
Suara petir yang bergemuruh mengagetkan Arya yang tengah tertidur pulas,,,,
Ia seakan merasa kalau papanya sedang ada di sekitarnya.
Arya berjalan keluar,ia merasa papanya sedang menunggunya di luar rumah...
Arya membuka pintu,namun ia tak melihat siapa pun di balik pintu itu.
Dwarrrr
Suara petir kembali mengagetkannya, tiba-tiba ingatan dimana papanya terkena tembakan dan jatuh kelautan melintas di pikirannya,,,
"papa aaaaaa,"teriak Arya.
Tubuhnya bergetar ketakutan,bayangan wajah papanya yang berlumuran darah terus terbayang di benak nya.
"papa aaaaaa,"Arya terus berteriak histeris,
Mikaila berlari menghampiri Arya,memeluk erat tubuh putranya,, keringat dingin mulai membasahi wajah Arya bercampur air matanya yang terus menetes..
Mikaila terus menenangkan putranya meyakinkan kalau ia akan selalu bersamanya...
"bundaaaa,"Ucap Arya menatap wajah bundanya.
"iya sayang,"jawab Mikaila menghapus air mata Arya.
"bunda,,kenapa mereka mukulin papa?,,"tanya Arya di sela-sela tangisnya.
Mulut Mikaila kaku,matanya terasa panas.Bayangan Bram dipukuli terlintas di pikirannya.
"bunda mereka mukuli papa dengan tongkat,kepala papa banyak darahnya.Bunda tolongin papa,mereka terus mukulin papa,,"Arya terus berbicara,ia menceritakan semua kejadian yang dilihatnya malam itu,,
"bunda mereka juga nembak kepala papa dan papa jatuh ke laut,"Arya semakin kencang mengeluarkan tangisnya,,,Beban yang di pendam nya ia keluarkan saat itu juga menagis hanya bisa menangis di pelukan bundanya.
Tubuh Mikaila melemah mendengar semua ucap Arya, harapan Bram masih hidup dan akan segara menemuinya pupus sudah.
Ayah Mikaila langsung mengambil Arya dari putri nya yang sudah duduk di lantai, kakinya terasa tak bertenaga untuk menopang tubuhnya sendiri.
Semua mematung mendengar penuturan Arya,,
ibu Bram sudah jatuh pingsan mendengar penderita yang telah dialami putra satu-satunya.
Yoga dengan sigap membawa mertuanya ke sofa,,,
Mikaila menangis sejadi-jadinya di pelukakan ibunya,,,tangis yang selama ini di tahannya keluar sudah,,,
Kelvin yang mendengar kakak dan bundanya menagis kembali ke kamar,ia masuk ke dalam selimut dan menutup telinganya,,,tak ingin mendengar apa-apa tangisan atau cerita tentang papanya...
Hari berganti hari,,Waktu terus berputar namun luka di hati Mikaila tetap sama,ia memutuskan ikut pulang bersama kedua orang tuanya,,,ia ingin menenangkan diri dari semua dukanya....
Baru saja ia lepas dari duka satu ia kembali di hadapkan dengan duka yang lainnya yang jauh lebih menyakitkan....
Keluarga Bram mengantar Mikaila hingga ke bandara.
Ibu Bram mencium semua cucunya,ia tersenyum dan memeluk erat anak sulung dari putranya.
Ibu Bram menghapus air mata menantunya,
"kembalilah saat sudah merasa lebih tenang,ibu akan selalu menunggu kalian,"ucap ibu Bram memeluk Mikaila.
"iya Bu,,"jawab Mikaila membalas pelukan mertuanya...
Lambaian tangan mengantar kepergian Mikaila,,
__ADS_1
Raihan dan Syakila ikut mengantar mereka,,Hati Raihan seakan tak rela melepas kepergian wanita yang sangat di cintai nya.
Di kampung halaman Mikaila...
Mikaila berdiri di balkon kamarnya,melihat Arya yang sudah mulai ikut bermain dengan adik dan omnya,ia memasang earphone dan memutar lagu favoritnya dengan Bram...
Mikaila kembali mengingat masa-masa indah mereka,senyum terbit dari bibirnya.
Mikaila melihat Zahra dan Randy yang baru datang,mereka di sambut oleh kedua orang tuanya.
Mikaila melihat Zaky yang ada di gendongan Randy,bukan rasa sakit yang ia rasakan seperti waktu itu,tapi rasa penyesalan yang menyusup ke hatinya, sudah berprasangka buruk pada Bram tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.
Mikaila kembali menikmati musik yang ia dengarkan.
Mikaila memicingkan mata dan membuka earphone nya saat melihat ibunya terlihat mendatangi Zahra dengan terburu-buru.
"ibu,,ibu mau ngapain."batin Mikaila yang melihat ibunya terlihat marah.
Mikaila berlari ke bawah dan menemui kakaknya yang sedang bermain bersama anak-anak nya.
Ibu Mikaila langsung masuk ke dalam rumah tanpa salam,Manarik tangan Zahra yang akan masuk ke kamar.
Plaaak,,
Tamparan keras mendarat di pipi Zahra,
"dasar kamu ya perusak rumah tangga orang,apa salah anakku sehingga kamu dengan teganya menjebak suaminya haaa,"ucap ibu Mikaila dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.
