
Arya yang melihat Gavin datang langsung menghadangnya di depan pintu adiknya itu.
Gavin yang melihat Arya yang menatapnya dengan tatapan tajam, langsung bersiap untuk kabur menghindari kakak sulungnya itu, Iya tahu jika kakaknya pasti sudah tahu dari Kelvin kalau Zaky ikut pulang bersamanya, melihat dari ekspresi wajah kakaknya, kak Arya pasti sangat marah padanya.
Baru beberapa langkah Gavin mencoba kabur Arya dengan cepat langsung mengejarnya dan menangkapnya, Arya langsung menarik ransel yang digunakan Gavin. Kemudian memberikan sentilan di jidat adiknya itu.
"Aaw sakit Kak," protes Gavin saat Arya menyentil jidat nya.
"Kamu dari mana saja hah, beraninya kau pergi tanpa memberitahu kami?!," tanya Arya berusaha melihat ke dalam mobil Gavin, takut kalau adik playboy nya itu membawa Zaky ikut pulang bersamanya.
"Enggak dari mana-mana kok kak," jawab Gavin mencoba melepaskan pegangan Arya dari tas ransel yang di pakainya.
"Jangan bohong kamu, mana Zaky,? tanya Arya, satu sentilan lagi mendarat di jidat Gavin.
"Zaky udah pulang ke Batam,!" jawab Gavin cepat saat Arya kembali ingin memberikan sentilan ke 3 padanya, sambil terus mengusap-usap jidatnya.
"Kamu kenapa bawa dia pulang?" tanya Arya melepas ransel Gavin kemudian menyilangkan kedua tangannya di dada nya.
"Aku nggak bawa dia kok kak,, orang dia sendiri yang mau ikut."
"Terus kenapa kalian nggak pamit dulu sama Kelvin, tadi kelvin telepon katanya kalian nggak bilang-bilang sebelum pulang. Kelvin itu nyariin kalian.," ucap Arya.
"Soalnya semalam Bunda langsung nyuruh aku pulang, jadi enggak sempet lagi pamit ke kak Kelvin, aku juga nggak tahu kalau Zaky ikut, di bandara aku baru tau kalau dia ngikutin aku, ya udah kita pulang bareng,"
Arya menatap selidiki pada Gavin.
"Aku nggak ngajak dia kok, beneran dia ikut sendiri Kak ," ucap Gavin membela diri.
"Masuk, Papa nungguin kamu, kamu jangan keceplosan ya bilang ke Papa dan yang lainnya kalau Zaky habis dari Apartemen Kelvin." ucap Arya memperingatkan Gavin sebelum mereka masuk.
"Emangnya kenapa sih Kak kalau orang tahu Zaky habis dari Apartemen Kelvin?" tanya Gavin tak tau permasalahan yang dihadapi Zaky beberapa bulan yang lalu.
Arya kembali menyentil jidat Gavin, namun kali ini lebih keres dari sebelumnya,
"Pokoknya kamu diam aja, jangan bahas masalah Zaky," tegas Arya.
"Iya, iya," ucap Gavin menatap kesal kakaknya sambil terus mengusap jidatnya yang sudah memerah.
Mereka pun masuk ke dalam, Gavin langsung menyimpan tas ranselnya dan ikut sarapan bersama yang lain.
"Kakak dari mana aja, kok baru pulang?" tanya Arsy yang masih duduk sambil memakan makanannya.
__ADS_1
Gavin mengisyaratkan Arsy agar diam dengan meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.
Arsy membalas isyarat kakaknya dengan memperagakan sedang mengunci mulutnya.
"Kamu dari mana?" tanya Bram saat Gavin baru duduk.
"Dari Apartemen kak Kelvin pah," jawab Gavin jujur.
"Ngapain kamu ke sana?" tanya Bram menatap anak bandelnya itu.
"Ada urusan kantor Pah," lirih Gavin,
Gavin yang kena marah Papanya, Arya yang tegang. Takut Gavin jujur tentang Zaky.
Bergitulah ketiga putra Wijaya itu, mereka tak pernah berbohong pada Papanya.Walau Bram tak pernah sekalipun mendidik mereka dengan kekerasan namun mereka bertiga sangat takut mungkin lebih tepatnya segan pada Papanya.
