Pilihan Ku

Pilihan Ku
kekhawatiran Bram.


__ADS_3

Sonia mulai ketakutan saat mendengar kabar kematian Niken.


Di kabarkan kalau Niken meninggal Karena overdosis obat obatan.


Semua bawahan Niken menjadi kalang kabut, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


Namun orang kepercayaan Niken menenangkan mereka,Ia mengatakan Niken sudah memprediksi ini akan terjadi padanya dan ia meminta kita membantu setiap rencana yang dibuat Sonia..


Alex sudah mengantongi semua identitas mereka,mereka semua berkumpul di sebuah gudang bawah tanah yang di jadikan markas mereka termasuk Sonia.


Mereka tetap diam disana menghindari Alex dan menyusun rencana.


Bram mengantar Mikaila kembali ke kampung,ia tak ingin membuat Istrinya terus menerus bersedih.


Dan benar saja, Mikaila sangat bahagia ketika sampai di kampung halamannya.


Banyak teman nya yang berkunjung begitulah para sepupu dan ponakannya.


Mikaila sudah mau berbicara dan bersikap biasa kepada Bram,ia tak ingin ibu dan ayahnya curiga pada hubungan mereka.


Berbeda dengan Jabbar, Mikaila tak pernah melihat wajah kakaknya itu apalagi menegurnya,ia selalu menghindar saat kakak nya itu mendekatinya.Mikaila masih marah padanya.


"apa Mikaila belum bisa memaafkan kita?"tanya Jabbar.


"hemm,ia terus mendiamkan ku di rumah."jawab Bram.


"apa dia sudah tau kalau semua ini bukan kesalahan mas,"tanya Jabbar lagi.


"aku sudah menjelaskan semuanya dengan sangat rinci,tapi sepertinya ia masih belum terima,"jawab Bram mengusap wajahnya kasar.


"aku pikir dia akan mudah memaafkan mas kalau sudah mengetahui kebenarannya."ucap Jabbar menyandarkan tubuhnya ke sofa,ikut frustasi memikirkan adiknya.


Malam ini Mikaila ingin tidur bersama ibunya, begitu juga dengan si kembar mereka ikut tidur dengan bundanya bersama neneknya.


Arya yang tadinya juga ingin bergabung mengurungkan niatnya karena melihat sudah tak ada tempat untuk nya.


Arya memilih tidur bersama papanya.


Bram mengusap rambut Arya, pikirannya tak tenang saat mengingat foto Arya di tempat Sonia.


"papa akan selalu menjagamu,"ucap Bram membawa Arya yang sudah tertidur ke dekapannya.


Mikaila memeluk erat ibunya,ia berusaha menahan tangisnya.


"ada apa nak,"tanya ibu mengusap rambut panjang Mikaila.


"aku kangen ibu,"ucap Mikaila,isakannya sudah tak tertahankan lagi.


Mikaila menagis di pelukan ibunya,tapi ia tetap memelankan suaranya agar tak di dengar oleh ayahnya yang tidur di kamar sebelah.

__ADS_1


Ibu Mikaila dengan sabar mengelus rambut anaknya hingga Mikaila tenaga.


"ada apa nak?"tanya ibu lagi mengangkat wajah Mikaila menatap matanya.


"Bu mas Bram punya anak dari kak Zahra,"ucap Mikaila kembali terisak.


"apa,"pekik ibu tak percaya.


Ibu menutup mulutnya sendiri saat menyadari pekikannya dapat di dengar semua orang.Gavin sampai kaget dan terduduk dari tidurnya.


Mikaila menidurkan membalikkan anaknya dan mengelus-elus punggung agar Gavin kembali tertidur.


"maksud kamu apa dek,"tanya ibu pelan tapi penuh penekanan.


Mikaila duduk dan menghapus air matanya yang sedari tadi terus membasahi pipinya.


"iya Bu,Zaky anaknya mas Bram."ucap Mikaila bergetar saat menyebut nama Zaky.


"ko bisa,"tanya ibu dan sudah mulai merasakan sesak di dadanya membayangkan rasa sakit yang di tanggung oleh anak perempuannya.


Mikaila mulai menceritakan semuanya ,Semua yang ia alami kepada ibunya,semua kebenaran tentang Zaky dan kondisi nya saat ini,salah satu sifat Mikaila adalah tak bisa berbohong kepada ibunya dan tak bisa menyimpan rahasia apa pun dari ibunya.


