Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Hari Pernikahan Arya dan Raina part 2


__ADS_3

Acara masih berlangsung, Zahra memberanikan diri untuk menghampiri Mikaila.


"Mikaila Selamat ya atas pernikahan putra pertamamu," ucap Zahra mengulurkan tangannya.


"Terima kasih ya kak, Sudah mau datang," ucap Mikaila mencoba untuk tersenyum menyambut uluran tangan dari Zahra.


"Sama-sama, Kakak yang harus berterima kasih. Setelah apa yang kakak lakukan padamu, kau masih mau mengundangku," ucap Zahra tulus.


Mikaila hanya mengangguk dan tersenyum pada Zahra.


Zahra bisa melihat Bram mengalihkan pandangannya. Bram memilih melihat ke arah lain saat Zahra menghampiri mereka.


Zahra mengerti jika Bram pasti masih marah padanya, ia kemudian kembali bersama Randy yang masih berbincang dengan Yoga dan Arya.


"Sudah?" tanya Randy.


Zahra mengangguk.


"Pak, kami pulang dulu," pamit Randy pada Yoga.


"Ya silakan," ucap Yoga mempersilahkan mereka.


Randy dan Zahra pun turun dari sana.


Zahra meneteskan air mata saat semua keluarga Wijaya memandang penuh rasa kesal padanya, bahkan saat Zahra mencoba mendekati Arandita, Arandita menjauh dan menatap tajam padanya.


"Bu kita pulang sekarang ya," ucap Zahra pada ibunya yang masih duduk dengan ibu Mikaila..


"Kami pamit pulang dulu ya Bu," pamit Ibu Zahra pada ibu Mikaila.


"Iya hati-hati dijalan," ucap Ibu Mikaila.


"Zahra pamit dulu ya Tante," ucap Zahra ingin menjabat tangan Ibu Mikaila namun Ibu Mikaila tak menerima uluran tangan Zahra.


Zahra mengerti jika Ibu Mikaila juga masih marah padanya, ia kemudian kembali menarik tangannya.


"Kami permisi Bu," ucap Zahra.


Ibu Mikaila hanya mengangguk menjawab ucapan Zahra.


Zaky menghampiri mereka.


"Mah, Pak Wijaya menyuruhku untuk tetap tinggal di sini," ucap Zaky.


"Kalau begitu kami akan kembali ke ke Batam terlebih dahulu," ucap Randy.


"Tidak Pah, Pak Wijaya juga meminta Mama dan Papa untuk datang malam nanti," ucap Zaky.


Zahra dan Randy saling berpandangan,


"Untuk apa Pak Wijaya menyuruh mereka untuk hadir ," itulah yang ada dipikiran mereka.


"Kami akan usahakan untuk datang malam nanti," Ucap Randy menepuk pundak Zaky.


"Kau bergabunglah dengan mereka, kami akan pulang." tambah Randy.


"Iya Pah,"Jawab Zaky.


Zaky pun kembali bergabung dengan Kelvin dan Gavin. Sedangkan Randy dan keluarganya kembali ke hotel.


Ibu menghampiri Mikaila yang sedang duduk bersama Raina menantunya.


"Ibu, apa bisa kalau aku bawa Raina masuk? Sepertinya dia sangat kelelahan,


malam nanti kan masih ada resepsi lagi?" tanya Mikaila saat ibu menghampiri mereka.

__ADS_1


"Iya, Sepertinya tamu juga sudah mulai pulang, coba kamu izin dulu sama suamimu!" ucap ibu.


"Bu, aku titip Raina dulu," ucap Mikaila lalu menghampiri Bram untuk meminta izin membawa Raina masuk untuk beristirahat.


Bram pun mengizinkannya, mengingat puncak acaranya adalah malam nanti. Ia tak ingin menantunya itu kelelahan.


****


Malam hari acara resepsi pun berlangsung dengan sangat meriah, Tamu undangan kali ini lebih banyak.


Semua karyawan dari beberapa cabang perusahaan mereka juga diundang.


Dan banyak juga para kolega yang dari luar negeri.


Zahra dan Randy juga kembali datang memenuhi undangan dari Pak Wijaya.


Tadinya mereka mengurungkan niatnya untuk datang, namun Pak Wijaya sendiri yang menghubungi Randy agar mereka bisa datang.


Ditengah-tengah acara, Kelvin mengajak Natali untuk menyumbangkan sebuah lagu di acara tersebut.


Natali menyanyikan sebuah lagu Cinta yang diiringi oleh Kelvin.


Lagu pertama selesai, mereka mendapat tepuk tangan dari semua tamu undangan namun tidak dengan Queen.


Queen merasa tak suka melihat pemandangan itu, ia pun memilih keluar dari gedung tersebut saat Kelvin mulai memainkan gitarnya untuk lagu kedua mereka.


Queen memilih untuk keluar dari gedung itu, Gibran yang melihat Queen keluar mengikutinya. Ia tahu jika adik sepupunya itu masih sangat menyukai kelvin.


Kelvin yang sedang bermain gitar mengiringi Natali tak sengaja melihat Queen keluar bersama Gibran.


Saat acara sedang berlangsung, Pak Wijaya naik ke panggung. Meminta perhatian kepada semua orang, Pak Wijaya juga manggil Zahra, Randy dan Zaky.


