Pilihan Ku

Pilihan Ku
Mencari kebenaran.


__ADS_3

Mikaila meriksa tasnya,ia lupa membawa air minum untuk mereka.


"mba Siti ,tolong beliin air minum untuk anak-anak ya,"ucap Mikaila pada bi Siti yang ikut mengawasi mereka.


"iya Bu,"jawab Siti segara pergi menjauh dari anak-anak.


Mikaila mendapat telfon dari David,ia mengawasi anak-anak sambil mendengarkan David menerangkan hasil rapat mereka.


Beberapa saat kemudian Mikaila terkejut saat melihat Gavin tak ada bersama Arya dan Kelvin.


"kakak, Gavin mana,"tanya Mikaila pada Arya .


"tadi kesana bunda ambil bolanya."jawab Arya menunjuk ke arah Gavin pergi.


Mikaila berjalan mencari Gavin dan sesekali meneriakkan namanya.


"Papa,"ucap Gavin langsung memeluk Bram.


Bram refleks membalas pelukan Gavin.


Gavin menangis di pelukan Bram,membuat Bram mengeratkan pelukannya dan mencoba menenangkannya.ia bisa merasakan sesuatu saat memeluk Gavin.


"papa ko baru pulang?, kenapa papa ga pernah telfon Gavin?,papa kemana aja lama sekali Gavin kangen banget sama papa,"ucap Gavin sesegukan.


Bram tak tau harus menjawab apa,mengapa anak ini memanggilnya papa.


Bram hanya tersenyum dan menghapus air mata Gavin.


Gavin kembali memeluk papanya,Bram bisa merasakan rasa sayang saat memeluk Gavin.


"papa bukan hantu monyet kan?"tanya Gavin memegang brewok papanya dengan ekspresi penuh tanya.


Bram yang tadinya ikut sedih melihat air mata anak di depannya menjadi tertawa mendengar julukan untuknya.


"Gavin,"panggil Mikaila.


"ayo papa,kita ke bunda,"ucap Gavin menarik tangan Bram.


Bram panik saat melihat Mikaila Semakin mendekat,ia menggendong Gavin ke mobilnya, mendudukkannya di bagian depan mobil.


"Gavin ke bunda aja dulu ya,kasian bunda lagi nyariin."rayu Bram.


Gavin menggeleng dan memeluk erat leher Bram,


"papa juga,kita sama-sama aja ke bunda,kasian bunda paaapa nyariin kita,"ucap Gavin mengulang kalimat papanya.


Bram sudah kehabisan kata-kata untuk menyuruh Gavin ke bundanya, namun anak itu tetap tak mau menurutinya.


Bram teringat boneka beruang yang ada di mobil nya.


"ini untuk bunda,,,bawa ke bunda ya."ucap Bram.


"ini oleh-oleh untuk bunda,"tanya Gavin yang berpikir papanya baru pulang dari luar negri.


"iya,"jawab Bram singkat dan menurunkan Gavin dari mobil...


Gavin terlihat ragu,ia memandang curiga pada Bram.


"nanti saya nyusul ya,,"jawab Bram.


"oleh-oleh buat Gavin dan kakak mana?"tanya Gavin lagi.


"ada kok, nanti ya.ayo sana ke bunda"ucap Bram sedikit mendorong Arya untuk berjalan.


Ia semakin panik, Mikaila sudah makin mendekat.

__ADS_1


"ayo cepat nanti bundanya khawatir lho."ucap Bram lagi.


Gavin berlari saat melihat bundanya mendekat.


"Bunda,"Gavin berlari menghampiri bundanya.


Bram yang melihat Gavin menjauh langsung masuk ke mobilnya dan pergi dari sana.


Ia sedikit heran mengapa anak dari bos Dimas memanggilnya papa, namun ia merasakan sesuatu yang aneh di dadanya.


"bunda ini oleh-oleh dari papa,"ucap Gavin memberikan boneka beruang pada bundanya.


"ini dari siapa sayang?"tanya Mikaila mengambil boneka tersebut dari Gavin.


"dari papa,"jawab Gavin.


"papa,?"tanya Mikaila heran.


"Mana hantu papa dek,"tanya Kelvin yang baru datang dan mendengar pembicaraan Gavin dan bundanya.


"itu disana,"ucap Gavin berlari ke arah dimana mereka tadi bertemu.


Mereka semua ikut dengan Gavin.


Gavin berhenti di tempatnya ia dan papanya tadi,namun sudah tak ada siapapun di sana.


Gavin mulai berkaca-kaca,ia melihat kesana-kemari berharap bisa menemukan papanya.


"mana dek,"tanya Arya kali ini.


"bunda papa mana,"tanya Gavin air matanya mulai menetes.


