Pilihan Ku

Pilihan Ku
Baby Gibran.


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal operasi Arandita,ia memilih untuk melahirkan secara sesar.


Yoga menemani istri nya di ruang operasi.


Ayasa bersama nenek dan kakeknya menunggu di luar.


Ayasa sudah tidak sabar ingin menggendong adiknya.


Arabela datang bersama Mikaila,,


"Gimana keadaan mba Aran ma?"tanya Arabela.


"mba mu baru aja masuk, mudah-mudahan semuanya lancar."


"Isabela juga ada di dalam?"


"engga,katanya dia sedang ada kuliah,"


"oww"


"mba Aran yang operasi kok aku yang sakit perutnya,"ucap Mikaila memegangi perutnya.


"Gavin mau punya adik lagi mungkin"ucap Arabela.


Plak,


"aww,sakit kakak ipar"


"makanya kalau ngomong di saring dulu,"ucap Mikaila mengibas-ngibaskan tangannya yang mendarat cantik di lengan Bela.


"aku doain ya ,Kakak hamil lagi,"sewot Bela.


"ga mau,"


"emang kenapa kak?"


"udah ah,3 aja udah cukup,"


Beberapa saat kemudian keluarlah Anindita dengan baju khas untuk operasi.


"Tante mana bayinya,"tanya Ayasa yang Sudah tak sabaran.


"bentar ya sayang,lagi di bersihkan."


Ayasa duduk di samping mamanya memangku adiknya di bantu Isabela.


Ia terus menciuminya.


"jangan di cium terus,nanti adik kamu nangis lagi,"ucap Syana.


"enggak ko, adikku kan cowok jadi ga manja."jawab Ayasa.


"mba bayi buat aku mana?"tanya Syana pada Isabela.


"udah mba pesanin,sabar ya!!!!"


"kejauhan,pasti ongkirnya mahal."tambah Anin tertawa.


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.


"bayi apaan sih?"tanya Aran,


"rahasia Tante"ucap Isabela dan Syana berbarengan,


"hus,jangan berisik nanti bayinya kaget"tegur ibu.


Ponsel Mikaila berdering tertera My husband.


"halo mas,"jawab Mikaila.


"mas udah minta pak slamat jemput kamu,sebentar lagi pasti sampai, anak-anaknya dah nyariin kamu sayang."

__ADS_1


"iya mas,"mengakhiri sambungan telepon nya.


"Bram?"tanya ibu.


"iya Bu, anak-anaknya dah nyariin."


"Bela mana?"tanya ibu yang tak melihat putri bungsunya itu.


"tadi ibunya David drop nek,jadi dia temani David di ruangan ibunya."ucap Isabela.


"kamu pulang sama siapa sayang?"tanya ibu yang tau ia datang ke rumah sakit di jemput Arabela.


"pak slamat udah di bawah Bu,"


"ya udah, hati-hati di jalan ya sayang,"


Mikaila pamit kepada semua.


"ibu ke ruangan ibunya David dulu ya,"ucap ibu mencium kening cucu barunya.


"mba juga mau periksa pasien lainnya ya,Isya kamu ga ada jadwalkan?"


"ga ada Bu,"


"Ade kamu pulang sama kakak ya,ayah ada operasi kalian pulang aja duluan."


"iya Bu"jawab Syana.


Mereka semua pulang,karena hari sudah menjelang magrib.


Yoga mendekati istri dan anaknya,ia mencium kening Arabela,mengusap rambut Ayasa.


"tampaknya anak papa"ucap Yoga mengelus-elus pipi bayi mungil yang tertidur di pangkuan Ayasa.


"papa nama Ade siapa?"tanya asyas.


"namanya Gibran Aditya Wijaya"ucap Yoga mengecup kening putranya.


Yoga menyiapkan semua keperluan akikahan untuk putra kesayangannya,ia mengundang seluruh keluarga besar nya begitu juga dengan keluarga istrinya.Tak lupa ia juga mengundang keluarga Pak Surya kakak ipar nya dan keluarga Mikaila.


Acara pun berlangsung,


Mikaila datang bersama suami dan anak-anak.


Bram menggendong Kelvin sedangkan Arya berjalan sambil memegang bundanya.


Mereka menghampiri keluarga yang lain di tempat yang sudah di sediakan.


"Gavin mana?"tanya ibu yang tak melihat sosok Gavin.


"Lagi parkir mobil"ucap Kaila mendudukkan Arya.


