
Zahra kembali ke Batam,ia akan menjaga bayi dalam kandungan sendiri.
Zahra langsung ke butik,karena ia sudah lama meninggalkannya.
Saat membuka pintu ia melihat ada Randy di meja kerjanya sedang memegangi hasil tespek yang ada di sana.
Zahra baru ingat karena panik ia lupa menyimpan hasil tespek itu dan langsung ke kota x
"Randy,apa yang kamu lakukan disini?"tanya Zahra mengambil hasil tespek yang ada di tangan Randy.
"hasil tespek siapa ini,"tanya Randy.
"itu bukan urusan kamu,"tanya Zahra ingin keluar,
"apa ini alasan kamu memutuskan hubungan kita?"memegang lengan Zahra.
Zahra hanya terdiam,
"kamu hamil?"tanya Randy menatap mata Zahra
"maaf,"jawab Zahra pelan sambil menunduk.
Rahang Randy mengeras,ia mengepal tangannya hingga membuat kuku jarinya memutih.
"Za,aku sangat mencintai kamu,apa salah ku hingga kamu Setega ini padaku?"Randy memegang tangan Zahra,suaranya bergetar menahan amarahnya.
"maaf,aku benar-benar tidak bermaksud menghianati hubungan kita,aku terpaksa.
Aku tidak punya pilihan lain,"Zahra tertunduk,air matanya sudah menetes.
"apa maksud kamu dengan terpaksa?"tanya Randy mengangkat dagu Zahra agar menatapnya.
Zahra akhirnya menceritakan semua yang di alaminya,ia juga menceritakan semua kejahatan yang telah ia lakukan pada Mikaila.
Randy membawa Zahra kepelukannya,ia tak bisa berkata apa-apa, Zahra menangis sejadi-jadinya di pelukan Randy.
Setelah beberapa saat Zahra melepas pelukannya,ia menghapus air matanya.
"maaf Randy, aku bukan wanita yang tepat untuk mendampingi mu,aku wanita yang jahat."ucap Zahra.
"kamu memang melakukan kesalahan, namun kamu sudah menyesalinya dan mencoba memperbaiki diri itu sudah cukup bagiku.
Zahra menikahlah denganku."ucap Randi menghapus air mata Zahra.
"tapi aku sedang hamil,"memegangi perutnya.
"bayi itu tidak salah apa-apa,aku akan menjadi ayah yang baik untuknya.Kita akan merawatnya bersama-sama."
"tapi bagaimana dengan keluarga kamu,"tanya Zahra melihat mata Randy.
"ini bayi ku dan akan selamanya menjadi bagian dari hidup kita."menggenggam erat tangan Zahra, mencoba meyakinkan nya.
Zahra mengangguk sambil kembali menagis,
"terimakasih Ran,kamu mau menerima keadaan aku,"
__ADS_1
"sudahlah,jangan di bahas lagi,"Memeluk wanita yang ia cintai..
Walau ada rasa kecewa di hatinya,namun rasa cinta Randy lebih besar.Ia yakin pilihannya untuk menikahi Zahra pilihan yang tepat.
Randy membawa Zahra bertemu orang tuanya,dan mengatakan kalau Zahra sedang mengandung anak nya,Randy ingin bayi itu mendapatkan kasih sayang dari orang-orang di sekitar nya.
Begitu juga dengan Zahra,ia memberitahu kedua orang tuanya kalau ia sedang mengandung anak Randy.
Orang tua Zahra awalnya marah mendengar kalau Zahra sedang mengandung,namun semua sudah terjadi dan Randy mau bertanggung jawab.
Orang tua Randy justru senang Zahra akan menjadi menantunya dan sebentar lagi mereka akan mendapatkan cucu.
Pernikahan mereka di gelar secara sederhana,hanya di hadiri oleh keluarga dekat saja.
Walau Zahra bukan mengandung anaknya,namun Randy tetap bahagia bisa menjadikan Zahra sebagai istrinya,dan berjanji pada dirinya sendiri akan menyayangi bayinya nanti.
Di kediaman Abraham Wijaya.
Mikaila memesan gaun via online,saat paketnya datang ia langsung mencobanya.
Mikaila berputar-putar di depan cermin,
"cocok,"ucapnya senang, karena sesuai dengan keinginannya.
Namun saat ini akan membukanya,hiasan gaun tersebut tersangkut di anting-anting nya.
Mikaila berusaha untuk membukanya namun usahanya sia-sia, melihat mba Lala yang sedang mengepel lantai kamar anaknya, Mikaila meninta bantuan kepada mba Lala.
Leher dan telinga Mikaila sudah sakit,namun mereka belum bisa melepaskan gaun tersebut.
"ini mas,gaunnya nyangkut."jawab Mikaila masih dengan memiringkan kepalanya agar kupingnya tidak terlalu tertarik.
Bram yang Melihat Mikaila kesusahan,langsung mengambil gunting.
"krek,,krek,,dalam hitungan detik gaun tersebut sudah berada di tangan Bram.
