Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Zaky Menghilang


__ADS_3

"Sudahlah, beri anak-anak waktu. Aku yakin mereka pasti akan bisa menerima semuanya, mereka anak-anak yang baik, mereka sangat menyayangimu, mereka pasti akan memaafkanmu," ucap Randy membawa istrinya itu ke pelukannya.


"Tapi mas, Bagaimana kalau Zaky tidak kembali dan bagaimana jika Zunaira juga tetap tinggal di rumah mama?" ucap Zahra merasa sedih.


Zahra terbangun di pagi hari, biasanya anak-anaknya akan duduk menantikan sarapan yang ia buat di meja makan, namun kali ini meja makan terasa kosong hanya ada dia, Randy dan Mamanya.


"Bu, kenapa semuanya terjadi padaku, Aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya


Apakah kesalahan di masa laluku itu tidak bisa dimaafkan,"


Ibu menggenggam tangan anaknya


"Ibu harap ini bisa jadi pelajaran buat kamu agar kedepannya bisa lebih berpikir lagi sebelum kau mengambil tindakan, Ibu yakin anak-anak mu akan kembali padamu suatu saat nanti, mereka anak-anak yang baik. Selama ini kau sudah mendidiknya dengan sangat baik ," ucap Ibu Zahra mengusap tangan Zahra.


Suara ketukan terdengar dari arah pintu, Randy melepas pelukannya pada Zahra dan berjalan keluar untuk membuka pintu mencari tahu siapa yang datang di pagi-pagi buta seperti ini.


"Iya Pak, ada apa?" tanya Randy saat melihat yang datang adalah 2 orang yang berseragam kepolisian.


Zahra dan Ibu ikut keluar, mereka juga ikut terkejut saat melihat dua polisi datang ke rumah mereka.


"Apa bapak mengenali orang ini?" polisi tersebut menyerahkan sebuah STNK dan surat-surat motor lainnya.


"Iya pak , ini milik anak saya kenapa semua ini bisa ada pada bapak?" tanya Randy yang lihat itu adalah STNK motor Zaky.


"Kami menemukannya di bagasi motor, pagi ini seseorang melapor jika melihat ada ada motor yang terbawa arus sungai." jawabnya,


Zahra yang mendengar itu langsung mendekat dan mengambil apa yang ada di tangan Randy,


"Ini milik anak saya Pak, di mana anak saya?" tanya Zahra lihat ke arah petugas kepolisian tersebut.


"Kami sedang menyelidikinya, kami juga menemukan beberapa barang lainnya di sekitaran sana," polisi tersebut kemudian mengeluarkan sebuah dompet yang mereka temukan di pinggiran sungai di sekitaran mereka menemukan motor tersebut.


Randy dan Zahra saling melihat dengan penuh khawatir,


"Kami hanya ingin memastikan jika tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, apa boleh kami tahu dimana pemilik motor ini?, maksud kami anak bapak?" tanya tugas kepolisian tersebut.


"Dia belum pulang pak dari kemarin," ucap Zahra cepat.


"Kami sudah menyisir di sekitaran sungai semoga saja anak bapak baik-baik saja ," kata petugas kepolisian tersebut.


"Mari ikut kami pak ke TKP.," ucap petugas polisi lainnya.


Randy, Zahra dan ibu mengikuti polisi tersebut mereka sampai di sebuah jembatan dan melihat beberapa polisi dan warga sudah berkerumun.

__ADS_1


Randy menghampiri salah satu petugas polisi yang sudah dari tadi menyaksikan pencarian itu,


"Permisi Pak, dimana motor anak saya ?" tanya Randy.


"Sebelah sini pak, silakan ikut saya," tugas polisi pun membawa Randy ke tempat motor Zaky,


Randy ingin memastikan apakah itu benar-benar motor Zaky atau bukan.


"Apa ini motor anak bapak,?" tanya petugas tersebut saat mereka sudah sampai di tempat motor yang di temukan itu.


"Iya Pak, Ini motor anak saya kemudian di mana anak saya?" tanya Zahra yang sudah berkaca-kaca, pikiran jika Zaky merasa sangat kecewa pada nya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai itu.


"Kami masih terus mencari nya, kami sudah menanyakan pada warga di sekitar sini namun mereka tak satu pun yang mengetahui atau melihat anak bapak. Semoga saja apa yang kami takutkan itu salah, apa anak bapak punya masalah?" tanya petugas polisi tersebut.


