
Pagi hari,,
Keluarga Mikaila kembali ke kampung halamannya kini hanya mereka berdua.
"mas ga kekantor,?"
"aku ngantor nya besok aja sayang"
"kita berenang yuk mas,"
"boleh,"
Mereka berenang bersama ,lebih tepatnya Bram mengajari Mikaila berenang.
Mikaila masuk ke kolam dengan perlahan-lahan di bantu oleh Bram.
Ia langsung mengeratkan pelukannya saat merasa kakinya tak menyentuh lantai dasar kolam.
"mas airnya di kurangin aja ya! ini dalam banget"
"katanya mau belajar berenang, kalau airnya dikit mana bisa berenang sayang"gemes.
"mas,jangan di lepas"mempererat pelukannya.
Bram tertawa cukup keres melihat wajah panik istrinya.
"sayang emang ada gaya renang kaya gini?"
mencium bahu istrinya.
"tapi pegangin ya,nanti aku tenggelam lagi,"
"iya sayang,mas pasti jagain kamu selamanya.Bahkan nyawa mas akan mas pertaruhkan untuk jagain kamu,"
"apaan sih mas"memukul pelan dada bidang suaminya.
"mas serius sayang,"mengecup bibir mungil Istrinya.
Mikaila mulai berani melepas pelukannya, Bram dengan setia mengajarkannya berenang.Meraka tertawa gembira sungguh pemandangan yang sangat membahagiakan.
Bu Yanti dan yang lainnya merasa senang majikan yang selalu terlihat sedih semenjak duka yang di alaminya kini kembali merasakan kebahagiaan.
Bram mengajak Mikaila berjalan-jalan,mereka menghabiskan waktu dengan berbelanja.Bram membelikan apa saja yang Kaila inginkan.
Mikaila membeli beberapa barang yang selama ini di ingin kan nya namun di tahan karena kendala keuangannya.
Baju,tas,sepatu dan ponsel keluaran baru pun menjadi incarannya.
"mas ini ga kebanyakan?"tanyanya melihat barang yang sudah di belinya.
"beli aja lagi apa yang kamu mau,mas masih sanggup bayarnya."
"capek mas,besok aja lagi,kita nonton aja yuk".
Bram hanya mengikuti apa yang di inginkan sang pujaan hati.
Mereka kembali ke rumah saat sore hari.
Mikaila sibuk menyimpan belanjaannya, Bram keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya,Kaila mengalihkan pandanganya dari pemandangan yang membuat jantung berdebar.
Bram menghampiri istri nya, memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"apa kamu senang?"
"aku senang banget mas,makasih nya untuk hari ini.Besok jalan-jalan lagi yuk,!"ajaknya.
"besok kayaknya ga bisa deh sayang,aku ada rapat dan aku harus datang,ga apa-apa kan!?"menyandarkan dagunya di bahu Kaila.
"iya mas,"berbalik dan memeluk suaminya.
Mikaila bisa mencium aroma sabun di dada bidang suaminya yang masih sedikit basah.
"Mas aku mandi dulu ya,?badan aku lengket semua,"melepas pelukannya.
"iya,mas juga ada sedikit pekerjaan".
Mikaila masuk ke kamar mandi dan Bram memakai baju dan pergi keruang kerja yang masih terhubung dengan kamar tidur nya.
Mereka makan malam berdua sambil mengobrol, suasana hangat di meja makan bisa di rasakan oleh bram kembali.
Mikaila dengan telaten mengambilkan makan yang di inginkan Bram.
Di kamar.
Bram mengelus-elus rambut Mikaila yang bersandar di dada nya sambil memainkan ponsel yang baru di belinya..
"sayang kalau kamu mau keluar kamu tinggal minta tolang ke pak slamat untuk mengantarkan kamu,ajak Siti aja buat temenin kamu."
Bram meraih dompet nya dan mengeluarkan sebuah kartu dan memberikannya ke pada Mikaila.
"kamu pakai ini,"menyerahkan sebuah kartu.
Mikaila mengambilnya dan tersenyum senang,ia tau kartu apa yang di berikan Bram,namun senyumnya menghilang saat tanpa sengaja ia melihat foto Inanti yang masi ada di dompet Bram di tempat yang sama waktu pertama kali ia melihatnya.
"kamu bisa beli apa aja dengan kartu itu".ucap Bram ia berpikir perubahan wajah Mikaila berhubungan dengan kartu yang ia berikan.
"iya mas makasih,"jawabnya sambil menyimpan kartu tersebut di atas meja yang ada di samping tempat tidur.
