
Berbagai macam makanan telah dihidangkan di atas meja, semua duduk dan makan bersama. Tak ada pembicaraan diantara mereka semua, hanya suara dentingan piring dan sendok yang terdengar memecah keheningan dan kecanggungan diantara mereka semua.
Tak ada yang berani memulai berbicara, Bram dan Alex makan dengan serius. Memang seperti itulah mereka, selalu serius dalam hal apapun, walau hanya aturan di meja makan.
Semua saling lirik, lirikan mereka berfokus pada Alex dan Jessica.
Jessica melihat semua meliriknya membuat nya menjadi canggung, apalagi Alex duduk di sampingnya memakai stelan jas sangat berbeda dari biasanya.
Alex memang selalu memakai jas, namun hanya memakai baju kaos di dalamnya dan celana jeans. Kali ini Alex memakai kemeja lengkap dengan dasinya. Membuat nya semakin berwibawa di mata Jessica.
Saat di Apartemen nya, Alex yang mendapat telfon dari Bram yang mengundangnya makan malam santai saja menerima undangan itu, namun setalah Bram menjelaskan maksud sebenarnya dan meminta pendapat tentang melamar Jessica untuk dirinya, Alex langsung setuju dan merasa senang.
Setelah mendapat telepon itu, Alex memeriksa lemari pakaiannya,
"Bagaimana ini, aku tak punya baju yang Resmi, apa aku pakai yang ini saja ya," ucap Alex mengambil jas, baju kaos dan celana jeans. Stelan yang biasa di pakainya sehari-hari,
"Tidak, ini hari bahagia, aku harus membeli baju baru." batin Alex dan langsung pergi butik Arandita istri sahabatnya Yoga.
Alex menceritakan tujuannya membeli baju itu, Aran kemudian memilih kan stelan jas terbaiknya.
"Apa ini tidak berlebihan?" tanya Alex saat memakai pakaian tersebut.
"Pakaian istimewa untuk acara istimewa, setidaknya jika Calon mu ingin menolak, saat ia melihat mu dengan pakaian ini membuat nya semakin kagum padamu dan menerima lamaran mu," ucap Aran meyakinkan Alex jika pakaian itu sudah pas untuk nya.
Setelah makan malam, Bram mengajak Alex dan Jessica ke ruang tengah, Mikaila menghidangkan makanan penutup untuk mereka semua dan ikut duduk di samping Bram.
Sementara anak-anak berkumpul di ruang tv menemani Arsy menonton film kesukaannya.
Awalnya mereka duduk dengan tenang nonton film apa saja yang Arsy tonton, Namun karena rasa penasaran Gavin dan Raina sedikit mendekat ke arah ruang tengah mencoba mendengar apa yang dibicarakan oleh orang tua mereka, Natali yang melihat mereka ikut melakukan hal yang sama.
Natali tak tahu apa-apa, ia hanya ikut mendekat dan mengintip di balik tembok pembatas antara ruang tengah dan ruang Tv.
"Kalian pada ngapain sih?" tanya Natali,
"Udah nggak usah nanya-nanya, kalau mau ikut ngintip, ngintip aja," ucap Gavin.
"Emangnya kita lagi ngintip apa sih?" tanya Natali bingung, ia tak tahu apa-apa, hanya ikut-ikutan saja dengan Raina dan Gavin.
"Ngintip kakak kamu," ucap Gavin,
__ADS_1
" Ngintipin ka Jessica?! untuk apa ?! kenapa kita nggak gabung aja dengan mereka?!"
"Malam ini Om Alex akan melamar kakak kamu," ucap Raina masih fokus pada apa yang di lihatnya begitu juga dengan Gavin.
"Apa...!" Pekik Natali, Raina langsung menutup mulutnya.
"Jangan keras-keras nanti kita ketahuan," ucap Raina mengisyaratkan agar Natali tak berisik.
"Iya maaf aku kaget, beneran om Alex mau ngelamar kak Jessica ?!" tanya Natali, ikut fokus mendengar pembicaraan mereka.
"Kamu pikir ngapain kita di sini, kalau cuma ngelihat mereka. Mereka bukan artis, setiap hari kita juga bisa ngeliat mereka tanpa ngintip kaya gini ," ucap Gavin.
"Tak lama kemudian Arya berjalan di samping mereka, ia hanya melihat kelakuan mereka bertiga dan langsung ikut bergabung dengan Bunda, Papa, Om Alex dan Jessica yang sedang duduk di ruang tengah.
