Pilihan Ku

Pilihan Ku
Berkunjung Kerumah Lama Bram


__ADS_3

Mikaila terbangun dan merasa sakit di sekitaran pinggangnya.


"mas,"membangunkan Bram.


"ada apa sayang,"


"pinggang aku sakit banget,apa sudah mau melahirkan ya?"


Bram mengambil minyak kayu putih dan mengusap kan ke pinggang Kaila.


"ini belum waktunya sayang,sebulan lagi kamu melahirkannya,"


"mas,aku mau manggil ibu ya,"


"iya nanti mas jemput ibu kalau persalinannya sudah dekat.Sekarang ibu pasti sibuk mengurus pembangunan rumah kita,"


"Oya mas,rumahnya sedikit lagi jadi,tinggal bagian depan nya aja kata ibu."


"sayang hari ini mas ada kunjungan di kantor cabang yang ada di luar kota,kalau urusannya cepat selesai mas pulangnya mungkin larut malam.Tapi kalau ada kendala ya mungkin mas akan nginap di sana.Kamu ga apa-apa kan mas tinggal?"


"iya ga apa-apa mas,"


Bram berangkat bekerja sedangkan Mikaila menghabiskan waktunya di taman bunganya.


kring kring bunyi ponsel Mikaila


"assalamualaikum Bu,"


"waalaikumussalam sayang,gimana kandungan kamu?"


"baik Bu,ibu kapan ke sini?"


"2 Minggu lagi ya,soalnya ayah dan kakak kamu lagi sibuk ,,"


"janji ya bu 2 minggu lagi ibu datang,"


"iya sayang,sudah dulu ya ibu lagi nyiapin makanan untuk para pekerja,"


"iya Bu.,"


Saat masuk Mikaila mendengar Siti dan mba Lala menyebut mana Inanti,iya pun mendekat tanpa di sadari Siti dan mba Lala.


"mba aku sedikit takut saat membersihkan rumah lama tuan,apa lagi kalau bersihin bagian kamar kaya ada yang liatin."


"iya sih,aku juga ngerasa gitu.Kenapa ya tuan masi nyimpan semua itu dia kan sudah bahagia dengan istrinya yang sekarang."


"memangnya mas Bram nyimpan apa bi?"tanya Mikaila tiba-tiba masuk dan mengagetkan mereka.


"ibu ngagetin aja,"


"mas Bram nyimpan apa di rumah lamanya?"


"ga nyimpan apa-apa ko Bu,"jawab Siti gugup.


"kamu jangan bohong Siti,aku denger semua yang kalian bahas tadi."


Meraka berdua hanya diam.


"bi Yanti mana,ko dari tadi hanya kalian di sini?"


"bi Yanti ke rumah lama tuan,"jawab Siti ragu.


Mikaila berfikir sejenak dan menjentikkan jarinya.


"tunggu di sini,"ia ke kamar mengambil tas dan ponselnya.


"aku tau mas Bram masih menyimpan barang-barang mba Inanti,tapi itu bukan masalah kan,aku istrinya sekarang ia menyimpannya hanya sebagai kenang-kenangan,"menarik nafas dan menghembuskan ya pelan menguatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"ayo kita kerumah lama mas Bram,"


"tapi bu,"


"bi Yanti pasti capek membersihkan rumah itu sendiri kan,aku juga penasaran seperti apa rumah lama mas Bram.


Mereka pun berangkat ke rumah lama Bram dan di sambut ramah oleh satpam yang ada di sana.


Bi Yanti sedikit terkejut saat melihat Mikaila datang,ia menghampiri mereka.


"selamat siang Bu,"sapa bi Yanti .


"siang bi,pekerjaan bibi masi banyak?"


"sudah selesai bi,ini saya sudah mau pulang,"


"bi,aku mau lihat-lihat kedalam ya,"


"gimana ya Bu,"


"emangnya kenapa bi,ga boleh?"


"boleh ko Bu,"bi Yanti membuka kunci rumah dan membukanya.


Mikaila sedikit tersentak saat pintu di buka dan masuk ke ruang tamu,ia melihat foto Bram dan Inanti di pajang di sana..


Bi Yanti dan Siti saling berpandangan,mereka menerka-nerka apa yang akan majikannya itu pikirkan jika melihat apa yang ada di rumah itu.


Mikaila menelusuri setiap ruangan, sangat rapi dan bersih.


Ia kemudian menaiki tangga dan sampai di sebuah pintu dan membukanya.


"ini kamar siapa bi?"


"ini kamar non Tasya,Bu,"


"mas Bram pasti sangat merasa kehilangan,"batinnya.


Ia keluar dan kembali melihat-lihat ruangan lain dan melihat pintu yang lebih besar dari pintu sebelumnya.


"itu pasti kamar mas Bram ya bi?"tanya Kaila kepada bi Yanti dan Siti yang sedari tadi mengikutinya.


"iya Bu,"jawab mereka bersamaan.


