Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Ingin terlihat Anggun


__ADS_3

Acara pelamaran selesai, keluarga pak ustadz Zakaria pun pamit. Sebelum pulang Ibu Ilham memeluk calon menantunya, ada rasa bangga tersendiri di hatinya. Sebentar lagi mereka akan menjadi bagian dari keluarga Wijaya, keluarga yang sangat dihormati di kota itu.


Saat ibu mendapat tawaran akan Perjodohan dari keluarga Wijaya, ia seakan tak percaya bahwa itu adalah kenyataan. Ibu mengira itu hanyalah sebuah mimpi. Keluarga Wijaya menawarkan kepada mereka untuk mengatur Perjodohan antara anak dan cucu di keluarganya. Hal tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi keluarganya.


"Kami pamit dulu ya, Nak. Ibu sudah tidak sabar membawamu ke rumah kami sebagai menantu," ucap Ibu setelah melepas pelukannya dari Syana. Ibu menyentuh ke-dua pipi Syana dengan kedua tangannya, mengucapkan doa di dalam hatinya semoga rancana pernikahan mereka akan berjalan lancar.


Syana hanya tersenyum mendengar ucapan calon ibu mertuanya itu, Syana bisa melihat ketulusan dari tatapan calon ibu mertua nya.


Mereka pun pergi, dan pamit kepada semuanya.


Syana yang melihat rombongan calon suaminya itu sudah pergi meninggalkan kediaman nya dengan cepat mencari sepupu tak berakhlak nya itu," kemana anak kurang garam itu." kesal Syana.


Syana mencari Gavin, ia melihat ke segala arah mencari keberadaannya.


Syana yang melihat Gavin sedang duduk bersama dengan Gibran dan Queen mengeratkan rahangnya, sedari tadi ia menahan untuk tidak menghajar adik sepupunya itu. Ia ingin menjaga sikap di depan calon keluarganya, khususnya di depan calon suaminya. Syana ingin menjadi wanita yang lembut dan anggun mengingat calon suaminya itu adalah seorang ustadz.


"Gavin Raffaya Wijaya" panggil Syana meneriakkan nama lengkap Gavin. Deru nafasnya menggebu-gebu tangannya mengepal, rahangnya mengeras. Semua yang ada di sana lihat ke arah Syana termasuk Gavin yang akan memakan kue. Gavin yang akan memasukkan kue kedalam mulutnya terhenti saat mendengar nama lengkapnya diteriakkan.


Gavin tersentak saat mendengar suara Syana memanggil nama lengkapnya dan menatap nya dengan penuh kemarahan. Saking terkejutnya Gavin tak sadar jika Kue yang dipegangnya telah jatuh kelantai.


Syana mengangkat gaun yang dipakainya dan berlari ke arah Gavin.


Gavin tahu jika kakaknya itu sedang marah padanya dengan cepat Ia berlari menghindari Syana.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi di rumah itu, Gavin tak mau mengalah dan terus menghindar dari Syana. Rambut Panjang Syana sudah terurai berantakan, ia mengangkat gaunnya sambil berlari mengejar Gavin.


"Syana hentikan, aku sudah capek" keluh Gavin sambil terus berlari menghindari Syana yang terus mengejarnya.


"Aku takkan menyerah sebelum mendapatkan mu, akan ku pastikan kau akan ku jadikan perkedel," geram Syana.


Syana tak memperdulikan keringat yang menetes membasahi wajahnya yang full make up, ia tak mempedulikan lagi penampilannya saat ini, penampilannya sudah tak penting lagi, yang terpenting adalah ia ingin meluapkan amarahnya kepada Gavin.

__ADS_1


Syana mengusap kasar setiap tetes keringat nya, menghapus makeup nya dengan tangannya.


Mereka tak henti-hentinya saling mengejar.


Gavin yang sudah lelah memutuskan untuk keluar dan pergi dari sana, ia berlari menuju pintu utama. Syana terus mengejarnya,


Langkah Syana terhenti saat melihat Sosok Ilham yang baru masuk dan berdiri di depan pintu. Gavin langsung mengambil kesempatan itu, ia berlari melawati ustadz Ilham dan melambaikan tangan pada Syana yang terhenti tepat di hadapannya ustadz Ilham calon suaminya.


