Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Salah Orang.


__ADS_3

Syana hanya bisa terdiam. Memandang wajahnya di pantulan cermin, Tante dan ibunya mendandani Syana dengan sangat cantik.


Syana berada di kamar bersama dengan Ayasa, Ayasa menggenggam tangan Syana seolah memberi kekuatan dari genggaman itu.


"Apa aku akan bahagia jika aku menikah?" tanya Syana.


"Aku yakin kau pasti bahagia bersama ustadz Ilham, kudengar dia itu laki-laki yang baik," jawab Ayasa.


"Ya sudah deh Aku akan coba, semoga saja dia memang laki-laki yang baik," ucap Syana menarik nafas dan menghembuskannya secara kasar.


"Kapan ya terakhir kita bertemu dengan dia?" tanya Syana mencoba mengingat pertemuan terakhirnya dengan ustaz Ilham.


"Udah lama deh kayaknya, kalau nggak salah waktu nikahan oh Bram. ustadz Ilham datang dengan keluarganya."ucap Ayasa.


"Iya ya, waktu itu dia kayaknya udah cowok deh, kita masih anak-anak kan?" tanya Syana saat mengingat samar wajah Calon suaminya.


"Iya kayaknya," Jawab Ayasa yang juga tak terlalu mengingat wajah Ustadz Ilham.


"Mama kamu nggak nikahin Aku sama Om-om kan?" panik Syana.


"Enggak tahu juga, entar ya aku lihat dulu," ucap Ayasa meninggalkan sana sendiri.


Syana berjalan bolak-balik, gimana nih kalau orangnya jelek ," gumam Syana.


Terdengar suara ketukan pintu, Syana berbalik mengira jika itu adalah Ayasa. Namun, ternyata itu adalah Gavin.


Syana Yang tak sabar menunggu Ayasa mengambil kan Foto calon suaminya mengirim pesan kepada Gavin, agar Gavin mengirimkan nya foto calon suaminya.


"Gavin mana fotonya!" ucap Syana menghampiri Gavin dan langsung mengambil ponsel yang disodorkan Gavin.


Mata Syana membulat sempurna, mulutnya terbuka lebar saat melihat foto yang ada di ponsel Gavin.


Pria lumayan tua, buncit dan memiliki kumis.


"Ini calon suami aku ?"tanya Ayasa tak percaya.


Gavin hanya mengangguk,


"Sabar ya Kak, jodoh sudah ada yang mengaturnya. Gini nih kalau Kakak suka jual mahal, akhirnya gini kan calonnya kakak," ucap Gavin dengan ekspresi sesedih mungkin.


"Enggak mau, Aku nggak mau nikah sama dia, Gavin bantuin aku kabur dari sini sekarang juga" pintah Syana pada Gavin.


"Ini kan baru lamaran Kak, kalau Kakak mau kabur entar aja, kalau lamaran sudah selesai, sekarang kakak terima saja lamarannya dulu," usul Gavin.


"Kamu benar juga, baiklah Hari ini aku akan menjadi putri Mama yang baik dan akan menerima lamaran ini. Namun, lihat saja nanti, aku akan kabur saat ada kesempatan," gumam Syana.


"Kalau Kakak butuh bantuan, hubungi Gavin saja, Aku siap membantu?"ucap Gavin.


Gavin siap membantu Kakak sepupunya itu dalam misi pelarian.


"Kamu janji ya kak, akan membantu kakak.


"Tenang aja kak, aku dukung kakak 100%," ucap Gavin.


Sementara di ruang tengah semua sudah berkumpul membahas masalah pernikahan Syana dan Ilham.


Kedua keluarga telah sepakat menyetujui pernikahan tersebut dan mereka tak ingin berlama-lama. Meraka memutuskan jika pernikahan itu akan dilaksanakan bulan depan.


Keputusan sudah diambil dan lamaran Ilham resmi mereka terima.


Ayasa mendekat pada mamanya.

__ADS_1


"Mama, calon Syana yang mana ya," bisik Ayasa.


"Itu yang baju putih," jawab Arandita.


"Yang itu, Mah?" tanya Ayasa.


Arandita yang sedang sibuk mengurus Gibran hanya mengiyakan pertanyaan Ayasa tanpa melihat siapa pria yang di tunjuk oleh Ayasa.


Ayasa dengan cepat mengambil foto pria yang dianggap adalah calon suami Syana dan bergegas menuju ke kamar.


Begitu Ayasa sampai di sana, ia melihat Gavin dan Syana terlihat panik.


Ayasa langsung memberikan foto tersebut kepada Syana.


"Ini foto calon suami kamu," ucap Ayasa ragu.


Gavin yang meresa penasaran langsung ikut melihat foto siapa yang ada di ponsel Ayasa.


Gavin sekuat tenaga mencoba menahan tawanya saat melihat foto tersebut, ternyata foto yang diambil Ayasa sama dengan foto yang diperlihatkannya kepada Syana tadi.


"Ih, Mama kamu itu keterlaluan banget sih, masa dia menjodohkan aku dengan orang yang seperti ini. Mamamu pasti mau ngerjain aku sampai menjodohkan aku sama pria seperti ini mana gendut jelek lagi," keluh Syana.