Plaak, Satu tamparan lagi mendarat mulus di pipi satunya.
"apa tak ada pria lain,Bram sudah punya anak dan istrinya,kamu juga seorang wanita apa kamu tak bisa sedikit saja meresahkan perasaan wanita lain,"ucap ibu Mikaila lagi.
"ada apa ini Bu?"tanya ibu Zahra yang baru keluar dari dapur menghampiri mereka.
"sini kamu,"ibu Mikaila berusaha menggapai Zahra,namun Randi terus menghalanginya.
Randy bergegas keluar dari kamar saat mendengar suara keributan di depan pintu kamar nya.
"apa maksud kamu sebenarnya?"tanya ibu Zahra tak mengerti ucapan ibu Mikaila.
"tanya saja sama anak kamu ini,"ibu Mikaila tak pantang menyerah ingin menarik Zahra,
namun Randy terus menghalanginya.
Merasa terganggu dengan Randy yang terus menghalang ibu Mikaila menggigit tangan Randy.
"aaaww,"pekik Randy mengusap lengannya.
Ibu Mikaila berhasil menggapai Zahra dan menarik hijabnya.
Sudah lama ia menahan ingin menghajar orang yang sudah membuat anaknya menagis.
Jabbar langsung menarik tangan ibunya.Ia berlari mengejar ibunya saat mengetahui ibunya mendatangi Zahra,ia tau apa yang akan ibunya lakukan dengan Zahra.
"sudah Bu,"ucap Jabbar menenangkan ibunya,
Bukannya tenang ibunya justru mendorong nya,
Ibu kembali melihat Zahra, Randy kembali melindungi istrinya dari amukan ibu Mikaila.
Ibu Zahra terus memenangkan tetangga sekaligus sahabatnya yang terlihat sangat marah pada anaknya.
"Zahra apa yang sebenarnya terjadi?"tanya ibu Zahra menatap tajam putri.
__ADS_1
Zahra hanya diam dan memegang lengan Randy.
"Zaky itu bukan anak Randy,tapi Bram.Bram menantuku."ucap ibu Mikaila menekankan kata menantuku .
Ayah dan ibu Zahra sangat terkejut mendengar ucapan ibu Mikaila begitu juga ayah Mikaila yang berdiri di depan pintu.
Ayah Mikaila mengikuti Jabbar yang berlari ke arah rumah Zahra dan mendengar suara istrinya di sana.
"apa maksud ibu,"tanya ayah Mikaila.
Suasana menjadi tegang,semua diam.
"ibu kita pulang dulu ya,"ucap Jabbar membawa ibunya pulang dan di ikuti ayah Mikaila.
Ibu Zahra menarik tangan Zahra agar mendekat,
"apa benar yang di katakan ibu Mikaila tadi?"
Zahra yang melihat tatapan ibunya hanya bisa mengangguk,,
Plaak,plaaak.
"dulu ibu sangat bangga saat memperkenalkan mu pada orang-orang, anak ibu sukses sudah punya banyak butik dengan usahanya sendiri,anak ibu yang terbaik,tapi sekarang ibu sangat malu punya anak seperti kamu Zahra.Teganya kamu mencoreng wajah kami dengan perbuatan hina mu ini."ucap ibu Zahra setelah melayangkan tamparan di kedua pipi anaknya.
Zahra hanya menunduk dan berlindung pada Randy,air mata sudah menetes di pipinya.
Ibu Zahra masuk ke kamarnya,ayah Zahra hanya menatap dan menggeleng melihat putri nya dan keluar dari rumah.
Ayah duduk dan memanggil mereka bertiga.
Mengabsen anggota keluarganya dengan tatapan matanya.
"Ada yang mau menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di sini?"tanya ayah dengan suara tinggi,ini baru pertama kalinya ayah bersikap seperti ini.
Mendengar kenyataan yang tak pernah terbayangkan olehnya.
Mikaila membuka suara,ia menceritakan semua masalahnya,dan menjelaskan dengan hati-hati agar ayahnya tak salah paham pada suaminya.
Ayah Mikaila hanya menghela nafasnya, Semua sudah terjadi, putrinya juga sudah tak mempermasalahkan hal itu lagi.
"Zahra benar-benar keterlaluan."ucap ayah membawa Mikaila ke pelukannya.
Mikaila merasa lengah ayahnya tak marah pada Bram,mungkin akan berbeda jika Bram ada bersama mereka sekarang.
"ayah,,,apa mas Bram akan kembali,"tanya Mikaila yang masih bersandar pada ayahnya.
"selama ayah tak melihat jazad nya langsung,ayah percaya suatu saat nanti Bram akan kembali untuk kalian."ucap ayah penuh keyakinan.
Mikaila merasa senang,ternyata bukan hanya dirinya yang memiliki keyakinan kalau suaminya masih hidup dan akan segara menemuinya.
Di tempat lain..
"MIKAILA" tulis seseorang di atas pasir pantai.
"siapa Mikaila,"ucapnya setelah membaca tulisan nya sendiri.
Tulisan tangan itu hilang di hapus ombak,,,
💖💖
Terimakasih sudah membaca 💗
Like vote dan komennya ya 🙏💗💗🙏
__ADS_1