Pilihan Ku

Pilihan Ku
Perpisahan.


__ADS_3

Di kantor.


Bram , Yoga dan David sedang mendiskusikan masalah pekerjaan.


Bram menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Gimana ya cara menjelaskan ke Arya kalau Raina tak selamanya bisa bermain dengan?"ucap Bram memainkan pulpen di jarinya.


"emangnya kenapa mas?"tanya David.


"Seminggu lagi keluarga yang mengadopsi Raina akan membawanya ke luar negeri,"jawab Bram.


"Arya pasti sangat kehilangan,mereka sudah sangat dekat."ucap Yoga.


"mas bisa mengajak mereka menghabiskan waktu bersama,dan pelan-pelan menjelaskan kalau mereka harus berpisah,lagian mereka masih bisa berkomunikasi lewat ponsel."ucap David.


"Mungkin membelikan mereka sesuatu yang berharga,"tambah Yoga.


"barang couple gitu,"David tertawa,,,


"anakmu itu masih balita tapi seakan mereka itu sepasang kekasih,"Yoga ikut tertawa.


"Dia sangat pandai mengambil hati seorang gadis,"tambah Bram..


Bram menelfon Mikaila menyuruhnya meninta izin kepada ibu panti.


Ia akan membawa Raina dan Arya jalan-jalan.


Bram menjemput Arya kemudian menjemput Raina di panti.


Bram mengajak mereka ke tempat bermain, menaiki berbagai macam wahana untuk anak-anak.


Mereka terlihat sangat bahagia,Bram hanya duduk mengawasi mereka


Mereka duduk sambil memakan eskrim.


"Raina om dengar sebentar lagi kamu akan punya keluarga ya,"tanya Bram hati-hati memilih kata agar mudah di fahami Raina.


"iya,om."jawab Raina


"Raina senang."tanya Bram lagi.


"Senang om,kata ibu panti Raina akan punya mama dan papa juga punya kakek dan nenek kaya kak Arya."jawab Raina melihat Arya yang melihatnya.


"kakak senang ga kalau Raina punya mama papa?"tanya Bram melihat putranya.


"senang pa,"jawab Arya singkat sambil terus memakan eskrimnya,ia sangat menyukai eskrim rasa coklat seperti bundanya.


Bram membersihkan mulut Arya yang belepotan.


"nanti Raina akan pergi ke luar negri ikut mama papanya,jadi ga akan bisa sering bermain sama Arya lagi."ucap Bram.


"kenapa,?"tanya Arya menghentikan makannya mendengar ucapan papanya.


"Raina kan mau keluar negri, jaraknya akan sangat jauh dari rumah kita tapi nanti kalian bisa VC,jadi masih bisa berkomunikasi."


"papakan punya pesawat,kita bisa kerumah Raina kan?"tanya Arya masih bingung dengan ucapan papanya"


"iya,kalau papa lagi ga sibuk kita bisa mengunjungi Raina di rumah barunya."jawab Bram


Raina hanya mendengar percakapan Arya dan Bram,Bram terus menjelaskan kalau mereka akan berpisah dan akan jarang bertemu lagi.


Setelah di jelaskan berulang ulang akhirnya Arya mengerti.


"Raina nanti jangan lupa hubungi aku ya,kalau sudah samapi di rumah baru kamu,"ucap Arya menggenggam erat tangan Arya.

__ADS_1


"iya, nanti kakak berkunjung Kerumah Raina ya,"ucap Raina mengangguk sambil tersenyum manis.


"mau jalan kemana lagi,"tanya Bram.


"aku mau beliin Raina boneka pa,"ucap Arya berdiri dari duduknya.


"oke,kita shopping,"ucap Bram menggandeng tangan keduanya menuju mobil.


Mereka singgah di toko mainan terbesar di kota itu.


"Raina biar aku yang milih ya,kamu diam dan lihat aja.Oke!!"ucap Arya pada Raina saat akan masuk ke toko.


"baik,"jawab Raina.


Mereka bergandengan tangan masuk ke dalam toko,berjalan kesana-kemari mencari barang yang di inginkan.


Raina hanya mengikut saja tanpa banyak protes saat Arya memasukkan beberapa mainan ke dalam keranjang.


Cukup lama mereka berkeliling toko,dan akhirnya mereka memilih 1 boneka beruang besar,1 tas kecil berwarna pink,jepitan kupu-kupu dan sebuah kotak musik.


Bram membayar dan mengajak mereka ke toko perhiasan.


"tolong perlihatkan beberapa perhiasan untuk anak-anak."ucap bram pada penjaga toko.


Mereka di persilahkan duduk di sofa yang ada di sana,Beberapa perhiasan di letakkan di hadapan mereka.


