
Bram menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda karena pernikahannya sebelum berbulan madu.
ia menyiapkan semuanya dengan sangat baik,menyusun rencana apa saja yang akan Meraka lakukan dan tempat mana saja yang akan mereka kunjungi,ia ingin memulai pernikahannya dengan kenangan-kenangan indah.
Mikaila sibuk menyiapkan apa saja yang akan di bawah,ini pertama kalinya ia keluar negri.
ia bingung sendiri melihat betapa banyaknya koper-koper yang ada di hadapannya,sebulan adalah waktu yang lama menurutnya.
"mas apa ini ga kebanyakan ya?,"
"kita hanya sebulan di sana,ga usah bawa sebanyak ini sayang,mencubit pipi Kaila gemes.
"1 koper kecil aja untuk kita berdua,bawa yang benar-benar penting menurut kamu.beberapa pasang baju untuk di perjalanan kalau untuk disana kita beli aja,"
"gitu ya mas,*
"hemm."
Mikaila mengeluarkan kembali yang telah masukkan tadi ke dalam koper.mengambil koper kecil dan memasukkan apa yang di katakan Bram tadi.
Tujuan pertama mereka adalah Paris, Mikaila mencubit pipinya sendiri.
"aww,mas ini bukan mimpi kan?"
Bram hanya melirik dan tersenyum.
Meraka menghabiskan waktu berdua, berjalan-jalan,wisata kuliner,dan mengunjungi tempat-tempat yang menjadi tujuan para wisatawan yang berlibur di sana.Bram benar-benar memanjakan kaila,apa yang istrinya inginkan ia akan berusaha melakukannya.
Mereka mengunjungi beberapa Negeri sesuai yang telah Bram susun,saat pagi hingga sore adalah waktu Mikaila,sedangkan malam hari waktunya Bram yang menguasai istrinya.
"mas besok kita beli oleh-oleh yuk,,"ajaknya tangannya bermain-main di dada bidang Bram.
"ia boleh"
"mas?!"
"hemm"
"kapan kita pindah ke rumah kita?"
"saat pulang kita akan langsung ke sana,kata Yoga semuanya sudah siap tinggal langsung masuk aja,"
"kita undang ayah dan ibu ya,kakakku juga,"
"pasti sayang,"memainkan rambut Kaila.
"mas kapan kita ga tinggal di rumah mas yang lama aja??"kata bela rumahnya juga bagus,mendongak menatap mata Bram.
__ADS_1
"ga usah di bahas ya sayang,"mengecup bibir nya sekilas.
Kaila hanya mengangguk dan mencari posisi nyaman di dada Bram ,ia sangat lelah seharian berjalan-jalan dan semalaman melayani suaminya.
Bram membawa Mikaila ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di kota tersebut.
"kita cari oleh-oleh di sini aja,pilih yang kamu suka jangan lihat harganya,"
"siap mas,"bergaya hormat.
Mikaila langsung menarik tangan Bram mencari apa yang akan di jadikannya oleh-oleh.ia sangat bersemangat berbelanja adalah hal yang paling ia sukai.namun saat melihat harga yang tercantum
"mas ini ga kemahalan ya mas,"
"ambil aja sayang,uang aku masih cukup kok kalau hanya belanja oleh-oleh,"bisik nya.
Kaila merangkul tangan Bram kembali memilih oleh-oleh untuk keluarganya dan keluarga suaminya.Tak lupa ia juga membeli beberapa untuk sahabat nya Humaira.
Acara berbelanja selesai,Bram membawa Mikaila ke salah satu restoran,Meraka memesan makana.mata Mikaila tak sengaja menangkap sosok Randy.
"mas itu kaya mas Randy,"
Bram melihat ke arah yang Mikaila lihat,ya itu adalah pria yang telah menyatakan cinta kepada istrinya.Tanpa kata Bram langsung menarik Mikaila keluar restoran itu.Randy sempat melihat mereka,Mikaila hanya tersenyum saat melihat Randy yang juga melihatnya.
"mas kenapa kita keluar???"
"kita makan di hotel aja,"jawabnya singkat
Saat di hotel Bram hanya terdiam,
"mas lagi mikirin apa?"tanya Kaila pelan.
"mas lagi banyak kerjaan,kamu istirahat aja,"
Bram meninggalkan Mikaila di kamar hotel sendirian,ia memilih menenangkan hatinya di luar hotel.
"mas Bram kenapa ya,ga biasanya ia seperti itu,"ada rasa sedih di hatinya.