"tadi papa ada di sini?"tanya Mikaila,ia juga berharap apa yang di katakan anaknya itu benar adanya.


"iya bunda,,,papa tadi ada di sini,"ucap Gavin Mulai menagis.


Gavin menggeleng.


"tadi papa disini,huaaaaaa,papaaaaa ,papa dimana,papa,"Gavin berlari ke sana kemari mencari papanya,ia bahkan melihat di tempat yang tak mungkin papanya ada di sana.


Gavin melihat di dalam tempat sampah,di dalam botol air minum,di dalam bungkusan kerupuk dan masih banyak lagi.


Gavin pantang menyarahkan,ia terus mencari sambil memanggil papanya.


Melihat adiknya mencari ,Arya dan Kelvin juga ikut mencari papa mereka.


Mikaila bingung harus bagaimana,ia pun ikut mencari.


"mas,,mas bram.mas dimana."


"papa,,papa,,papa dimana."


Mba Siti yang baru datang melihat semua sedang mencari sesuatu,ia pun ikut mencari.


Lama mereka seperti itu.


"Bu,,kita lagi cari apa sih,"tanya mba Siti.


"ga tau,tadinya kita cari mas Bram.,"ucap Mikaila mengangkat bahunya.


"mas Bram ?"tanya Siti lagi.


Mikaila mengangguk dan mengangkat bahunya lagi.


Bi Siti hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


"sudah ya,kita pulang dulu, nanti kita cari papa lagi."bujuk Mikaila pada Gavin.


"ga mau bunda,,aku mau papa,"ucap Gavin kembali menangis...


Setelah lelah Gavin dan yang lainnya duduk di bangku tempat Bram duduk tadi...


"Bunda ini boneka siapa?"tanya Arya yang baru memperhatikan apa yang sedari tadi di pegang bundanya.


"ini oleh-oleh dari papa buat bunda,papa udah pulang dari kerja,"ucap Gavin menghapus air matanya.


Arya mengambil boneka beruang tersebut.


"kaya punya Raina,"batin Arya.


Sudah hampir malam,namun Gavin tak mau meninggalkan taman itu,semakin di paksa ia semakin menagis.


Mikaila menelfon Yoga dan memberi tahu keadaan mereka.


Yoga dan Arandita datang ke taman.


"Kita pulang ya,,"bujuk Arandita,


"ga mau,aku mau nunggu papa di sini.,"ucap Gavin sesegukan.


Setelah berbagai macam bujukan akhirnya Gavin mau ikut pulang,ia sudah lelah dan lapar saat ini.


Di jalan,Bram merasa bersalah sudah meninggal Gavin,namun ia merasa belum siap bertemu dengan ibu bos yang sudah menggetarkan hati nya,ia tak ingin salah dalam mengambil keputusan.


"Mikaila,siapa pemilik nama ini sebenarnya."gumam Bram.


"apa hubungan ku dengan nya."


Bram tak ingin melakukan sesuatu sebelum ia mengingat masa lalunya.


Gavin tertidur saat sampai di rumah,ia kelelahan.


Mereka berkumpul di ruang keluarga.


"siapa sebenarnya yang selalu di lihat Gavin,"tanya Yoga,


"aku juga ga tau mas,,, Belakang ini Gavin selalu bertanya hal yang aneh,dia selalu melihat papanya katanya.


Mba Lala membuatkan minuman untuk semuanya dan menaruhnya di meja,


ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"iya Bu,suami saya juga pernah bilang kalau ia melihat tuan, maksud saya orang yang mirip dengan tuan."jelas Siti.


"Suami kamu ketemu dimana?"tanya yoga.


"di warung baksonya pak,,katanya orang itu sangat mirip wajahnya dengan tuan hanya saja penampilan nya jauh berbeda, rambutnya gondrong dan brewokan."jawab mba Siti...


"masa si mba,,?"tanya Mikaila semakin penasaran siapa sebenarnya sosok yang dimaksud anaknya.


"iya non,,,nanya kalau ga salah Arjuna."jawab mba Lala lagi.


Yoga dan Arandita kembali kerumahnya,di jalan Yoga terus berpikir,ada yang aneh di sini....


Sesampainya di rumah Yoga menelfon Alex,ia meminta mencari tau kebenaran yang di ucapkan Gavin dan mba Lala.


Yoga takut kalau ada rencana jahat lagi yang mengintai mereka.


Yoga memperketat penjagaan kepada Mikaila dan anak-anaknya,ia menempatkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi sekitar sekolah,taman dan kantor.


Terimakasih sudah membaca 💗💗🙏

__ADS_1


Like like like like 🙏🙏🙏


Vote dan komennya 💗


__ADS_2