Pilihan Ku

Pilihan Ku
Layu Sebelum Berkembang


__ADS_3

Bram terus menatap Mikaila sedangkan yang di tatap entah apa yang terjadi padanya ia bahkan sudah tidak dapat merasakan kakinya sendiri keringat bercucuran dan debaran jantung yang sudah tak terkendali lagi dan berhasil membuat nya jadi salah tingkah.


Hanya Yoga yang menyadari situasi itu,dia pun ter batuk-batuk cukup keras dan berhasil menyadarkan Bram dari keterkejutan nya.


" kamu kenapa mas" tanya Aran,


"engga ko sayang tiba-tiba tenggorokan aku ko kering banget ya kita cari minum dulu yuk"


"ya udah kita masuk aja lagi ke dalam"


"kita cari di sana aja kayanya ada mini kafe deh,"kata Yoga.


"iya disana bagus ko mba tempatnya,"kata Zahra.


" ya udah kita ke sana aja,ga papa kan Bram,"


Bram yang masih sedikit canggung hanya nurut aja.


Mereka pun menikmati malam di kota Batam dengan berbincang-bincang santai di mini kafe.


Bram tidak ikut perbincangan mereka dia justru sibuk mencuri pandang pada Mikaila sampai Randy ikut bergabung dengan mereka.Randi yang sudah tak malu lagi menunjukan ketertarikannya pada Mikaila terus saja munujukkan perhatiannya dan bahkan tak segan-segan memuji dan meluncurkan gombalan mautnya.


Mikaila hanya tersenyum kaku menanggapi ke konyolan Randy.


Bram mengepal tangannya rahangnya mengeras entah perasaan apa yang ia rasakan,hatinya tak terima Mikaila mendapat perlakuan seperti itu dari pria lain,cemburu mungkin dia cemburu.


Yoga yang sejak tadi memperhatikan bosnya itu menyadari ketidak nyamanan Bram.


"sayang sepertinya ini sudah malam besok kita harus pulang pagi,"


belum Aran menjawab Bram sudah pergi meninggalkan tempat itu,yang di susul Yoga.


"kami pulang duluan ya,"pamitnya.


mereka hanya mengangguk sambil tersenyum.


"ganteng si tapi ga sopan,"celetuk Maira sambil menghabiskan minumnya.


"gantengan aku kemana mana kali,"sambar Randy dengan pedenya.


"dilihat dari sedotan es cincau kali kak" tambah Mikaila sambil tertawa.


Zahra hanya tersenyum mendengarkan celotehan mereka.

__ADS_1


" Abraham wijaya" gumamnya sambil tersenyum..Entah apa arti senyum itu.


"kaila besok kita jalan yuk,"


"mau mau iya kan Ra"jawab Mikaila semangat.


"gimana ya kaila besok aku udah ada janji,"bohong Maira karena ia mengerti kalau Rendy ingin menghabiskan waktu dengan temannya itu.


"jam berapa ka?"


"aku jemput jam 8 ya,"


"hemm ok."


Zahra hanya diam memainkan ponselnya, dia melihat hasil fotonya,saat sedang berbincang-bincang tadi dia diam diam mengambil beberapa foto Bram tanpa ada yang tau.


Bram hanya diam sepanjang perjalanan pulang memandang keluar jendela mobil. Aran sibuk dengan ponsel nya Yoga menyetir sambil sesekali melirik Bram dari balik spion.


Mikaila cantik ya Bram tanya Aran sambil terus memainkan ponselnya.tak ada jawaban Bram justru menghebus nafasnya kasar menyandarkan kepalanya dan menutup mata.kembali hening sampai mereka tiba di hotel.


keesokan harinya Yoga dan Aran bersiap-siap untuk pulang.Namun Bram tetap tinggal dengan alasan masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan ya.


"kamu yakin ga mau pulang barang Bram?"


"ya udah kami pulang dulu ,semangat ,"Yoga menyemangati adik iparnya itu sambil mengedipkan matanya dan menepuk pundak Bram, Bram membalas dengan tinju kecil ke lengan asisten nya sambil tersenyum.


Setelah kepergian kakak dan kakak ipar nya Bram langsung menuju Butik Zahra yang sudah mendapatkan alamatnya dari Yoga.Belum sempat turun dari mobil dia melihat Randy dan Mikaila naik ke mobil.tanpa berfikir panjang dia mengikuti mobil Randy.


Randy mengajak Mikaila ketempat tempat wisata,membuat Mikaila sangat senang.Randy juga membelikan banyak hadiah kepada Mikaila,awalnya ia menolak namun karena Randy terus memaksa akhirnya Mikaila menerimanya,mereka juga nonton bioskop dan bermain bermacam game yang ada di mall terbesar di sana.


