Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Bunga Mawar.


__ADS_3

Selain Arya, Kelvin dan Gavin tak kalah populernya di sekolah mereka, namun sikap Kelvin yang cuek dan tak suka apabila ada yang mengganggunya, membuat para murid wanita lebih mengaguminya secara diam-diam, mereka hanya berani melirik saat Kelvin lewat di depan mereka.


Sedangkan Gavin berbanding terbalik dengan saudara kembarnya itu, ia justru senang menggoda para murid wanita di sekolahnya.


Kegemaran Gavin dalam bermusik, semakin membuat para murid perempuan mengidolakannya. Ia lebih sering menghabiskan waktu dengan para teman wanitanya.


Playboy tampan itulah julukan buat Gavin dari para murid perempuan,namun anehnya walau mereka tahu Gavin memiliki banyak pacar namun mereka tetap menerima saat Gavin menembaknya.


Mungkin hanya Natali saja yang tak tertarik pada Gavin,begitupun Gavin tak tertarik menggoda Natali.


Menurutnya Gavin,Natali lebih asik diajak berteman daripada pacaran.


Saat pulang sekolah Arya menunggu Raina gadis bercadar itu di parkiran seperti biasanya,namun ia tak juga datang.


Tak lama kemudian ia melihat Natali pergi bersama Gavin dengan mobilnya.


"Ya ampun, aku lupa.Hari ini aku kan mau ketemu dengan Natali.Pasti Raina sudah pergi sendiri ke toko bunga." gumam Arya saat ia baru mengingat janjinya dengan Natali.


Arya melihat Kelvin keluar dari gerbang sekolah menggunakan motornya, Arya mengejar kelvin dan menghentikannya,


"Ada apa kak ?"tanya Kelvin saat Arya turun dari mobil dan melempar kunci mobilnya pada Kelvin.


"Tukaran dulu," ucap Arya menyuruh Kelvin turun dari motornya dan langsung melajukan motor Kelvin menuju ke toko bunga.


Kevin hanya melihat kakaknya itu sudah menjauh dari tempatnya berdiri, Kelvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berjalan ke mobil kakaknya,


"Kak Arya kenapa, tumben mau naik motor,"gumam Kelvin menyalakan mobil.Pasalnya Arya lebih suka menggunakan mobil daripada motor.


Gavin dan Natali sudah ada di cafe menunggu Arya.


"Gavin kamu serius enggak sih,kak Arya mau datang?" tanya Natali yang sudah lama menunggu.


"Seriuslah, ngapain juga aku nongkrong sama kamu di sini, aku juga ada janji dengan pacarku,"jawab Gavin.


"Pacar yang mana?"tanya Natali.


"Siapa ya namanya, Aku lupa?" ucap Gavin santai meminum minumannya.


"Dasar playboy, entar dapat karmanya baru tahu rasa," ucap Natali pada Gavin.


****


Sementara itu Raina sedang merangkai bunga pikirannya terus memikirkan kapten tim basket yang bernama Arya.


"Apakah Arya itu sama dengan Arya yang aku kenal," batin Raina tak konsentrasi merangkai bunga yang ada di tanganmu,ia terus mencoba mengingat wajah Arya saat terakhir mereka bertemu.

__ADS_1


Tak lama kemudian Arya menghampiri Raina, yang masih melamun.


Arya tak membuka helmnya.


"Permisi, bunga mawarnya ada?" tanya Arya berpura-pura membeli bunga mawar,sebenarnya Ia hanya ingin melihat Raina.


Raina tak menanggapinya,ia terus melamun memikirkan kapten basket itu,


"Permisi, apa ada bunga mawar?" tanya Arya menahan tawa saat melihat kelakuan Raina yang justru membuang kuncup bunga dan mengambil daunnya.


"Permisi mba,saya mau beli bunga mawar,apakah ada?"ucap Arya Kembali mengulangi kata-katanya dan kali ini dengan suara yang sedikit keras dan penuh penekanan.


"Maaf ,Ada apa?"tanya Raina terkejut, "Maaf ada yang bisa saya bantu kak," ucap Raina panik.


Arya melihat bunga mawar yang ada di lantai,Raina ikut melihat apa yang dilihat oleh Arya.


"Astagfirullah, Apa yang kulakukan,"sadar Raina dengan cepat memungut bunga-bunga itu.


