
Libur semester,Bram mengajak anak-anak nya berlibur, Mikaila memilih tempat yang pernah mereka datangi.
Bali,mereka akan berangkat ke Bali tak lupa mereka mengajak keluarga yang lainnya ..
Arabela tentu saja ikut begitu juga dengan Isabela yang baru pulang dari honeymoon.
Jabbar untuk sementara waktu tinggal di rumah Isabela,menunggu pemindahan Isabela.
Isabela akan pindah ke kampung ikut bersama suaminya dan akan membuka klinik di sana.
Syana juga bersemangat untuk ikut ...
"kamu ga ikut,"tanya Syana yang menghampiri Ayasa di kamar Ayasa.
Ayasa tak mengangkat telfonnya jadi Syana datang langsung.
"engga ah,,males."jawab Ayasa.
"ayo dong,ga seru kalau ga ada kamu."rayu Syana.
"kan ada kak Dimas yang nemenin kamu,"ucap Ayasa.
Sebenarnya Ayasa ingin ikut tapi ia tak mau bertemu Dimas.
"kalau kak Dimas ga ikut aku baru ikut."ucap Ayasa lagi.
"kok gitu sih,"protes Syana.
"iya,,kalau kak Dimas ikut pasti kamu lupain aku,"alasan Ayasa.
"iya deh,aku janji ga ajak kak Dimas,"ucap Syana lebih memilih sepupu sekaligus Partner nya sejak kecil.
Semua sudah siap di pesawat, anak-anak sudah pada berisik,khususnya Queen yang terus menagis karena Kelvin tak mau duduk di dekatnya.
"Queen sana ih jauh-jauh,"ucap Kelvin mendorong Gueen.Membuat gadis kecil itu menangis.
"ga boleh gitu sayang,,, kasihan ade jadi nangis kan."tegur Mikaila.
"Queen sama kakak aja,"ucap Arya menarik Queen duduk di dekatnya.
"mami,,,mau sama kak Kelvin."tangis Queen.
"Kelvin duduknya sama Ade ya,"bujuk Arabela.
"Kelvin menggeleng dan menarik Gavin duduk di dekatnya.Gavin menurut saja tanpa protes.
"sama Deddy aja ya,"bujuk David menggendong putrinya duduk bersama nya..
Ayasa memasang earphone dan tertidur, semalam ia begadang mengerjakan tugas nya...
Tak lama kemudian Dimas dan keluarga Bayu datang dan ikut bergabung dengan mereka.
Dimas sudah pindah ke apartemen,ia membeli sebuah apartemen dengan sedikit bantuan dari Bram.
Bayu membawa keluarganya pindah ke kota X dan juga sudah membeli rumah yang lebih dekat dengan kantor nya dengan bantuan Bram juga...
Bram merasa berterima kasih Karena mereka sudah ada saat ia merasa sendiri.
Syana sangat senang Dimas ikut,bukan dia yang mengajaknya jadi dia terlepas dari janji nya pada Ayasa.
Syana duduk dengan Dika,mereka bermain game online.
Syana menyuruh Dimas duduk di depannya yang berarti berdampingan dengan Ayasa.
__ADS_1
Sepanjang penerbangan Isabela, Arabela dan Syana selalu membuat candaan Dimas sesekali ikut larut dalam candaan mereka.
Mereka berempat sangat kompak jika menyangkut memeriahkan suasana.
kekocakan mereka tak di ragukan.
Ayasa yang merasa ada yang menyenggolnya membuka mata dan melihat Dimas.
"apa aku sangat merindukannya sehingga melihatnya ada di mana saja "batin Ayasa melihat Dimas yang memunggunginya.
Ayasa terkejut saat ternyata Dimas benar ada di dekatnya,ia bisa mendengar suara dan tawa Dimas.
Ayasa mengucek matanya dan Dimas masih ada di sana.
Ayasa berbalik dan menatap tajam Syana,,,
Syana hanya tersenyum dan mengedipkan matanya.
Dimas berbalik dan melihat Ayasa sudah bangun,wajah cantiknya masih terlihat jelas walau ia baru bangun tidur membuat jantungnya kembali tak karuan...
Dimas yang tadinya rame tiba-tiba menjadi pendiam dan hanya menyimak candaan yang lainnya,,
Mereka sudah sampai,
Ayasa hampir terjatuh saat akan berjalan,kakinya tiba-tiba terkilir
Dimas refleks membantunya,,
"awwe,"pekik Ayasa memegang kakinya,Syana dan yang lainnya sudah keluar.
Sisa Meraka berdua dan Bram yang ada di pesawat.