Arya awalnya tak tahu apa yang mereka lihat Karena penasaran akhirnya ia pun ikut mengintip namun setelah melihat yang mereka intip adalah obrolan antara orang tua, Arya yang merasa memang dirinya sudah dewasa ikut bergabung dan hanya tersenyum sambil berjalan santai memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan melewati mereka yang melotot melihatnya berjalan dengan santai ikut bergabung di ruang tengah.
"Kok, kak Arya gabung sih ?!," ucap Raina.
"Kita gabung juga yuk!," ucap Natali antusias.
"Jangan, kalau kita kebanyakan nanti Om Alex nggak jadi ngelamar Kakak kamu, mau lamarannya gagal?!" ucap Gavin menakut-nakuti natal yang terlihat sangat senang mendengar jika kakaknya akan segera menikah.
Natali menggeleng,
Alex mengungkapkan pada Jessica Jika ia ingin melamar Jessica. Jessica sangat bahagia mendengar lamaran Alex dan langsung menerimanya.
"Saya sangat setuju dengan keputusan ini, kalian memang sudah seharusnya berumah tangga," ucap Bram memberi selamat kepada Alex.
"Apa kalian punya rencana atau tanggal sendiri untuk acara pernikahan kalian?" tanya Bram pada keduanya.
"Aku serahkan semuanya pada Jessica aja Pak," jawab Alex,
Semua menatap Jessica,
"Aku tidak punya tanggal tertentu, yang pastinya Aku hanya ingin pernikahan ini dilakukan secara sederhana, sakral yang penting kami resmi dan sah menjadi suami istri itu saja sudah cukup," jawab Jessica dan di setujui oleh Alex.
"Baiklah kalau itu keputusan kalian, Bagaimana kalau pernikahannya kita lakukan minggu?" tanya Bram
"Baik, aku setuju!" jawab Alex,
__ADS_1
"Aku juga tak masalah!" jawab Jessica.
Ketiga orang yang sedang mengintip ikut bahagia mendengar jika acaranya akan di adakan Minggu depan.
Natali dan Raina berpelukan dengan gembira, Gavin juga ingin ikut berpelukan dengan mereka namun ia mengurungkan niatnya saat melihat 2 kepalan tinju mengarah padanya.
Tanggal sudah ditetapkan, acara pernikahan akan dilaksanakan dengan sederhana sesuai dengan keinginan Jessica .
Tamu undangan hanyalah orang-orang terdekat mereka.
Bram membiayai semua hal yang dibutuhkan dalam pernikahan itu.
Yoga yang mendengar kabar jika Alex akan menikah ikut senang. Mereka berdua sudah lama menjadi orang kepercayaan Abraham Wijaya, Yoga sudah hidup bahagia bersama saudara kandung Bram Arandita, dia berharap Alex juga bisa hidup bahagia seperti dirinya.
Hari pernikahan pun tiba semua keluarga Wijaya menghadiri acara tersebut. Alex sudah seperti bagian dari keluarga mereka, dari pihak Jessica hanya dihadiri oleh Raina dan Jessica saja. Mereka sudah tidak mempunyai keluarga lagi.
Prosesi pernikahan dilaksanakan di kediaman Abraham wijaya dan berlangsung lancar, Jessica setelah resmi menjadi istri Alex secara sah.
Bram memberikan sebuah amplop kepada Alex sebagai hadiah pernikahan mereka.
"Apa ini tidak berlebihan pak," ucap Alex saat melihat hadiah yang diberikan oleh Bram adalah kunci rumah dan kunci mobil serta tiket bulan madu ke luar negeri, Bram juga sudah menyiapkan semuanya, mereka akan pergi selama sebulan.
"Itu bukan apa-apa dibanding kerja kerasmu selama ini, Itu hadiah kecil dari ku ambilah, menikmati bulan madu kalian dan kalian tak perlu mencemaskan Natali dan Raina, selama Kalian pergi mereka akan tinggal bersama kami," ucap Bram.
"Terima kasih Pak,"
"Sama sama Alex, Terima kasih sudah selalu ada untukku," ucap Bram.
Alex dan Jessica langsung terbang dengan pesawat pribadi Bram sore itu juga.
💖💖💖🙏💖💖💖💖🙏💖💖💖
Terima kasih sudah membaca ,😍
LIKE, VOTE, KOMENNYA 🙏
Mampir ya ke My Papa My Boss 🙏💗
Salam dariku,,,
__ADS_1
Author m anha ❤️😘
💗💗💗💗🙏💗💗💗💗💗🙏💗💗💗❤️