Pilihan Ku

Pilihan Ku
Berlibur.


__ADS_3

Malam hari saat anak-anak sudah tertidur pulas Bram mengajak Mikaila ke suatu tempat.


"mas kita mau kemana?"tanya Mikaila saat sudah duduk di dalam mobil.


"mas,punya sesuatu untuk kamu sayang,"mencium punggung tangan Mikaila.


Bram mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, Mikaila bersandar di bahu suaminya.


"mas,kenapa kita ke bandara?"tanya Kaila saat mobil Bram memasuki area bandara.


"mas,punya hadiah untuk kamu disini,"jawab Bram memarkirkan mobilnya.


"Kita mau liburan mas,"tanya Mikaila penasaran.


Bram tak menjawab pertanyaan istrinya,Meraka berjalan menuju salah satu pesawat jet pribadi..


"gimana menurut kamu?"tanya Bram menunjuk pesawat jet pribadi yang ada di depannya,


"bagus,ini pesawat siapa mas?"tanyanya lagi dengan ekspresi bingung.


"ini hadiah buat kamu sayang,"jawab Bram memeluk pinggang istinya.


"mas serius,"tidak percaya.


"iya,mau lihat-lihat kedalam?"


Mikaila hanya mengangguk mengiyakan,iya masih tidak percaya suaminya memberi hadiah sebuah pesawat jet pribadi kepada dirinya.





"ini beneran buat aku mas,"tanyanya lagi.


"kamu suka,"


"suka mas,makasih,"memeluk erat-erat suaminya.


Mikaila masih tak percaya dengan apa yang ia alami,ia berada di dalam sebuah pesawat miliknya.


"kita pulang ya,nanti anak-anak nyariin."


"iya mas,"menyandarkan kepalanya di lengan Bram,


Mereka menuruni anak tangga pesawat sambil bergandengan, senyum terus menghiasi bibirnya.


Mikaila tidak bisa tidur,ia terus membayangkan apa yang baru saja ia alami.


"ya ampun kenapa aku sampai lupa berfoto tadi,, Batinnya.


Membayangkan bagaimana tanggapan adik ipar dan ponakannya.


ia senyum senyum sendiri.


"tidur sayang,sudah larut malam,"gumam Bram.


"makasih ya mas,"Mikaila memeluk dan menjadikan tangan Bram bantalnya.


"tidurlah,"membalas pelukan istrinya


Mikaila mendongak menatap wajah Bram,wajah pria yang sangat di cintai ya.


merasa ditatap Bram membuka matanya.


"ada apa sayang?"balas menatap wajah cantik istrinya, merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya.


"mas jangan pernah ninggalin aku ya,"tanya Mikaila berkaca-kaca.


"tak akan pernah sayang,kamu satu-satunya wanita yang ada di dalam hati ku."


Mikaila tersenyum mendengar jawaban dari suaminya,


cup, Bram mengecup bibir Mikaila yang sangat menggoda di matanya.


Mikaila membalas kecupan itu dengan sedikit **********,dan semakin dalam.Malam ini ialah yang menjadi pemeran utama di malam panas mereka.


Bram terbangun, ia menatap wajah Cantik istrinya,


"makasih sayang,sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar dalam hidupku."Bram kembali memejamkan matanya, menghirup aroma tubuh Mikaila dan kembali terlelap.

__ADS_1


Bram mengajak Mikaila dan anak-anaknya untuk berlibur ke Bali,Yang di sambut gembira oleh semuanya.


Bram membawa serta semua pekerja di rumahnya dan menyewa jasa keamanan menggantikan pak Wahyu yang juga ikut dengan mereka bersama istri barunya.


Arabela tak mau ketinggalan,ia mengajak David ikut bersamanya.


"kita mau ke Bali,kamu mau ikut ga?"pesan Arabela ke Isabela.


"enggak deh mba,aku ada kegiatan."


"bilang aja ga ada pasangan,"ledek Bela.


"itu juga sih, kakak Jabbar ga bisa ikut banyak kerjaan katanya.


Semenjak bengkelnya di bangun,pelanggan Jabbar semakin banyak.Selain tempatnya yang semakin besar juga menyediakan pelayanan yang modern dan nyaman.


Mereka berangkat,Arabela sangat terkejut saat mereka menaiki pesawat jet pribadi yang sangat mewah.


"mas kita naik ini,"tanyanya.


"iya,"jawab Bram santai.


Keluarga mereka memang sangat kaya,namun tak terpikir oleh mereka membeli jet pribadi.Menurut mereka lebih baik menggunakan pesawat biasa saat keluar Negeri.


"ini punya kakak ipar mu,"bisik David.


"yang bener?"tanyanya ikut berbisik.


David hanya mengangguk mengiyakan.


Mereka melakukan perjalanannya menuju ke Bali dengan sangat nyaman.Tak lupa Arabela memamerkan kemewahan perjalanannya,ia mengambil gambar anak-anak sedang menonton tv,Bram dan Mikaila yang bermesraan sambil membaca majalah,dan tentu saja fotonya bersama David.


Arabela lalu memposting foto itu ke grup WA keluarga mereka.


Mereka hanya bisa melihat tanpa berkomentar, karena Arabela sudah mematikan ponselnya.


Bram menyewa Villa yang berhadapan langsung dengan laut.Tentu dengan harga yang fantastis.


Bram benar-benar memanjakan keluarganya dengan harta yang ia miliki.


Arabela dengan semangat 45 nya terus membuat iri keluarganya terutama Isabela dengan mengirimkan Vidio dan foto liburan ala Sultan mereka.


