
Bram mengajak anak-anak nya untuk bersiara ke makam almarhum Inanti dan Tasya,
Bram menggendong Kelvin yang baru bangun tidur,ia tertidur di jalan saat menuju makam.
Arya berjalan didepan dan Mikaila memegang tangan Kelvin.
kali ini hanya mba Siti yang ikut.
Mba Siti membawa air mawar dan beberapa bunga.
Bram berjongkok membersihkan dedaunan kering yang ada di atas makam,Arya dan Kelvin mengikuti apa yang di lakukan oleh papanya.
Bram tersenyum melihat mereka dengan antusias mengambil satu persatu daun dengan kedua tangan mereka.
Gavin berpindah ke gendongan bundanya.
bram menyirami kedua kuburan orang-orang tercintanya kemudian membacakan doa.
Arya dan Kelvin berlomba menaburkan bunga di atas makam,Gavin yang melihat mereka turun dari gendongan bundanya dan ikut menaburkan bunga.
Mikaila duduk di samping Bram dan ikut mengaminkan doa suaminya.
Bram menatap Mikaila,wanita yang sudah memberinya kebahagiaan,istri kecil yang dulunya selalu menagis karena ulahnya kini terlihat dewasa dan pengertian..
Bram merangkul bahu Mikaila dan mencium keningnya.
Mikaila hanya tersenyum menanggapi tatapan Bram.
"terimah Kasih sudah hadir di hidupku."
Bram mengelus kepala Mikaila yang tertutup hijab.
Mikaila memeluk Bram.
"terimakasih sudah memberi banyak kebahagiaan untuk.,"
Bram membalas pelukan Mikaila dan kembali mengecup keningnya.
Jujur hati Bram masih sakit saat mengenang peristiwa kelam yang merenggut anak dan istrinya.
Mereka juga mengunjungi rumah ibu Inanti,yang tinggal di rumah lama Bram.
Mereka di sambut hangat oleh ibu Inanti.
Di rumah itu tinggal kedua orang tua,dan keluarga kakak Inanti.
Menjadikan rumah itu menjadi sangat ramai.
Mereka menghabiskan waktu disana, anak-anak senang bermain karena ada Anak dari kakak Inanti yang juga seumuran dengan mereka.
Bram mengusap foto Tasya yang masih ada di ruang tamu,mereka masih memajangnya disana.
Mikaila mengusap lengan Bram mencoba memberi kekuatan pada suaminya.
Mereka lanjut mengunjungi rumah besar, karena jaraknya yang dekat dengan rumah dimana mereka sekarang.
Rumah besar langsung ramai saat anak-anak berlarian masuk kedalam rumah.Arya langsung menghampiri kakeknya dan menariknya untuk melihat ikan hias.
Gavin yang melihat neneknya sedang di dapur membuat kue langsung menghampiri neneknya itu,sedangkan Kelvin tertidur di gendongan Bram.
Bram langsung masuk ke kamarnya untuk menidurkan Kelvin.
__ADS_1
Mikaila menghampiri nenek Bram yang sedang duduk di ruang tengah bersama Arabela.
Arabela sedang menonton drama Korea dari laptop nya.Mikaila yang memang penggemar Drakor langsung ikut nonton.
Saking seriusnya menonton drakor mereka tak sadar kalau suami mereka sudah ada di sana.
David yang baru pulang kantor dan Bram baru menidurkan Kelvin di kamar atas.
Mikaila dan Arabela terang-terangan memuji ketampanan pemeran utama pria di drama tersebut,apalagi saat pria tersebut menunggangi Optimus, kuda putih kesayangannya sang raja.
Bram dan David hanya saling melempar senyum dan ikut melihat apa yang membuat istri mereka terkagum-kagum.
"Nonton apa sih"tanya Bram.
"drakor,"jawab Mikaila.
"bagus ya?"
"hemm"
"tampan ya?"
"banget,"
"biasa aja tuh!!"
"mana ada,dia itu,"ucap Mikaila menggantung saat menyadari suaminya lah yang dari tadi bertanya padanya.
"tampan juga mas mu ini"ucap Bram sewot.
"uuuu cemburu ya,,"Mikaila mencubit pipi Bram.
Saat sedang asyik menonton,perut Arabela tiba-tiba sakit.
"kamu mau melahirkan ,"ucap Mikaila membuat David langsung menghampiri Istrinya.
"perut kamu sakit?"David memegang perut Arabela.
Arabela hanya mengangguk sambil meringis kesakitan.
