Pilihan Ku

Pilihan Ku
Berwisata.


__ADS_3

Hari ini jadwal mereka untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di kata tersebut.


Arabela dan Isabela di tugaskan membawa keluarga besar Mikaila.


Isabela sangat antusias, karena di pastikan Jabbar juga akan ikut dengan Meraka.


Arabela tak mau kalah,ia mengajak David ikut bersamanya.


Walaupun hanya setengah hari karena David harus bekerja.


Selain mengunjungi tempat-tempat wisata mereka juga berwisata kuliner,Arabela membawa mereka ke rumah makan yang sederhana sampai ke restoran mewah.


Malam hari David ikut bersama rombongan itu.


Mereka di bawah ke area bermain anak-anak, karena ada banyak anak-anak dalam rombongan tersebut.


Saat anak-anak asyik bermain Arabela membawa mereka ke pusat perbelanjaan yang juga merupakan milik Wijaya grup.


"ambil aja yang kalian butuhkan nanti mas Bram yang bayar,"ucap Arabela.


"yang bener ni?,"tanya salah satu dari mereka.


"iya Tante,tempat ini milik mas Bram,jadi kalian ambil aja yang kalian butuhkan,ini sebagai rasa syukur mas Bram atas kelahiran putranya."jawab Jabbar.


Bram sengaja menutup pusat perbelanjaan nya malam itu, agar Meraka bisa dengan leluasa bermain dan berbelanja.


Di saat semua sibuk Arabela dan David memilih untuk makan cemilan sambil duduk memperhatikan anak-anak bermain di arena permainan.


Berbeda dengan Isabela,ia justru mengajak Jabbar ikut bermain berbagai wahana yang memang khusus untuk orang dewasa,,


David tersenyum melihat kegembiraan anak-anak bermain.


"asyiknya kalau punya keluarga,"ucap David lirih.


"maksudnya?"tanya Arabela.


"ga apa-apa ko,"ucap David mengalihkan pembicaraan.


David adalah sosok pria yang tampan banyak wanita terpesona dengan ketampanannya termasuk Arabela.


sebenarnya ia berasal dari keluarga kaya,Ayahnya berwarga negara Amerika dan memiliki perusahaan yang sangat sukses di sana, ibu berasal dari Indonesia.


David lahir dan dibesarkan di Amerika,keluarganya bisa di bilang kurang harmonis.


Pertengkaran sering mewarnai rumah tangga mereka,tak jarang David kecil menyaksikan pertengkaran mereka.


Ia tumbuh di lingkungan dan pergaulan budaya barat.


Ia bahkan sering melihat ayahnya membawa wanita pulang kerumahnya saat sedang mabuk.


David tumbuh menjadi pria yang menjadikan alkohol dan wanita adalah dunianya.


Pria tampan dan kaya banyak wanita yang rela menjadi teman kencannya.


Saat ia berusia 19 tahun kedua orang tuanya bercerai dan ibunya memutuskan untuk pulang ke Indonesia.


David memilih ikut dengan ibunya dan mulai mencari pekerjaan.karena ia lulusan universitas terbaik di Amerika, ia dengan mudah mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan besar.


karena kecerdasan dan kegigihannya ia mendapat kedudukan yang tinggi di kantornya.


Arabela mengenal David saat menghadiri acara ulang tahun teman,saat itu David sedang mabuk dan tak sengaja menabrak Arandita.


David yang sudah terbiasa dengan dunia malamnya sangat sulit meninggalkan kebiasaan buruknya itu.


Namun saat mengenal Arabela dia mulai meninggalkan dunianya.

__ADS_1


Setelah puas bermain dan berbelanja,


Jabbar dan Isabela mengantar mereka kembali ke hotel,besok mereka akan kembali ke kampung halaman masing-masing.


Arabela pulang di antar David.


"kamu mau kemana lagi?"tanya David.


"ini sudah malam,aku mau pulang aja, capek."


"oke,"


David menyalakan mobilnya dan mulai melaju membela jalan yang sedang mendung.


"kita singgah di minimarket dulu ya,aku mau beli sesuatu."


David menghentikan mobilnya saat melihat ada minimarket di seberang jalan.


"biar aku yang pergi,kamu mau beli apa?"tanya David


"rahasia,aku aja yang pergi,"


"tapi lagi hujan,"


"ga apa-apa aku cuma bentar,"


Arabela berlari menuju minimarket.


Saat kembali hujan turun sangat lebat sehingga jaket yang di pakai oleh Arabela basah kuyup.


