
Sonia yang selama ini mengawasi keluarga Bram tersenyum melihat berkas-berkas di tangannya.
"ini akan menjadi sumber uangku,"gumam Sonia tertawa membayangkan uang yang akan ia dapatkan.
Sonia secara diam-diam menemui orang kepercayaan Niken dan memberikan sebuah amplop.
Di penjara,
Niken tersenyum saat melihat isi amplop tersebut,
"ternyata dia bisa lolos dari Bram dan Yoga.Aku bisa menggunakannya lagi,"batin Niken.
Orang suruhan Niken menemui Sonia,ia memberikan uang yang lebih banyak dari sebelumnya dan memberikan sebuah amplop kecil kepada Sonia.
"Bu Niken akan memberikan tiga kali lipat jika kamu berhasil."ucap orang tersebut.
Sonia membuka amplop tersebut dan melihat foto Arya yang di beri tulisan x besar.
"ini akan sangat sulit,"ucap Sonia mengerti apa yang Niken ingin kan.
"kamu tinggal beritahu aku apa yang kamu butuhkan.kami akan membantu semua rancana mu."ucap orang itu lagi.
"baik,"ucap Sonia berdiri dan meninggalkan orang tersebut...
Sonia merasa ada yang mengikuti nya,ia segera berlari meloloskan diri..
Alex yang sedari tadi mengawasi Sonia mengejarnya saat Sonia melarikan diri.
Saat sedang mengejar Sonia Alex melihat ada anak yang menyebar jalan tanpa pengawasan orang dewasa dan ada sebuah truk yang melaju ke arahnya.
Alex segera berlari menyelamatkan anak tersebut,dan saat mencari Sonia,wanita tersebut sudah tak terlihat lagi.
"sial,kemana wanita itu,"geram Alex.
Alex menghubungi anak buahnya dan memperketat pencarian di area dimana ia berada Sekang.
Alex adalah orang kepercayaan Bram setelah Yoga.ia berhutang nyawa pada Bram,Alex akan melakukan apa saja yang Bram perintahkan.
Di kantor,
Yoga mendapat telepon,
"halo Lex,ada apa,?"tanya Yoga.
"maaf pak, seperti Sonia masih hidup dan baru saja ia menemui orang Niken."jawab Alex.
"perketat penjagaan kalian dan terus cari dia,"perintah Yoga.
"baik pak,"jawab Alex dan kembali mencari Sonia.
"apa rencana mereka selanjutnya, Sepertinya aku terlalu meremehkan Niken dan sonia"gumam Yoga.
"Sonia bahkan bisa lolos dari jurang kematian nya,"batin Yoga.
__ADS_1
Bram menemui Talia,ia memberikan peringatan kepada Talia agar tak ikut campur urusan rumah tangganya.
"ini adalah peringatan pertama dan terakhir kepada mu,aku masih menghargai persahabatan mu dengan almarhum Inanti jadi untuk kali ini aku akan memaafkan mu,tapi tidak untuk lain kali."ucap Bram menatap tajam pada Tania.
"maaf, aku tak akan mengulanginya lagi,"ucap Talia,ia menunduk dan meremas jari-jarinya,rasa takut yang menderanya membuat seluruh tubuhnya bergetar.
Bram tenyata adalah pemilihan dari rumah sakit tempat ia bekerja,sehingga dengan mudah Bram memerintahkan agar Talia di pindahkan di rumah sakit yang jauh lebih kecil.
Di rumah Bram.
Mikaila lebih banyak diam dan menghabiskan waktunya di kamar,bahkan ia meminta mba Lala mengantar kan makanan ke kamarnya,
anak-anak juga terkadang ikut makan bersama bundanya di kamar.
Seperti malam ini,Bram duduk sendiri di maja makan yang besar dan di penuhi makanan yang enak.Bram merasa sangat kehilangan sosok Mikaila yang selalu membuat hari nya menjadi bahagia,melihat kursi-kursi yang biasanya terisi oleh anak dan istrinya kini kosong, keributan yang biasa terdengar dari keluarga kecilnya Kini hanya bunyi sendok nya saja yang terdengar.
Mikaila yang biasanya mengambilkan makanan untuk nya dan anak-anaknya,membuat suasana makan malam terasa menyenangkan.
Bram memasukkan makanan ke mulutnya,dengan susah ia menelan sesendok nasinya.
Bram kehilangan selera makan dan memiliki kembali ke ruang kerjanya.
