
Acara selesai, semua keluarga menginap di hotel tersebut...
Isabela berlama-lama di dalam kamar mandi,ia sangat sangat gugup,,,,
Arabela dan Mikaila menakut-nakuti nya pasal malam pertama...
"aku harus pakai yang ini atau yang ini"gumam Isabela memilih dua lingerie yang sudah di siapkan Mikaila.
Jabbar menunggu Isabela dengan sabar,ia harus menumpang mandi di kamar orang tua karena terlalu lama menunggu Isabela.
Isabela keluar dengan jantung berdetak kencang,ia melihat Jabbar duduk di pinggir tempat tidur tanpa memakai baju.
Isabela merasa tak nyaman dengan pakaiannya.
Jabbar menepuk kasur di dekatnya agar Isabela duduk di sana.
"cantik,"ucap Jabbar menyingkirkan anak rambut Isabela yang menghalangi pandangan nya....
Isabela menautkan kedua tangannya yang sudah dingin dan berkeringat.
Tanpa kata lagi Jabbar dengan sangat lembut mencium bibir Isabela dan memulai malam panas mereka,,,,
Di kamar lain ada sepasang lagi yang sedang bermalam pertama,Bram memeluk tubuh polos Mikaila.
Ia ambruk setelah kambali meminta haknya.
Mikaila mengusap-usap rambut Bram yang sedang bermalas-malasan di dadanya.
Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"mas,"pekik Mikaila tiba-tiba dan sedikit mengagetkan Bram.
"ada apa sih sayang?"tanya Bram protes.
"mas kita ga pernah pakai pengaman,"ucap Mikaila.
"pengaman apaan sih sayang,"ucap Bram kembali ke posisi nyamannya.
"mas kalau aku hamil lagi gimana?"ucap Mikaila mulai panik.
"Gavin sudah besar,"jawab Bram singkat tak mau beranjak dari tempatnya.
"mas aku ga mau hamil lagi,,aku takut,, melahirkan sakit,"ucap Mikaila pelan.
"iya nanti lain kali kita pakai pengaman."jawab Bram menenangkan Mikaila dan membawa ke pelukannya.
Sementara Dimas yang sudah mendapatkan nomor ponsel Syana mulai menebar umpannya.
"kakaknya ga dapat adiknya juga boleh."gumam Dimas terus membalas chat Syana.
Mereka saling balas chat.
Ayasa yang sedari tadi melihat Syana tertawa sendiri membaca chat jadi penasaran.
Ayasa selalu satu kamar dengan Syana tiap ada acara ngumpul dan nginap.
"Lagi chat sama siapa sih?"tanya Ayasa.
__ADS_1
"sana selingkuhannya kak Isabela,"jawab Syana.
"kak Dimas?"tanya Ayasa lagi.
"iya,,ternyata dia anaknya asyik juga."ucap Syana yang juga hobi Gonta ganti pacar.
"biasa aja,"ucap Ayasa cuek.
"jangan gitu,entar lho jatuh cinta lagi sama dia."ucap Syana asal sambil terus mengetik pesan balasan Chat Dimas.
Ayasa terdiam,entah mengapa setiap ia melihat dan mendengar nama Dimas jantungnya berdetak kencang.
Berbeda dengan Syana,Ayasa belum pernah pacaran dan tak pernah tertarik dengan teman kampus nya.Ia menganggap pacaran hanya buang-buang waktu,ia lebih fokus pada pelajaran.
"apa aku suka ya,"batin Ayasa memegang dadanya..
Ayasa menutup telinga nya dengan bantal,ia sudah sangat mengantuk namun Syana terus cekikikan membaca chat dari Dimas.
Pagi hari semua kembali ke rumah masing-masing, kecuali Jabbar dan Isabela.
Bram sudah menyiapkan segala keperluan mereka untuk berbulan madu.
Mereka langsung berangkat keluar negeri pagi itu.
Dimas mulai melancarkan aksinya,ia mulai mengajak Syana nonton dan dan nongkrong di kafe yang lagi viral...
Walau usia mereka terpaut 10 tahun tapi Dimas bisa mengimbangi Syana dan tau banyak apa saja yang bisa membuat ia bisa mendapatkan hatinya.
Syana selalu mengajak Ayasa saat jalan dengan Dimas.
"ada apa denganku,"batin Ayasa yang merasa tak suka dengan kedekatan Syana dan Dimas .
