
Gavin dan Kelvin sama-sama memikirkan apa yang diinginkan oleh kakeknya. Apakah pasangan mereka sudah siap? jawabannya mereka tak akan ketahui sebelum menanyakan sendiri kepada pasangan mereka masing-masing.
Gavin mengetuk pintu kamar Kelvin.
"Masuk," terdengar suara Kelvin dari dalam.
Gavin pun masuk dan melihat kakaknya itu sepertinya sedang sibuk dengan laptopnya.
"Apakah Kakak lagi sibuk?" tanya Gavin berjalan masuk menghampiri Kelvin.
"Seperti yang kau lihat, begitu banyak tumpukan berkas yang harus aku selesaikan," jawabnya menunjuk tumpukan berkas yang ada di depannya.
"Oh ya, Kak! Mengenai permintaan kakek, apa kakak sudah memikirkannya."
"Maksudmu permintaan Kakek agar kita berdua menikah secara bersamaan?"
"Iya, bagaimana menurut kakak?"
"Aku sudah bicara dengan Natali dan ia menyetujuinya, aku juga sudah meminta Kak Syana menyiapkan gaun pengantin untuk kami. kami tak ada masalah, tinggal menunggu keputusan papa, apakah akan diadakan bersamaan dengan mu atau beberapa hari setelahnya."
"Wah ... kakak curang nih, kok ngelamar Natali nggak bilang-bilang."
"Ngapain juga Kakak bilang sama kamu, Kamu kan punya misi sendiri mengajak Diandra menikah," ledek Kelvin.
**
Waktu itu sepulang dari menjenguk kakeknya Kelvin memikirkan apa yang diminta kakeknya dan ia berpikir memang apa yang di katakan Kakeknya benar, daripada mereka hanya terus bersama tanpa adanya ikatan yang sah, lebih baik mereka secepatnya meresmikan hubungan mereka.
Kelvin langsung menelpon Natali mengutarakan maksudnya untuk menikah dan disambut baik oleh Natali. Natali setuju mereka menikah secapatnya. Mereka memang sudah sering membicarakannya, jadi bukan hal yang sulit untuk Kelvin mengatakannya kepada Natali keputusan untuk mereka menikah secepatnya.
Setelah mendapat persetujuan dari Natali Kelvin langsung memberitahu papa dan Bundanya agar mereka menemui Kak Jessica dan Alex.
Tak butuh waktu lama, keesokan malamnya Bram dan Mikaila langsung menemui Alex dan Jessica di apartemennya, sesuai dugaan mereka tak masalah dengan semua itu dan menyerahkan semua kepada Natali.
Semua terlaksana begitu cepat, begitu mendapat persetujuan dari kedua keluarga mereka berdua langsung menemui Syana, memesan pakaian pengantin untuk mereka. Mereka tak ingin pesta yang mewah bahkan mungkin mereka akan ikut di acara pertunangan Gavin. Menurut mereka tak usah pesta yang berlebihan cukup keluarga dekat yang tahu jika mereka sudah sah sebagai suami istri. Yang terpenting adalah hubungan mereka sah dimata hukum dan agama.
****
"Berarti sekarang giliran aku, ya! yang harus melamar Diandar".
"Iya, jika kau berhasil melamar Diandra dan dia setuju untuk menikah kemungkinan kita akan menikah di hari yang sama, tapi kalau dia masih menolak dan ingin tetap bertunangan terlebih dahulu, Kami akan menikah sehari sesudah pertunangan mu," ucapkan Kelvin.
"Baiklah, besok malam aku akan melamar Diandra. Acaranya tinggal beberapa hari lagi semoga saja waktunya cukup."
"Memangnya kamu perlu waktu berapa lama, sekarang saja kau sudah bisa menemui Diandra dan mengatakan kepadanya."
"Nggak seru dong, Kak. Kalau nggak ada momen yang romantis."
" Ciih... momen romantis, emangnya mau momen seperti apa yang kau inginkan."
"Kakak membantuku?"ucap Gavin mendekat, menarik kursi mendekat ke Kelvin.
"Apa rencanamu?" tanya Kelvin.
