Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kebaikan Hati Seorang Abraham Wijaya. Hartaku Keluargaku.


__ADS_3

Isabela mengantar Jabbar ke bandar,


"maaf ya kak,semalam Syana nanya yang aneh-aneh."ucap Isabela duduk di samping Jabbar.


"iya,,namanya juga anak-anak.Gimana kuliah kamu?"


"sebentar lagi selesai kak,"


"kamu nganter aku kaya gini apa pacar kamu ga marah?"


"aku ga punya pacar ko kak,"jawab Isabela cepat.


"masa,,!!"


"iya beneran sumpah."


Jabbar tertawa sambil mengacak-acak rambut Isabela melihat ekspresi wajah yang begitu menggemaskan menurutnya.


"kamu itu cantik,pinter,dan sudah punya masa depan masa ga ada yang deketin."


"banyak sih yang deketin,tapi ga ada yang nyangkut.Kakak sendiri udah punya pacar?"tanya Isabela sedikit ragu.


Jabbar menggeleng,


"masih nyari cewek yang bisa di jadiin pendamping hidup,kamu pulang gih,aku udah mau berangkat."


"kak,kita foto boleh?"


Jabbar mengambil ponselnya dan merangkul bahu Isabela.


cekrek cekrek cekrek.


Jabbar mengambil beberapa foto Selfi.


"nanti aku kirim di WA ya,"


"iya kak,hati-hati di jalan."


Mereka saling melambaikan tangan.


Ting satu pesan dari Jabbar.


Ia sangat senang mendapat kiriman foto.


"makasih kak, hati-hati,chat ya kalau udah sampai!!"pesan di kirim ke Jabbar.


"ok,"balasnya.


Isabela langsung mengirim satu foto ke grup WA nya yang beranggotakan Arabela dan Mikaila.


Isabela mengirim foto dimana Jabbar merangkul bahu nya.


Dengan tulisan "otw"


Tak mau kalah, Arabela juga mengirim foto dimana David memeluknya dari belakang.


Dengan tulisan "menuju halal".


Ting Ting,dua pesan masuk di ponsel Mikaila.


"sayang,ada pesan,"ucap Bram memakai dasinya,ia melihat ada 2 pesan WA masuk di ponsel Mikaila.


"bentar sayang,"jawab Mikaila dari kamar mandi.


Isabela dan Arabela saling pamer foto dan pesan itu juga masuk di ponsel Mikaila.


Bram yang melihat banyak pesan yang masuk ke ponsel Mikaila merasa penasaran.


Bram duduk di kasur dan membuka ponsel Mikaila,


Matanya melotot saat melihat foto-foto mesra adik dan ponakan nya itu.


"kalian jangan banyak tingkah ya,"balas Bram melalui pesan suara.


Arabela dan Isabela langsung panik saat memutar pesan suara yang di kirim Mikaila.


Tak ada balasan lagi dari mereka berdua.


"siapa sayang?"tanya Mikaila.

__ADS_1


"Isabela dan Arabela."jawab Bram memberikan ponsel kepada Mikaila.


Mikaila tertawa melihat isi chat di grup nya.


"sayang David dan Arabela kok ga langsung Nikah ya?"


"emangnya kenapa ?"


"enggak sih,mereka sudah lama pacaran,takutnya nanti mereka,"ucap Mikaila menggantung.


"aku sudah minta ke ayah untuk segera menikahkan mereka,tapi Arabela masih belum mau katanya.Dan lagi ibu David sedang sakit."


"gitu ya,"


"mas, Minggu besok kamu ada acara nggak?


"ga ada, emangnya kenapa sayang?"Tanya Bram.


"ibu ngajak aku ke salon,sekalian shopping,"


"ya udah pergi aja,lagian kamu sama ibu kan jarang pergi bersama lagi semenjak ada anak-anak."


"mas jagain anak-anak ya,repot kalau bawa mereka."


"iya besok mas yang jagain mereka."ucap Bram mengecup bibir istrinya.


"pakai ini"tambah Bram memberikan sebuah kartu kepada Mikaila.


"batas berapa mas,"tanya Mikaila sambil memainkan dasi Bram dengan senyum manisnya.


"tanpa batas,"bisik Bram di telinga Mikaila.


"makasih mas,"balas nya memeluk erat-erat tubuh kekar suaminya.


"tapi ga ada yang gratis ya,"mengedipkan matanya.


"sip"mengajukan jempolnya.


Mikaila mengirim foto kartu yang di berikan Bram kepadanya dan mengirim ke grup WA yang mereka beri nama Sweetie yang beranggotakan hanya mereka bertiga.


Walau hubungan mereka kakak ipar,Tante dan ponakan namun mereka bertiga seumuran,bahkan Mikaila lah yang termuda.


"ikut,"balas mereka bersamaan.