"Maaf Kak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Raina pada Arya setelah merapikan perbuatannya.


"Saya ingin membeli bunga mawar,"ucap Arya.


"Sebentar ya kak, saya ambilkan," ucap Raina kemudian mengambil bunga mawar untuk Arya.


"Terima kasih ya."


"Pasti aku akan datang lagi,"jawab Arya.


Arya sangat senang bisa berbicara langsung dengan Raina,Ia kemudian melajukan motornya menuju cafe tempat Gavin dan Natali menunggunya.


Begitu sampai di kafe,Arya menghampiri mereka berdua dan meletakkan bunga mawar yang dipegangnya di depan Natali, membuat Natali menjadi salah paham, mengira Arya membeli bunga itu khusus untuknya.


"Terima kasih Kak bunganya,"ucap Natali mengambil bunga dan menciumnya.


Arya hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ya sudah, kalian berbincang lah, Aku ada janji dengan pacarku yang entah siapa namanya,"ucap Gavin berdiri dan meninggalkan mereka berdua.


Arya hanya menggeleng mendengar ucapan adiknya itu.


"Kamu mau makan?" tanya Arya.


"Boleh Kak," Arya memesan makanan untuk mereka berdua, mereka makan sambil berbincang-bincang ringan .


Natali sangat senang bisa makan berdua dengan Arya idolanya, namun berbeda dengan seseorang yang melihat mereka dari kejauhan.

__ADS_1


Anes mengepal tangannya saat melihat Arya makan dengan wanita lain,


"Siapa gadis itu, dimana ya Aku pernah melihatnya," ucap Anes.


Anes juga sedang makan bersama Gita di Kafe yang sama.


"Sepertinya itu anak baru dari sekolah kita," ucap Gita yang pernah melihat Natali jalan dengan Gavin.


"Oh jadi dia anak baru ternyata, seperti dia belum tahu siapa aku,"ucap Anes senyum sinis.


Selesai makan Arya mulai bertanya mengenai Raina.


"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan?" ucap Arya mulai pada tujuannya bertemu dengan Natali.


"Tanyakan saja Kak,"ucap Natali memasang senyum terbaiknya.


"Aku ingin tahu sesuatu tentang Raina," ucap Arya.


"Rain, maksud kakak Raina temanku yang bercadar ?"tanya Natali memastikan siapa yang di maksud Arya.


"Iya, aku hanya ingin tahu apa dia berasal dari panti asuhan, maksudku apa hubunganmu dengan dia, dari mana kalian berasal, Apa orang tuamu mengadopsinya?"tanya Arya.


Arya tak sabaran ingin mencari tahu tentang identitas Raina.


Natali sangat kecewa saat mengetahui tujuan Arya mengajaknya bertemu hanya ingin bertanya tentang Raina,


"Kenapa kak Arya ingin tahu tentang Raina?" tanya Natali.


"Aku punya teman masa kecil yang namanya sama dengan Raina, Aku hanya ingin memastikan apakah di Raina yang kau kenal atau bukan," ucap Arya jujur


"Apakah kak Arya adalah Arya yang sering diceritakan Raina, teman masa kecilnya, Arya yang selalu Iya tunggu menjemputnya," batin Natali yang baru mengingat jika Raina sering bercerita tentang teman kecilnya yang bernama Arya.


"Maaf Kak, sepertinya Kakak salah orang. Raina adalah saudara kandung saya, dia tidak dari panti asuhan, kami dari Kampung, baru kesini saat saya mendapat beasiswa,"


bohong Natali.


"Apa kamu yakin dia saudara kandung kamu bukan saudara angkat?" tanya Arya lagi.


"Iya kak, saya yakin.Maaf ya kak saya lagi sibuk, Raina sudah menunggu saya di toko, saya takut dia kerepotan.Saya permisi ya Kak.Oh ya semoga kakak cepat bertemu dengan Raina yang kakak cari."ucap Natali.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ™πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Terima kasih sudah membaca, jangan bosan-bosan ya membaca karyakuπŸ€—πŸ€—


Mohon bantuannya ya kakak-kakak beri like pada karya kami,1 like dan komen dari kakak sungguh sangat berarti buat kami para author.

__ADS_1


Sambil menunggu update terbaru bisa mampir ke karya terbaru ku judul Pilihan Ku πŸ’–.


Salam dariku Author m anha.❀️


__ADS_2