Syana terpaku dan melepas gaun yang dipegangnya mencoba memperbaiki penampilannya. Namun semua sia-sia, maskara di wajahnya sudah memenuhi sekitar matanya, lipstiknya sudah keluar dari garis bibirnya.


Semua yang tadinya tertawa melihat aksi kejar-kejaran mereka seketika diam saat melihat kedatangan ustadz Ilham.


Sama halnya dengan mereka, ustaz Ilham juga sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, Syana calon istrinya yang tadi begitu sangat cantik dan anggun kini tak bisa ia menggambarkannya dengan kata-kata, seperti apa penampilan nya Sekarang.


Ia bahkan melihat Syana naik di atas meja sambil mengangkat gaunnya demi untuk menangkap Gavin.


"Maaf ponselku ketinggalan," ucap Ilham kemudian berjalan ke arah sofa melewati Syana yang mematung melihatnya. Ustadz Ilham mengambil ponselnya. "Aku permisi dulu," ucapnya pada semua dan memperlihatkan ponsel yang sudah dipegangnya kemudian berbalik berjalan keluar rumah itu.


Semua terdiam dan melihat ustaz Ilham hilang di balik pintu, mereka bisa mendengar suara mobil ustadz Ilham sudah menjauh meninggalkan kediaman mereka.


Ibu yang khawatir melihat Syana menyusul putrinya, Anindita menghampiri Syana di kamarnya.


"Syana sayang, kamu baik-baik saja, Nak?" tanya ibu.


"Ibu coba lihat penampilan ku, apa yang akan di pikirkan sekarang tentangku." kesal Syana.


"Ga apa-apa sayang, walau seperti ini anak ibu tetap yang paling cantik," ucap ibu.


"Ibu, aku malu. ustadz Ilham melihat penampilanku aku seperti ini," ucap Syana kembali melihat pantulan wajahnya di cermin.


"Sudah nggak apa-apa, ustadz Ilham pasti mengerti." Ibu mengambil tisu basah dan membersihkan wajah Syana.

__ADS_1


Mikaila masuk dan menghampiri mereka,


"Syana Tante minta maaf ya mewakili Gavin," ucap Mikaila merasa tak enak, putranya itu kembali membuat kekacauan di acara penting seperti ini.


"Iya Tante, Gavin keterlaluan, bagaimana kalau pernikahannya batal dan Ustadz Ilham tidak mau menikahi ku," ucap Syana kembali cemberut layaknya anak kecil .


"Kamu ini gimana sih! tadi kamu nangis dan mau kabur katanya tak ingin menikah dengan ustadz Ilham, bukannya tadi kamu menolak lamaran ustad Ilham? lalu kenapa sekarang kamu seperti ini?!" ucap ibu merasa heran dengan sikap putrinya itu.


"Iya, Syana pikir Ustadz Ilham itu jelek, Syana nggak tahu kalau sebenarnya dia itu ganteng. Kalau aku tahu dia seperti itu, enggak akan menolak nikah sama dia.


"Ibu, aku malu," Syana kembali meneteskan air matanya.


"Sudah jangan menangis, Ibu yakin ustadz Ilham tak akan menolak mu, keputusannya sudah ditetapkan. Kalian akan menikah sebulan lagi, Jadi jangan pikirkan hal yang lain dulu, pikirkan saja persiapan pernikahanmu," ucap ibu pada Nandira,


"Tante pokoknya, aku marah sama Gavin ," ucapnya pada Mikaila dengan wajah cemberut nya ..


"Iya nanti Tante minta Gavin minta maaf sama kamu ya, Tante benar-benar minta maaf mewakili Gavin," ucap Mikaila.


"Gavin kan masih anak-anak, kamu ga usah marah. Ga usah diambil hati. Ibu yakin dia cuman bercanda.," ucap Anin


"Emang seperti itu kak, wataknya dia," ucap Mikaila.


Gavin merupakan kesayangan semua keluarga,, walau ia berbuat kesalahan Namun semua tetap menyayanginya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


terima kasih sudah membaca


Jangan lupa like vote dan komennya 🙏


salam dariku 🤗

__ADS_1


Author m anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🙏


__ADS_2