Pilihan Ku

Pilihan Ku
Baby Arya ke Kampung halamannya Bunda.


__ADS_3

Mikaila sibuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawanya ke kampung halamannya,khususnya keperluan bayinya.ini pertama kalinya ia membawa Arya bepergian.


Pak Wahyu dan pak Wawan di tugaskan menjaga rumah selama mereka pergi,sedangkan yang lainnya ikut ke kampung halaman Mikaila.


Sementara di kampung ibu sudah sibuk menyiapkan keperluan untuk acara syukuran atas rumah baru mereka.


Ibu ayu yang tinggal di kampung yang sama turut membantu mempersiapkan semuanya.


Jabbar menjemput mereka di bandara.


Bram menggendong bayi nya dan satu tangannya lagi menggandeng istrinya.


Wajah tampan Bram dan paras cantik Mikaila serta Arya yang menggemaskan membuat mereka jadi pusat perhatian di bandara itu.


Jabbar yang melihat kedatangan mereka menghampiri dan membantu membawa beberapa barang bawaan mereka.


Ibu langsung menggendong cucunya saat mereka baru sampai,baby Arya yang berusia 5 bulan langsung menagis saat di pisahkan dari bundanya,ia sudah mengenali orang-orang di sekitarnya dan baru pertama kali melihat neneknya.


"ini nenek sayang,kok nangis,"


"Arya ga bisa di gendong sama orang yang belum di kenalnya Bu,"


Ibu memberikan Arya kepada Mikaila,ia tak tahan melihat wajah cucunya yang sudah merah dan basah dengan air mata.


"Kalau sudah sering lihat ibu,pasti Arya mau di gendong,"ucap Mikaila yang melihat ibunya sedikit kecewa.


"iya,ibu tau.ibu hanya kangen pingin gendong dia.Ayo masuk ibu sudah masak makanan kesukaan kalian.


"wah rumahnya bagus banget Bu,"


"iya,ibu juga suka desainnya,Suami kamu memang top,"ucap ibu mengajukan jempolnya.


Mereka makan bersama,


Mikaila mengusap-usap punggung Arya yang sedang menyusu sambil berbaring hingga tertidur.


"terima kasih ya mas,rumahnya bagus banget,kalau begini sih aku bakalan betah lama-lama di sini."


"iya sayang,aku sengaja buat rumah yang nyaman agar anak-anak betah saat mereka kesini."


Rumah berlantai dua dengan 2 kolam renang serta memiliki halaman yang luas.


Pagi hari Semua sibuk menyiapkan acara syukuran,mereka menyiapkan berbagai jenis makanan.Bi Yanti,mba Lala dan Siti membantu menyiapkan makanan di dapur dengan di bantu beberapa ibu-ibu tetangga Ibu Mikaila.


pak slamat dan Bram ikut membantu menyiapkan kursi dan meja tempat menyajikan makanan.


Acara syukuran di adakan sangat sederhana,hanya mengundang para tetangga di sana,yang spesial nya adalah Bram membagikan amplop kepada para tamu,yang isi lumayan banyak.


Tamu yang datang lumayan banyak,Bram sudah memiliki tempat di hati mereka,bahkan banyak yang datang dari kampung lain.


"aduh gimana ini,makanannya sudah hampir habis,tapi tamunya masih banyak yang datang."ucap ibu Kaila panik,


"ada apa Bu?"tanya Mikaila yang melihat kepanikan ibunya,


"ibu takut makanannya ga cukup,"

__ADS_1


"kita beli aja Bu,"usul Mikaila.


"ya udah,ibu suruh kakak kamu beli makanan aja,takutnya masih banyak yang datang."


"ada apa sayang,"tanya Bram melihat kepanikan di dapur.


"itu mas,ibu ga nyangka tamunya sebanyak ini,takut makanannya ga cukup katanya.


"terus"


"itu kakak mau beli makanan tambahan."


Bram menghampiri Jabbar.


"kamu suruh kesini aja beberapa pedangan,biar mereka milih mau makan apa."


"Iya mas."


Beberapa saat kemudian datanglah beberapa pedagang seperti bakso,somay,cireng, gado-gado, pedagang es krim,es buah dan masih banyak pedagang lain.


Di depan rumah Bram sudah kayak bazar makanan.


