Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Liontin A R


__ADS_3

Hari ini 4 pria tangguh keluarga Abraham Wijaya sedang bermain tenis lapangan, Arya berpasangan dengan Kelvin dan Gavin berpasangan dengan Papanya.


Mikaila dan Arsy duduk di pinggir lapangan memberi suport untuk mereka.


Pemandangan yang sangat menghangatkan bagi siapa saja yang melihatnya.


Tak lama kemudian Dika datang dan menghampiri Mikaila dan Arsy,


"Hay om Dika" sapa Arsy,


"Halo cantik, pagi Bunda," sapa Dika pada Mikaila.


"Pagi, kamu kok jarang kesini lagi sih Dika?"tanya Mikaila.


"Maaf bunda aku lagi sibuk, di kantor lagi banyak pekerjaan yang harus kurus," jawab Dika.


"Kamu harus perhatikan kesehatan kamu,jangan terlalu di porsir ya bekerja!"ujar Mikaila.


"Iya bunda,"jawab Dika.


Tak lama kemudian ponsel Arya berdering, tertera nama Raina ku.


Mikaila mengangkat telfon Arya,


"Halo, assalamualaikum,"jawab Mikaila.


"Waalaikumsalam, kak Juna nya ada?" tanya Raina.


"Maaf,ini siapa,?"tanya Mikaila.


"Ini Raina Tante teman kak Juna,"jawab Raina.


"Maaf ya, mungkin kamu salah sambung,"jawan Mikaila.


Raina melihat nomor yang di panggilnya tertera nama kak Arjuna.


"Oh...ya udah Tante,maaf menggangu waktunya,"ucap Raina merasa tak enak,


"Iya,ga apa-apa,!"jawab Mikaila mengakhiri panggilannya.


"Ada apa bunda?"tanya Dika melihat Mikaila terus menatap layar ponsel Arya.


"Enggak apa-apa kok,salah sambung kayaknya?"jawab Mikaila,"tapi kenapa Nomornya ter save nama Raina ku,terus kenapa ia mencari Juna,siapa Juna,"batin Mikaila.


Tak lama kemudian semua istirahat dan menghampiri Mikaila, Gavin duduk di rumput,ia sangat kelelahan, Bram duduk didekat Mikaila dan langsung mengambil air minum yang dipegang istrinya.


Kelvin langsung tos dengan Dika sedangkan Arya duduk di depan bundanya.


"Tadi ada yang telepon,"Ucap Mikaila memberikan ponsel Arya kepadanya .


"Siapa Bunda?" tanya Arya melihat panggilan masuk di ponsel nya.


"Raina ku,"jawab Bundanya.


"Cie...cie.. Raina ku, siapa tuh kak,"goda Gavin.


"Raina teman Natali gadis bercadar itu?" tanya Kelvin.


"Iya, entah mengapa aku merasa dia itu Raina,"Ucap Arya.


"Raina yang selama ini kita cari?"tanya Bram.


"Iya Pah,aku sudah tanya temennya tapi katanya itu saudara kandungnya," ucap Arya mengingat perkataan Natali.


"Jadi kakak berteman Natali ingin menanyakan itu?"tanya Gavin,


"Iya, hatiku mengatakan dia adalah Raina,tapi entahlah."lirik Arya.


"Kenapa kamu nggak mengajaknya ke rumah!"ucap Mikaila,

__ADS_1


"Nanti akan ku ajak," jawab Arya.


"Terus kenapa ia mencari Juna?"tanya Bunda Mikaila.


"Ya ampun, aku lupa,Aku ada janji,"ucap Arya yang baru mengingat janjinya kepada Raina.


Arya memberikan raketnya kepada Dika.


"Kak Dika gantian ya, aku ada urusan Penting, Bunda, Pah aku keluar dulu ya," pamit Arya. Belum juga mendapat jawaban dari kedua orang tuanya Arya langsung berlari meninggalkan mereka, ia sudah terlambat,Satu jam lagi waktunya.1 jam waktu yang singkat untuk seorang Arya bersiap-siap dia bahkan belum mandi.


Arya langsung menaiki mobil sport yang dan melajukan mobilnya menuju ke kos-kosan Raina,karena terburu-buru ia lupa memakai masker dan jaketnya seperti biasa.


Arya melihat dari jauh Raina dan kedua temannya sedang berdiri di tepi jalan sepertinya mereka menunggu angkot,Arya menghentikan mobilnya,


"Maaf ya aku terlambat," ucap Arya.


Raina dan kedua temannya melongo melihat ketua tim basket yang sangat digemari di sekolahnya menyapa mereka ketiganya.


Meraka saling pandang dan tak menjawab sapaan Arya.


"Mampus aku lupa Raina kan belum tahu siapa aku,"batin Arya yang baru menyadari penampilannya.


"Hay kak Arya,"sapa Fani.


"Hay semua,"balas Arya,ia bingung sendiri harus bagaiman.


Arya menghampiri Raina,


"Maaf ya, sebenarnya aku Juna, kemarin kita sudah janjian ke panti kan,"ucap Arya tak ingin Raina salah paham padanya,Arya menggaruk kepalanya,salah tingkah saat Raina hanya diam saja.


"Kita berangkat sekarang?"tanya Arya.


