Pilihan Ku

Pilihan Ku
Keluarga Baru.


__ADS_3

Bram melajukan mobilnya ke kota X,


ia mengantar dua orang laki-laki yang di pindah tugaskan ke kota tersebut.


"Mas sudah lama jadi driver online?"tanya Bayu salah satu penumpang tersebut yang seumuran dengan Bram.


"baru mas,"jawab Bram sambil tetap fokus.


"mas tinggal di kota ini? sudah berkeluarga?"tanyanya lagi.


"saya ga tau mas,saya sedang mencari tau apa saya sudah berkeluarga atau belum,saya juga tidak punya tempat tinggal sekarang ini,"jawab Bram tersenyum mengasihani diri sendiri.


"maksudnya,"tanya Dimas yang duduk di kursi belakang.umurnya lebih muda dari mereka berdua.


Bram menceritakan kisahnya,bagaimana ia di temukan di laut dan sekarang ada bersama mereka.


"kalau begitu mas tinggal bersama kami saja di kota X,kami hanya tinggal berdua di rumah kontrakan."ucap Bayu.


"iya mas,jadi bisa patungan bertiga bayar nya biar lebih irit,"celetuk Dimas sambil tertawa.


"boleh juga,aku setuju,"ucap Bram menerima tawaran mereka.


Mereka terus mengobrol sepanjang perjalanan,saat Bram lelah mereka juga bergantian mengemudi.


Mereka sampai di kontrakan,namun hanya terdapat dua kamar.


"oo iya mas, nama kamu siapa,?"tanya dimas.


"entahlah,"Bram mengeluarkan barangnya dari dalam mobil.


"kalau gitu mulai sekarang nama kamu Asep aja gimana?"tanya Dimas mengikuti Bram masuk ke dalam rumah.


"terserah"ucap Bram tertawa mendengar nama yang di berikan Dimas padanya.


"ga cocok,kita panggil Arjuna aja."ucap Bayu yang baru keluar dari kamar.


"boleh juga tuh,,sang Arjuna mencari cinta."kelakar Dimas.


Bayu dan Dimas bekerja di salah satu anak cabang sebuah perusahaan, karena kinerja mereka berdua bagus maka pihak perusahaan memindahkan mereka ke kantor pusat.


Bayu seumuran dengan Bram,ia memiliki istri dan dua orang anak yang masih kecil,yang bungsu bahkan masih bayi.itu sebabnya Bayu untuk sementara menitipkan istinya ke rumah mertuanya untuk menyesuaikan diri dengan tempat baru.


Dimas masih bujangan,ia orangnya humoris dan kekinian.Orangnya baik tapi mesumnya tingkat dewa.Memiliki wajah tampan dan pandai merayu membuatnya dengan mudah memikat para gadis.


"kita sekamar aja,,kalau kamu sekamar dengan mas Bayu nanti ribet kalau istrinya datang,"ucap Dimas membuka pintu kamar.


Bram tak keberangkatan,ia masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan diri.


Tubuhnya sangat lelah berkendara.


Ia tertidur pulas begitu menyentuh bantal.


Di tempat lain...


Mikaila yang sudah lebih tenang memutuskan kembali ke kota x,,


Sesuai surat wasiat Bram,jika sesuatu terjadi pada dirinya seluruh harta akan di alihkan pada istrinya dan urusan kantor juga di serahkan kepada istrinya hingga Anak sulungnya berusia 20 tahun.


Dengan demikian mau tak mau Mikaila harus ke kantor menggantikan Bram.

__ADS_1


Mikaila merubah penampilannya,ia memakai pakaian syar'i,gamis dan hijab yang panjang menjuntai hingga menutupi lutut nya.


Wajah cantik nya semakin memancarkan ketenangan dan kelembutan bagi siapa saja yang melihatnya,walau hatinya masih berduka namun senyum tak pernah hilang dari wajahnya.


Membuat beberapa orang terus mencoba mendekatinya.


Janda muda kaya raya,julukan yang di sematkan padanya saat ini


Salah satu yang tak pernah menyerah mendekatinya adalah Raihan.


Raihan bahkan pernah melamar Mikaila.


Orang-orang kantor sangat menghormatinya,Yoga dan David selalu bersamanya mengajari dan membimbing bagaimana cara menjalankan perusahaan yang di pegangnya Sekarang.


Mikaila mulai di sibukkan dengan urusan kantor dan mengantar ke tiga putranya kesekolah.


Tahun ajaran baru sudah di mulai,Kelvin dan Gavin juga sudah masuk sekolah, mereka sekolah di tempat yang sama dengan kakaknya agar lebih mudah mengantar mereka.


Dan Raihan selalu memanfaatkan kesempatan itu,ia terkadang menjemput dan mengantar anak-anak nya ke sekolah dan Mikaila ke kantor.


Dengan dalih Syakila yang memintanya.


Mikaila punya banyak alasan untuk menolak ajakan Raihan namun Raihan tetap memaksa.


