Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Kenangan Indah.


__ADS_3

Hari ini, hari pertama Raina masuk ke sekolah yang sama dengan Arya dan Natali.


Raina diantar langsung oleh Bram, semua murid memperhatikan Raina, mereka bertanya-tanya siapa kah murid baru itu hingga seorang Abraham Wijaya sendiri yang datang mengantarkannya ke sekolah.


Bukan hanya itu, di sekolah elit itu banyak yang memakai hijab namun tak satupun yang memakai cadar membuat Raina menjadi pusat perhatian.


Bram sengaja menempatkan Raina sekelas dengan Kelvin, Gavin dan Natali, agar ia bisa menyesuaikan diri dengan sekolah barunya.


Saat jam istirahat Arya menghampiri Raina di kelasnya. Membuat semua murid di kelas itu menjadi fokus pada Arya, ini baru pertama kalinya Arya sang idola sekolah mendatangi kelas mereka.


"Raina kita ke kantin yuk," ajak Arya.


Raina hanya mengangguk dan berdiri menghampiri Natali,


"Natali kita ke kantin yuk," ajak Raina.


"Kalian duluan aja, aku masih ada urusan bentar ," tolak Natali.


"Ini kan sudah jam istirahat, kita ke kantin dulu ya," bujuk Raina.


"Kalian duluan saja, nanti aku nyusul," jawab Natali.


"Raina...!"panggilan Arya.


"Aku duluan ya ke kantin!" ucap Raina merasa tak enak hati meninggalkan Natali.


Natali tersenyum dan mengangguk.


Arya, Raina dan Gavin pun ke kantin.


Setelah mereka pergi, Natali juga langsung meninggalkan kelasnya pergi ke tempat biasa.


Natali menunduk sambil terus berjalan, semua murid menatapnya dengan tatapan aneh.


Kelvin baru tahu jika Natali sering di-bully di sekolah, membuat Iya terus mengikuti Natali kemanapun Natali pergi.


Kelvin memberi peringatan kepada anak-anak untuk tidak mengganggu Natali.


Natali, duduk di tempat biasa mengeluarkan earphone dan menyetel lagu favoritnya sambil memakan bekal yang dibawa dari rumah.


Natali sudah terbiasa menghabiskan jam istirahat di sana, ia merasa tak nyaman saat menghabiskan jam istirahat di kelas atau di kantin.


Jika biasanya Kelvin hanya melihat dari kejauhan, kali ini Kelvin mendekati Natali.


Natali melepas earphone nya saat melihat kelvin duduk di dekatnya dan menawarkan roti lapis yang ia bawa dari rumah.


Kelvin mengambil makanan yang ditawarkan oleh Natali.


"Kamu kenapa nggak ke kantin dengan yang lain?" tanya Kelvin.


"Enggak apa-apa, aku hanya ingin di sini saja ," Jawab Natali.


"Apa anak-anak masih suka mem bully mu?"


Natali menggeleng,


"Terima kasih ya, aku dengar kamu yang sudah buat anak-anak berhenti membully ku," Ucap Natali. Apa kamu tidak marah denganku?" tanya Natali .


"Kenapa aku harus marah padamu ?"Jawab Kelvin.

__ADS_1


Natali tersenyum miris,,,


"Mereka benar, emang akulah penyebab semua kekacauan itu terjadi, jika waktu itu aku hanya tetap diam dan menerima semua apa yang akan dilakukan Anes padaku, mungkin kak Arya tidak akan tertembak, mungkin saja Anas masih bisa sekolah di sini," ujar Natali masih menyalahkan dirinya.


"Kak Arya sudah memaafkan mu, jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, dan masalah Anes, dia memang pantas mendapatkannya. Selama ini ia memang selalu membuat masalah di sekolah ini, Kak Arya juga merasa terganggu dengan sikap Anes ," jelas Kelvin menatap lurus sambil terus memakan roti lapis buatan Natali.


"Kamu benar, semuanya sudah terjadi, tak ada yang harus di salahkan." ucap Natali menghembuskan nafasnya kasar.


"Bagaimana dengan Apartemen kalian, apa kalian suka tinggal di sana," tanya Kelvin.