Gavin pun mengutarakan semua rencananya, dan akan berencana lamaran Diandra besok malam.
Kelvin setuju dan akan membantu adiknya itu menyediakan momen romantis yang ia inginkan.
__ADS_1
Keesokan malamnya Gavin mengajak Diandra ke Apartemen Dika, lebih tepatnya di atap Apartemen Dika.
Kelvin, Dika dan Natali sudah menghias tempat tersebut khusus untuk Gavin melamar Diandra.
Begitu sampai di sana Diandra benar-benar terpukau melihat dekorasi atap tersebut.
"Kakak, ini cantik sekali." Kagum Diandra.
"Kakak sengaja membuat ini semua untuk Kamu," Diandra berjalan melihat-lihat tempat tersebut. " Bagaimana kamu suka?" tanya Gavin menarik salah satu kursi yang sudah disiapkan Natal disana.
Dinner romantis, itulah konsep yang mereka terapkan.
Diandra duduk, di atas meja sudah ada kue yang bertema romantis tentunya.
Berbentuk hati dan semacamnya.
"Kakak, apa hanya kita berdua yang ada disini?" tanya Diandra melihat sekelilingnya tak ada siapa-siapa.
"Tentu saja. Ini aku siapkan khusus untuk mu!" Gavin memberikan minuman pada Diandra.
Diandara tersenyum manis dan mengambil minuman tersebut. Hari ini Diandra sangat cantik menurut Gavin, untuk pertama kalinya ia keluar bersama Gavin dengan menggunakan hijab.
Diandra sudah memantapkan hatinya menggunakan hijab dan mendapat dukungan dari semua, khususnya bunda Mikaila.
Gavin mengambil gitar yang sudah disiapkan Natali di salah satu kursi yang ada di dekat mereka dan mulai memainkan lagu-lagu romantis membuat Diandra menjadi tersipu malu.
"Suara kakak sangat bagus, Kakak suka nyanyi ya?" tanya Diandra.
"Kakak suka nyanyi waktu masih SMA, suka ikut festival gitu. Tapi sekarang sudah sibuk di kantor papa. Kamu bisa nyanyi?" tanya Gavin.
"Bisa, tapi suaraku nggak bagus Kakak."
Diandar menyanyikan beberapa lagu dan diiringi oleh Gavin. Mereka bernyanyi bersama-sama dan sesekali tertawa saat mereka melupakan lirik nya, terlihat begitu bahagia, tanpa mereka sadari beberapa pasang mata terus melihat mereka dari balik tirai yang dipasang oleh Natali, sengaja untuk mereka semua.
Gavin membuka 1 penutup makanan yang ternyata di dalamnya bukankah makanan melainkan sebuah kotak cincin.
Gavin mengambil kotak tersebut dan berlutut dihadapan Diandra.
"Will you marry me" ucap Gavin menatap Diandra dengan wajah memohon nya.
"Kakak," ucap Diandra tercengang.
Gavin mengambil cincin yang ada dalam kotak tersebut dan meminta tangan Diandra "Please," ucapnya.
Diandra sedikit berfikir akankah ia menerima lamaran Gavin atau hanya meminta mereka bertunangan untuk saat ini.
Diandra hanya terdiam menatap Gavin, membuat jantung Gavin berdegup kencang akan kah diterima atau ditolak. Bukan cuma Gavin yang menunggu jawaban Diandra, beberapa orang di balik tirai juga sudah tak sabar menunggu apa jawaban dari gadis cantik yang sedang dilamar oleh Gavin itu. Si Playboy cap kadal, itulah julukan Gavin dari mereka semua sebelum Gavin mengenal Diandra.
Diandra tersenyum, kemudian mengangguk dan mengulurkan tangannya pada Gavin.
Gavin bernafas lega, kemudian Ia memasukkan cincin tersebut ke jari manis Diandra, Gavin mengecup jari-jari Diandra yang terlihat cantik dengan cincin yang melingkar di jari nya.
"Terima kasih ya," ucap Gavin berdiri dari berlutut nya.