"Ya udah, kamu minta pacar kamu aja untuk ngelamar kamu. Aku aja enggak setuju kalau kamu sampai nikah sama dia," ucap Ayasa bergidik ngeri.


"Gimana dong nih, bantuin ya, aku pacaran kan cuma main-main aja, nggak ada yang serius." mohon Syana.


"Bukannya pacar kamu ada dua ya ?" tanya Ayasa.


"Iya, tapi ga ada yang serius pacarannya," ucap Syana.


Tak lama kemudian ibu Syana masuk menghampiri mereka.


"Ibu aku nggak mau nikah sama dia," ucap Syana yang kembali mulai merengek.


"Ibu Yang benar saja sih, ibu nggak sayang ya sama Syana. Syana tahu kalau aku ini bandel, nakal, suka buat Ibu marah. Tapi masa Ibu tega menjodohkan Syana dengan dia. Aku nggak mau, Bu," ucap Syana.


"Maksud kamu apa sih, Ibu tidak mengerti. Memangnya ada apa dengan Ilham, dia pria baik dan tampan, cocok untuk kamu," ucap ibu.


"Tampan dari mana coba Bu, seperti itu. Dilihat dari sedotan. Enggak Ah Bu, aku nggak mau nikah," ucap Syana.


"Kamu ini gimana sih, orang tampan begitu kamu bilang jelek . Ayo cepat Mereka ingin bertemu denganmu," ucap Anindita menarik tangan Syana.


"Enggak mau Bu, pokoknya kalau ibu maksa agar aku nikah sama dia, aku akan kabur dari rumah." Ancam Syana.


"Awas ya kamu bikin malu Ibu, kami sudah menerima lamaran mereka jadi jangan macam-macam," kesal Anindita.


"Tapi Bu Aku benar-benar gak mau nikah sama dia," kekeh Syana.


Karena mereka terlalu lama, Arandita menyusul kakaknya.


"Kenapa kalian lama sekali sih, Ayah sudah dari tadi nanyain kalian. Ayo cepat ditungguin sama keluarga calon besan kamu," ucap Arandita pada kakaknya.


"Ini keponakan kamu, tadi sudah bilang setuju sekarang bilangnya mau kabur kalau kita sampai menikahkan dia dengan Ilham." kesal ibu.


Arandita mencubit lengan Syana.


"Aww sakit Tante," ucap Syana mengelus lengannya.


Arandita yang kesal mencubit dengan keras lengan Syana.


"Kamu ya, jangan bikin malu keluarga. Kamu mau bikin kakek kamu kena serangan jantung karena kamu permalukan di hadapan temannya," ucap Arandita.

__ADS_1


"Ya enggaklah tante, tapi Tante juga sih apa nggak ada pria lain yang bisa dijodohkan sama aku selain dia ?!" tanya Syana.


"Emangnya apa kurangnya ustaz Ilham, dia itu baik, tampan, kaya, ilmu agamanya nggak usah dipertanyakan lagi dia itu seorang ustadz. Dia pasti bisa membimbingmu dengan baik.


"Pokoknya aku nggak mau ke sana?"


Mereka terus berdebat di kamar, hingga


ibu juga datang menyusul mereka.


"Kenapa kalian lama sekali, Ayah kalian sudah dari tadi menunggumu, Syana jangan buat malu kakek," ucap ibu menarik cucunya itu.


"Syana mau tak mau, Nek" ucap Syana mengikuti neneknya yang menariknya.


Syana terus melihat ibunya memohon agar membatalkan pernikahan mereka.


Sebenarnya Anin juga kasihan melihat putrinya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Semua telah terlanjur mereka sudah menerima pinangan dari ustad tersebut dan jika membatalkan itu sangat tidak pantas karena merekalah yang menawarkan Perjodohan itu.


Di kamar Syana.


Gavin menarik Ayasa Saat ia akan keluar.


"Kenapa kamu memberi foto itu kepada Syana?" tanya Gavin


"Memangnya kenapa?" tanya Ayasa.


"Itu bukan ustadz Ilham." ucap Gavin.


"Lalu itu siapa, Mamaku bilang itu adalah Ustadz Ilham."


Gavin memperlihatkan foto Ilham yang sebenarnya,


"Ini siapa?" tanya Ayasa.


"Ini adalah Ilham dan yang tadi itu supirnya," ucap Gavin memperlihatkan foto asli Ustadz Ilham dan membandingkannya degan foto supir yang tadi Ayasa perlihatkan.


Foto yang diambil Ayasa ternyata adalah supir dari Ilham yang kebetulan juga memakai baju yang warnanya sama.


Saat Ayasa menanyakan kepada mamanya, kebenaran tentang Ustadz Ilham, Arandita sedang sibuk tidak melihat siapa yang Ayasa tunjuk, ia hanya bilang iya.


Ilham duduk membelakangi Ayasa. Di depan ustadz Ilham duduk supir tersebut, Ayasa menunjuk kepada supir tersebut dan mamanya mengiyakannya.


"Jadi yang dilihat Syana tapi itu foto supirnya?" tanya Ayasa.


Gavin mengangguk,


"Yang tampan ini ustadz Ilham?" tanya Ayasa lagi.


Gavin mengangguk.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


Jangan lupa like, vote, dan, komennyaπŸ™βœŒοΈ


Salam Dariku,❀️


Author m anha.πŸ˜‰


Love you all πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2