"Bawa ke mobil kita langsung ke rumah sakit."ucap Bram yang sudah berpengalaman dalam hal ini.
Mikaila langsung berlari memberitahu ibu yang sedang di dapur bersama Gavin.
Ibu menyuruh Mikaila mengambil tas yang sudah di siapkan di kamarnya.
Mikaila kembali berlari mengambil tas.
Karena panik ibu langsung menyusul Arabela ke mobil tanpa mencuci tangannya yang penuh adonan kue.
Mereka tiba di rumah sakit dan langsung di tangani oleh Anindita.
Mikaila terus menenangkan mertuanya yang panik, dan terus saja keluar masuk kamar mandi,entah mengapa setiap mendengar Arabela mengejan perut ibu justru mules dan harus ke kamar mandi.
Mikaila dengan setia menemani mertuanya itu bolak balik kamar mandi,Bram yang melihat Mikaila kelelahan mencoba menggantikannya memegangi ibu,namun di tolak oleh ibunya,ia lebih nyaman apabila di temani oleh Mikaila sesama perempuan.
Arabela akhirnya melahirkan bayi cantik,David sangat senang dan terus menciumi putri kecilnya.
Bram dan Mikaila pamit pulang,mereka sudah meninggalkan anak-anak terlalu lama.
"ibu ikut Bram,"ucap ibu.
__ADS_1
"ibu disini aja,"rengek Bela.
"iya,nanti ibu kesini lagi.ibu mau bersih-bersih dulu,lihat tangan dan baju ibu kotor begini."
"jangan lama-lama ya Bu,"ucap Bela.
"iya sayang.David ibu pulang dulu,kalau butuh sesuatu telfon saja Isabela,,,"
"iya Bu,"jawab David.
Mereka pulang kerumah, Mikaila yang kelelahan tidur di mobil.
Bram yang melihat Mikaila tidur sangat nyenyak,tak membangunkannya.Ia langsung masuk menjemput anak-anaknya.
"astagfirullah,"teriak ibu saat baru masuk kerumah.
Bram mencoba melihat apa yang membuat ibunya ibu sampai istighfar.
Bram menggigit bibir bawahnya saat melihat anak-anak penuh dengan tepung,bukan hanya itu rumah ibu yang bersih kini penuh dengan tepung.
Bram langsung membawa kabur anak-anaknya sebelum ia juga harus membereskan kekacauan yang di buat putra-putranya.
Ibu Bram sangat tegas dalam hal ini,
siapa yang mengotori dia juga yang harus membersihkan.
Bram membawa anak-anak nya ke mobil dengan kondisi masih penuh dengan tepung.
Saat Sampai di rumah semuanya sudah tertidur,Siti mengangkat Gavin masuk kedalam,pak slamat membawa Arya dan bi Yanti menggendong Kelvin.
Bram menggendong Mikaila ke kamar dan merasakan tubuhnya panas,ia membaringkan Mikaila dan mengambil obat penurun panas.
"sayang minum obat dulu,"Bram membangunkan Mikaila yang masih tertidur pulas.
"Mikaila bangun minum obat lalu tidur kembali.
Bram keruang kerjanya,ia tidak masuk kerja hari ini, Yoga mengirim beberapa berkas yang harus Bram pelajari.
Mikaila terbangun tak mendapati Bram di sampingnya.
"apa mas Bram di kamar anak-anak,"gumamnya berjalan melihat di kamar anak-anak,namun bram tak di sana,
"mungkin di ruang kerjanya,"berjalan menuju ruang kerja Bram,dan benar saja Bram ada di sana.
Mikaila berjalan gontai ke arah Bram dan duduk di pangkuannya menyandarkan kepalanya di dada Bram,kepalanya terasa sangat pusing.kemudian ia kembali tertidur.
Bram tetap melanjutkan pekerjaannya, membiarkan Mikaila tertidur di pangkuannya,mengusap punggungnya agar lebih nyaman.
Merasa kalau istrinya sudah tertidur pulas ia mengangkatnya kembali ke kamar mereka dan melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa saat kemudian Mikaila kembali terbangun,
"mas,"panggil Mikaila.
Bram yang mendengar panggilan istrinya langsung menghampiri dan mengecek suhu tubuh Mikaila yang masih terasa panas.
Bram mengompres dan memeluk Mikaila, menemaninya hingga tidur namun ia juga ikut tertidur.
Pekerjaan Bram masih menumpuk dan laptopnya masih menyala.
Rencana lemburnya di lanjutkan di dalam mimpinya.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍
Jangan lupa like,vote dan komennya 🙏💗💗