"Kenapa kamu nggak izin dulu sama papa," tegas Papa Bram.
"Gavin sudah izin kok pah, sama bunda. Iya kan Bunda?" ucap Gavin melihat kearah bundanya memelas.
Bunda hanya mengangguk samar, ia juga takut ikut terbawa masalah Gavin.
Gavin ragu untuk mengatakannya namun melihat tatapan Papanya dia pun mulai bercerita jika ia kehilangan kontrak kerjasama karena kesalahannya.
"Tapi Pah, Gavin sudah memperbaikinya, mereka kembali menandatangani surat kontrak kerjasama Kita ," ucap Gavin.
"Kenapa dia bisa membatalkan kontrak kerjasama kita?, padahal kan kakak sudah memastikan kalau dia benar-benar akan bekerja sama dengan kita?" tanya Arya,
"Aku telat Kak, saat rapat pertemuan dengan mereka," jawab Gavin.
"Telat kenapa?" tanya Bram.
Gavin tak menjawab dan malah menatap Bundanya meminta pertolongan.
Tak mungkin ia mengatakan jika ia melupakan rapat nya karena menggoda karyawan baru di kantor mereka.
"Sudahlah mas, anak baru datang bukannya ditanyain kabar malah ditanyain yang aneh-aneh," ucap bunda Mikaila berdiri dan memberi anaknya itu sarapan.
"Kamu pasti belum makan kan?!, Ayo makan setelah itu kamu mandi lalu istirahat," ucap Mikaila mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka.
Gavin dengan cepat menghabiskan makanannya dan mengambil ransel lalu berlari naik ke kamarnya, ia tak mau melihat Kakak dan Papanya yang masih menatapnya penuh tanya.
__ADS_1
"Berapa hari Gavin di sana?" tanya Bram pada Mikaila untuk memastikan.
"3 hari Mas ," jawab Mikaila.
"Mengurus begitu saya harus makan waktu 3 hari, memangnya perusahaan apa yang membatalkan kontrak dengan perusahaan kita?" tanya Bram menatap Arya.
"Itu perusahaan B Mereka salah satu investor terbesar di perusahaan kita pah," jawab Arya.
"Jika lain kali ada perusahaan yang membatalkan kontrak kerja samanya dengan perusahaan kita biarkan saja, tak usah memintanya untuk kembali bergabung dengan kita. Kita masih bisa mencari investor lain selain mereka," ucap Bram.
"Iya Pah,"jawab Arya.
"Papa tak ingin mereka menganggap remeh kontrak kerjasama dengan perusahaan kita," ucap Bram. Pergilah ke kantor, ini sudah siang jangan memberi contoh yang tak baik pada karyawan."
Selama menjadi pemimpin perusahaan ia tidak pernah melakukan hal seperti itu, meminta kembali perusahaan lain untuk bekerjasama dengannya setelah mereka membatalkan kontrak kerjasama mereka. Itu merupakan penghinaan baginya.
"Arya ke kantor dulu pah, bunda, Ayo kesekolah, nanti kamu telah lagi." ucap Arya pamit dan mengajak Arsy kesekolah.
"Jangan terlalu memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan mu, selesaikan yang bisa kau kerjakan saja, Papa tidak ingin kesehatanmu terganggu saat menjelang hari pernikahan mu nantinya.
"Iya pah, Arya akan menyelesaikan semampunya aja ya," ucap Arya merasa senang mendapat dukungan dari Papanya, jika biasanya Papanya mengharuskan ia mengerjakan apa yang harus ia kerjakan. Namun kali ini ia memintanya mengerjakan semampunya saja.
Arya berangkat ke kantor dan mengantar Arsy ke sekolahnya, Sedangkan Gavin memilih mandi dan menginstirahatkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
Tidur bersama Zaky membuat tidur nya tak nyaman, Zaky kadang memukul wajahnya saat anak itu sedang bermimpi.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi
LIKE, VOTE, KOMENNYA ❤️
semoga menghibur dan gak bosan ya, dengan babnya yang sudah sangat banyak 🤗🤗💖
Salam dariku 🤗
Author m anha 💖💖
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1