Zahra dan Randy kembali saling melihat,


"Iya Pak ada sedikit masalah dalam keluarga kami,"jawab Randy


"Kami akan terus berusaha mencarinya, semoga saja anak bapak tidak melakukan hal yang bisa melukai dirinya,"


"Apa maksud anda Pak" tanya Randy yang sudah ketakutan.


"Semoga saja anak bapak tidak melakukan hal bodoh dengan melompat ke sungai, arus sungai yang sangat deras kemungkinan selamat jika melompat dari sana sangatlah minim.' jawab petugas kepolisian tersebut.


"Enggak, nggak mungkin Zaky nggak mungkin melakukan itu, dia bukan orang lemah seperti itu," ucap Zahra menangis dalam pelukan Randy.


"Kamu benar, Zaky pasti baik-baik saja, dia anak yang kuat," ucap ibu menguatkan anaknya.


Pencarian terus dilakukan, di sungai dan sekitar sungai termasuk di rumah-rumah sekitaran sana. Pencarian bahkan dilakukan dari hilir hingga ke hulu sungai namun tetap Tak ditemukan apa-apa.


Sudah seminggu pencarian dilakukan di sungai tersebut Namun hasilnya tetap sama tak ada hal lain lagi yang mereka temukan.


"Bagaimana ini, kenapa Zaky belum juga di temukan?" ucap Zahra pada Randy.


"Semoga saja Zaky pergi ke tempat lain, Jika ia memang melompat ke sungai itu pasti Jazadnya bisa ditemukan. Kita sudah mencarinya tanpa celah sedikitpun." ucap Randy.


"Semoga saja, aku yakin Zaky orangnya kuat dia tak akan mengambil tindakan bodoh dengan menghampiri hidupnya seperti itu.," ucap Zahra.


"Aku akan coba meminta bantuan pada Bram," ucap Randy,


"Bram?"


"Iya, aku akan mencoba menghubunginya untuk meminta bantuannya mencari Zaky."

__ADS_1


"Bagaimana kalau kamu hubungi Yoga saja, minta yoga yang memberitahu kepada Bram. Takutnya itu akan mengganggu kehidupan pribadinya dengan Mikaila, " usul Zahra.


"Baiklah aku akan menghubungi Yoga," ucap Randy kemudian menghubungi Yoga mengatakan jika Zaky pergi meninggalkan rumah dan tak kembali sudah seminggu.


Randy juga menceritakan semua apa yang terjadi hari itu, alasan Zaky meninggalkan rumah dan penemuan motor Zaky di salah satu sungai.


"Aku akan coba mencarinya, jangan hubungi Bram dan memberitahu masalah ini pada siapapun," pinta Yoga.


"Baik, aku takkan menghubungi Bram tapi tolong bantu kami mencari Zaky, Kami sudah mencarinya namun kami belum juga menemukan nya," ucap Randy..


"Kabari aku jika kau menemukan petunjuk sekecil apapun, aku akan meminta orang ku untuk mencarinya,"


"Terima kasih Pak," ucapannya mengakhiri panggilannya.


"Bagaimana ?tanya Zahra.


"Yoga akan mencoba membantu mencari Zaky, semoga saja dengan bantuan Yoga kita cepat menemukan Zaky."


Yoga kemudian menghubungi Alex yang sedang berada di luar negeri.


"Bagaimana urusan yang di sana, apa sudah selesai ?!" tanya Yoga.


"Sedikit lagi, besok akan ku selesaikan, ada apa?"tanya Alex.


"Jika sudah selesai segeralah kembali, kau punya tugas baru." Yoga kemudian menceritakan apa yang dikatakan Randy padanya.


"Baiklah aku akan menghubungi beberapa orang ku untuk langsung mencarinya," jawab Alex mengakhiri panggilan mereka.


Yoga menyandarkan tubuhnya di kursi memukul-mukul kan HPnya di telapak tangannya,


"Kemana anak itu, dia pasti sangat sedih setelah mengetahui tindakan Zahra. Aku harus cepat menemukannya sebelum ia menemui Bram dan seluruh keluarga," gumam Yoga.


"Kondisi Papa sudah semakin buruk sekarang, takutnya ia tidak bisa menerima kenyataan jika Bram memiliki anak lain selain anak-anak nya dari Mikaila," tambah Yoga mengkhawatirkan kondisi mertuanya yang sudah semakin tua.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca,


jangan lupa ya tetap memberikan like vote dan komentarnya 💖


Salam dariku Author m anha.


💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2