David menjalankan mobilnya, namun karena hujan turun sangat lebat sehingga sulit untuk berkendara,ia memutuskan menepikan mobilnya di sebuah taman.


"kita tunggu hujannya agak rendah dulu ya.."


David melepas jaketnya.


"iya,dingin banget.Hujannya tiba-tiba deras tadi."


Arabela melepas jaketnya,namun bajunya juga basah.


"kamu hadap sana dulu,aku mau buka baju,"


David membelakangi Arabela, melihat itu ia langsung membuka bajunya dan hanya menyisakan bra-nya.


Namun saat berhasil membuka bajunya David sudah menghadap kearah Arabela, tersenyum jahil dan mengedipkan matanya.Ia terburu buru memakai jaket yang tadi di berikan David.


"aku kan sudah bilang jangan menghadap ke arah ku,"ucap bela menunduk.


David melepas sabuk pengaman nya dan menarik tengkuk Arabela,mengecup bibir seksi sang kekasih dan sedikit **********.


Awalnya Arabela menolak,namun saat David memainkan bibirnya dengan lembut Arabela ikut terbuai,ini adalah ciuman pertamanya berbeda dengan David yang sudah terbiasa dengan hal ini bahkan lebih dari ciuman.


David melepas ciumannya saat merasa Arabela kesulitan bernafas.


Menatap wajah cantik Arabela,Arabela hanya diam karena masi syok, tak percaya apa yang baru saja di alaminya.


David kembali melancarkan aksinya, namun kali ini tangannya tak tinggal diam.Ia bahkan sudah membuka resleting jaket yang di kenakan Arabela,menghisap leher jenjang itu dan semakin kebawah,meninggalkan banyak jejak disana.


Arabela mendorong tubuh David saat tangannya mulai tak terkendali.


"hujannya sudah rendah ,kita pulang."ucap Arabela membetulkan posisinya dan menarik kembali resleting jaket nya."


"maaf aku,,,"


"aku mau pulang"

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan,suasana hening di sepanjang jalan.


bahkan saat Arabela turun tak ada pembicaraan di antara kedua.


David memukul stir mobilnya,


"kenapa aku bisa lepas kendali,"


Arabela langsung masuk ke kamar mandi,ia mengganti pakaian nya yang basah.


Ia sangat terkejut melihat banyak tanda merah di leher dan sekitar dadanya.


Ia mengingat kembali kejadian saat di mobil bersama David.


"inikah rasanya ciuman,"memegang bibirnya,ada garis senyum disana.


Lamunannya buyar saat pesan masuk di ponsel nya.


"maaf,"pesan dari David.


tak ada balasan, Arabela bingung harus mengetik apa.


Ting


"maaf tak bisa menahan diriku."pesan ke 2 dari David.


"selamat tidur, besok kamu masuk kerja kan,"balasan Arabela.


"mimpi indah,love you honey."balas David.


Pagi hari Jabbar kembali di sibukkan mengantar keluarganya ke bandara, ibu dan ayah Mikaila juga ikut mengantar mereka.


"kalian ga sekalian ikut pulang?"tanya ibu ayu,


"enggak mba,Mikaila masih ingin di temenin,mungkin kami seminggu lagi di sini."


"kami berangkat dulu ya,"


"hati-hati di jalan mba,titip rumah ya,"


"iya,"


Mereka pulang ke rumah Mikaila.


Bram kembali bekerja seperti biasa,aktifitas di rumah itu kembali seperti semula.


Ayah dan ibu Mikaila Menghabiskan waktu dengan cucunya,sementara Jabbar tak bisa menolak ajakan Isabela,


Sepulang dari rumah sakit ia akan terus memaksa Jabbar menemaninya dengan alasan ada yang harus di carinya berkaitan dengan urusan kuliahnya.


"ko cepat banget kalian pulangnya,"rengek nya pada ayahnya.


"kami sudah lama meninggalkan rumah,lagian kalau Arya sudah besar kalian yang harus ke sana."


"sudah ah jangan manja, malu sama anak,"kata ibu.


Bram mengantar mertuanya ke bandara.


"jaga anak dan istri mu baik-baik ya."


"pasti Bu,"


"kami berangkat dulu,kalau ada waktu kamu bawa mereka ke kampung,rumah kalian sudah jadi."


"iya ayah,Bram usahain,"

__ADS_1


Makasih sudah membaca jangan lupa like.


__ADS_2