"parkir mobil,sama pak slamat?"tanya Anin.


"enggak mba,sama kakak Jabbar."


"kakak Jabbar datang mba?"tanya Isabela antusias.


"tuh kakak Jabbar"tunjuk Kaila pada kakaknya yang berjalan ke arah mereka sambil menggendong Gavin.


Isabela langsung menyuruh Syana berpindah tempat duduk agar Jabbar bisa duduk di dekatnya.


Dan benar saja Jabbar berjalan kearahnya dan duduk di dekatnya dengan Gavin di pangkuannya.


Isabela melihat ibunya dan mengedipkan matanya.


Acara berlangsung dengan sangat lancar.


"Arya dan kedua adiknya mulai bosan duduk diam di tempatnya."


Arya bejalan ke stand eskrim dan mengambilnya,sikembar yang melihat hal itu ikut ke tempat Arya.

__ADS_1


"biar mas aja,"ucap Bram saat Mikaila ingin menyusul anak-anaknya.


"makannya jangan banyak-banyak ya."


"ote"ucap Bram menirukan gaya bicara sikembar.


Bram menemani anak-anak nya makan eskrim.ia terus memberi eskrim saat mereka meminta lagi dan lagi.


Isabela dan Jabbar sibuk mengobrol urusan mereka berdua begitu juga dengan David Adan Arabela.


Syana kembali duduk setelah mengambil 3 kap eskrim.


"Ade makanya jangan banyak-banyak nanti batuk,"tegur Isabela.


"Arya, Gavin dan Kevin aja sudah habis masing-masing 5 kap,"ucapnya sambil memakan eskrim.


"5 kap"ucap Mikaila melihat ke arah anak-anaknya,


Mikaila berjalan cepat menuju ke arah Bram dan melihat ke 3 putranya masih memakan eskrim di tangan mereka.Pakaian dan wajah mereka sudah penuh dengan eskrim.


Melihat raut wajah Mikaila Bram mengajak ke3 putranya masuk ke dalam rumah Arabela.


"mas,kamu mau kemana,"panggil Kaila.


"ayo cepat,bunda lagi marah"Bram menyuruh anak-anak nya lari semakin cepat.


Ketiga putranya lari terbirit-birit sambil masih memegangi kap eskrim.


"mas,kamu dimana"panggil Kaila saat sudah di dalam rumah kakak ipar nya itu.


setelah mencari ke setiap sudut rumah namun tak juga menemukan, Mikaila kembali ketempat acara.


"kenapa dek?"tanya Jabbar Jang melihat adiknya itu kesal.


"mas Bram tuh kak, nyembunyiin anak-anak,awas ya nanti kalau ketemu,"melipat tangan di dada.


Bram membawa anak-anak nya ke halaman belakang,mereka berjongkok di balik pohon sambil menghabiskan eskrim nya.


"kalian habiskan eskrim nya dulu ya,papa mau ambil baju kalian dulu di mobil,jangan kemana-mana."


"oke jawab mereka."


Bram berlari ke mobilnya dan mengambil pakaian yang selalu Mikaila siapkan.


Saat kembali ia tertawa melihat anak nya masih setia menunggunya sambil berjongkok di bawah pohon.


"ayo kita ganti baju dulu,"


Bram membawa mereka ke kamar mandi dan membersihkan wajah Meraka,mengganti pakaian dan kembali ke tempat acara berlangsung .


Gavin berlari dan langsung naik ke pangkuan Jabbar mencari perlindungan.


Bram duduk santai di samping Mikaila seakan tak terjadi apa-apa.


Arya duduk kembali di tempatnya sedangkan Kevin memilih duduk di pangkuan kakeknya.


"mas kamu dari mana?"


"sayang,aku laper banget ni,ambilin makan dong,"


walau tengah marah Kaila tetap berdiri mengambilkan makanan untuk Bram.


Bram makan dengan lahap, Mikaila menunggu suaminya selasai makan.


"kalian mau makan juga"tanyanya pada ke3 putranya.


"Arya udah kenyang bunda,"jawab Arya memasang senyum terbaiknya.


"Ade?"tanya pada si kembar.


"Uda tennang uga unda,"

__ADS_1


"kenyang makan eskrim?"


"Gavin menyembunyikan wajahnya di dada Jabbar begitu juga dengan Kelvin yang berlindung di badan kakeknya dari tatapan bundanya.


__ADS_2