Mikaila memilih mengistirahatkan dirinya,mencoba menutup matanya namun ia tak kunjung tertidur memikirkan sikap Bram dan rasa lapar yang menderanya,ia tak sempat memakan makanannya saat di restoran tadi karena Bram langsung menarik Nya.ia memegangi perutnya saat terdengar bunyi, tanda cacing di perutnya meminta makanan.Mikaila memeriksa apa yang ada dikamar itu namun tak ada yang bisa di makannya..ia melihat jam,sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
"mas Bram kemana si,aku lapar,"gumamnya,bibirnya sudah bergetar menahan tangisnya.
"ponselnya berdering,kenapa ga di angkat,"gumamnya ,mencoba menelpon Beam,,
"aduh sakit,"menekan perutnya.
Bram mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang,ia tak tau apa yang terjadi pada dirinya sendiri, istrinya hanya menyebut nama Randy mengapa ia bisa se marah ini.
__ADS_1
Bram menghentikan mobilnya dan melihat beberapa panggilan dari Kaila,menyandarkan kepalanya menutup mata mencoba menenangkan pikirannya sendiri.
"ini ga benar,Kaila ga salah apa apa,"
Mencoba menelfon istrinya namun kali ini Kaila lah yang tak mengangkat ponselnya,mencoba lagi dan lagi namun Kaila tetap tak menjawab Bram memutar balik mobilnya, melajukan nya cukup kencang.
"ada apa dengan ku,kenapa aku meninggalkannya sendiri,ia tak tau apa-apa di kota ini,"ia terus memaki dirinya sendiri memarkir mobilnya dan berlari ke kamar mereka.Saat tiba di kamar ia merasa lega melihat istrinya di atas tempat tidur.Bram menghampiri Kaila bermaksud ingin memperbaiki posisi tidur Kaila, namun Kaila tidak tidur ia menekan perutnya sambil menagis.
"sayang kamu kenapa,"memegang pipi kaila panik
Kaila semakin terisak,ia menepis tangan Bram.
"sayang maafin mas ya,mas ga bermaksud tinggalin kamu,"terus merayu Kaila.
"mas aku lapar,"jawabnya pelan yang masih bisa di denger oleh Bram.
Bram terkejut mendengar ucapan Kaila.karena kebodohannya ia membuat istrinya kelaparan.
"sebentar ya sayang mas cari makan dulu,"ia mengecup kening Kaila dengan sayang dan mengambil dompetnya.
Bram terus memaki dirinya sendiri selama perjalanan mencari makanan,ia benar-benar menyesal karena kecemburuannya.
Di kamar hotel Kaila menenggelamkan wajahnya di bantal mencoba menahan sakit hati yang di rasakan ya.ia teringat kembali saat tak menemukan makan untuk mengganjal perutnya ia memutuskan untuk pergi mencari sendiri makanan di depan hotel tempat ia menginap karena ia melihat dompet Bram ada di atas meja, namun saat membuka dompet itu matanya di suguhkan dengan foto Bram yang memeluk wanita cantik dari belakang menjadikan bahu wanita itu sanggahan dagunya senyum mereka sangat jelas menggambarkan kebahagiaan keduanya,yang Kaila tau itu adalah Inanti.
Hatinya sangat sakit melihat foto itu.
"mas ,apa kamu memang mencintai aku,apa artinya aku bagimu sebenarnya.kalau di hatimu masih ada dia,"air matanya tak mampu di bendung nya lagi rasa lapar yang di rasakan nya saat ini tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.
Hatinya semakin sakit saat mengingat Bram yang mengacuhkan dan meninggalkannya di kamar seorang diri.
Mikaila tak merubah posisinya sampai Bram datang dengan membawa makanan untuk mereka dan menyiapkannya.
"sayang ayo makan dulu,"
Kaila bangun sambil merapikan rambutnya menghapus jejak-jejak tangisannya,matanya yang bengkak karena terlalu lama menangis dan hidung yang memerah.
Bram merasa bersalah melihat kondisi istrinya.
"maafin mas ya sayang,mas cuma ingin memenangkan diri tadi,"
Tak ada respon dari Kaila.
Kaila mengambil roti dan susu memakannya sambil sesekali terisak.Bram terdiam hatinya sakit bagai di tusuk ribuan anak panah.
ia mendekatkan beberapa makanan yang di belinya di restoran namun Kaila tak menggubrisnya terus memakan roti dan menghabiskan susunya.
Beranjak dari duduknya ke tempat tidur merebahkan diri memunggungi bram.
__ADS_1
Bram hanya melihat apa yang Kaila lakukan tak berani menegurnya.
bersambung.