"mas aku capek,aku tidur duluan ya,!"
Mikaila mematikan lampu dan menarik selimutnya,ada tetesan air mata yang keluar dari mata indahnya.
Mikaila sibuk di dapur bersama Bu Yanti dan yang lainnya.
"Bu mas Bram suka sarapan apa?"
"tuan bisanya hanya makan roti dan minum kopi nyonya.Kalau di buatkan nasi goreng atau yang lainya kadang ga di makan."
"panggil aku Mikaila aja bi,ga usah panggil nyonya,"
"ga enak kalau panggil nama ,kalau bibi panggil nona aja gimana?"
"iya deh bi itu lebih enak di dengar."
*non mau sarapan apa?,nanti bibi buatin!"
"aku ga pilih-pilih makanan ko bi,masak apa aja,"
"kalau gitu bibi buat nasi goreng siput aja ya,mas Bram kalau di buatin nasi goreng kadang di makan,"
"iya bi aku juga suka nasi goreng,"
Mereka membuat nasi goreng bersama-sama.
__ADS_1
"bi aku panggil mas Bram dulu ya,"
"iya non"
Di kamar.
"mas bangun sudah pagi"mengelus-elus lengan Bram yang masi tertidur.
Semalam ia tak bisa tidur,ia merasa ada yang aneh dengan tingkah istrinya itu.
Bram membuka matanya melihat senyum di wajah cantik istri nya,sungguh pemandangan yang sangat indah.
Bram menarik tangan Mikaila dan menindihnya,cup satu kecupan mendarat di bibirnya.
"morning kiss".kata Bram yang justru menenggelamkan wajahnya di dada istrinya mencari kenyamanan.
"mas mandi ih sana,kita sarapan dulu,"
tanpa menjawab Bram menggendong Mikaila ke kamar mandi,
"mas aku udah mandi,"
"mandi lagi sayang,temani aku,"
tak ada jawaban lagi,Mikaila mengerti apa keinginan suaminya itu.
Mereka makan bersama, seperti biasa Mikaila mengambilkan makanan untuk Bram,
"mas,mau sarapan apa?"
"roti aja sayang,"
Mikaila mengambilkan yang di inginkan suaminya,ia berusaha menjadi istri yang mampu melayani kebutuhan lahir dan batin suaminya.
Bram sudah kembali di sibukkan dengan urusan kantor, Mikaila sudah terbiasa dengan statusnya sebagai seorang istri dari Abraham Wijaya.
Menyiapkan sarapan,mengantar sampai ke pintu,menyambutnya saat pulang dari kantor dan melayani suami saat malam.
Mikaila belajar dari internet mengenai cara-cara menyenangkan suami.Apa saja yang di lakukan para istri-istri seorang pengusaha,dan bagai mana cara bersikap sebagai istri seorang pengusaha.
banyak yang ia dapatkan dari sana,ia membaca salah satu artikel tentang kegiatan kegiatan istri pengusaha yang ada di kotanya.Dimana di sana tertulis banyak dari mereka selalu berkumpul bersama membuat grup-grup sosialita,mengadakan arisan milyaran,saling pamer tas-tas branded dan masih banyak lagi yang mereka lakukan yang tak menarik minat nya untuk ikut bergabung.
Hingga ia mengklik artikel tentang grup sosialita yang dermawan,kegiatan mereka sangat bermanfaat seperti menyantuni anak yatim-piatu,membangun mesjid-mesjid dan mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.
"ini baru kegiatan yang patut di contoh". gumamnya.
Ia pun mencari informasi tentang panti asuhan yang ada di sekitaran tempat tinggalnya.
"ini ga jauh dari sini,aku izin ke mas Bram dulu"Mikaila ingin mengunjungi panti asuhan yang ada di sekitar tempat tinggal nya.
Selain memberi kartu tanpa batas untuk membeli keperluan pribadi dan keperluan rumah,Bram juga memberi Mikaila uang bulanan yang jumlahnya berkali-kali lipat dari jumlah gajinya saat bekerja di butik.
Mikaila menghabiskan waktu di rumah dengan mengurus taman bunganya,belajar membuat berbagai macam jenis kue,dan banyak belajar agar menjadi istri yang baik buat suaminya,Mikaila bahkan membeli beberapa lingerie agar menyenangkan hati suaminya,tentu saja itu hal yang paling di sukai Bram.Ia jarang keluar rumah saat Bram ke kantor.
Saat akhir pekan pun ia dan Bram menghabiskan waktu di rumah.
Rumah yang nyaman.
Rumahku istanaku.
bersambung..
__ADS_1