Pilihan Ku

Pilihan Ku
Gara gara Bimbim.


__ADS_3

Bram masuk ke kamar yang ada di ruangannya,ia memandikan Arya dan membersihkan dirinya sendiri.


"Bela keruangan mas sekarang,"ucap Bram bernada perintah dari balik telpon.


"David temenin aku ke ruangan mas Bram ya,"ucapnya dengan wajah memelas.


David mengeluarkan paper bag dan memberikannya kepada Arabela.


"bawa ini,"


"apa ini,"membuka paper bag itu.


"wah, kamu menang tebaik sayang,"


"bawa sana, mudah-mudahan bisa mengurangi hukuman kamu,"


"aku keruang mas Bram dulu ya."


Arabela mengetuk dan perlahan masuk ke ruangan Bram dan tak melihat siapa-siapa disana.


"kemana mas Bram"gumamnya.


"mas, Arya"teriak Arabela saat mendengar kegaduhan di dalam kamar.


"Disini"ucap Bram dari dalam kamar.


Perlahan Arabela membuka pintu dan memasukkan kepalanya.


"mas manggil aku,"ucapnya saat melihat kakaknya itu mengancingkan kemejanya.


"apa gantungan kamu itu sangat berharga"tanya Bram tanpa menolah.


"maaf kak,"ucap Arabela pelan tapi masih bisa di dengar olah Bram.


Tak ada percakapan lagi di antara mereka.


Arabela yang melihat Arya masih terbungkus handuk di atas kasur ingin tertawa namun ditahannya karena takut.


Bram mendudukkan Arya di kasur dengan membungkus seluruh tubuhnya,Arabela hanya bisa melihat matanya yang berkedip-kedip melihatnya.


"apa itu dari David?


Arabela hanya diam menunduk.


"apa David lebih penting dari Arya.


Bram terus memarahi Arabela sambil memakai pakaiannya.


"mas ada rapat di luar kantor,mas titip Arya."


"iya mas,"


"jaga baik-baik,semua keperluan ya ada di dalam tasnya."


Arabela mengambil tas Arya dan mengeluarkan pakaian dan yang lainnya.


"mas ga lama, jangan buat mas marah lagi,"


"iya mas,maaf"


"papa keluar dulu ya,jangan nakal."


Arya hanya mengangguk.


Bram keluar kantor untuk rapat bersama Yoga.


"maafin aunty ya,Arya ga marah sama aunty kan?"


"enda anti,Aya tayang anti,"


"makasih sayang,"


Arabela memakaikan pakaian dan memberi makan Arya,


"aunty punya sesuatu untuk ponakan aunty yang pinter ini,"

__ADS_1


Arabela mengambil paper bag yang tadi di bawah nya.


"taadaa"memperlihatkan mobil-mobilan yang sama persis dengan gantungan HP nya.


"Bimbim"Arya bersorak gembira mendapatkan mobil-mobilan dari Arabela.


Meraka bermain bersama di dalam kamar itu, Sampai Arya menguap dan mengucek matanya.


"aunty buatkan susu ya?"


"unda,"mencari bundanya.


"nanti bunda datang,kakak minum susu Dalu ya,"bujuk Arabela.


Arabela membuatkan susu dan membaringkan Arya di kasur, menepuk-nepuk punggung nya dan menyanyikan lagu Nina Bobo.


Arya pun tertidur begitu juga dengan Arabela.


Bram masuk dan melihat adik dan anaknya tertidur dengan pulas,


"kamu sudah dewasa sekarang."ucap bram mengusap rambut Arabela.


Ada rasa khawatir saat melihat kedekatan adiknya itu dangan David.


Arya terbangun dan menangis mencari bundanya,


"papa unda,"Ucap Arya


"kita pulang sekarang ya,kakak kangen bunda ya?"


Arya mengangguk dan memeluk papanya.


"Mas pulang dulu,hasil rapat tadi kamu tanyakan saja ke David,"


"iya mas,"membereskan tas Arya.


"Bela mas tidak melarang kamu pacaran,tapi mas harap kamu menjaga batasan hubungan kalian."


"iya mas,bela ngerti."


"iya mas."


Arya berlari masuk saat sudah sampai di rumah.


"unda,unda"teriak Arya mencari bundanya.Berlarian kesana-kemari.


"anak bunda sudah pulang,"Mikaila menggendong Arya dan menciumi seluruh wajah putranya.


"unda,Ade ana?"