Walau sedikit ragu,ketiganya naik ke mobil sport Arya .


"Kita mau ke mana,?" tanya Arya mencairkan suasana yang terasa sangat kaku.


"Kita ke toko dulu ya kak, untuk mengambil barang yang akan kita sumbangkan,"ucap Raina.


Mereka ke panti asuhan dan memberikan bantuan kepada mereka berupa sembako dan peralatan sekolah anak-anak bagi anak-anak ,semua itu mereka kumpulan dari teman sekolahnya dan juga sumbangan dari Arya.


Fani dan Dinda pamit, mereka mengatakan ada urusan lain, mereka mengerti jika Arya dan Raina perlu waktu berdua.


Arya dan Raina masuk ke mobil,


"Kak, kenapa kakak mengatakan kalau nama kakak Arjuna?"tanya Raina melihat ke arah Arya.


"Maaf ya, aku tidak bermaksud membohongi kamu, aku hanya takut kau tidak mau berteman denganku jika tau siapa aku,"sesal Arya.


"Ya udah,ga apa-apa ko kak,"jawab Raina,sebenarnya Raina sangat senang saat tau teman chatting nya tiap malam adalah Arya.


"Kita mau kemana?" tanya Arya.


Raina menggeleng.


"Kita ke panti lain mau?"tanya Arya.


"Iya , boleh kak,"jawab Raina senang.


Arya ingin membawa Raina ke panti asuhan nya dulu,tempat pertama kalinya mereka bertemu.


Namun saat di perjalanan Raina mendapatkan telfon dari Natali,


"Kak, kita kesana lain kali saja ya,"ucap Raina.


"Kanapa?"tanya Arya.


"Aku ada urusan sama Natali kak,"ucap Raina.


"Aku turun di sini saja ya kak!"ucap Raina.

__ADS_1


Arya tak menghiraukan perkataan Raina,ia memutar balik mobilnya menuju kompleks kos-kosan Raina.


Saat Raina akan turun, Arya menahan tangan Raina.


"Raina,"panggil Arya dan langsung melepas tangannya.


"Iya Kak,"jawab Raina.


"Apa aku masih boleh ketemu kamu dan kirim chat kepada kamu,"tanya Arya,ia takut jika Raina akan menghindarinya jika tau siapa dirinya sebenarnya.


"Iya Kak boleh,"jawab Raina.


"Maaf ya,aku sudah membohongimu "sesal arya.


"Iya ka,ga apa-apa.Aku pulang dulu ya Kak terima kasih sudah mengantarkan ku."ucap Raina dan turun dari mobil.


Raina turun dari mobil dan berjalan kaki ke kost kosan nya.


Arya membuka kaca mobilnya dan melihat Raina yang terus menjauh.


Arya kembali ke rumah dan dihadang oleh Arsy, saat Arya menghentikan mobilnya Arsy langsung naik ke mobil,


"Kak anterin ke rumah temanku ya,"pinta Arsy dengan gaya imutnya .


"Baik tuan Putri," ucap Arya kembali melajukan mobilnya ke rumah teman Arsy.


Arsy merasa ada sesuatu yang mengganjal di tempat duduknya,ia melihat sebuah kalung dan memakainya,sangat cocok di lehernya.


Karena kalungnya sudah kecil Raina memakainya di tangannya,dililit dan dijadikannya sebuah gelang.


"Kakak cantik nggak ,"tanya Arsy memperlihatkan kalung berliontin huruf A dan R tersebut.


"Cantik,"ucap Arya hanya melihat sepintas.


Arya berpikir jika arsy baru mendapat hadiah dari Bundanya.


Arsy turun dari mobil.


"Kak tunggu sebentar ya, aku cuman sebentar mau ngambil PR .


Arsy berlari masuk ke rumah temannya.


Sambil menunggu Arsy,Arya mendengarkan musik,tak lama kemudian Arsy keluar dan mereka pun kembali ke rumah.


Malam hari Arsy tidur dengan bundanya, ini kalung siapa," tanya Mikaila melihat kalung yang ada di leher putrinya.


"Engga tay Bunda, aku Nemu di mobil Kak Arya," jawab Arsy.


Bram ikut melihat kalung yang dipakai putrinya itu.


"Dimana ya Aku pernah melihatnya,"gumam Bram memperhatikan liontin itu,


"Bukankah ini kalung Raina"gumam Bram.


"Maksudnya kalau Raina bagaimana mas?"tanya Mikaila.


"Sebelum hari perpisahan mereka,mas membelikan kalung seperti ini buat Raina."ucap Bram.


"Berarti Raina itu mungkin saja memang Raina kita,"ucap Mikaila.


"Semoga saja seperti itu,"ucap Bram.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–πŸ˜‚πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih sudah membaca karya pertamaku πŸ€—terus dukung ya dengan memberi like dan komen kalian sebanyak-banyaknya dan jangan lupa favoritkanπŸ’–πŸ’–


Mohon dukungannya ya, agar novel ini lebih baik lagi.πŸ’—


Sambil menunggu update selanjutnya silahkan mampir ke karya terbaru ku "My Papa My Boss"

__ADS_1


ditunggu ya😍😍


Salam dariku Author m anha❀️ love you allπŸ’–


__ADS_2