Pilihan Ku

Pilihan Ku
Pertama Kali Ikut Ke Kantor Papa.


__ADS_3

"Papa Anun,"Arya membangunkan Bram yang masih tertidur lelap sambil memeluk tubuh polos Mikaila.


"Sayang ada apa,Arya mau pipis?"tanya Mikaila yang terbangun mendengar suara putranya.


"enda unda,Aya au te tantol cama papa!!!"terus menarik-narik lengan Bram.


Bukannya bangun Bram justru menarik Mikaila kepelukannya,mencari posisi favoritnya.


"mas bangun,ini ada anak kamu,"ucap Mikaila menaikkan selimut menutupi dadanya.


"siapa sayang,"tanya Bram mencoba membuka matanya.


Mikaila menunjuk Arya dengan lirikan matanya.


Bram menoleh dan melihat Arya tersenyum lebar kepadanya,sungguh sangat polos dan menggemaskan.


"ada apa sayang?"mengangkat tubuh mungil Arya masuk ke dalam selimut.


"papa ilang Aya boye itut te tantol."


"tapi ini masih gelap sayang, nanti kalau tuan mataharinya sudah muncul baru kita ke kantor.ayo sekarang tidur lagi biar besok kita ke kantornya seger."memeluk putranya.


"ditu ya unda?"tanya Arya menatap bundanya dengan kedua bola mata indahnya.


"iya sayang, sekarang kakak bobo lagi ya,"mengusap punggung nya.


"papa,Ade boyeh itut?"


"Ade masih kecil,papa sama kakak aja yang kerja,"


"unda?"


"bunda kan jagain Ade,"


"tantor papa ada itannya?"


"ga ada,"


"ada dajahnya,"


"ga ada,"


"telus di tantol ada apa?"


"ada banyak berkas-berkas,"menjawab pertanyaan-pertanyaan putanya sambil memejamkan mata karena masih sangat mengantuk dan lelah sehabis berolahraga malam!!


"beltas-beltas itu apa?"


Rasa kantuk Bram langsung hilang mendengar pertanyaan putranya..


Bram duduk dan bersandar membaringkan Arya di dadanya sambil mengusap punggungnya.


"Di kantor itu ga ada binatang,kantor itu untuk orang-orang dewasa bekerja."


Bram menjelaskan tentang apa saja yang ada di kantor.


Mikaila hanya ikut mendengar Bram bercerita sambil mengelus tangan mungilnya.


Merasa di dongengkan Arya akhirnya tertidur pulas di dekapan sang ayah.


"mas,ko tumben Arya ingin ikut ke kantor?"


"semalam dia ga mau tidur,mas bilang aja kalau dia tidur cepat besok boleh ikut ke kantor,mas pikir di akan lupa.


Sepertinya besok dia akan minta ikut ke kantor"


"apa nggak menggangu,"


"ya mau diapa,mas terlanjur janji,"


"kemarin dia tidurnya agak sore jadi mau magrib baru bangun, makanya sudah tidur."


"mas aku lihat anak-anak dulu ya,ini sudah waktunya mereka nyusu."

__ADS_1


"iya,mas mau tidur lagi."


Mikaila menyiapkan barang-barang yang akan Arya bawa,ada susu,cemilan,bekal makan siang,popok dan masih banyak lagi keperluan lainnya.


"mas yakin mau bawa Arya,"


"ya mau di apa lagi sayang,dia pasti nangis kalau ga di bawa.Lagian mas nggak mau sampai dia nggak percaya lagi sama ucapan mas.".


Arya melambaikan tangan kecilnya saat berangkat ke kantor papanya.


Wajah bahagia terpancar jelas di wajah tampannya.


Mereka jadi pusat perhatian saat memasuki lobby kantor.


Bram berpakaian rapi dengan stelan jas mahalnya masuk sambil menggendong bayi tampan yang sangat mirip dengannya.


Dua pria tampan yang beda generasi itu masuk dengan penuh surah kepemimpinan.


Bram menenteng tas kantornya dan membawa tas ransel kecil di pundaknya.


"Arya"panggil Arabela yang baru datang dan langsung berlari menuju bram yang akan masuk ke dalam lift.


"mas mba Mikaila kenapa?"


"maksudnya"tanya Bram


"apa mba Mikaila sakit,ko tumben mas bawa Arya ke kantor.


"dia baik-baik aja,mas lagi pingin aja bawa dia ke kantor."


"bukannya nanti ada rapat ya?"


