Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Hati Kelvin.


__ADS_3

Gavin yang tak mau mendapat teguran dari semua keluarga Karena ulahnya memilih untuk pulang lebih dulu.


Acara lamaran telah selesai semua kembali ke rumah masing-masing begitu juga dengan keluarga Abraham.


"Raina, memangnya Syana sama Gavin ada masalah apa sih, sampai mereka kejar-kejaran seperti itu?" tanya bunda Mikaila pada menantunya.


"Aku juga nggak tahu pastinya Bunda, kalau nggak salah sih gara-gara Gavin ngungkit pacar Syana di depan ustaz Ilham."jelas Raina.


"Emangnya Syana sudah punya pacar?" tanya bunda.


"Sudah Bunda, pacarnya dua lagi," sahut Arya yang sedang mengemudi.


"Emangnya kenapa kalau Gavin membahas masalah pacar di depan ustaz Ilham?" tanya bunda.


"Ya nggak sopan lah bunda, masa bahas pacar didepan calon suaminya," jawab Arya.


"Terus kalau dia sudah menerima lamaran ustaz Ilham, bagaimana dengan pacarnya?" tanya bunda lagi.


"Yang di putusin lah Bunda, masak dia udah mau nikah masih pacaran. Mana pacarnya Kak Syana bukan hanya satu, tapi dua," kekeh Arya kembali mengingat saat Syana saling kejar dengan Arandita.


Mereka terus berbincang-bincang di sepanjang jalan mengenai Syana. Bram hanya mendengar perbincangan mereka yang tak penting menurutnya, ia lebih memilih melihat Arsy bermain game di ponselnya.


Begitu sampai, mereka melihat Gavin sedang asyik berenang, Arsy yang memang juga sangat suka berenang langsung ikut bergabung dengan kakaknya.


Bram dan Mikaila lebih memilih langsung masuk ke kamar, begitu juga dengan Raina dan Arya.


Dikamar, Raina memilih langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sedangkan Arya lebih memilih beristirahat merebahkan tubuhnya. Ia teringat akan Kelvin.


Arya kembali duduk dan mengambil ponselnya menelpon adiknya yang berada di luar negeri.


Kelvin langsung mengangkat panggilannya,


" Ada apa kak?" tanya Kelvin.


"Kakak hanya mau memberitahukan jika sebulan lagi Syana akan menikah," ucap Arya.


"Oh ya, kak Syana akan menikah dengan siapa?" tanya Kelvin.


"Kak Syana akan menikah dengan ustad Ilham, anak ustad Zakaria teman Kakek ," jawab Arya.


Kelvin langsung tertawa terbahak-bahak mendengar siapa calon dari Syana, sama dengan yang lain dia juga tak mengira jika Syana akan menikah dengan seorang ustaz.


"Kalau bisa usahakan untuk hadir di acara pernikahannya nanti," lanjut nya.


"Iya kak, aku usahain, tapi aku enggak bisa janji soalnya aku sedang sibuk menyelesaikan kuliahku," jawab Kelvin.


"Kalau memang tak bisa jangan dipaksakan. Apa kamu masih meminum alkohol?" tanya Arya.

__ADS_1


"Sudah aku kurangin kok Kak," jawab Kelvin.


"Papa sudah tahu jika kau sudah mengenal alkohol, saran Kakak kau jangan hanya mengurangi, tapi cobalah untuk tidak meminumnya lagi. Papa sangat khawatir dengan kondisi mu, apalagi kamu hanya tinggal sendiri di sana," ucap Arya.


"Iya Kak, akun aku usahakan," jawab Kelvin.


"Jangan di usahakan, tapi kamu harus menghentikan kebiasaan burukmu itu," tegas Arya.


"Iya kak," hanya itu yang bisa Kelvin katakan.


Arya melihat Raina keluar dari kamar mandi,


"Sudah ya, kakak matikan dulu teleponnya," ucap Arya mematikan panggilannya. Ia juga sudah merasa gerah dan ingin segera mandi.


Di Apartemen Kelvin.


Kelvin melihat botol minuman yang ada di mejanya, saat ini dia sedang meminum alkohol seorang diri, kebiasaannya itu semakin sulit ya tinggalkan.


Kelvin mengambil botol tersebut dan memikirkan apa yang baru saja Kakak katakan.


