannya dan tahu batasan dalam hubungan mereka.


,


,


Semua keluarga sudah kembali Isabela merasa sangat sepi ditinggal semua keluarganya, tapi ia sangat bersyukur memiliki suami seperti Jabbar,suami yang sangat pengertian dan sangat menyayanginya .


Ibu mertuanya juga sangat perhatian,mengurus dirinya dan putranya.


,


,


Di kediaman Abraham Wijaya.

__ADS_1


Arya Kelvin dan Gavin berlarian begitu sampai di rumah, mereka sangat merindukan Papa bundanya walau mereka hanya pergi selama 5 hari.


Mikaila dan anak-anaknya tidur bersama malam ini, mereka tidur berlima di kamar anak yang memiliki tempat tidur super besar.


Sebelum tidur anak-anak dan Bram berbincang-bincang dengan bayi yang ada di perut Mikaila.


"adik kamu apa kabar, baikkan?" tanya Arya mengusap perut bundanya.


Seperti mengerti apa yang ditanyakan oleh kakak-kakaknya bayi kembar tersebut menendang sebagai tanda jawaban dari pertanyaan kakak-kakaknya.


Mereka semua sudah tidak sabar menantikan bayi mungil yang sedang aktif di dalam perut Bunda nya.


" Bunda kapan Ade keluar ?"tanya Gavin .


"Sebulan lagi sayang," jawab Mikaila .


"Apa Gavin juga dari perut Bunda,"tanya Gavin.


"iya dong ,kalian semua dari perut Bunda,"jawab Mikaila.


" bukan bunda, pasti Gavin dari perut Papa," ucap Kelvin menggoda adiknya.


"nggak mau ah dari perut Papa,kakak aja yang dari perut Papa,aku mau di perut Bunda"ucap Gavin.


" Bunda kok ade bisa ada di perut Bunda," tanya Kelvin melihat perut buncit bundanya.


"Gimana ya,tanya Papa aja ya.Bunda juga ga tau." jawab Mikaila yang tak tau harus menjawab apa pertanyaan itu.


Ketiga anak-anak tersebut melihat Bram.


"Bagaimana pa?"tanya Gavin.


"itu karena bunda suka makan pisang jadinya kalian ada di perut Bunda ,"jawab Bram sambil fokus pada layar ponselnya.


" makan pisang ,"ucap Arya dan Kelvin bersamaan dan melihat kearah Gavin dan turun ke perut Gavin.


Gavin sangat menyukai buah pisang.


"Gavin jangan-jangan di perut kamu ada bayinya," ucap Kelvin menakut-nakuti adiknya.


Gavin memegang perutnya dan menggeleng.


" kamu ini ada-ada aja mas jawabannya,"ucap Mikaila melempar Bram bantal.


" terus mas harus jawab apa, bilang kalau kita melakukan hub...,"ucapan Bram terpotong saat Mikaila kembali melempar bantal kepada Bram.


"Mas mesum ih ,"ucap Mikaila.


" anak-anak kita main game sampai subuh yuk,"ucap Bram mengalihkan perhatian anaknya dari pertanyaan tadi.


" Mas jangan sampai larut malam,"ucap Mikaila.


"besok mereka libur ,"jawaban yang sudah berjalan keluar menyusul anak-anaknya.


Anak-anak sudah sedari tadi berlari ke tempat mereka akan bermain game...


💖💖💖💖🙏💖💖💖


Terima kasih sudah membaca kisah Mikaila dan Bram, jangan bosan-bosan ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like dan komennya.

__ADS_1


💐💐💐💐


__ADS_2