"Hmmm, tempatnya sangat nyaman dan yang paling penting di situ sangat aman!" jawab Natali memasukkan roti lapis ke dalam mulutnya.


Kelvin mengambil earphone yang ada di pangkuan Natali dan memasangnya ke telinganya.


"Apa kamu juga suka musik?" tanya Natali melihat Kelvin.


"Hmmmm,"


"Apa kamu juga bisa memainkan alat musik?" tanya Natali lagi.


"Hmmmm."


"Aku pikir hanya Gavin yang bisa memainkan musik," gumam Natali.


"Aku punya studio musik, kamu mau mengunjunginya," tawar Kelvin.


Natali menatap Kelvin,


"Benarkah?"tanya Natali berbinar,


"Hmmmm." jawab kelvin mengangguk.


Natali menggeleng dengan lesu,


"Aku harus ke toko bunga," jawabnya.


"Kenapa kamu masih bekerja, bukankah Papa sudah memberikan kartu kepada Raina. Kalian bisa menggunakannya bersama-sama,"


Natali lagi-lagi menggeleng,


"Aku hanya ingin mencoba mandiri, membiayai hidupku sendiri. Aku tak ingin membebani orang lain," Ucap Natali menghirup udara dan menghembuskan.


"Apa rencana mu?" tanya Kelvin.


"Aku hanya ingin belajar, mencari uang dan mencari kakakku," ucap Natali yakin.


"Kakakmu, kamu punya kakak ya?!" tanya Kelvin,


"Hmmmm,"


"Dimana dia?"


"Aku tak tahu di mana dia sekarang, tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan bertemu dengan kakakku lagi." lirih Natal.


*****


Sepulang sekolah, seperti biasa Raina dan Arya akan pergi berjalan-jalan, sedangkan Natali akan pergi ke toko bunga.


Kali ini Arya mengajak Raina ke kebun Strawberry,

__ADS_1


"Apa kamu masih ingat waktu kita memetik buah strawberry di sini ?" tanya Arya.


Raina mengganggu,


"Iya Kak, aku masih ingat, waktu itu kita lomba memetik buah strawberry ya kakak ?!" tanya Raina,


"Aku paling ingat masa-masa itu,," ucap Arya mengambil keranjang dan mereka mulai berjalan sambil memetik buah strawberry .


"Kakak masih nyimpen topi yang Raina berikan?" tanya Raina sambil memasukkan buah Strawberry ke mulutnya Arya.


"Tentu saja, semuanya masih aku simpan,"jawab Arya.


"Aku masih nggak nyangka semua barang-barang ku yang hilang ternyata ada sama kakak, Papa pasti bersusah payah mencari ku."ujar Raina.


"Hmmm kamu benar, Papa ga pernah berhenti mencari mu," jawab Arya.


"Kak, waktu boneka itu hilang, aku sedih banget. Aku fikir aku juga nggak akan bisa ketemu dengan kak Arya. Setiap aku merasa kangen aku akan memeluk boneka itu,," Raina mengingat kelakuan masa kecilnya.


"Kamu boleh mengambil semua nya kembali," ucap Arya.


"Kakak serius, Raina boleh mengambil nya kembali,?" tanya Raina senang.


"Tentu saja, itukan emang punya kamu," ucap Arya mengusap kepala Raina.


Mereka menghabiskan waktu di kebun strawberry, mengenang masa kecil mereka.


*****


Saat Natali sedang bekerja, Gavin menghampiri nya,


"Hay Natali, apakah butuh karyawan tambahan?!" canda Gavin.


"Apa kau mau membantuku, tapi aku tak bisa membayar mu, gimana dong," balas candaan Gavin.


"Aku tak butuh uangmu, kamu hanya cukup memberi hatimu untukku saja," canda Gavin.


Natali kemudian merogoh sakunya dan memberikan simbol hati kepada Gavin.


Mereka pun tertawa bersama,


Hari ini Gavin menemani Natali di toko bunga,


mereka terus bercanda dan tertawa. Membuat Natali sejenak melupakan semua penyesalannya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Hay kakak klik


👉Like,


👉 Vote


👉 komennya,,


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Author m anha.


Mampir juga ya ke"My Papa My Boss"🙏

__ADS_1


__ADS_2