"Jabbar,kamu yang bawa para pedagang itu ke sini?"


"iya Bu,mas Bram yang nyuruh."


Tamu terus berdatangan,bahkan sampai malam hari.


Selain banyak yang bisa mereka makan di sana,mereka akan pulang membawa amplop.


Keesokan harinya mereka pergi ke pantai.


Sudah seminggu mereka berada di sini.


Besok mereka harus kembali mengingat Bram harus kembali bekerja.


Ibu Mikaila tak rela berpisah dengan cucunya,tapi ia juga tak mungkin menahan mereka disini.


Hari terus berganti,usia Arya sudah memasuki 6 bulan,sudah waktunya ia mulai di perkenalkan dengan berbagai jenis rasa makanan.


Mikaila dengan telaten membuat makana untuk Arya,ada rasa bangga tersendiri yang ia rasakan saat putranya makan dengan lahap masakannya.


Kebiasaan baru mereka saat Bram tak masuk bekerja adalah membawa baby Arya jalan-jalan ke taman,memperkenalkan lebih banyak orang.


Karena bayinya sudah bisa makan dan tidak bergantung pada ASI-nya saja, Mikaila mulai melakukan program diet.


Ia merasa minder saat melihat pantulan dirinya di cermin,berat badannya bertambah 10 kg saat hamil,dan hanya turun beberapa kg setelah melahirkan.


Mikaila juga melakukan beberapa olahraga ringan dan memanggil instruktur yoga ke rumahnya.


Ia sangat senang saat berat badannya turun 2 kg.


"yes,,,aku pasti bisa,"ucapnya menyemangati diri sendiri.


Mikaila semakin terpacu saat datang ke kantor Bram dan melihat banyak wanita cantik dan seksi yang mengelilingi suaminya.

__ADS_1


"sayang apa ga berpengaruh sama Arya kalau kamu diet gitu,"


"enggak mas,aku sudah konsultasi dengan mba Anin dan Dokter ahli gizi teman Isabela."


"kenapa sih kamu pengen banget nurunin berat badan?"


"aku ga mau sampai mas kecantol sama cewek -cewek yang ada di kantor mas, mereka pada cantik-cantik dan bodynya juga bagus.


"mana mungkin sih sayang aku tertarik sama mereka,kalau ada istri aku yang cantik dan anak nunggu di rumah"


"Mas ga risih apa, melihat mereka berpakaian kaya gitu,roknya pendek banget,sempit lagi."


"mas lebih tertarik sama kamu sayang,apalagi sama pipi tembem kamu ini,"Bram mencubit pipi Kaila yang menang masih terlihat padat.


"aku mau nurunin beberapa kilo lagi,biar lebih seksi" berdiri di depan cermin sambil membolak-balik badannya.


Ting


satu pesan masuk di ponsel Mikaila,


"mas dibawah ada Arabela,katanya mau ketemu mas,"ucapnya setelah membaca pesan dari Arabela.


Bram menyuruh Arabela mengikuti nya ke ruang kerja.


"ada apa,"


"mas,ada lowongan kerja ga di kantor?"


"kalau kamu mau kerja,datang aja ke kantor,ga usah nunggu ada lowongan kerja."


"bukan untuk aku mas,"


"terus untuk siap?"


"untuk David,,"


"David,siapa david?tanya Bram bingung.


"pacar aku mas,"jawab Arabela pelan.


"oww,jadi pacar kamu itu pengangguran,"ledek Bram.


"ih enggak la mas,,dia tu baru aja di pecat,"membela pacarnya.


"iya,sudah di pecat.jadi sekarang pengangguran,"mempertegas kata pengangguran.


Arabela menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"memangnya dulu dia kerja di mana dan kenapa bisa di pecat?"


Arabela menceritakan dimana tempat David bekerja sebelumnya,jabatan,dan pendidikan terakhirnya dan alasan pemecatannya.


"kamu sendiri kapan mau masuk kantor."tanya Bram.


"ya udah mas,aku mulai kerja,tapi aku kerjanya bareng David ya."jawab Bela antusias.

__ADS_1


"Kalian kekantor aja besok,kita lihat sehebat apa pacar kamu itu."


Makasih sudah membaca jangan lupa like dan votenya 🙏💗


__ADS_2