Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] A R


__ADS_3

Raina menghabiskan waktu berjalan-jalan dengan Arya di mall, saat akan pulang Raina melihat boneka beruang yang sama dengan bonekanya yang hilang dulu.


"Kak beliin boneka itu ya, boneka aku yang dulu hilang, beliin lagi ya ," tunjuk Raina pada boneka yang berada di toko mainan.


Arya melihat apa yang ditunjuk Raina.


"Enggak usah, boneka kamu ada di rumahku," ucap Arya.


"Maksud kakak ?" tanya Raina.


"Iya, boneka yang dulu aku berikan pada mu nggak tahu kenapa Papa bisa menemukannya," jawab Arya.


"Maksudnya boneka yang kakak berikan dulu kepadaku?!" tanya Raina memastikan.


"Iya boneka itu," jawab Arya meyakinkan Raina.


"Masa sih Kak ? kata Natali bonekanya tertinggal di taksi," ucap Raina lagi.


Ceritanya panjang, yang jelasnya boneka kamu itu ada di rumahku. Sekarang kita ke rumah, tadi bunda nelpon nyuruh kamu ikut makan malam dengan kami ," ucap Arya.


Arya melajukan mobilnya kembali ke rumah.


"Kakak cantik," sapa Arsy berlari memeluk Raina yang baru datang.


"Hay cantik, Kamu tambah cantik aja sih," ucap Raina mencubit pipi Arsy.


"Iya dong Kak, Arsy kan yang paling cantik ,"ucap Arsy dengan imutnya.


Arya langsung menggendong adiknya itu menghujaninya dengan ciuman.


"Kakak jangan...Arsy sudah besar," ucap Arsy terus memberontak namun Arya tetap gendong adiknya itu.


Walau Arsy sudah besar, tapi dia masih diperlakukan layaknya anak kecil oleh 4 pria yang tinggal di rumah itu.


Arya membawa Raina ke kamarnya, memperlihatkan semua barang-barang Raina yang dulu pernah ia berikan.


Raina tak percaya semua barang-barang yang hilang ada pada Arya, mulai dari kotak musik, boneka beruang, tas kecil kesayangannya semua ada di sana.


"Kok semua ini bisa di sini sih kak?!" tanya Raina melihat satu-persatu barang-barang tersebut bahkan kotak musiknya masih berfungsi dengan baik.


"Iya barang-barang kamu semua kembali padaku termasuk kamu," goda Arya.


"Apaan sih Kak," ucap Raina yang sudah merona di balik cadarnya.


Mereka makan malam bersama, Raina sangat senang bisa berkumpul bersama mereka,


"Oh ya Raina, itu kalung kamu kan ?!" tunjuk Gavin pada leher Arsy.


Raina melihat apa yang ditunjuk oleh Gavin,


Arsy refleks menutup kalungnya.


"Bukan, ini bukan punya kakak cantik, ini punya aku," ucap Arsy.

__ADS_1


"Iya itu punya Arsy, itu untuk Arsy aja," ucap Raina.


"Iya, A R untuk Arsy," menyebut huruf yang ada di liontin tersebut.


Semua tertawa mendengarnya, sebenarnya A R adalah Arya dan Raina.


Setelah makan malam semua berkumpul di ruang tengah sedangkan Raina dan Mikaila membantu bi Yanti membersihkan meja makan.


"Raina Malam ini kamu nginep di sini saja ya ," ucap Mikaila.


"Iya Bunda, Raina telepon Natali dulu, takutnya dia menunggu Raina pulang," jawab Raina kemudian menelpon Natali.


Raina sedikit menjauh dari yang lain dan menelepon Natali,


"Halo Natali, malam ini aku nginap di rumah Kak Arya ya , kamu nggak apa-apa kan sendirian di kosan ?" tanya Raina.


"Iya, nggak apa-apa kok !" jawab Natali.


"Ya Udah, aku matiin ya ," ucap Raina.


"Hmmm," jawab Natali kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Natali memandang ponselnya, entah mengapa malam ini ia sangat merindukan kakaknya.


Malam Ini Raina tidur bersama Mikaila dan Arsy, sebelum tidur mereka saling bercanda dan memakai masker.


Walau usia Mikaila tak mudah lagi, ia tak kalah dengan Raina. Wajahnya masih sangat cantik.


Pagi hari mereka semua akan ke rumah besar, semua sudah berkumpul di sana menunggu mereka.