"Ade lagi main sama mba Siti di ruang bermainnya kakak,"


Arya berlari keruang permainannya.


"hayo epin,tata unya Bimbim,anti tita ain cama-cama ya?tanya Arya yang mendapat tepuk tangan dari kedua adiknya.


Arya mengajak adiknya bermain bersama,mereka sudah mulai merangkak.


"Gimana Arya di kantor?"


"ya lumayan, tadi ia sedikit rewel.Tapi syukurlah ada kue kesukaannya yang di sediakan untuk rapat jadi dia bisa tenang kembali.


lagian tadi waktu rapat di luar kantor ada Arabela yang bantu jagain."


"mas mau langsung mandi?"


"iya sayang aku gerah banget,"


Mikaila menemani suaminya ke kamar dan menyiapkan pakaian gantinya.


ia menyiapkan kopi di meja kerja Bram,


Mikaila sudah hafal kebiasaan suaminya itu,tempat favorit nya adalah ruang kerjanya.


Malam hari Arya terus menangis mencari mobil-mobilan nya.

__ADS_1


Mereka sudah memperlihatkan semua mainan mobil-mobilannya namun tak satupun yang di inginkan nya.


"mobil yang mana kakak cari?tanya Bram menggendong putranya itu.


"Bimbim dayi anti"ucap Arya terbata-bata karena terlalu lama menagis.


"mobil dari aunty,"tanya Mikaila.


Arya mengangguk


"iya unda"


"mobil-mobilan apa mas,katanya dari Arabela.


"mungkin gantungan HP milik Arabela,tadi di kantor dia juga nangis karena itu.


Mikaila menelfon Arabela.


"Bela,Arya dari tadi nangis cari mobil-mobilan nya katanya punya kamu?


Emang mobil mobilan apa sih yang di cari Arya?"


"oww tadi aku beliin mobil mobilan mirip gantungan HP ku,mungkin yang itu mba."


"terus kamu simpan di mana mobilnya?"


Ada di meja kamar yang ada di ruangan mas Bram,tadi aku lupa masukin ke tasnya."


"ya udah makasih ya infonya"


"iya mba, sama-sama."


"mas katanya mobil-mobilan nya ada di meja dikamar yang ada di ruang kerjanya mas,"


"kakak diam ya, jangan nangis lagi.papa ke kantor ambil mobilnya ya,nanti kakak sakit lagi nangis terus,kasian bunda nanti sedih."ucap Bram mengusap air mata Arya.


Arya menghapus air matanya mengangguk dan memeluk bundanya.


Bram dengan gontai berjalan malas kembali ke kantor saat tengah malam hanya untuk mengambil sebuah mobil mobilan.


Dan Bram kembali menghela nafas panjang saat pulang dan melihat anak-anaknya dan istrinya sudah tertidur di kamar anak mereka.


Bram mengangkat Mikaila ke kamar mereka dan tidur sambil memeluknya.


Hari yang sangat melelahkan bagi seorang Abraham Wijaya.


Pagi hari,


"sayang, kalau Arya mau ikut lagi kamu bujukin ya biar tinggal di rumah aja,"


"iya mas,capek kan jagain bayi,"


"iya sayang,aku lebih baik lembur dari pada jagain anak.Sekarang anak-anak lagi dimana?"tanya Bram yang tak mendengar suara anak-anaknya, yang biasanya membuat keributan di pagi hari.


"lagi di depan,main sama pak Wawan.Gavin dan Kevin di ajak mba Siti jalan-jalan di taman belakang."


seperti biasa Mikaila mengambilkan makanan dan menemani Bram sarapan.


"Oya mas,tadi ibu nelfon,kita di minta nginep si sana Minggu ini."


"iya,nanti kita kesana,ajak yang lain juga biar bantuin kamu jaga anak-anak."


"papa,"Arya berlari menghampiri mereka.


"sudah sarapan sayang?"


"udah,Ama mba Yaya.papa au itut tantol Agi boyeh?"ucap Arya sambil memeluk mainan mobil-mobilan nya.


Bram menatap Mikaila meminta bantuan.


"Arya di rumah aja ya temenin bunda,bunda kangen kalau Arya jauh dari bunda,"


"ote"ucap Arya kembali berlari menuju pak Wawan yang ada di teras rumah.


"lihat tu anak bunda,,"

__ADS_1


Mikaila hanya tersenyum melihat tingkah laku suami dan putranya.


__ADS_2