Dan berakhir Randy membawa Mikaila ke sebuah Restoran mewah ia memesan tempat dan mendekor nya dengan sangat indah bernuansa romantis,Mikaila sangat takjub melihat ruangan itu.


Randy membawa Mikaila ke meja yang telah di hias sangat cantik kemudian memegang tangan Mikaila dan menatap matanya.


Rendy menyatakan perasaannya kepada Mikaila dan semua itu di saksikan oleh Bram.Belum sempat Bram mendengar jawaban Mikaila di sudah pergi meninggalkan tempat dimana dia merasa ada sesuatu yang sakit di dadanya,, Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh memukul-mukul stir mobil sebagai pelampiasan kekesalannya,mengingat betapa bahagianya gadis yang ia rindukan bersama pria lain.


sebelum pulang Bram meminta salah satu orang kepercayaan nya mencari tau tentang Mikaila.


Kantor Wijaya grup.


Bram sibuk dengan pekerjaan,suara ketukan pintu menghentikan aktifitasnya.Niken sekertaris Bram masuk dengan pakaian super seksinya membawa amplop coklat di tangannya.


"siang pak ini ada paket"...Niken meletakkan amplop tersebut di meja depan Bram yang duduk di kursi tamu,dia sengaja menunduk di depan Bram dengan kancing bajunya yang sengaja ia lepaskan sehingga sukses membuat dada montoknya terekspos nyata di mata Bram,dan tersenyum menggoda.

__ADS_1


" makasih kamu bisa kembali bekerja,"kata Bram tak menghiraukan apa yang di sajikan di depannya..


"ada yang bisa saya bantu pak"godanya sambil melangkah mendekat dan duduk di samping Bram mengangkat satu kakinya ke kaki lainnya,dengan sengaja memperlihatkan sesuatu di balik rok mininya sambil tersenyum menggoda.


"saya tidak sedang membutuhkan bantuan saat ini,jadi kamu bisa keluar,"


"baik pak,saya permisi dulu.Bapak bisa hubungi saya kapanpun kalau membutuhkan bantuan saya,baik urusan kantor atau urusan lainya,"


"terimakasih silahkan keluar."


Niken keluar ruangan Bram dengan sedikit menggerutu "awas kamu Bram lihat saja nanti aku akan mendapatkan kamu."


Bram membuka amplop yang ada di depan nya,itu adalah informasi lengkap tentang Mikaila.Saat membuka pertama kali yang ia lihat adalah foto Mikaila yang tersenyum manis dengan warna hijab yang sangat pas dengan kulit nya sungguh sangat cantik.Tanpa disadari nya diapun ikut tersenyum,belum sempat membaca informasi yang ada di tangan nya ponselnya berdering.


"assalamualaikum Bu,"


"waalaikumussalam sayang,"


"iya Bu ada apa?"


"kamu masih di kantor?"


"iya ini juga dah mau pulang Bu."


"sekarang aja ibu ada di depan pom bensin dekat kantor kamu,kamu kesini ya jemput ibu ban mobil ibu kayanya bocor deh,*


"ya udah Bram jalan sekarang."


Bram memasukkan kembali berkas yang ada di tangannya dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya.


Bram mengantar ibunya pulang.


"nak kamu nginap aja disini, ini sudah malam,"


"ibu kamu benar nak sebaiknya kamu tinggal aja di rumah ini,inikan juga rumah kamu,"sambung Nene Bram.


"iya nek,badan aku juga da capek banget,"Bram ke kamar dulu.


Bram menuju kamarnya di lantai dua yang ada di rumah ini semua kamar anak anaknya masih tetep terawat meskipun mereka sudah memiliki rumah masing masing.


setelah membersihkan dirinya Bram kembali mengambil amplop yang berisi informasi Mikaila.sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur dia membaca lembar demi lembaran informasi tentang Mikaila.Gadis cantik yang sederhana dari keluarga yang harmonis ,baik dan berhati lembut.cuman lulusan SMA dan baru pertama kalinya meninggalkan kampung halamannya, Bram membaca semua info itu dengan teliti sampai matanya berhenti pada keterangan yang menyatakan kalau usia nya baru 18 tahun, Bram menggeleng,aku pasti sudah gila menyukai gadis yang masi sangat muda,.dia memasukkan kembali berkas itu dan menyimpannya di laci dekat tempat tidurnya.aku tak menyangka dia masih semuda itu.


Bram memutuskan untuk melupakan Mikaila mengingat usia mereka terpaut sangat jauh ,ia mencari seorang istri dan Mikaila tidak mungkin mau menikah dengannya mengingat Randy memang cocok menjadi pasangan Mikaila.

__ADS_1


__ADS_2