Bram mengajak anak-anak ke pantai, mereka bermain kejar-kejaran dan bermain pasir.Membuat istana pasir dan membuat genangan-genangan kecil.


"entahlah,mungkin mereka mendatangi tempat lain,"


Mereka bermain di depan vila karena anak-anak masih terlalu lelah untuk di bawa ke tempat-tempat wisata.


Malam hari saat anak-anak sudah tertidur Bram mengajak Mikaila berjalan-jalan di sekitaran vila.


Mereka berjalan-jalan menyusuri pantai sambil bergandengan tangan.


"unda dangan tepat-tepat,"teriak Gavin yang tertinggal di belakang mereka.


"mas aku kok dengar suara Gavin."


"bunda aku capek,"ucap Arya tepat di belakang mereka."


Bram dan Mikaila saling tatap dan menengok ke belakang.benar saja ke3 putranya mengikuti mereka,rancana kencan mereka jadi kacau karena anak-anak ternyata mengikuti mereka tanpa mereka sadari.


"unda lapel,"ucap Gavin saat bergabung dengan kakak dan orang tua nya.


"papa pikir kalian sudah pada tidur,"ucap Bram mencubit pipi gembul Gavin.


"ini pah Gavin bangunin kita,katanya papa dan bunda mau berenang."ucap Arya menyalahkan adiknya.


"mana ada berenang malam-malam begini sayang"ucap Mikaila.


"ayo kita duduk di sana,papa cari makan dulu."


Meraka akhirnya duduk di Gasebo yang ada di depan vila,Bram membeli beberapa jajanan yang memang banyak di jual disepanjang bibir pantai.


"makan ya,lalu kita kembali ke vila untuk tidur,ini sudah malam."


"ote"jawab Gavin.


Pagi hari mereka berkunjung ke tempat wisata yang terkenal di sana, anak-anak langsung berlarian ke pantai dan berenang di awasi oleh para pengasuhnya.


Bram dan Mikaila duduk di pantai melihat keceriaan anak-anak mereka.


Arabela dan David menikmati jet ski,mereka terlihat sangat serasi,

__ADS_1


"kamu mau mencoba menaikinya juga,"tunjuk Bram pada sepasang kekasih yang sedang bermain jet ski,yang tak lain adalah adik nya.


"mau mas,tapi jangan kencang-kencang ya,"


"iya,"


Mereka ikut bergabung bermain jet ski bersama Bela dan David,,awalnya Mikaila sedikit takut saat Bram menambah kecepatan nya, namun setelah beberapa lama ia mulai merasa terbiasa bahkan Bram dan David saling adu kecepatan.


Hari ini anak-anak di titipkan kepada para pengasuhnya di bantu oleh pak Wawan dan pak Wahyu.


Bram dan Mikaila menghabiskan waktu berdua,tanpa gangguan dari anak-anak nya.


Begitu juga dengan David dan Arabela mereka sangat menikmati liburannya,


berbeda dengan yoga yang mengurus semua urusan kantor selama mereka pergi.


"mas,mereka perginya berapa lama sih,"keluh Arandita yang melihat suaminya bekerja dari pagi hingga malam.


"besok mereka sudah pulang,emang kenapa sih sayang?"


"aku kasihan aja mas,mereka liburan kamu yang kerja,"


"kamu kok ngomong gitu sih cantik ,"goda Yoga yang melihat Aran mulai marah.


"Biarkan saja sayang,kita harus saling dukung,tak menutup kemungkinan kita yang akan merepotkan mereka suatu hari nanti kan,"tambah Yoga.


"iya mas,"


Arabela melihat David duduk sendiri di balkon lantai dua,


"kamu ko ngelamun"sapa Bela.


"aku cuma ingat ibu"


Arabela mengambil ponselnya dan duduk di pangkuan David,ia mengambil foto mereka dan kembali mengirim nya ke chat pribadi antara dia dan Isabela.


David menarik tengkuknya dan mulai menciumi bibir Arabela dengan lembut,membuat si empunya bibir ikut menikmatinya dan mengalungkan tangannya di leher David.


David melepas ciumannya saat membuka mata dan melihat Gavin berada tepat di depannya memperhatikan mereka.


"Gavin "teriak Bram menghampiri mereka,


Membuat Arabela yang masih duduk terpaku di pangkuan David karena terkejut kepergok oleh ponakannya saat tengah berciuman langsung berdiri.


1


"masuk,"ucap Bram kepada Arabela dan mengajak Gavin ikut masuk bersamanya.


David tak mengira Bram akan datang secepat itu,ia melihat Bram keluar bersama Mikaila dan anak-anaknya,sehingga ia berani mencium Bela.


David salah tingkah mendapat tatapan dari Bram.


Arabela langsung lari ke kamarnya.


Mikaila menemani anak-anak nya sebelum tidur.


"ada apa sayang"tanya nya saat melihat Gavin duduk menghadap dirinya.


"unda,om apid kok Didit bibil anti?"tanyanya polos.


Mikaila yang mengerti maksud anaknya, mencoba memikirkan jawaban yang tepat.


"om David tidak menggigit bibir aunty sayang,om David hanya membersihkannya saja,"


"oww"


Gavin kembali berbaring dan menutup matanya.


Mikaila menghela nafas saat putranya itu tidak memperpanjang pertanyaan.


"kalau mau ciuman di tempat yang aman,"isi chat Mikaila kepada Arabela.


"sorry"balas Arabela.


Mereka kembali ke kota x keesokan harinya.


Bersambung.


jangan lupa like dan votenya.


Beri komen ya tentang karya ini,,

__ADS_1


"kritik dan saran serta dukungannya"


__ADS_2