
Seminggu sudah Arya terus menghindari Yoga di kantor,
"Apa Anak itu juga tahu tentang keberadaan Zaky di Apartemen Kelvin," gumam Yoga.
Yoga mendapat kabar dari orang suruhannya, memang benar adanya, jika Zaky tinggal di Apartemen Kelvin.
Hari ini Arya terus mendapat telepon dari Yoga, namun Arya terus mengabaikannya.
"Temui aku di ruanganku hari ini," isi pesan Yoga .
Bukannya datang menemui Yoga Arya justru tak datang kekantor dan memilih mengajak Raina bermain sepatu roda. Sudah lama mereka tak menghabiskan waktu bersama,
Raina belum pernah sekalipun menggunakan sepatu roda, membuat ia sangat kaku.
Raina tak mau berdiri dari tempat duduknya setelah Arya memakaikan sepatu roda.
"Ayo berdiri," ucap Arya,
"Enggak ah, nanti aku jatuh kak,"
"Enggak kok, nanti kakak pegangin,
"Enggak, kakak aja yang main aku sendiri,"
"Aku ngajak kamu ke sini kan agar kita bisa main berdua," ucap Arya mencoba menantu Raina berdiri.
"Enggak, aku takut aku beneran takut Kak," Kekeh Raina tak ingin bermain sepatu roda.
Namun Arya terus mengajaknya.
Raina akhirnya mengalah dan mencoba untuk berdiri dibantu oleh Arya.
Arya dengan sabar mengajari Raina menjaga keseimbangan,
"Kakak tangannya jangan dilepas," pekik Raina saat Arya mencoba melepas pegangan Raina.
"Kalau dipegang terus kapan kamu bisanya,"ucap Arya.
"Jangan dulu, aku belum bisa kak,"
Arya mengajar Raina berdiri sendiri di atas sepatu roda saja membutuhkan waktu berjam-jam sampai Rena bisa berdiri sendiri tanpa bantuan Arya.
Setelah Raina bisa menjaga keseimbangan tubuhnya Arya menarik Raina ke tengah wahana permainan sepatu roda, disana sudah banyak orang yang bermain. Baik anak-anak maupun orang dewasa.
Walau Raina terus menjerit dan mencengkram erat tangan Arya agar tak terjatuh, Arya terus menariknya.
Begitu sampai di tengah Arya sengaja melepas pegangan Raina darinya,
"Ih Kakak jahat banget sih, kalau jatuh gimana," Pekiknya bersusah payah menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Ayo dong dicoba," ucap Arya mengelilingi Raina.
Raina tak bergerak sedikitpun, ia terus memanggil Arya yang sedikit menjauh darinya, layaknya seorang ibu yang mengajari anaknya berjalan.
"Ayo dong," Arya terus menyemangati Raina.
"Enggak mau kak,, udahan ya, kakak jahat Raina ga mau main ini,"
"Udah dicoba dulu sayang,"
"Aku kembali duduk di sana aja kak," tunjuk nya pada tempat duduknya tadi.
__ADS_1
"Kalau kamu nggak mencoba Bagaimana kamu bisa tahu kamu bisa atau tidak!"
"kakak nanti aku jatuh."
"Kalau kamu enggak mau mencoba Kakak tinggal nih," ancam Arya.
"Iya deh aku coba kak,"
Raina pun mencoba melangkahkan kakinya, namun baru mendorong sebelah kakinya saja Raina sudah hilang keseimbangan dan akan terjatuh.
"Aaaaaaahg,"
Arya dengan sigap menangkap tubuh Raina yang hampir terjatuh, Raina memeluk erat tubuh Arya.
Raina yang menyadari kelakuannya dengan cepat melepas pelukan pada Arya.
"Maaf ,"ucap Arya.
Raina kembali memegang lengan Arya,
"Sudah ya Kak, hari sudah mulai panas nih. Kita kembali duduk ya," bujuk Raina.
Mereka pun duduk di bangku sambil meminum minuman dingin.
Mereka melihat masih banyak yang asik berseluncur dengan sepatu rodanya di tengah terik nya panas matahari.
Mereka duduk dan melihat yang lainnya bermain.
"Zaky ada di Apartemen Kelvin!"ucap Arya,
"Apa?" tanya Raina kaget.
aku yang membawanya ke sana," ucap Arya.
"Tapi kenapa Kakak membawanya ke sana?, bukankah Kelvin dan Zaky tidak akur ?!" tanya Raina.