Kelvin berjalan ke dapur dan menumpahkan semua isi dalam botol itu. Ia baru minum setengahnya. Kelvin bertekad untuk benar-benar berhenti meminum-minuman itu lagi, ia bisa merasakan sendiri semakin hari ya semakin menyukai Minuman itu.


Kelvin memutuskan untuk berjalan-jalan menghabiskan waktu di sekitaran Apartemennya, biasanya jika ia merasa bosan, ia akan menjadikan minuman alkohol sebagai temannya. Namun, kali ini yang memutuskan berjalan-jalan di sekitaran Apartemennya.


Selama ini ia tak pernah menyusuri tempat itu. Apartemen, kantor, dan kampus hanya itu rutinitasnya, Semenjak mengenal Alkohol klub malam juga sudah sering ia datangi.


"Apa Ibu dari Indonesia?" tanya Kelvin.


"Iya, Nak. Ibu orang Indonesia, tapi sudah lama tinggal di negara ini," jawab ibu.


Kelvin kemudian duduk di samping ibu itu, ia merasa senang karena bertemu orang yang berasal dari negara yang sama.


"Ibu sendiri?" tanya Kelvin.


"Iya, Ibu pusing harus cari tempat kerja dimana lagi. Baru saja ibu dipecat dari pekerjaan."


"Ibu bekerja di mana?" tanya Kelvin.


"Ibu hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih, semenjak suami ibu meninggal, ibu jadi kualahan menghidupi anak-anak." ucap ibu.


"Ibu di negara ini dengan siapa?" tanya Gavin.


"Ibu hanya punya 2 anak, suami Ibu baru saja meninggal, jadi pusing harus mencari kerja untuk membiayai kehidupan meraka." jelas ibu.


"Apa Ibu ingin kembali ke negara kita?" tanya Kelvin,


"Ibu sudah merasa nyaman tinggal di negara ini, walaupun ini bukan negara kita, tapi Ibu sudah sangat lama tinggal di sini. Banyak kenangan tentang almarhum suami Ibu di sini. kalaupun ibu pulang, Kami juga sudah tak punya keluarga disana," ucap ibu.

__ADS_1


"Ibu mau bekerja dengan saya?" tawar kelvin.


"Tentu saja Ibu mau," jawab Ibu berbinar melihat Kelvin, beban berat yang di pikuknya kini terangkat sudah mendengar tawaran kelvin.


"Nama Ibu siapa?" tanya Kelvin.


"Saya Sulastri" jawab nya dengan penuh kegembiraan.


Kelvin pun memberikan alamatnya, " Ibu bisa bekerja mulai besok, Ibu bisa bersih-bersih di Apartemen saya saat pagi."


"Tentu, ibu akan datang. Terima kasih banyak Ibu akan bekerja sebaik mungkin," ucap Ibu merasa sangat bahagia.


"Ya sudah Bu, Saya permisi dulu," pamit Kelvin, sebelum ia pergi Kelvin memberikan beberapa lembar uang kepada Ibu Sulastri.


Ibu itu langsung menerimanya, ia memang sangat membutuhkan uang itu saat ini,


"Terima kasih banyak ya, Nak. Ini sangat berarti bagi keluarga Ibu," ucap Ibu Sulastri.


Kelvin hanya mengangguk dan meninggalkan ibu Sulastri.


Orang yang biasa membersihkan Apartemennya hari ini mengundurkan diri, saat mendengar ibu itu membutuhkan pekerjaan Kelvin langsung menawarkannya.


Ibu Sulastri melihat uang yang ada di tangannya, itu sebanyak gajinya dalam sebulan di tempat ia bekerja dulu.


"Semoga saja majikanku kali ini orang yang berhati baik," doa Ibu Sulastri melihat Kelvin berjalan menjauhinya.


Ibu Sulastri pun kembali ke rumahnya dengan Hati penuh kelegaan. Ia punya 2 orang anak yang menunggu kepulangan nya.


Kelvin kembali ke apartemennya, hatinya merasa lebih tenang sekarang, ia bertemu dan berbicara dengan ibu Sulastri sedikit mengurangi rasa rindunya kepada keluarganya.


Kelvin selalu meresa kesepian setiap kembali ke Apartemen, ia selalu menghubungi mereka sebelum ia tidur. Seperti saat ini sebelum tidur Kelvin menghubungi Arsy, mendengar ocehan adiknya itu sudah membuat ia bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏💖🙏


Mohon dukungannya ya dengan memberi like, vote dan komennya 💗


Salam dariku


Author m anha ❤️


love you all 💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2