Ibu, Mikaila,Arabela,Isabela dan Anindita pergi ke salon langganan mereka,mereka memanjakan diri dengan semuanya yang di tawarkan di sana.


Setelah selesai di salon,mereka pergi berbelanja.


Ibu jalan bersama Anin sedangkan Mikaila bersama kedua grupnya.


Mereka berpisah karena selera mereka tidak sama,walau masih di tempat yang sama.


Baju,sepatu,sendal,tas dan beberapa pernak-pernik tak luput dari perhatian mereka bertiga yang harganya mencapai jutaan bahkan lebih.Mereka tak melihat Lebel harganya,asal mereka suka dan nyaman mereka akan membelinya.


Ibu dan Anin lebih tertarik dengan perhiasan.


Mikaila membayar semua yang mereka ambil.


"kak,mas Bram ngebatasin ga nominalnya?"tanya Arabela.


"nggak ko,di suruh beli apa aja.Ga ada batas."ucapnya mengibas-ngibaskan kartu dan menegaskan kata Ga ada batas.


"ayo kita habiskan lagi uang suami kamu,"ucap ibu mertuanya yang tak lain adalah ibu Bram sendiri.


Anindita memotret barang belanjaan mereka lalu mengirimnya ke Arandita


"lagi dapat traktiran"tulisnya.


Arandita membalas dengan mengirim pesan emoticon sedih,ia tidak bisa bergabung karena Gibran sedang sakit.


Bram dan ayahnya membawa anak-anak bermain di taman kota,mereka berjalan jalan disana.


Siti dan Lala ikut bersama mereka.


Arya melihat pedangan eskrim dan langsung berlari ke arah nya,disusul oleh Gavin dan Kelvin.


"mau eskrim"ucap Arya pada mba Siti yang ikut berlari mengejar mereka.


"izin ke papa dulu ya?"jawab mba Siti.

__ADS_1


Arya berlari ke arah papanya yang tengah duduk di bawah pohon bersama kakeknya.


"papa mau eskrim,boleh?"


"boleh,tapi satu aja ya,"jawab Bram memberikan uang kepada Arya.


"boleh mba,tapi satu aja,"ucapnya pada mba Siti.


"iya tatu aja tata,anti peyutnya dadi tatit."ucap Kelvin memegangi perutnya.


Mereka duduk dengan tenang sambil memakan eskrim nya.


Bram mendapatkan telfon dari Mikaila.


"halo sayang"


"mas anak-anak ga rewel kan?"


"nggak ko,kamu tenang aja"jawab Bram melihat anaknya.


"mas aku pake kartu kamu untuk bayar belanjaan yang lainya juga ga apa-apa kan?"


"iya pake aja.selama kalian senang"


"ok,sudah dulu ya"


"hati hati ya."


Ting satu pesan masuk di ponsel Bram


"semuanya sudah siap."isi pesan tersebut.


"terimakasih,"balas Bram.


"iya pak, sama-sama,"


Bram tersenyum, melihat pesan di ponselnya.


"ada apa Bram?"tanya ayah,


"engga ada apa-apa yah,aku cuma mau beri kejutan kepada Mikaila."


"kejutan?"tanya ayah.


"iya,selama menikah aku belum pernah kasih dia hadiah,"jawab Bram.


"biasanya perempuan sangat senang di kasih hadiah,walau hanya sesuatu yang sederhana namun sangat berarti bagi mereka,"ucap ayah.


"papa mau lagi,"ucap Arya memperlihatkan tempat eskrim nya yang sudah kosong.


"satu aja ya, nanti bunda marah,"jawab Bram.


"iya tatu aja,anti unda mayah,"tambah Gavin.


"Kita beli balon aja ya,"Bram menunjuk pedagang balon yang ada di sana.


"iya au bayon,"ucap Kelvin.


Mereka berlarian menuju tempat pedagang balon.


Bram mengikuti mereka dengan berjalan cepat.


"pa saya beli semua Balinya ya"ucap Bram pada pedagang balon.


"Alhamdulillah, makasih pa,"jawab pedagang balon tersebut.


Pedagang balon tak henti-henti mengucap syukur,sedari tadi tak ada yang membeli dagangannya dan sekarang balonnya habis terjual.


Bram dan anak-anaknya membagi-bagikan balon kepada setiap anak yang ada di sana.


Bram selalu mengajari mereka arti berbagi.


Bram memberi uang lebih kepada pedangan bolan tersebut.


"terimah Kasih pak,semoga bapak dan keluarga selalu bahagia."doa pedagang balon.


"aminn,makasih pak doanya.


Itulah Abraham Wijaya,selain wajahnya yang tampan,hatinya juga baik,ia selalu memberi kepada siapapun.

__ADS_1


Bersambung,


Makasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komennya ya.


__ADS_2