Walau semua orang menganggap Bram sudah tiada Namun hati kecilnya mengatakan kalau Bram akan kembali padanya.


Tak terasa waktu setahun sudah Bram meninggalkan mereka,semua sudah kembali ke kegiatan mereka masing-masing.


Mikaila menatap setiap sudut ruang kerja Bram,


"dimana kamu mas,,,ini sudah terlalu lama,"batin Mikaila mengusap mana Bram yang masih ada di atas meja kerjanya.


"selamat pagi Bu,"sapa semua staf yang melihat Mikaila.


"pagi"jawab Mikaila tak lupa senyum yang selalu menghiasi wajahnya...


Mikaila ikut rapat,mereka akan membahas kerja sama dengan perusahaan yang baru bergabung dengan mereka....


Presentasi dimulai,,dan Yoga sangat menyukai materi mereka.


Kerja sama pun di sepakati dan menjadwalkan pertemuan selanjutnya.


"terima kasih atas kerjasamanya pak,"ucap orang tersebut.


"kami berharap pertemuan berikutnya jauh lebih baik,,kami tunggu hasil kerja kalian berikutnya.


Mereka meninggalkan ruang rapat.


"materi bagus tapi aku kurang suka dengan orangnya,"ucap David masuk ke dalam lift bersama yoga dan Mikaila.


Mikaila menahan tawanya mengingat tingkah lucu rekan baru mereka.


Rakan baru tersebut bahkan sempat-sempatnya mengeluarkan gombalannya untuk Mikaila saat sedang presentasi.


"tapi idenya aku akui memang sangat bagus."ucap Yoga.


Di tempat parkiran.


Plak,,,Bayu memukul lengan Dimas.

__ADS_1


"kamu tu ya,,,kalau mau cari mangsa lihat-lihat juga dong.walaupun dia perempuan cantik dia itu bos disini."ucap Bayu yang tak habis pikir apa yang ada di dalam pikiran rekan kerjanya ini.


"maaf mas,,aku refleks.jiwa playboy ku meronta-ronta melihat senyum nya."ucap Dimas mengusap lengannya.


"bagaimana kalau mereka menolak kita karena ulah mu,"


"tenang aja mas,proposal kita yang terbaik tadi,aku ga nyangka Arjuna punya ide hebat itu."ucap Dimas kagum.


Mereka kembali ke perusahaan.


Pujian kembali mereka dapatkan saat mengetahui mereka berhasil mengajukan kerja sama dengan perusahaan sebesar itu.


Sangat sulit mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan mereka.


Di kontrakan.


Bram duduk di ruang tamu,ia kembali mencari siapa pemilik nama yang selalu hadir dipikirannya melalui ponselnya.


Bayu menghampiri Bram yang sekarang Arjuna.


"makasih ya juna berkata idemu kami berhasil hari ini."ucap Bayu memberikan sebuah amplop.


"sama-sama mas,"ucap Bram.


"ini,,kami dapat bonus kita bagi tiga"ucap Bayu lagi.


"tau ga mas,,, CEO cantik banget,dan yang paling penting jendes,"ucap Dimas ikut duduk.


"kamu jangan macam-macam ya di pertemuan berikutnya,"ancam Bayu.


"dia itu udah janda mas,jadi bebas di deketin siapa aja,"jawab Dimas memeluk gitar kesayangannya membayangkan wajah Mikaila.


"Oya,,denger-denger suaminya hilang di laut juga mas, jangan-jangan,"ucapan Dimas menggantung dan melihat Bram.


"jangan-jangan dia istri Arjuna,"sambung Bayu.


"Ga mungkin, jangan-jangan dia jodohku yang selama ini aku cari,"ucap Dimas sok serius.


"bukk,"bantal sofa mendarat di wajahnya.


"kalau mimpi jangan kejauhan Dim,entar jatuh sakit loh."ucap Bayu setelah melempar Dimas.


Bram tertawa melihat tingkah mereka,ia meras memiliki keluarga saat ini.


"bagaimana kabar kalian,"batin Bram mengingat Dika dan kakeknya.


Bagi Bram mereka sudah menjadi keluarganya saat ini.


"Kamu yakin ga mau ikut kerja di kantor,aku yakin kamu akan mendapat posisi yang bagus."ucap Bayu menawarkan pekerjaan.


"aku pikir dulu ya mas,aku sekarang hanya ingin fokus mengembalikan ingatanku.Semoga saja aku bisa mengingat sesuatu dan ada yang mengenaliku saat dijalan."ucap Bram penuh harapan.


Malam ini mereka bersantai di ruang tamu.Dimas bermain gitar, Bayu melihat-lihat foto anak dan istrinya,sedangkan Bram terus mencari Pemilik nama Mikaila.


Terimakasih sudah membaca 💗💗💗


Jangan lupa like vote dan komennya 🙏🙏🙏


💗💗💖semoga menghibur.💖💗💗

__ADS_1


__ADS_2