"Aku yang harusnya berterima kasih, Kakak sudah menerima Diandra apa adanya, dengan kondisi Diandra," ucapnya berkaca-kaca.
"Jangan pernah bahas itu lagi, ya!" Gavin menarik gemas hidung Diandra.
__ADS_1
Suara petasan menggema di langit entah darimana datangnya. Namun itu semua semakin menambah suasana romantis Gavin dan Diandra. Mereka semua menikmati letusan petasan satu demi satu menghiasi langit malam yang gelap gulita.
Beberapa saat kemudian mereka semua keluar dari persembunyiannya.
"Selamat," ucap mereka semua bertepuk tangan dan menghampiri kedua pasangan anak muda yang sebentar lagi akan meresmikan hubungan mereka dengan ikatan pernikahan.
Diandra terkejut saat mengetahui ternyata bukan hanya mereka berdua yang ada di sana, tapi seluruh keluarga Abraham Wijaya datang ke sana bahkan Ayra kecil pun ikut.
Syana dan Ustaz Ilham juga ikut.
Syana mendengar rencana pelamaran Gavin saat Kelvin dan Natali ke butiknya untuk melakukan fitting kedua gaun mereka.
Mikaila langsung memeluk Diandra, Ia sangat senang dia akan mendapat dua menantu lagi, dimana Natali juga sudah bersedia untuk menikah dengan Kelvin.
Bram memberi selamat kepada kedua anaknya, sebentar lagi mereka akan menyusul kakaknya Arya menjadi seorang suami, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Bram melihat anak-anaknya Sudah tumbuh besar dan akan memiliki keluarga sendiri, sekarang tersisa satu Anaknya lagi yang menjadi tanggung jawabnya yaitu Putri tercintanya Arsy.
Di balik tirai juga terdapat beberapa macam makanan. Mereka pun menikmati kembang api sambil menikmati makanan yang telah mereka siapkan.
Mereka menikmati malam dengan sangat riang gembira ditambah kelucuan Ayra yang terus membuat mereka tertawa gembira.
Kelvin sengaja menyediakan layar besar agar mereka bisa karaoke bersama setelah acara lamaran tersebut.
Arya memutar satu lagu dan mulai menyanyi.
"Aku persembahkan lagu ini untuk istriku tercinta," ucapnya yang mendapat sorakan dari semua keluarga.
Arya mulai menyanyi, walau suaranya tak semerdu Kelvin dan Gavin tetapi tetap enak didengar dan sukses membuat Raina tersentuh.
Tak mau kalah dengan anaknya Bram juga mempersembahkan sebuah lagu untuk Mikaila.
Membuat Mikaila menjadi tersipu dengan apa yang dilakukan oleh Bram.
Mereka bergantian membawakan lagu untuk pasangan masing-masing, bukan hanya kaum pria, kamu wanita pun membawakan sebuah lagu cinta untuk pasangan nya, begitu juga dengan ibu menyanyikan lagu cinta versi dangdut untuk ayah, membuat semua dengan susah menahan tawanya, takut jika ibu tersinggung, tapi tidak dengan Gavin dan Kelvin, keduanya sudah sakit perut terus tertawa. Kelvin bahkan mengeluarkan air mata tak bisa menahan tawanya.
Ibu beryanyi sambil berjoget, membuat Ayra dan Arsy ikut bergoyang bersama.
Keseruan terus terjadi hingga layar menampilkan foto-foto Gavin dengan para mantan nya. Bukan cuman satu, tapi tak terhitung berapa wajah gadis yang terlihat di layar bersama dengan Gavin, bahkan ada beberapa foto Gavin yang terlihat sedang mencium pipi di beberapa foto wanita tersebut.
Gavin langsung sigap berlari mematikan layar dan menatap Diandra yang menatapnya tajam.
Semua berhenti tertawa dan memfokuskan pada Gavin dan Diandra.
Sepertinya akan ada yang batal nikah, batin mereka semua.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
terima kasih atas like, Vote dan komennya 🙏
mari mampir ke karyaku yang lainnya
Salam dariku Author m anha ❤️
love you all 💕🤗🤗
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