Iya mengumumkan jika Zaky adalah bagian dari keluarga Wijaya.


Para tamu undangan mulai ber kasak-kusuk. Dari mana datangnya Zaky, siapa Zaky itu dan bagaimana bisa Zaky adalah keluarga Wijaya.


Dia adalah anak dari Pak Randy dan Ibu Zahra.


Kami akan memberikan satu perusahaan kepada Zaky untuk menyambutnya dalam keluarga besar kami," ucap Pak Wijaya.


Hanya itu yang bisa Pak Wijaya jelaskan, ia tak mungkin mengatakan jika Zaky adalah anak Bram. Pernyataan itu terlalu beresiko bagi nama baik keluarganya.


Bram memberikan sebuah simbol penyerahan perusahaan tersebut kepada Zaky.


Ketiga Putra Wijaya yang lain juga ada di atas panggung, Mereka terlihat bahagia bisa menyambut kehadiran Zaky dalam keluarga mereka.


Setelah menyerahkan kan simbol tersebut Bram berlangsung turun dan duduk didekat Mikaila yang juga menyaksikan acara tersebut.


"Kau baik-baik saja kan?" tanya Bram menghawatirkan perasaan Mikaila.


Mikaila hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kami harap kalian semua dapat membantu anak kami dalam menjalankan perusahaannya kedepan." kata Pak Wijaya mengakhiri sambutannya.


Mikaila bisa melihat kegembiraan di wajah mereka semua menyambut kehadiran Zaky, begitu juga dengan ketiga putranya.


Mikaila berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja meski hatinya ada rasa sakit.


Apakah ini yang dinamakan pura-pura?


Bukan, inilah yang dinamakan kesabaran, keikhlasan dari seorang Mikaila. Ia rela menahan semua sakitnya demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangganya.


"Kamu jangan senang dulu ya, hanya karena anakmu diterima di keluarga kami. Kami menerimanya karena hanya ada darah Wijaya yang mengalir di tubuhnya. Dasar wanita penggoda," kesal Arandita kemudian berlalu meninggalkan Zahra yang hanya bisa diam mendengarkan apa yang diucapkan oleh Arandita.


Syana sengaja berjalan ke arah Zahra. Ia pura-pura tersandung dan menumpahkan minumannya ke pakaian Zahra.

__ADS_1


"Uuups, Maaf sengaja," ucap Syana berlalu dari sana memandang rendah pada Zahra.


"Ayo kita pergi dari sini," ucap Randy yang sudah tak tahan melihat Zahra yang sejak tadi mendapat perlakuan tidak baik dari beberapa keluarga Wijaya.


Mereka pun meninggalkan pesta tersebut tanpa pamit, karena baju Zahra yang basah.


"Aku kesana dulu ya," ucap Bram menunjuk ke arah panggung.


"Iya Mas" ucap Mikaila.


Bram menghampiri ayahnya yang memanggilnya, ayah masih ada di atas panggung bersama beberapa kolega pentingnya.


Ibu Mikaila menghampiri putrinya.


"Kalau kau merasa sakit menangis lah, Kau berhak untuk mengeluarkan semua kesedihanmu. Walau kau menyembunyikannya dari semua orang, tapi tidak dengan ibumu ini,"


"Apa jika aku menangis Semua akan kembali seperti semula? jika aku menangis bisa merubah masa laluku?" ucap Mikaila menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca, dengan sekuat tenaga ia membendung air mata nya.


"Aku ikhlas Bu," hanya itu yang bisa ia katakan.


"Semua akan baik-baik saja," kata ibu menggenggam tangan putrinya.


"Jika Ibu tidak mengingat usia ibu, ibu sangat ingin menghajarnya. Sampai detik ini Ibu masih sangat kesal dengannya," geram ibu.


"Aku juga sangat ingin menghajarnya Bu," ucap Mikaila menatap Zahra yang berjalan keluar dari gedung, kemudian mereka saling pandang dan tertawa.


"Sudahlah jangan dibahas lagi Bu, aku ingin ke Raina dulu," ucap Mikaila.


"Ayo, Ibu juga ingin menemui cucu menantu Ibu,"


Mereka berjalan menuju ke tempat Raina sambil terus tertawa mengingat ucapan mereka tadi.


Raina duduk ditemani Natali dan Ayasa.


Mikaila dan ibu menghampiri mereka,


"Kamu sudah makan Sayang?" tanya Mikaila.


"Belum Bunda," Ucap Raina.


"Bunda ambilkan makan dulu ya buat kamu," ucap Mikaila pada Raina.


Mikaila mengambil makanan dan menyuapi Raina.


Arya menghampiri Bundanya dan menginginkan Bundanya itu juga menyuapinya sama seperti ia menyuapi Raina.


Mereka tak peduli saat masih banyak tamu yang ada di sana.


Raina dan Arya makan dengan lahap disuapi oleh Bunda Mikaila.


"Kemana perginya Kelvin ya?" gumam Natali yang sedari tadi mencari sosok Kelvin.


Ia tak menemukannya sejak turun dari panggung tadi.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca, 🙏


jangan lupa ya Kak dukungannya dengan memberi like, vote dan komennya 💗


Salam dariku 🤗


Author m anha ❤️


love you all 💕💕💕

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2