Raina menelpon Natali, mengajaknya untuk ikut bersama namun Natali menolak dengan alasan sedang tidak enak badan.


"Kamu yakin kamu nggak apa-apa aku tinggal sendiri?" tanya Raina.


"Iya, nggak apa-apa kok, aku sudah minum obat sebentar lagi juga baikan," ucap Natali.


"Aku pergi dulu ya, mungkin malam ini aku akan menginap di sana," jelas Raina.


"Iya, aku baik-baik saja kok,"ucap Natali tak ingin Raina merasa cemas dan mematikan panggilannya.


Natali kembali merasa sendiri, ia bisa mendengar suara bahagia dari Raina.


"Kakak, Kakak sebenarnya di mana. Aku sangat merindukanmu, mengapa kakak tidak datang mencari ku, apakah kakak tidak merindukan ku seperti aku merindukan kakak," lirih Natali yang sangat merindukan kakaknya itu.


Semenjak kejadian penculikan Raina, Natali banyak berubah. Ia tak seceria dulu, ia lebih sering menyendiri.


"Dari pada aku di rumah sendiri, mending aku mencari hiburan diluar." batin Natali ngambil motor dan berkeliling keliling sekitaran kompleks.


Ia berhenti di sebuah taman dan duduk di sana, ia bingung apa yang harus dilakukan ia benar-benar merasa kesepian saat ini.


Kelvin yang mendengar dari Raina jika Natali sedang sakit merasa khawatir, Ia pun pergi memastikannya ke kos-kosan Natali. Namun saat sampai di sana Kelvin melihat Natali keluar mengendarai motornya dan Kelvin pun mengikuti Natali hingga ke taman.


Natali kembali memasang earphone di telinganya, mendengarkan musik dan ikut bersenandung. Hanya itu yang bisa ia lakukan agar rasa kesepian nya sedikit berkurang.

__ADS_1


Natali memejamkan matanya ikut bernyanyi mengikuti irama yang ia dengarkan, tanpa ia sadari Kelvin sudah duduk disampingnya.


Begitu Natali membuka mata Ia sangat terkejut melihat sosok Kelvin di dekatnya.


"Kelvin kamu itu bikin kaget saja," pekik Natali memegang dadanya.


"Ngapain Kamu sendiri disini ?!" tanya Kelvin.


"Bukan urusan kamu, kamu sendiri ngapain disini ?! bukannya kamu pergi dengan Raina?" tanya Natali.


"Aku hanya kebetulan lewat dan melihat mu, aku hanya ingin menemanimu di sini, sebaiknya di tempat seperti ini jangan pernah menutup mata mu. Bagaimana jika ada orang yang jahat yang melecehkan mu ," tegas Kelvin.


Natali melihat sekelilingnya, memang sangat banyak terlihat preman di sana.


"Kita ke tempat lain saja," ajak Kelvin.


"Kemana?!"


"Sudah ikut saja."


Natali mengikuti motor Kelvin dari belakang, Ia juga membawa motornya sendiri.


Mereka pergi ke sebuah danau, Natali merasa senang, danau itu sangat cantik dan tak terlalu banyak pengunjung.


Natali dan Kelvin menghabiskan hari di sana.


Kelvin mengantar Natali pulang dan ia melajukan motornya ke kediaman Kakek nya, semua keluarga besarnya sudah berkumpul di sana...


"Kelvin Kamu dari mana?" tanya Mikaila yang baru melihat Putra keduanya itu .


Kelvin memeluk Bundanya dari belakang , Mikaila sedang menyiapkan makan malam untuk.


"Kamu kenapa ?! lagi seneng ya ?! ayo ngaku sama Bunda !" tanya Mikaila yang tau benar sifat anak-anaknya.


"Enggak apa-apa kok Bunda," ucap Kelvin mencium pipi bundanya.


"Jangan peluk dan cium bundamu lagi, kamu sudah besar," ucap Bram melepas pelukan putranya itu kemudian menarik Mikaila duduk di pangkuannya dan mencium bibir istrinya itu.


"Papa apa-apaan sih," protes Kelvin.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Hay hay Terima kasih sudah membaca,,,


semoga bab kali ini juga menghibur kalian ya☺️☺️


Setelah membaca jangan lupa klik like ya πŸ™πŸ™πŸ’–πŸ™πŸ™


beri komentar tentang isi cerita di atas.πŸ™πŸ™


Mampir juga ke karya "My Papa My Boss,"


Salam dariku.... Author m anha.

__ADS_1


__ADS_2