
Setahun yang lalu kakek yang menjaga Raina dan Natali meninggal dunia, kakek yang selama ini merawatnya telah meninggalkan mereka.Mereka sangat sedih namun mereka tetap melanjutkan kehidupan mereka di kampung itu.
Hingga saat kelulusan Natali mendapat beasiswa dan rekomendasi untuk bersekolah di sekolah elit di kota, menurut keterangan dari pihak sekolahnya, sekolah tersebut bukanlah sekolah sembarangan. Jika ia lulus dari sana dengan nilai yang memenuhi standar maka mereka akan membiayai kuliah nya.
Dalam pendidikan Natali emang lebih unggul dari Raina.
"Bagaimana ini,"tanya Natali memegang amplop di tangannya.
"Aku juga tidak tahu," jawab Raina.
"Ini kesempatan yang sangat bagus,"ucap Natali.
" Iya aku tahu ,tapi sekolahnya ada di kota.Apa kamu berani ke kota?"tanya Raina yang melihat Natali sangat ingin pergi kesana.
"Bagaimana kalau kita ke kota bersama?"usul Natali.
"Kamu mau sekolah di kota...?tanya Raina yang di jawab anggukkan kepala dari Natali.
"Di sana kita tak mengenal siapa-siapa ,"ragu Raina.
"Jadi bagaimana sekarang, Apa kita sekolah di sini saja?"tanya Natali."Tapi kalau kita sekolah di kota dan aku bisa lulus dengan nilai yang baik pihak sekolah akan membiayai kuliahku, kita akan dapat pekerjaan yang bagus setelah lulus kuliah ,"kata Natali.
"Tapi aku nggak berani pergi ke kota!" ucap Raina.
Mereka sudah melalui banyak hal, yang membuat Raina sedikit trauma dengan suasana kota.
"Kita coba aja dulu,, kalau kita tidak betah di sana kita bisa pindah kembali kesini!"usul Natalie .
"Kakek kan punya uang, kita bisa gunakan itu untuk bekal di kota, kita juga bisa sekolah sambil bekerja untuk membiayai sekolahmu."kata Natali optimis,iya yakin mereka bisa sukses di kota.
"Kita sekolah di sekolah yang sama..!bukannya itu sekolah elit pasti biayanya sangat mahal,"ucap Raina mengira-ngira biaya sekolah di sana.
"Iya juga ya,,bagaimana kalau kamu sekolah di sekolah yang lain saja, yang lebih murah kita akan bekerja dan saling membantu."Natali tak ingin menyerahkan, menurut nya ini adalah kesempatan yang tak datang 2 kali.
"Tapi kita tidak punya siapa-siapa di kota,kita tidak tahu apa-apa disana,"ucap Raina takut membayangkan kehidupan kota.
"Bukannya kamu bilang kamu dari kota X, dan siapa tahu saja kamu mengenali seseorang disana," Natali terus meyakinkan Raina.
"Aku tidak yakin masih bisa mengenali mereka ,itu sudah sangat lama," Raina bersedih saat mengingat keluarga Arya,ia pun sudah hampir lupa bagaimana wajah mereka semua.
"Apa kamu tidak mengingat sama sekali sama panti asuhan mu?"tanya Natali.
__ADS_1
Raina menggeleng"begini saja,kita coba saja tinggal di kota beberapa bulan kalau kita tidak betah kita bisa kembali sekolah ke sini, bagaimana..?"ucap Natali berharap Raina kali ini setuju dengan idenya.
"Baiklah, kita coba ke kota."kata Raina akhirnya.
Mereka pergi ke kota dengan modal nekat dan dengan sedikit uang yang ditinggalkan kakek. Mereka berangkat ke kota dengan hanya membawa alamat sekolah yang menjadi patokan mereka.
Sesampainya di kota Mereka melihat sekolah tersebut, sekolah yang benar-benar mewah.
"Besar sekali sekolah ini," kagum Natali.
" Iya, sepertinya aku harus mencari sekolah lain saja. ini terlalu mewah pasti sangat mahal,"ucap Raina tak kalah kagumnya dengan sekolah yang ada di hadapannya.
"Baiklah kita tanya-tanya dulu di sana, di mana ada sekolah lain," usul Raina.
Raina dan Natalie pun bertanya-tanya kepada orang sekitar sana,dimana ada sekolah lain.
Melihat Raina yang memakai cadar mereka menunjuk sekolah yang tak jauh dari sana. Ada sekolah negeri yang pastinya biayanya jauh lebih murah dari sekolah swasta itu dan cocok untuk Raina yang bercadar...
"Makasih pak,"ucap mereka setelah mendapat informasi yang jelas.