Namun Dimas justru tertarik dengan Ayasa...
Dimas berbaring di kasur empuk miliknya,menatap langit-langit kamar kontrakan nya.
"Ayasa,,,ada apa denganku.Apa aku jatuh cinta pada,"batin Dimas...
Dimas yang sudah sering mendekati dan memacari banyak wanita tak pernah merasakan perasaan seperti ini.
Jantungnya berdetak kencang setiap menatap dan dekat dengan Ayasa.
Perasaan yang aneh yang tak pernah di rasakan nya sebelumnya,perasaan ingin selalu bersama, selalu ingin membuatnya bahagia, selalu ingin melindunginya.
Dimas tak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Keesokan harinya Syana mengajak Ayasa bertemu dengan Dimas di pantai,,
"ayo dong Ayasa,"rengek Syana.
"aku sudah ada janji,"ucap Ayasa menolak,sebenarnya ia tak mau pergi dan melihat Ayasa dan Dimas bersama.
"pokoknya kamu harus temenin aku,"paksa Syana.
"tapi ini yang terakhir kali nya ya,aku ga mau jadi obat nyamuk buat kalian,"ucap Ayasa
"iya janji."ucap Syana tersenyum senang.
__ADS_1
Mereka menemui Dimas yang sudah menunggu mereka di pinggir pantai..
Mereka bertiga duduk di pantai,menyaksikan ombak dan langit yang mulai berwarna jingga.
Ayasa memilih duduk di bangku lain,jantungnya kembali berdegup kencang begitu juga dengan Dimas.
Syana yang sudah merasa nyaman dan mulai menyukai Dimas memutuskan untuk menyatakan perasaannya terlebih dahulu,,,,
"kak,kita pacaran yuk,"ucap Syana.
Ucapan Syana membuat Dimas dan Ayasa terkejut.
"pacaran?"tanya Dimas mengulang perkataan Syana.
"iya pacaran,"ucap Syana memperjelas ajakannya.
Dimas terdiam,memang itu tujuannya mendekati Syana namun entah mengapa ia lebih senang hanya berteman saja.
"gimana kak,mau ya,"ucap Syana lagi...
Dimas bingung harus menjawab apa, ia masih belum mengerti apa arti perasaannya kepada Ayasa.
"Gimana kak"desak Syana.
"ok ,kita jalan,"ucap Dimas akhirnya.
Arti pacaran bagi mereka berdua hanyalah memiliki teman untuk jalan,teman ngobrol.Dimas dan Syana memang sering bergonta-ganti pasangan namun mereka selalu sopan pada pasangannya,selalu tau batasan...
Ayasa meninggalkan mereka berdua,ia berlari meninggalkan mereka,ia tak ingin mereka mengetahui jika ada air mata yang keluar dari matanya.
Entah mengapa hati Ayasa sakit mengetahui mereka berdua sekarang adalah pasangan kekasih....
Dimas hanya bisa melihat Ayasa yang semakin menjauh.
Sejak hari itu Ayasa jarang mengangkat telfon dan membalas chat Syana...
Syana menghabiskan waktu dengan Dimas,membuat ia tak menyadari perubahan Ayasa padanya.
Dika selalu datang ke rumah Ayasa,Yoga banyak mengajarkan kepada Dika apa saja yang harus di lakukannya jika kelak ia menjadi asisten Arya.
Ayasa yang memilih jurusan yang sama dengan papanya banyak membantu Dika dalam mempelajari masalah bisnis...
Ayasa dan Dika sering ke kantor,Yoga mempersiapkan mereka sedini mungkin untuk perusahaan nantinya....
Dimas yang semakin sering bertemu Ayasa saat di kantor membuat perasaan nya semakin bertambah,begitu juga dengan Ayasa.
Ayasa selalu bersikap cuek dan menghindari Dimas,membuat Dimas sadar apa posisinya di kantor,,
Dimas berpikir Ayasa menghindarinya Karena mereka berbeda status perekonomian.
Dimas berusaha melupakan perasaannya dan menjalani hubungannya dengan Syana.
Jabbar mengajak Isabela berkeliling dunia,mereka menghabiskan waktu berdua.
Memiliki pesawat jet pribadi memudahkan mereka untuk berpindah dari negara ke negara lain.
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗
__ADS_1
Like like like 🙏🙏🙏
Semoga menghibur 💗🙏👍