Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Bagian dari Wijaya.


__ADS_3

Pagi hari semua keluarga Abraham Wijaya akan pergi ke rumah besar untuk menjenguk Pak Wijaya, ayahnya, termasuk ibu dan ayah Mikaila.


Saat keluar dari rumah mereka melihat sebuah taksi masuk ke dalam pekarangan rumah.


"Itu siapa yang datang?" tanya bunda.


Sangat jarang kendaraan umum masuk ke pekarangannya.


Semua menunggu siapa yang dibawa oleh taksi tersebut.


"Kelvin," ucap Arya saat melihat Kelvin turun dari taksi itu.


Kelvin menghampiri mereka semua,


"Selamat pagi Pah, Bunda," ucap Kelvin menyalami Papa dan Bundanya. Begitu juga dengan Kakek dan Neneknya yang ada di sana.


Kemudian Ia melakukan tos dengan Arya dan langsung mengarahkan tinjunya kepada Gavin.


Gavin sigap langsung bersembunyi di balik badan kakeknya.


"Kamu sudah tahu masalah yang dibuat Gavin?" tanya Bram.


"Iya Pah," ucap Gavin.


"Ya sudah kita ke rumah kakek, Kita lihat bagaimana kondisi kakek," ucap Bram.


Merekapun langsung pergi ke rumah Besar.


"Bagaimana kuliahmu? apa tak apa kau meninggalkannya?" tanya bunda Mikaila.


"Enggak apa-apa kok Bunda, semua sudah selesai. Kelvin memang sudah mengerjakan semua tugas kuliah, agar bisa ke acara resepsi Kak Arya," ucap Kelvin.


"Semoga saja acara pernikahan karya nggak gagal ya?" ucap Gavin yang duduk di jok paling belakang.


Mereka semua langsung melihat kearah Gavin mendengar apa yang diucapkannya.


Gavin yang merasa kembali melakukan kesalahan langsung menyembunyikan dirinya di balik jok.


"Semoga saja itu tidak berpengaruh dengan masalah ini," ucap Ibu Mikaila.


"Semoga saja Bu, Aku sangat berharap Raina dengan cepat menjadi bagian dari keluarga." ucap Mikaila.


"Gavin, saat di sana kamu jangan buat masalah lagi ya ?!" ucap Arya.


"Iya Kak ," jawab Gavin pelan yang masih menyembunyikan wajahnya di balik jok.


Saat mereka sampai di sana sudah ada Yoga dan yang lainnya, mereka juga baru sampai.


Mereka semua turun dan langsung menghampiri Yoga dan keluarganya.


"Semoga saja kondisi Ayah semakin membaik," ucap Arandita menghampiri Mikaila dan menggandengnya masuk ke dalam rumah.


Arsy langsung menggandeng tangan Kelvin saat melihat Diaz ingin berjalan ke arahnya.


Mereka masuk dan melihat melihat Anin sedang membuat bubur untuk ayah.


"Bagaimana keadaan Ayah?" tanya Aran menghampiri Anin.


"Keadaan Ayah semakin membaik, semalam aku sudah mencoba menjelaskan keadaan sebenarnya, semoga saja Ayah bisa menerima semua itu." ucap Anindita.

__ADS_1


"Semoga saja." ucap Mikaila.


***


Bram masuk ke kamar ayahnya.


"Ayah bagaimana kesehatan Ayah?" tanya Bram duduk di samping Ayahnya.


"Seperti yang kau lihat, Kau hampir saja membunuh Ayah ," ucap Ayah mencoba duduk.


Surya yang ada di sana langsung membantu membenarkan posisi duduk Ayah mertuanya.


"Aku ingin bicara berdua dengan Bram," ucap Ayah.


Surya pun keluar dan membiarkan Ayah dan Bram di kamar.


Saat Pak Surya keluar Kelvin masuk,


"Kakek, bagaimana keadaan kakek?" tanya Kelvin menghampiri kakeknya.


"Kakek baik-baik saja, bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Kakek.


"Alhamdulillah lancar Kek," ucap Kelvin duduk di sisi lain kasur.


Surya keluar tanpa menutup pintu karena ada Kalvin di dalam.


"Kelvin, tutup pintunya. Ayah ingin bicara pada kalian berdua," ucap Ayah.


Kelvin mengerti apa yang kakek perintahkan, ia menutup pintu dan kembali duduk di dekat Kakeknya. Kelvin memijat pelan tangan dan kaki kakeknya.


"Dimana anak itu ?" tanya kakek.


"Anin sudah menceritakan semuanya, Kalau itu bukan kesalahanmu. Tetap saja semua itu dapat mencoreng nama baik keluarga," ucap Ayah.