Bram ada sesuatu yang di bicarakan dengan pilotnya.
"ga apa-apa kak.,"jawab Ayasa tanpa melihat Dimas.
"kamu bisa jalan?mau aku bantu,"tawar Dimas .
"ga usah aku bisa kok,"ucap Ayasa mencoba berdiri namun kakinya sangat sakit.
"ada apa,"tanya Bram.
"kaki aku terkilir om,"ucap Ayasa.
"bisa jalan?"tanya Bram.
Ayasa menggeleng.
Bram menggendong Ayasa turun dari pesawat dan Dimas hanya mengikut sambil membawa beberapa barang Ayasa.
"kamu kenapa,"tanya Syana yang melihat mereka turun dari pesawat.
"kakinya terkilir,"ucap Bram langsung memasukkan Ayasa ke mobil..
Mereka menuju vila,Dimas yang semobil dengan Syana dan Ayasa terus melihat Ayasa yang memijat kakinya,ingin rasanya ia membantu wanita yang sudah menggangu tidurnya itu ...
Sesampainya di vila Bram langsung mengajak anak anak nya ke pantai yang ada di depan vila bersama Dika , David,Bayu dan anaknya...
Sementara yang lain memilih beristirahat di kamar masing-masing dan lagi-lagi Syana dan Ayasa sekamar...
kali ini Dimas langsung menggendong Ayasa ke kamar tanpa persetujuannya.
Syana membantu membukakan pintu kamar buat Ayasa...
__ADS_1
"Masih sakit,"tanya Syana.
"udah mendingan kok."ucap Ayasa menjauhkan kaki dari Dimas yang mencoba menyentuhnya... namun Dimas tetap menarik kaki Ayasa.
"sakit, sakit,"ucap Ayasa saat Dimas mencoba menyembuhkannya.Ayasa mencengkram kuat bahu Dimas yang berlutut menyentuh kakinya.
"Trak,"bunyi tulang kaki Ayasa.
"udah istirahat besok juga sudah bisa jalan."ucap Dimas berdiri.
"wah pacar aku ternyata tukang urut juga,"canda Syana...
Dimas dan Syana keluar kamar meninggalkan Ayasa.
Para ibu memilih menikmati pemandangan dari lantai dua vila.
Pengantin baru memilih menghabiskan waktu di kamar tentunya.
Ayasa melihat postingan Syana,
Syana memposting foto nya yang bersandar di bahu Dimas,walau tak memperlihatkan wajah pria yang menjadi sandarannya namun Ayasa tau itu adalah Dimas.
Malam hari Semua berkumpul di depan vila,Dimas bermain gitar mengiringi lagu yang di nyanyikan Syana, terlihat sangat romantis.
Anak anak bermain kembang api diawasi oleh Bayu dan istrinya.
Dan yang lainnya menikmati malam berpasang-pasangan.
Ayasa memilih bermain ponsel dengan malas,ingin masuk ke kamar ia tak bisa berjalan sendiri,tadi saja Bram yang mengangkatnya keluar.
"kasihan banget sih aku,"batin Ayasa nelangsa...
Dika yang melihat Ayasa murung, ikut duduk di dekatnya,mencoba menghibur rekannya itu dengan mengajaknya bermain aplikasi Tik tok.
"kakak kenapa ga ngajak pacar juga,?"tanya Dika dengan polosnya.
"kakak ga punya pacar,"jawab Ayasa lemas.
"kakak galak sih,jadi semua pada takut,"ucap Dika bercanda membuat Ayasa memukul lengannya.
Ayasa mulai terhibur dengan kehadiran Dika.
"kamu ga capek belajar terus?"tanya Ayasa yang melihat Dika belajar kapanpun ada kesempatan,baik sendiri maupun meminta bantuan papanya.
"ya enggak lah kak,aku bersyukur bisa belajar dengan mudah.Dulu aku mau belajar tapi ga bisa,sekarang aku ga mau buang waktu lagi.
Aku ingin pintar dan sukses seperti mas Bram."ucap Dika melihat ke arah Bram yang sedang menggoda Mikaila layaknya sepasang kekasih yang baru jadian.
Dika dan Ayasa seru-seruan bermain tik tok.
Dimas sesekali melirik mereka,melihat Ayasa yang tertawa lepas bersama Dika sungguh pemandangan yang langkah buat Dimas ..
Ayasa yang jutek dan cuek kini tertawa dan terlihat sangat manis.
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗💗
Berbagi itu indah,aku berbagi cerita kalian berbagi Like, Vote dan komennya 💗💗💗.
Semangat.💪💖🙏💖💪
__ADS_1