"iya sih,"jawab Bram pelan.ia lupa kalau hari ini ada rapat.


Bram masuk ke ruangannya dan menurunkan Arya di sofa,,mengeluarkan mainannya dari dalam tas.


"kakak main dulu ya,papa mau kerja dulu."


"ote papa"ucap Arya melingkarkan jempol dan telunjuknya.


"rapatnya di mulai 5 menit lagi."


"mas sudah bawa berkas-berkas nya?"


"Bela sudah membawanya ke ruang rapat."


"ayo waktunya kita rapat bos,"ucap Arya menggandeng tangan Arya berjalan menuju ruang rapat.


Semua berdiri saat Bram dan yoga masuk.


perhatikan mereka semua tertuju pada Arya yang berjalan lebih dulu.


"duduk yang tenang ya,"Bram mendudukkan Arya di meja di hadapannya.


Rapat pun di mulai,,,


awalnya berjalan lancar,namun tak lama kemudian Arya merasa bosan dengan mainannya.


"papa tulun"Arya merentangkan tangannya meminta di turunkan.


"jangan keluar ya,"


"ote" ucapnya dan langsung berlarian ke sana kemari setelah di turunkan.


konsentrasi mereka sedikit terpecah saat melihat kelucuan Arya bermain sendiri.


Arya mendekati Tantenya,ia tertarik saat melihat gantungan HP milik Arabela yang berbentuk mobil sport.


"au Bimbim anti"ucap Arya menunjuk gantungan Arabela.


"Jangan ya sayang,ini bukan mainan."


"papa au Bimbim,"

__ADS_1


"Bela pinjemin dulu,"


"nggak ah mas,nanti rusak lagi,"tolak Arabela memasukkan kedalam tasnya.


"Bimbim,"ucap Arya mulai meneteskan air mata.


"nanti mas ganti,"ucap Bram tegas.


Arabela melirik David meminta izin,dan mendapat persetujuan.


Gantungan itu adalah hadiah pertama dari David saat mereka jadian.


Dengan berat Arabela memberikan gantungan kesayangannya kepada ponakannya itu.


"jangan sampai rusak ya,"ucap Arabela dengan senyum di paksakan.


"ote anti,"balas Arya gembira.


Rapat di lanjutkan.


Arabela tidak konsentrasi melihat ponakannya itu menabrakkan mobil-mobilan kesayangannya ke sembarang benda.Gantungan yang di jaga dengan sepenuh hati itu.


Bram dan yoga keluar dari ruang rapat karena ada telfon penting.


Melihat itu,Arabela mengambil gantungannya dari Arya dan menggantinya dengan mainan lain.


"main ini aja ya,"bujuk Arabela.


"nda au anti,Bimbim,"


"ini aja ya,"


Arya menangis saat Arabela tak memberi apa yang ia minta dan justru memasukkannya ke sakunya.


Melihat Arya menangis Arabela mengambil tasnya dan kabur dari ruang rapat.


Melihat hal itu Arya semakin histeris.


Semua yang ada di ruang rapat saling berpandangan tak tau harus berbuat apa.


Bram yang mendengar suara tangis anaknya segara berlari masuk ruangan dan menghampirinya.


"ada apa sayang?"


"Bimbim",ucapnya sambil sesegukan.


Bram melihat ke arah kursi tempat Bela,


"Bela,"ucapnya menghela nafas saat melihat kursi Arabela sudah tak berpenghuni.


Dengan susah payah Bram membujuk putranya itu,


"au tue"menunjuknya pada kue coklat yang ada di meja.


Arya berhenti menangis saat Bram memberinya kue coklat yang tersedia di meja rapat.


Rapat kembali berlangsung.


Arya kembali duduk tenang di atas meja sambil memakan kue coklat.


sesekali ia menyuapi papanya dengan tangannya.


Bram hanya pasrah memakan apa yang di berikan Arya.


Wajah tampan arya kini penuh dengan coklat menambah gemes orang yang melihatnya.


kemeja Bram pun penuh dengan kue coklat.


Rapat akhirnya selesai.


Bram menggaruk kepalanya saat melihat kondisi dirinya dan Arya yang penuh dengan coklat.


"enak ya kuenya?"tanya Bram mencubit pipi gembul putranya.

__ADS_1


"enyak papa,"menjilati coklat yang menempel di tangannya.


Semua tersenyum melihat bos mereka yang biasanya terlihat tegas saat rapat kini terlihat sangat berantakan.


__ADS_2