
Anes sangat marah melihat kedekatan Natali dan keluarga Wijaya, ia tak menyangka jika Natali bahkan bisa akrab dengan Bunda dan adik kesayangan Arya.
Sementara itu Raina terus berjalan, mengikuti kemana langkah kakinya membawanya.
Raina mengusap air matanya, saat ia menyadari jika ia mengenali jalan dimana ia sedang berdiri, Raina memperhatikan sekelilingnya.
"Bukankah ini jalan ke panti asuhan ku dulu," gumam Raina.
Raina terus berjalan, berusaha mengingat jalan menuju panti asuhan tempatnya dulu, hingga ia melihat tulisan Panti asuhan Kasih Bunda.
"Ini memang panti ku," ucap Raina, ia segera berjalan memasuki panti itu.
Pantinya masih sama, hanya ada beberapa permainan baru dan warna cat yang di ubah.
Raina berjalan masuk,
"Assalamualaikum," salam Raina, namun tak ada jawaban. Raina berjalan masuk, ia masih ingat bagian-bagian dari tempat itu.
Terdengar suara tangis bayi dan beberapa tawa anak-anak yang sedang bermain.
Raina melihat ibu panti sedang menghibur beberapa anak, Raina mendekat. Walau ibu panti terlihat sudah tua, tapi Raina masih bisa mengenalinya.
"Ibu..."sapa Raina.
Ibu panti menghentikan kegiatannya dan menghampiri Raina,
"Ibu...Ini Raina," ucap Raina.
"Raina...?!" ulang ibu panti, mencoba mengingat nama itu.
"Iya Bu, ini Raina." ucap Raina melepas cadarnya.
"Raina...!!" ibu panti langsung memeluk Raina, mereka berdua menagis tersedu-sedu.
Para pengasuh yang pernah merawat Raina ikut mengeluarkan air mata, beberapa di antaranya bahkan sudah terisak. Merasa haru dan senang bisa melihat Raina lagi.
Saat Bram membawa kabar jika orang yang mengadopsi Raina bukanlah orang baik-baik dan mempunyai tujuan jahat pada Raina, semua merasa cemas, terutama ibu panti, ia tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan Raina. Ibu panti merasa bersalah Karana lalai memeriksa latar belakang orang yang akan mengadopsi Raina saat itu.
Beberapa pengasuh meminta anak-anak untuk bermain di luar.
"Raina, kamu ga apa-apa kan sayang ? maafkan ibu ya nak, ibu sudah menyerahkan mu pada orang yang salah." ucap ibu panti dengan berurai air mata.
"Raina ga pernah menyalahkan ibu atas apa yang telah Raina lalui Bu, ibu sudah sangat baik sama Raina." ucap Raina sesegukan.
Ia sangat bersyukur, disaat ia merasa sendiri di dunia ini Allah mempertemukan ia dengan keluarga pertamanya setelah Semua keluarganya meninggalkannya.
"Ibu, Raina kangen bu,"ucap Raina semakin menagis, ia menumpahkan semua kesedihannya di dekapan ibu pantinya.
Rasa syukur bercampur rasa sakit harinya, ia keluar kan semua di dekapan hangat dari ibu panti.
Ibu panti membiarkan Raina menagis di pelukan nya, ia terus mengusap-usap punggung Raina...
Sementara itu Arya terus mencari Raina, ia mendatangi semua tempat yang menurut nya Raina mungkin saja ada di sana.
Sampai malam tiba Arya tak henti-hentinya mencari Raina.
Arya mendatangi kos-kosan Raina, Natali membuka pintu,
"Apa Raina sudah kembali?" tanya Arya.
"Belum kak," jawab Natali.
"Kemana Raina sebenarnya ? Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" selidik Arya.
"Kami baik-baik saja kok kak, mungkin Raina pergi dengan teman sekolahnya!" jawab Natali.
__ADS_1
"Apa Raina punya nomor lain," tanya Arya.
"Enggak kak,"
"Lalu mengapa nomor tidak aktif ya," gumam Arya
"Sepertinya ponsel Raina betrainya habis, ponsel ada di dalam."ucap Natali menunjuk ponsel Raina di atas meja.
Arya melihat ke arah yang di tunjuk Natali, ponsel Raina memang ada di sana.
"Raina kemana kamu sebenarnya."batin Arya .
"Kakak mau masuk," tawar Natali.
"Tidak usah, jika Raina kembali tolong hubungi aku, jam berapapun itu. Kamu ngerti kan maksudku?" tanya Arya yang melihat Natali hanya diam mendengar ucapan nya.
"Iya kak," Jawab Natali. "Apa kak Arya begitu menyukai Raina ," batin Natali.
****
Malam ini Raina menginap di panti, karena terlalu asyik bermain dengan anak-anak Raina lupa menghubungi Natali jika ia akan menginap di panti malam ini.
Natali menunggu Raina, namun sudah lewat tengah malam Raina belum juga kembali, membuat Natali menjadi khawatir.
"Kemana Raina jam segini," Natali terus melihat jam di ponselnya, hingga memutuskan untuk tidur.