Bi Yanti merasa kasihan kepada majikannya itu,Ia seperti kembali melihat sosok Bram saat di tinggal oleh Inanti Istri pertama nya.
Mikaila menidurkan Anak-anaknya, ingatannya tertuju pada kedua orang tuanya,
"aku butuh waktu untuk menata hatiku kembali,aku butuh waktu untuk bersamamu lagi mas."lirih Mikaila memandang anak-anaknya yang sedang tertidur pulas.
"sayang,kamu belum tidur,"tanya Bram saat melihat Mikaila menghampirinya.
"mas apa aku mengganggu."ucap Mikaila ragu.ini pertama kalinya ia mengajak Bram berbicara duluan.
Biasanya Mikaila hanya menjawab apa yang Bram tanyakan.
"tentu saja tidak sayang,"ucap Bram langsung mengakhiri pekerjaan nya dan menghampiri Mikaila.
Bram membawa Mikaila ke Sofa,ia memegang dan mencium punggung tangan Mikaila.
Bram sangat senang Mikaila mau berbicara lagi padanya.
"mas aku ingin pulang ke kampung,aku kangen ayah dan ibu,"ucap Mikaila tertunduk.
Ekspresi wajah Bram yang tadinya tersenyum langsung menegang,
"apa Mikaila akan benar-benar meninggalkanku"batin Bram.
"pulang kampung sayang,?"tanya Bram mengulangi permintaan Mikaila.
"iya mas,aku kangen ibu,"ucap Mikaila pelan.
Bram menarik nafas dalam,ia seakan kesulitan untuk bernafas mendengar permintaan dari istri nya.
Bram tak mungkin menolak permintaan Mikaila yang justru akan menambah jarak di antara mereka.
__ADS_1
"baiklah,beri mas waktu mengurus urusan kantor dulu ya,mas akan mengantarmu ke kampung,"ucap Bram membawa Mikaila ke pelukannya.
Bram merasa senang saat Mikaila membalas pelukannya,dan tak menolak saat Bram memberi tanda merah di leher jenjangnya.
Bram sungguh sangat merindukan tubuh istrinya,sudah lama ia tak menyentuh istrinya itu,ia tak ingin memaksakan lagi kehendaknya dan membuat Mikaila menangis.
"apa boleh,?"tanya Bram menatap mata Mikaila.
Mikaila hanya mengangguk mengiyakan.
ia sadar jika suaminya sangat merindukan dirinya dan sudah kewajibannya melayani Bram.
Malam ini Bram kembali tertidur pulas sambil memeluk tubuh polos Mikaila.
Mikaila memandang intens wajah Bram,
"apa aku bisa maafkan kesalahanmu mas,apa aku bisa mencintai dan menyayangimu seperti dulu lagi setelah kamu membuat luka yang begitu dalam di hatiku."
Mikaila terus menatap wajah tampan Bram hingga ia juga ikut tertidur.
Di kantor.
Saat di kantor Yoga mendapat telfon jika ia menemukan tempat tinggal Sonia.
Yoga langsung ke ruangan Bram.
"seperti Alex berhasil menemukan Sonia,"ucap Yoga kepada Bram yang sedang membahas pekerjaan bersama David..
"kembali ke ruanganmu dan selesai ini dengan cepat,"ucap Bram memberi berkas yang sudah ia tandatangani kepada David.
David kembali ke ruangannya,ia tak mengerti apa yang mereka bahas.
Bram dan Yoga langsung menemui Alex yang sudah ada di sekitar rumah tempat Sonia selama ini bersembunyi.
Mereka langsung membuka paksa pintu rumah itu,
Sonia sudah tak ada di sana, sepertinya ia sudah tau kalau Bram sudah menemukan tempat persembunyian.Barang -barang Sonia masih lengkap di rumah itu.
Bram melihat beberapa foto keluarga nya di atas meja,dan Bram mengepal tangannya saat melihat foto Arya yang di beri tanda X.
Bram mengambil foto Arya.
"seperti penjara saja belum cukup untuk Niken."ucap Bram,matanya merah menahan emosinya.
Yoga menatap Alex memberi perintah.
Alex langsung keluar,ia mengerti apa arti tatapan mata Yoga.
Alex menelfon seseorang dan kembali masuk ke dalam dan mengangguk pada Yoga.
Terimakasih sudah membaca 💗🙏
Jangan lupa like vote dan komennya 🙏🙏😘
__ADS_1