"Bram mengerti Ayah, Aku akan mencoba untuk tetap menjaga nama baik keluarga kita," jawab Bram.


"Kelvin, jemput anak itu. Kakek ingin bicara dengannya,"


Bram dan Kelvin saling tatap, mencoba menerka apa tujuan kakek ingin menemui Zaky.


"Iya Kakek, Kelvin pergi sekarang," ucap Kelvin lalu keluar dari kamar.


Mikaila yang melihat Kelvin keluar dari kamar langsung menghampiri putranya itu.


"Ada apa?, apa Kakek marah sama papamu?" tanya Mikaila.


"Enggak kok bunda, semua baik-baik saja.


Bunda tenang saja, Kelvin ingin ke Batam sekarang,"


"Ke Batam? untuk apa?!" tanya Mikaila.


"Kakek ingin bertemu dengan Zaky. Aku akan menjemputnya,"


"Berhati-hatilah," ucap Mikaila.


Entah mengapa setiap mendengar nama Zaky dan Zahra hatinya masih saja tetap sakit.


Kelvin pun pergi ke Batam untuk menjemput Zaky.

__ADS_1


Di dalam kamar.


Bram menceritakan semua tentang Zaky, walau Anin sudah menjelaskannya namun kakek ingin mendengar nya langsung dari Bram.


Bram merasa sangat lega setelah menceritakan semua itu kepada ayahnya, Bram juga bisa melihat jika ayahnya sudah bisa memaafkan kesalahannya.


Keluarga Wijaya adalah keluarga yang sangat terpandang di kota itu, Kejanggalan sedikit saja bisa menjadi pusat perhatian seluruh kota dan bisa berdampak buruk bagi kerajaan bisnisnya. Dan ayah tidak ingin Itu semua terjadi. Bram berjanji akan sebisa mungkin tetap menjaga nama baik keluarga mereka.


Mereka sudah melakukan banyak kebaikan, namun hal buruk sekecil apapun bisa merusak ribuan hal baik yang sudah mereka lakukan. Itulah yang sangat ditakutkan oleh Wijaya, melihat nama baik yang selama ini dibangun hancur di masa tuanya.


Bram membantu Ayahnya untuk kembali beristirahat dan ia pun ikut bergabung dengan yang lain di ruang tengah.


Begitu Bram keluar, satu persatu dari mereka masuk melihat kondisi ayah.


Ayah mengerti jika mereka semua khawatir, Ayah berusaha membuat mereka tenang dan mengatakan Jika ia baik-baik saja.


****


Kelvin menghubungi Zaky, bahwa ia akan menjemputnya. Mengatakan jika kakek ingin berbicara dengannya.


Setelah mendapat telfon dari Kelvin, Zaky langsung menuju ke bandara dan begitu Kelvin datang mereka langsung kembali terbang ke kota X.


Malam hari Kelvin datang bersama dengan Zaky.


Mereka semua masih berkumpul di sana.


Semua perhatian mereka tertuju pada Zaky, melihat Zaky berjalan dibelakang Kelvin.


Bram yang melihat Zaky datang langsung berdiri dan mengajaknya masuk ke kamar ayahnya.


Arya dan Kelvin juga ikut masuk.


Gavin berdiri, ia berniat ingin masuk namun Anindita langsung menariknya untuk duduk kembali.


"Kamu sama Tante saja, jangan buat masalah di sana," ucap Anindita menjewer telinga Gavin.


"Iya Tante, maaf semua salah Gavin," ucap Gavin kembali duduk dan memijat tangan tantenya itu.


Lama Bram dan anak-anaknya di dalam berbicara dengan kakek hingga mereka keluar dari kamar, semua melihat mereka.


Mikaila langsung menghampiri suaminya,


"Bagaimana apa semua baik-baik saja?!".


"Iya semua baik-baik saja, Kakek menerima Zaky dan akan mengumumkannya saat resepsi Arya. Jika ia adalah bagian dari keluarga Wijaya.


Setelah memastikan kondisi Ayah baik-baik saja, semua kembali ke rumah masing-masing termasuk Bram. Zaky juga ikut bersama dengan mereka.


Pernikahan Arya tinggal 2 hari lagi, masalah Zaky Ini sungguh sangat menguras tenaga dan pikiran mereka. Membuat beberapa keperluan pernikahan Arya sedikit tertunda.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membacaπŸ™


jangan lupa ya beri dukungannya dengan memberi LIKE VOTE KOMENNYA πŸ™


Salam dariku 😊


Author m anha ❀️

__ADS_1


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2