Arya pun menceritakan apa yang terjadi kepada Zaky sebelum bertemu dengan nya.
"Aku bingung sekarang harus berbuat apa, Aku hanya ingin Zaky juga mendapat haknya sebagai anak Papa. Ini bukan kesalahannya ," ucap Arya.
"Apakah kakak sudah minta izin sama papa?"
"Enggak, aku enggak meminta izin sama Papa, Papa juga nggak tahu kalau Zaky ada di Apartemen Kelvin. Aku akan berusaha menyelesaikan masalah ini tanpa membebani Papa," jawab Arya.
"Apa rencana kakak?" tanya Raina,
"Sore ini aku ingin menemui Kakek, kita mulai dari kakek. Aku akan mencoba memberitahu kakek perlahan-lahan tentang kebenaran Zaky. Kamu mau yah nemenin aku?!"
"Iya Kak, nanti Raina temanin."
"Kamu betah tinggal di Apartemen bersama Jessica dan Natali serta om Alex?" tanya Arya.
"Betah kok Kak," jawab Raina,
"Apa sebaiknya kamu tinggal di rumah kami saja, bunda pasti sangat senang kalau kamu tinggal di sana," ucap Arya,
"Raina nggak papa kok Kak, Raina sudah terbiasa tinggal sama Natali dan Kak Jessica, aku takutnya malah ngerepotin kalian,"
"Kamu ngomong apa sih, masa kamu ngerepotin kami. Ada juga aku yang akan ngerepotin kamu," ucap Arya.
"Lagian Kak Jessica sering menginap di Apartemen om Alex akhir-akhir ini."
__ADS_1
"Raina Apa kamu mau menikah dengan kakak?" tanya Arya.
"Ya mau lah kak, tapi nggak sekarang ya," jawab Raina.
"Kenapa?"
"Aku belum siap aja Kak,"
"Belum siap untuk apa?!"
"Kakak, menikah itu bukan hal yang main-main, itu menyangkut kehidupan kita kedepannya. Aku takut aku tidak bisa menjadi istri yang baik buat kakak, aku harus masih banyak belajar lagi," jelas Raina.
"Dengan menurut saja apa kataku kau sudah menjadi istri yang baik, sekarang saja kau sudah menjadi istri yang baik menurutku,"
"Apaan sih kak, enggak usah ngebahas pernikah dulu ya. Raina benar-benar belum siap untuk itu,"ucap Raina.
"Kamu kapan siap nya?" tanya Arya,
"Raina pikir dulu ya kak,"
"Ya sudah, kita ke rumah kakek sekarang. Lagian sudah lama juga kita nggak berkunjung ke sana," ucap Arya.
Mereka pun pergi ke rumah besar rumah.
Rumah di mana kakek dan neneknya tinggal, rumah tempat dibesarkan nya orang tua mereka.
Kediaman Wijaya.
Begitu mereka datang, nenek langsung menyambut Raina dan Arya. Memeluk dengan hangat cucu dan calon cucu menantunya itu.
Walau mereka belum membahas masalah pernikahan Arya dan Raina secara resmi Tapi semua sudah menganggap Raina sebagai bagian dari keluarga mereka dan kelak akan menjadi menantu di keluarga itu.
Semenjak Arya ikut mengurus kantor, ia sangat jarang bertemu dengan cucunya itu. Bahkan jika nenek meminta semua keluarga untuk berkumpul di rumah besar, Arya terkadang tak datang karena bekerja, namun nenek memaklumi kesibukan cucunya itu.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya nenek,
"Baik nenek, nenek sendiri bagaimana,? tanya Raina.
"Ya beginilah, usia nenek sudah semakin tua jadi wajar kalau suka sakit-sakitan,"
"Kakek di mana Nenek?" tanya Arya yang tak melihat sosok kakeknya.
"Seperti biasa kakekmu sibuk mengurusi ikan-ikannya, pergilah menemuinya di belakang, ia pasti sangat senang melihatmu datang..
Arya pun menghampiri kakeknya yang sedang memberi makan ikan hiasnya.
Arya menemui kakeknya dan ikut memberi makan ikan-ikan kesayangan kakeknya itu.
Sedangkan Raina ikut bersama nenek ke taman belakang, mengurus bunga-bunga hias yang sudah menjadi hobi nenek sejak dulu.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏🙏🙏
jangan lupa ya Kak,
LIKE VOTE KOMENNYA 🙏
Salam dariku Author m anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1