"Raina suka yang mana?"tanya Bram melihat Raina.


Raina terlihat bingung memilih, karena terlalu banyak pilihan dan semuanya cantik.


Arya ikut memilih untuk Raina.


"ini cantik,"ucapnya mengambil kalung dengan liontin huruf A,


"iya,aku mau yang ini om,"ucap Raina melihat Bram dan mengambil kalung tersebut.


Bram memakaikan kalung tersebut ke leher Raina,


"cantik "ucap Arya saat kalung tersebut sudah ada di leher Raina.


Bram mengambil beberapa perhiasan lain dan membayar semuanya.


Saat di mobil Bram memasukkan kotak yang berisi beberapa perhiasan tadi ke dalam tas kecil yang di pilih oleh Arya tadi.


Raina langsung memakainya.


"ini dari om,di simpan baik-baik ya,"ucap Bram memperlihatkan kotak tersebut.


"iya om,"jawab Raina.


Bram mengantar Raina ke panti.


Bram menemui ibu panti dan menanyakan identitas orang yang akan mengadopsi Raina.


Sambil menunggu papanya Arya bermain bersama Raina,


Raina sangat suka memakai topi,


"ini untuk kakak,"Raina membuka topi yang di pakainya dan memakaikan di kepala Arya.


Arya melambaikan tangan saat mobil mereka meninggalkan panti.Melihat topi pemberian Raina dan memakainya kembali.


Bram bisa melihat kesedihan di wajah putra kesayangannya.


Raina kembali ke kamarnya,melihat satu persatu barang yang sudah di berikan Arya.

__ADS_1


Raina tersenyum saat melihat pantulan dirinya di cermin memegang liontin A yang ada di lehernya.


Arya selalu datangan ke panti bermain bersama Raina sambil menunggu orang tua angkat Raina menjemputnya.


Bram dan yang lainnya mengantar Arya ke panti,hari ini Raina akan di bawa oleh orang tua barunya keluar Negeri.


Semua barang sudah di masukkan ke mobil,Raina berpamitan kepada semua.


Bram memberi Raina ponsel.


"ini untuk Raina,kalau sudah sampai Raina langsung telfon Arya ya,!"


"iya om,"jawab Raina.


Terakhir Raina berpamitan pada Arya,


"kak Raina pamit ya,"ucap Raina berkaca-kaca.


Arya langsung memeluk Raina dan mencium kedua pipinya.


"jangan lupa telfon aku ya,"ucap Arya.


"iya kak,"ucap Raina tersenyum.


Mikaila ingin tertawa melihat perpisahan anaknya itu,yang lebih mengharukan dari film Korea yang sering di tonton nya.


"ayo sayang kita berangkat,"ucap orang tua angkat Raina.


hari ini Raina tidak memakai topi seperti biasa nya,ia memakai jepitan dari Arya,ia juga memakai tas pink yang di beli oleh Arya untuknya.Menggendong boneka beruang yang juga di berikan Arya.


Sebelum Raina berjalan menuju mobil,ia mencium pipi Arya dan berjalan cepat ke orang tua angkatnya yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.


Berbalik dan melambaikan tangan sambil tersenyum manis.


Arya memegang pipinya yang dicium Raina dan membalas lambaian tangannya.


Mikaila memukul lengan Bram melihat adegan romantis di hadapannya.


Arya terus melambaikan tangannya sampai mobil Raina menghilang.


Arya langsung berlari memeluk bundanya dan menagis hingga sesegukan.


Bram hanya mengelus punggung putranya,tak ada yang bisa di lakukan ya.


Arya dan Raina selalu melakukan VC setiap hari,Raina terus menceritakan rumah barunya, teman temannya dan masih banyak lagi.


komunikasi mereka sangat lancar,hingga di bulan ke 5 Raina tak pernah menelfon lagi,


dan ponselnya tidak bisa di hubungi.


Arya terus menanyakan kenapa Raina tak pernah lagi menelfon,ia bahkan terus merengek meninta ayahnya mengantarnya kerumah Raina.


Bram meminta alamat orang tua angkat Raina di panti,namun setelah mengecek alamat tersebut rumah itu bukan Milik mereka,orang tua angkat Raina memberi alamat palsu.


Bram juga memeriksa identitas mereka dan semuanya palsu...


Bram mulai cemas memikirkan Raina,ia meminta seseorang untuk mencari informasi mereka,dan mencari keberadaan Raina.


Bersambung, terimakasih sudah membaca 💗🙏💗


Bagaimana nasib Raina?


Akankah Bram berhasil menemukannya!!!


Jangan lupa like, Vote dan komennya.🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2