Sebelum membuka pintu Kaila menarik nafasnya,ia sudah siap apa yang akan dia lihat di sana,melihat kamar anaknya masi sangat terawat ia yakin kamar ini pasti juga sama terawatnya.


Dan benar saja,ia bisa melihat dengan jelas kamar ini masi menyimpan barang-barang Bram dan Inanti .


Mikaila melihat foto dengan ukuran besar di atas tempat tidur dan beberapa foto berukuran kecil di atas meja.


Mikaila melihat meja rias,di sana masi ada alat rias Inanti,ada yang masi terisi penuh ada yang tinggal setengah.


"bi,mas Bram pasti sangat terpukul saat istrinya meninggal,sehingga ia masi menyimpan semua miliknya,"


Saat berjalan menuju tempat pakaian, Mikaila melihat laci dekat tempat tidur sedikit terbuka,ia melihat apa yang ada di dalam laci itu,dan melihat ada foto yang ia yakini itu adalah foto yang dulu ada di dompet suaminya.


Mikaila berjalan menuju ruang pakaian,ia bisa melihat tas,sepatu dan baju baju Inanti masi ada di sana.Ia juga melihat sepatu jam tangan dan pakaian serta jas kerja Bram Masi banyak di sana.


"bi kenapa pakaian mas Bram tidak di bawah kerumah aja,ini masi bagus semua,"melihat-lihat pakaian yang ada di sana.


"saya juga ga tau bu,kami hanya di suruh membersihkan rumah ini,"


"kita pulang aja yuk ini sudah sore,"


Milaila ingin mencuci tangannya.


"bi kamar mandinya masi bisa di pakai?"

__ADS_1


"masi Bu,".


Mikaila masuk ke kamar mandi dan lagi lagi ia melihat alat mandi yang ada di sana masi lengkap.


Menyimpan tasnya dan mencuci tangannya,ia menahan air matanya dan menguatkan dirinya.


Tiba-tiba perutnya sakit,


"bi,"panggilnya pada bi Yanti dan Siti yang ada di luar.


"ada apa Bu,"bi Yanti sedikit panik melihat Mikaila memegangi perutnya dan sedikit pucat .


"bi perut aku sakit,"meringis kesakitan.


"kita ke rumah sakit aja bi,"usul Siti.


"iya ,ayo cepat,"


Mereka memapah Mikaila keluar rumah,pak slamat sudah menunggu di luar dan langsung menjalankan mobilnya saat semuanya sudah naik,


"Pak,kita langsung pulang aja,sakitnya sudah hilang,aku istirahat di rumah aja,"


"iya Bu,"jawab pak slamat singkat.


"yakin bu ga apa-apa,"


"iya bi ga apa-apa,jangan bilang-bilang ke mas Bram ya kalau tadi kita ke sana,"


"iya Bu."


Mikaila tidak bisa tidur mengingat apa yang baru saja ia lihat,suaminya masi menyimpan barang-barang mendiang istri nya.


"untuk apa mas Bram masi menyimpan itu semua, apa segitu cintanya ia sampaikan tak bisa merelakan kepergiannya walaupun aku dan bayi ini sudah hadir di kehidupannya,apa kami tak berarti apa-apa,"ia menatap pantulan dirinya di cermin dan mengusap perutnya yang semakin membuncit.


Suara mobil Bram membuyarkan lamunannya,ia melihat suaminya itu dari balik tirai kamarnya.


"Kamu belum tidur sayang"Melihat Mikaila membukakan pintu kamar dan menyambutnya dengan senyuman.


"belum mas,aku ga bisa tidur,"


"kamu rewel ya,sampai bunda mu ga bisa tidur."mengusap perut Mikaila.


"mas mau aku buatin kopi?"


"ga usah sayang aku mau mandi dulu,"


Bram masuk ke kamar mandi dan Mikaila menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya .


Karena merasa leleh Bram langsung tertidur sambil memeluk Mikaila.


Mikaila melihat wajah suaminya yang tengah tertidur pulas, ada rasa sakit di hatinya.


"aku benci kamu mas,"setetes air mata keluar dari pelupuk matanya.


Ia melepas pelukan Bram dan memunggunginya,menutup matanya dan ikut tertidur.


Bram membuka matanya,ada rasa bersalah di hatinya... Seharusnya ia jujur dari awal jika ia di rumah itu masih tersimpan kenangan almarhum anak dan istrinya.


Saat perjalan pulang ia mampir ke rumah orangtuanya karena ada berkas yang harus di tanda tangani oleh ayahnya.


Tiba-tiba perutnya sakit saat melintas di depan rumah lamanya,ia memutuskan untuk singgah di sana.


Saat selesai dengan urusan perutnya ia mencuci tangan dan keningnya berkerut melihat ada tas di sana dan yang ia tau tas itu adalan milik Mikaila.


"kenapa ada di sini,"batinya.


Ia memeriksa isinya dan betul saja itu adalah milik Mikaila.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2