Bram memberikan kepada Mikaila gaun tersebut, mulut Mikaila terbuka lebar melihat aksi heroik suaminya dan menjadikan gaun yang baru saja di belinya menjadi tak dapat di pakai lagi, Mikaila mengangkat gaun itu keatas dan melihat nasib naas yang menimpa gaun barunya.
Belum juga Mikaila tersadar dari keterkejutannya Bram yang melihat telinga Mikaila memerah dan masih ada sisa gaun yang tergantung di sana langsung menggunting anting emas milik istrinya itu,dan langsung melemparnya ke tempat sampah yang ada di sana.
Mikaila mengikuti gerakan tangan Bram yang melempar anting-anting ke tempat sampah.
Mikaila kembali melihat Bram yang berjalan santai ke kamarnya.
"antingku,"ucap Mikaila berlari mencari antingnya di tempat sampah.
Mba Lala hanya melihat tingkah majikannya yang sedang membongkar tempat sampah,walaupun sampahnya hanya kertas dan kantong plastik yang bersih.
"syukurlah,"ucapnya saat menemukan anting tersebut.
Mikaila membuka anting satunya yang masih menghiasi kupingnya,,,
"mba,ini emas murni,walau rusak masih ada harganya ko,ini buat mba Lala aja,ga apa-apa ya mba dari tempat sampah"ucap Mikaila merasa tidak enak.
"buat saya Bu,"Tanya mba Lala melihat emas di tangannya.
__ADS_1
"ia mba,dari pada di buang,"
"terimah Kasih Bu,"
mba Lala sangat bersyukur menerimanya,anting pemberian majikannya itu.Saat pulang ia singgah ke toko perhiasan,mba Lala tak menyangka walau rusak anting itu sangat mahal.ia segera pulang kerumahnya dengan perasaan bahagia.
Pak Subri suami mba Lala duduk di teras rumahnya,
"kemana lagi harus cari pinjaman,yang kemarin aja belum di bayar,"mengusap wajahnya kasar.
Salah satu anak mereka sedang sakit,sudah 3 hari demamnya tidak turun,mereka tak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit.
Pak Subri hanya seorang pedagang bakso keliling,baksonya sangat enak dan banyak pelanggan.Namun karena modalnya tidak banyak pak Subri hanya membuat secukupnya saja.Tak jarang pelanggannya kehabisan.
Mba Lala menghampiri suaminya.
"Bagaimana baksonya pak,"tanya mba Lala.
"Alhamdulillah Bu,habis.Bu ayo kita bawa Sasa kerumah sakit,kita pake uang modal bakso aja dulu,nanti kita cari lagi untuk modal yang penting anak kita di obati dulu."ucap pak Subri.
"nggak usah pak,bapak simpan saja uang itu.Ini saya ada uang."memperlihatkan uang hasil penjualan emas tadi.
"ibu dapat dari mana uang sebanyak ini,"tanya suami mba Lala melihat uang yang ada di tangan istrinya.
"ini dari majikan ibu,antingnya rusak jadi di kasih ke ibu,dari pada di buang katanya.
"Alhamdulillah Bu,ayo sekarang kita ke rumah sakit."
Mba Lala membawa anaknya ke rumah sakit,dan mendapat perawatan dari dokter.
Sebenarnya gaji mba Lala lumayan buat kebutuhan mereka,namun gaji itu di pakai untuk mencicil utang almarhum ayahnya.
Sehingga mereka hanya mengandalkan penghasilan bakso untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Untung saja biaya sekolah kedua anaknya di tanggung oleh Bram.
Bram memang membiayai sekolah semua anak dari orang yang bekerja di rumahnya,bahkan sampai mereka kuliah.
Mba Lala juga tinggal bersama ibu dan kedua mertuanya,namun mereka tak pernah mengeluh dan saling bantu membiayai kebutuhan sehari-hari mereka.
mba Lala sangat bersyukur bisa bekerja di rumah Bram,tak jarang ia membawa pulang makanan enak untuk keluarganya.
Bi Yanti sengaja memasak lebih untuk mereka bawa pulang,Bi Yanti pernah ada di posisi mereka, anak-anaknya dulu sangat senang apabila ia membawa pulang makan dari rumah besar.
Sekarang anak-anak bi Yanti sudah besar dan sukses berkat keluarga Bram, itulah sebabnya ia dan suaminya dengan setia bekerja.
Bukan lagi karena gaji namun lebih karena rasa terima kasih mereka.
Mungkin bagi Bram itu hanya sebuah anting rusak dan sudah tak bisa di pakai lagi,namun berbeda dengan mba Lala,mendapatkan anting itu bagai Rezky yang tak disangka-sangka,dan sangat membantu kehidupannya.
Allah punya banyak cara untuk menolong hambanya yang senantiasa bersabar dalam menghadapi segala macam cobaan hidup.❤️.
Terima kasih atas dukungannya, jangan pernah bosan ya membaca kisah Bram dan Mikaila.🤗🤗
Jangan lupa like,vote dan komennya 🙏💗.
__ADS_1