Mikaila bercerita sambil menangis membuat ibu terus bertanya karena suara Mikaila terputus-putus,ia dengan susah payah bercerita sambil sesegukan.


Mikaila juga menceritakan bagaimana cara kakak nya meninggalkannya saat ia memenanginya waktu itu.


Ibu membawa Mikaila ke pelukannya.


Ibu Mikaila mengepal tangannya,membayangkan dirinya menjambak rambut Zahra.


"awas kamu Zahra,"batin ibu tak terima anaknya di sakit.


"kakak kamu juga keterlaluan, bukannya menemani kamu di sana malah kabur."ucap ibu menepuk-nepuk punggung Mikaila.


"Jangan beritahu masalah ini pada ayah ya,"ucap ibu lagi.


Mikaila hanya mengangguk mengiyakan permintaan ibunya.


Di Batam.


Dokter menyatakan kalau Zaky sudah boleh pulang dan di nyatakan sembuh dari penyakitnya, Zahra dan Randy tentu sangat senang.Namun mereka mengkhawatirkan keadaan Mikaila dan Bram, bagaimana dengan mereka sekarang.


Dalam perjalanan pulang, Zahra memangku Zaky yang tengah tertidur.


"Randy,apa ada kabar tentang Mikaila?tanya Zahra melihat suaminya yang fokus menyetir.


"aku dengar Mikaila kembali ke kampung halamannya,Bram juga ikut tinggal di sana."jawab Randy tanpa melihat istrinya.


"ini semua salahku,,"ucap Zahra menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Randy menggenggam tangan Zahra membawa ke dadanya,


"ini semua sudah terjadi,kita tak bisa berbuat apa-apa,kita doakan saja rumah tangga mereka baik-baik saja.


Di kampung halaman Mikaila.


Mereka sarapan bersama.


Suasana sarapan sangat canggung,ibu dan Mikaila yang biasanya mencairkan suasana memilih diam dan fokus pada makanannya.


Bram dan Jabbar hanya saling melirik dan terus memasukkan makanan ke mulutnya tanpa berniat memulai percakapan.


"apa ada yang salah di sini?"tanya ayah yang curiga sejak dari awal kedatangan Bram dan Mikaila yang secara tiba-tiba.


Mengingat Bram orang yang sangat sibuk,tidak mungkin ia akan datang sekedar berkunjung selama ini,meninggalkan pekerjaannya.


Tak ada yang menjawab,mereka hanya saling pandang.


ibu memasukkan makanan ke mulutnya dengan kasar sambil melihat anak dan mantu nya.


Bram dan Jabbar menelan makanan yang ada di mulut nya dengan susah,melihat tatapan mata ibu yang seolah-oleh siap mengunyah mereka berdua.


Ayah sudah menghabiskan sarapannya,


Karena tak mendapat jawaban,ayah memilih ikut bermain bersama cucu-cucunya.


Mikaila yang sudah selesai makan memilih membawa piring kotor ke dapur,disusul ibu yang terus menatap meraka.


"seperti ibu sudah tau,"bisik Jabbar.


Bram menatap kakak iparnya itu penuh rasa khawatir.


"tenang aja mas,kalau ibu hanya akan marah saja berbeda kalau ayah yang tau.Aku jamin mas akan di usir dari rumah ini dengan membawa surat cerai."canda Jabbar.


Namun Bram menganggap ucapan Jabbar serius.


Bram memijat kepalanya,ia tiba-tiba mengingat ucapan ayah dan janji yang di ucapkan nya kepada ayah Mikaila sewaktu pertama kalinya ia datang menemui ayah Mikaila di kebun.


Bram samakin pusing saat mendapat kabar jika Sonia bergabung dengan anak buah Niken dan mereka belum bisa melacak keberadaan mereka.


Ternyata Niken bekerja sebagai sekertaris ku hanya untuk mendekatiku."batin Bram.


Ia juga mendapat kabar kalau Niken memiliki banyak usaha ilegal di berbagai belahan dunia dan ikut dalam jaringan komplotan mafia...


Bersambung..


Terimakasih sudah membaca πŸ’—πŸ™


Jangan lupa like vote dan komennya πŸ™πŸ’—πŸ™

__ADS_1


(Ada yang ingat ga ya pembicaraan ayah Mikaila dan Bram ?)😊☺️🀭😍πŸ₯°


__ADS_2