Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kumpul Keluarga.


__ADS_3

Isabela terbaring lemah di ranjang pasien,,,ia selalu memuntahkan apa saja yang masuk ke mulutnya..


"kak,,kepala aku pusing banget"keluh Isabela pada suaminya yang setia disampingnya..


"sabar ya sayang,,,demi anak kita..makan lagi ya"ucap Jabbar ingin mengambil piring makanan.


"buah aja kak,"ucap Isabela manja.


Ponsel Isabela berdering dan itu dari ibunya...


"gimana keadaan kamu nak?"tanya sang ibu...


"ibuuuu"ucap Isabela langsung menagis mendengar suara ibunya...


"kamu kok nangis sayang,,ga malu sama bayi kamu,"ucap Anin menenangkan anaknya..


"ibu aku kangen ibu,kepalaku pusing banget Bu,"ucap Isabela masih terisak.


"sabar ya sayang"ucap Anindita..


Hanya kata sabar yang bisa di katakan untuk menjawab setiap kelurahan ini hamil ini.


Tak ada yang bisa mereka lakukan,,dokter hanya mengurangi rasa mual.


Anin yang merasa kasihan mendengar keluarga putri sulungnya itu memutuskan untuk pergi ke kampung halaman suami dari anaknya itu..


"ibu kepala aku sakit,,perutku juga mual banget,,,"keluh Isabela saat ibunya sudah ada di dekatnya...


"sabar sayang,,,kamu harus kuat kasih bayi yang ada di kandungan kamu."ucap Anin mencoba menyuapi Isabela..


Baru beberapa suap Isabela kembali memuntahkan makannya...


Anindita tinggal beberapa hari menemani Isabela namun tak ada perubahan,,


"Bu apa boleh saya membawa Isabela pulang,, takut nya jika seperti ini terus akan berpengaruh terhadap kondisi janinnya."ucap ibu Isabela kepada besannya.


"tentu saja boleh Bu,,, lakukan yang terbaik untuk mereka.,"jawab ibu Mikaila.


Anindita pun membawa pulang Isabela,, Jabbar dengan setia menemani Isabela ikut pulang ke rumah mertuanya.


Malam ini semua berkumpul di kediaman pak Surya,,,


Bram dan Mikaila serta anak-anaknya juga tak ketinggalan,,


Mikaila menghampiri Isabela yang sedang berbaring di kamarnya.


"gimana keadaan kamu?"tanya Mikaila.


"ya gini deh Tante,,"ucap Isabela masih lemas.


"sabar ya,,"ucap Arabela yang juga ada di sana mengusap lembut perut Isabela yang masih sangat rata.


"Tante kok ga pusing dan mual??"tanya Isabela melihat Mikaila segar bugar...


"om kamu yang pusing,aku santai aja di kehamilan kali ini."ucap Mikaila mengingat Bram yang juga mereda lemas di pagi hari.


"kamu istirahat aja,,kita keluar dulu ya,"ucap Arabela.

__ADS_1


"iya Tante,"jawab Isabela.


Mikaila dan Arabela keluar ikut bergabung dengan yang lainnya...


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga,,Dimas juga hadir di sana.


Suasana sangat meriah dengan adanya anak-anaknya yang saling berebut mainan.


Isabela yang merasa baikkan ikut bergabung.


Syana mengambil beberapa foto,,,semua berkumpul dan berpose bermacam-macam gaya lalu mengirimnya di WA keluarga.


Ayasa yang sedang sendirian di kamar nya menitihkan air mata,,ia sangat merindukan masa-masa berkumpul bersama keluarga besarnya,


"papa,mama, Gibran aku kangen,"ucap Ayasa mengusap foto kedua orang tuanya dan adik kesayangannya...


Ayasa terus menggeser layar ponselnya dan raut wajahnya berubah saat melihat Dimas di antara mereka,,,Dimas terlihat sangat akrab dengan semua keluarga nya ..


"kasih banget sih aku,"ucap Ayasa menghapus foto yang ada Dimas di sana....


"Tante hamil lagi ya,,"gumam Ayasa baru melihat unggahan hasil USG Mikaila...


"masih tetap cantik,,walau udah punya tiga anak,,,, Beruntung banget sih Tante dapat pria seperti om Bram yang sangat mencintainya,,"Gumam nya lagi..


"ehh tunggu,,,kayanya om Bram deh yang beruntung dapetin Tante,,secara tantekan masih muda, cantik,baik Soleha lagi "ucap Ayasa meralat perkataanya sendiri.


"cantik banget sih,, kira-kira kalau aku pakai hijab di izin ga ya sama mama,,"batin Ayasa.


Melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Mikaila niat yang sedari dulu selalu di tundanya kini kembali terketuk di hatinya,,,sedari dulu Ayasa sangat ingin memakai hijab....


Seorang pria tampan menjadi pusat perhatian setiap gadis yang di lewatinya kecuali Ayasa yang dengan santai berjalan melewatinya...


Pagi ini Ayasa mengambil keputusan penting dalam hidup,,setelah mendapat izin dan dukungan dari mamanya ia ke kampus menggunakan hijab,,,walau berhijab tak mengurangi gaya modis dari seorang Ayasa anak dari pemilik butik terkenal hingga ke manca negara...


Pria yang membuat banyak wanita terpesona oleh ketampanan nya justru terpesona pada sosok cantik gadis berhijab yang berjalan Melawati nya.


El Barack pemuda asal Turki berdarah campuran Jerman Turki itu terus melihat Ayasa hingga hilang di balik pintu,,,


"siapa gadis itu,"batin El Barack yang merasa baru melihat Ayasa ...


Mereka berada di ruangan yang sama di kampus,namun sikap cuek dan fokus keduanya membuat mereka tak pernah saling sapa walau hanya sekedar tau kalau mereka satu ruangan .


El Barack adalah anak dari pengusaha tersukses di negaranya,membuat itu semakin menambah daya tariknya, namun ia berbeda dari beberapa anak konglomerat lainnya yang kuliah di sana,,mereka selalu pamer dan tebar pesona,tak menganggap serius pelajaran mereka.


Tujuan El Barack hanyalah belajar,lulus dan kembali ke negaranya membantu orang tua nya menjalankan perusahaan mereka...


,


,


Di kediaman Abraham Wijaya,,,


Pagi hari


Bram duduk di balkon kamarnya sambil menakan buah jeruk,,ia membuang ke sembarang tempat kulit jeruk nya...


Memakan jeruk dapat mengurangi rasa mualnya.

__ADS_1


"mas,,Balum bisa ke kantor?"tanya Mikaila memunguti kulit jeruk Bram.


"belum sayang,masih pusing banget.."jawab Bram memasukkan jeruk ke dalam mulutnya...


"sayang kamu ga merasa pusing dan mual?"tanya Bram,,,semalam ia merasa kasihan melihat kondisi Isabela, untuk saja saat kehamilan pertama dan kedua istrinya tidak separah itu ngidamnya.


"enggak ko,,malah aku segar banget,hanya mau makan bakso aja pagi ini,"ucap Mikaila manja.


"telfon mba Lala aja ,minta di bawain 2 porsi bakso,,"ucap Bram mengingat bakso jualan suami mba Lala.


"iya ya mas,,suami mba Lala kan menjual bakso, sepertinya mba Lala belum datang deh .."ucap Mikaila mencoba menelfon mba Lala.


Dan benar saja,mba Lala baru akan berangkat dari rumahnya.


"mba aku pesan 10 bakso komplit ya,"ucap Mikaila dari balik telfonnya.


"10,,ko banyak banget sih sayang,,"tanya Bram.


"buat yang lain juga,,lumayan buat penglaris mba Lala.


Di rumah sakit,,,


Syana berjalan santai di lorong rumah sakit,,ia ingin menemui ayahnya..


"itu kan Reza,"batin Syana melihat papanya sedang mengobrol dengan seseorang.


Syana mendekat untuk memastikan,,dan benar itu adalah Reza.


"Reza kamu ngapain disini,"tanya sana menghampiri Reza dan ayahnya..


"Hay,mulai sekarang aku kerja disini"jawab Reza.


"kerja?"tanya ulang Syana.


"iya,,,kerja,"jawab Reza lagi.


"kerja apa?"tanya Syana bingung.


"ini rumah sakit,,jadi kerjanya sebagai dokter bukan pilot,"canda pak Surya.


"masa sih kamu dokter?"ucap Syana tak percaya..


"iya aku Dokter,masih magang sih."ucap Reza.


"seperti kalian sudah sangat akrab,,,kalian lanjutin aja ngobrol nya ayah mau periksa pasien dulu."ucap pak Surya meninggalkan mereka...


"wah hebat ya kamu masih muda udah jadi dokter,"ucap Syana mengangkat dua jempolnya.


"makasih,kamu anaknya pak Surya?tanya Reza.


"bukan,pak Surya supir aku,kita ngobrol nya di kantin aja yuk,"ucap Syana berjalan lebih dulu.


Mereka menikmati sarapan di kantin rumah sakit...


🙏🙏💖💖💖💖💖🙏🙏


Terimakasih sudah berkunjung,,jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komennya ya 🙏💗🙏

__ADS_1


__ADS_2