"Sekarang kita sudah mendapat alamat sekolahmu dan sekolah aku sekarang kita harus mencari kos-kosan,"kata Natali.
Dengan terus bertanya pada orang-orang sekitar mereka akhirnya mendapat alamat kos-kosan yang sesuai dengan keuangan mereka.
Kos-kosan tersebut sangat sederhana hanya ada satu ruangan dan kamar mandi tak ada dinding pemisah antara ruangan satu dengan ruangan yang lain namun itu cukup untuk mereka, pemilik kos-kosan juga menawarkan pekerjaan untuk bergantian menjaga toko bunganya membuat Natali dan Raina langsung menerima tawaran tersebut. Pemilik toko juga meminjamkan motor mereka untuk berangkat ke sekolah dan ke toko.
Mereka benar-benar bersyukur, mereka seperti mendapat pertolongan dari Allah SWT dengan kemudahan yang mereka dapatkan di kota yang sama sekali mereka tak kenal .
Jarak antara sekolah Raina dan sekolah Natalie tidak terlalu jauh namun sekolah Raina lebih jauh dari kos-kosan..
Mereka mendaftarkan diri ke sekolah masing-masing setelah mendaftar mereka berjalan-jalan di sekitar sekolah mencari tahu seperti apa kondisi di sekitar mereka.
Merasa sudah puas berjalan-jalan mereka kembali ke kos-kosan mereka merapikan tempat itu agar terlihat lebih nyaman, mereka sangat lelah dan langsung tertidur.
Pagi hari Raina langsung terbangun saat melihat jam di ponselnya ,jam menunjukkan sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi.
"Natali bangun kita terlambat," ucap Raina membangunkan Natalie .
Begitu Natalie membuka mata Raina langsung berlari mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Natalie tak kalah panik saat melihat jam di ponselnya ,sambil menunggu Raina selesai mandi ia menyiapkan keperluan lainnya, begitu Raina keluar dia langsung masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Hari ini hari pertama mereka sekolah dan sepertinya mereka akan terlambat .Saat memutuskan ke kota Raina memutuskan untuk memakai cadar untuk menyembunyikan wajah cantiknya,pernah sekali ia hampir di lecehkan sehingga kakek memintanya memakai cadar,selain baik untuk agama juga untuk menutupi kecantikannya agar terhindar dari kejahatan lawan jenisnya.
Sewaktu masih di kampung, Raina memang selalu memakai cadar jika keluar dari kampung,namun jika hanya di sekitaran kampung ia akan membukanya namun setelah di kota Ia memutuskan untuk terus memakainya dan mewajibkan dirinya.
Setelah siap mereka langsung berangkat ke sekolah Untung saja pemilik toko meminjamkan motor kepada mereka untuk di pakai ke toko.
Karena jarak kos-kosan dan sekolah Natali lebih dekat, Raina yang membawa motor.
Dengan cepat Natalie berlari masuk sekolah barunya.
Raina kembali melajukan motornya menuju ke sekolahnya sendiri.
Walau sudah melajukan motornya cukup kencang Raina tetap terlambat ,ia berlari menuju teman-temannya yang sudah berbaris.
Hari ini adalah hari pertamanya mengikuti orientasi penerimaan siswa baru dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
"Maaf ,maaf Kak," ucap Raina memperbaiki cadarnya yang berantakan.
"Kamu anak baru ya,? tanya Danu ketua OSIS di sekolah tersebut .
"Iya Kak maaf, saya terlambat." ucap Raina tertunduk.
"Sebagai hukumannya kamu harus menghibur kami semua ,"ucap Danu
Raina pun dihukum bernyanyi di depan semua siswa, suara merdu Raina membuat Danu terpukau.
Sekolah ini memang sekolah islami jadi bukan hanya Raina saja yang bercadar ,banyak siswi lainnya yang memakai cadar. Raina sengaja memilih sekolah ini karena menurutnya sekolah ini pas untuk dirinya.
Natalie mendapat beasiswa di sekolah Wijaya school,sekolah yang diinginkan oleh banyak pelajar,sekolah tersebut bertaraf internasional.
Natalie gadis blasteran yang memakai hijab membuatnya terlihat cantik .Semua berebut ingin berkenalan termasuk Gavin.
Sedangkan Kelvin hanya melirik Natali saja. k
Kebetulan Natali satu tim dengan Gavin dan Kelvin dalam penerimaan siswa baru kali ini.
🙏💖🙏💖🙏💖🙏
Terima kasih tetap setia mengikuti season 2 Karya Pilihan Ku, jangan bosan-bosan ya untuk memberi like dan komen sebanyak-banyaknya dan jangan lupa juga mampir ke karya terbaruku My Papa My Boss 🙏 ditunggu ya,love you all.
Salam dariku author m anha 💖
__ADS_1