Di Panti,
Ibu panti menceritakan kepada Raina bagaimana Bram Papa Arya mencarinya, begitu juga dengan Arya. Mereka tak pernah berhenti mencari dirinya.
Bunda Mikaila tak pernah lupa menanyakan kabarnya setiap berkunjung ke panti ini, ia selalu berharap ada kabar baik mengenai dirinya.
Raina sangat menyesal tak menghampiri mereka saat di sekolah tadi.
Raina menceritakan semua yang di alaminya, saat harus kesana kemari menghindari para penjahat yang mengadopsi nya, hingga ia tinggal di sebuah desa dan menetap disana.
Raina juga menceritakan masalahnya dengan Natali.
"Ikuti kata hati kamu, jangan menyiksa diri sendiri. Kalau saran ibu sebaiknya kamu temui mereka, mereka juga sangat merindukan mu sama halnya kamu merindukan mereka." Nasehat ibu panti.
"Raina hanya tak ingin membuat Natali merasa sedih," lirih Raina.
"Natali masih sangat muda, ia masih di buta kan oleh cinta, mendengar cerita kamu tenteng Natali ibu yakin dia orang nya baik."ucap ibu panti.
"Apa Natali akan memaafkan ku?!" tanya Raina.
"Ibu yakin, waktu akan mengembalikan persahabatan kalian,".
Malam ini Raina tidur di dekapan ibu panti yang sudah menganggapnya sebagai anak sendiri begitu pula sebaliknya.
Raina memutuskan untuk menemui Arya besok.
Raina pulang ke kosannya pagi buta.
Sesampainya di rumah kos ia melihat Natali sudah rapi dengan seragam sekolah nya.
"Raina kamu semalam menginap di mana ?! aku khawatir tau?!," tanya Natali.
"Maaf ya, semalam aku menginap di panti tempat ku dulu."jawab Raina.
"Kamu sudah mengingatnya?"tanya Natali.
"Aku ga sengaja menemukan nya kemarin," jawab Raina mangambil ponselnya lalu mengaktifkan nya,
"Makasih ya sudah mengisi baterai ponsel ku," ucap Raina kemudian kekamar mandi.
__ADS_1
Begitu ponsel Raina aktif, rentetan pesan masuk dan semuanya dari Arya.
Natali ingin membuka dan menghapus nya namun Raina menggunakan kata sandi untuk membukanya.
"Raina aku pergi lebih dulu ya, aku sudah terlambat," teriak Natali pada Raina yang sedang mandi.
"Iya,"
Natali kembali melihat ponsel Raina yang berdering, tertera nama Arya di sana.
Natali mengepal tangannya, ingin rasanya ia membanting ponsel itu.
Natali memakai motor kesekolah, ia merasa kesal dengan Raina.
Raina berpakaian dan berangkat ke sekolah menggunakan bus, di perjalanan Raina tersenyum di balik cadarnya saat melihat ada ratusan pesan masuk dari Arya yang isinya sama "kamu di mana, kamu baik-baik saja" isi pesan Arya, dan puluhan panggilan tak terjawab.
Raina membalas pesan Arya,
"Maaf kakak, aku lagi di bus. Kemarin ponselku mati." balas Raina.
"Semalam kamu nginap di mana?"balas Arya. Semalam Arya terus menelfon Natali menanyakan apa dia sudah pulang atau belum.
"Semalam aku menginap di panti tempatku dulu."balas Raina.
"Yes, yes,yes." Arya melompat-lompat kegirangan membaca pesan dari Raina, berarti ia benar-benar Rainanya.
"Bisa kita bertemu? " balas Arya.
Arya menunggu dengan tak sabar balasan dari Raina, ia bahkan berdiri di atas kursi dan mengangkat tangan meninggikan ponselnya memastikan mendapat jaringan.
Ting...
Satu pesan masuk, dengan cepat Arya membacanya.
"Raina tunggu di gerbang sekolah ku ya kak β€οΈ"
balas Raina.
Arya kegirangan saat membaca pesan dari Raina, bahkan Raina memberi hati di akhir pesannya .
"Okβ€οΈ"balas Arya.
Arya lupa jika ia berada di atas kursi, setelah mengirim pesan dan melihat tanda jika Raina telah membacanya Arya melompat kegirangan.
Alhasil ia jatuh tersungkur di lantai. Kelvin dan Gavin yang sedari tadi memperhatikan kakaknya itu tertawa terbahak-bahak saat Arya mengelus kakinya yang kesakitan.
Raina langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Ia sangat malu pada dirinya sendiri, Raina lama membalas pesan Arya, ia ragu ingin mengirim pesan balasan tersebut melihat simbol hati yang ia sertakan, namun penumpang bus di samping tak sengaja menyenggol lengan nya dan pesan itu terkirim.
Tak lama kemudian Arya juga memberinya simbol hati, membuat jantungnya berdetak kencang.
ππππππππππππππππ
Terima kasih atas dukungan nya..
Beri like,π
Beri vote π
Beri komenπ
πππππππππ
Author m anha β€οΈ
__ADS_1
Mampir juga keπ My Papa My Boss π